Sekolah SMAN 1 Gaung Distribusikan Sembako Ke SMA Terbuka Lahang Hulu yang Terdampak Banjir

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR, – Meningkatnya debit air hingga 1,2 meter di Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, sepekan lalu merupakan banjir terparah setelah terjadi pada tahun 1985 masa lampau.


Akibatnya, seluruh aktivitas masyarakat menjadi terhenti, baik yang berkebun, mencari ikan di sungai dan lain sebagainya, kondisi tersebut dialami masyarakat sekitar 4-6 hari setelah meluapnya debit air sepekan lalu.


Melihat kondisi demikian, Sekolah induk SMAN 1 Gaung, turut mendistribusikan puluhan paket sembako kepada para Pengelola, Guru Pamong dan Siswa SMA Terbuka Desa Lahang Hulu yang berada di Kecamatan Gaung.


Tidak hanya rumah saja yang terendam banjir, sekolah, mesjid atau surau, bahkan perkebunan warga hingga ratusan hektar juga terendam oleh banjir.


Kepala Sekolah induk SMAN 1 Gaung, Ilfi Afriadi, S.Pd menyebutkan turut berduka atas bencana alam yang menimpa masyarakat di Desa Lahang Hulu dan keluarga besar di SMA Terbuka Desa Lahang Hulu.


“Mewakili seluruh pihak sekolah induk, tentunya kami turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Desa Lahang Hulu,” Ujar Kepsek SMAN 1 Gaung.


Selain itu, Kepsek juga mengatakan bahwa bantuan sembako tersebut memang ditujukan kepada Pengelola, Guru Pamong dan Siswa di SMA Terbuka Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, yang terdampak banjir.


“Paket sembako untuk pengelola, guru pamong, dan para siswa di SMA Terbuka yang kita distribusikan semoga bisa meringankan beban ekonomi dirumah selama banjir masih menggenangi Desa Lahang Hulu,” kata Kepsek kepada awak media.


Kepsek SMA N 1 Gaung juga berharap agar banjir segera surut dan semua aktivitas bisa dilanjutkan seperti biasanya.


“Semoga cepat surut dan semuanya berjalan seperti biasa lagi, kita berharap pemerintah juga segera peduli dengan kondisi pendidikan yang ada di pelosok-pelosok seperti di Desa Lahang Hulu salah satunya, apalagi pasca banjir, tentunya butuh bantuan,” harap Kepsek Ilfi. (*)




Bertemu GMNI dan PMII Inhil, Mantan Ketua DPRD Inhil ini Kenang Masa Lalu Saat Berstatus Mahasiswa

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Mantan Ketua DPRD Inhil, H Dani M Nursalam mengenang kisah masa lalunya saat masih berstatus mahasiswa. Alumni Fakultas Perikanan Universitas Riau ini membuka cerita pada sebuah pertemuan dengan dua kelompok mahasiswa Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (22/1/2021) malam.


Di hadapan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Inhil dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Inhil, H Dani mengungkapkan bahwa Dirinya pernah aktif di organisasi Mahasiswa Pecinta Alam atau Mapala Fakultas Perikanan UNRI, Phylomina pada tahun 1993.


H Dani menuturkan, terdapat banyak kenangan yang bahkan hingga sekarang tidak dapat dilupakan kala Dirinya masih menjadi anggota Mapala Phylomina, salah satu organisasi Mapala tertua di Provinsi Riau.


“Naik gunung, manjat tebing itu aktifitas dulu. Yang paling berkesan waktu masih di Mapala, kekeluargaan dan kekompakan itu kuat,” ungkap H Dani dalam pertemuan di salah satu gerai kopi Tembilahan.


Selain bercerita tentang masa lalunya, H Dani juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa. Dia berharap, mahasiswa dapat menjadi mitra kritis pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan.


“Adakan diskusi. Bahas setiap kebijakan publik yang diambil pemerintah, dimana letak diperlukannya evaluasi. Sampaikan dengan cara yang santun dan tertib. Apalagi kebijakan yang menyangkut langsung dengan masyarakat,” tutur H Dani yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IV (empat) DPRD Provinsi Riau.


Ketua PC PMII Inhil, Gen Ardi Pratama Putra mengaku senang sekaligus bangga dapat bertemu dengan salah seorang Anggota DPRD Provinsi Riau itu.


Dia mengatakan, pertemuan kala itu begitu berkesan baginya dan rekan-rekan lain. Dia menilai, H Dani merupakan sosok panutan dalam hal kepemimpinan.


“Beliau pernah jadi Ketua DPRD. Posisi itu bukan posisi sembarangan yang bisa diduduki oleh semua orang,” terang Gen.


Hal senada juga disampaikan oleh Ketua GMNI Inhil, Hendra Tarmizi. Dia mengaku tidak menyangka bisa berkumpul dengan H Dani M Nursalam dan bercerita panjang tentang masa lalunya kala masih menjadi mahasiswa.


Keakraban antara H Dani dan sejumlah mahasiswa begitu terasa dalam pertemuan. Sesekali pembicaraan serius diiringi dengan canda tawa oleh keduanya.


Sebelum mengakhiri pertemuan, keduanya pun mengabadikan momen tersebut dengan foto bersama. (*)




Anggaran Perbaikan Jalan Rusak Kota Pekanbaru Dikurangi Rp2 Miliar

Ilustrasi jalan rusak


ARBindonesia.com, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengurangi anggaran perbaikan jalan rusak atau tambal sulam tahun ini. Jika tahun lalu mencapai Rp18 miliar, tahun ini berkisar Rp16 miliar.


“Agak berkurang dari sebelumnya ya, sekarang dianggarkan Rp16 miliar. Tapi nanti akan kita sesuaikan,” kata Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Jumat (22/1/2021).


Anggaran Rp16 miliar ini sudah termasuk pembayaran gaji pegawai, operasi alat berat dan beberapa keperluan lainnya. Kata dia, saat ini PUPR masih melakukan pendataan jalan rusak yang perlu ditambal sulam di Kota Pekanbaru.


Ia menyebut, kondisi dan jumlah jalan yang akan ditambal tersebut tak jauh dari tahun sebelumnya. “Awal tahun ini kita masih survey dulu. Tapi mungkin, tidak jauh dari tahun sebelumnya,” jelasnya.


Di luar perbaikan jalan rusak, Pemko juga menganggarkan Rp13 miliar untuk penanganan banjir. Dari angka itu, hanya Rp9 miliar untuk perbaikan drainase dan normalisasi anak sungai.


Indra Pomi Nasution menyebut, dana itu untuk penanganan 375 titik drainase bermasalah, yang menyebabkan banjir. Ia merinci, dana tersebut juga ditujukan untuk penggajian tenaga harian lapangan (THL) sebesar Rp7 miliar. Kemudian operasional alat berat normalisasi sungai sebesar Rp3 miliar, sehingga tersisa Rp6 miliar untuk perbaikan drainase.


“Kita ada dana Rp13 miliar, sekitar Rp6 miliar untuk perbaikan drainase. Untuk itu, penanganan drainase tahun ini akan kita gesa untuk jangka pendek dan mendesak, seperti menggali sumbatan, menyambung drainase yang belum tersambung dan menggali sumur resapan,” kata Indra.


Sumber : cakaplah.com




Orari Riau harus Mampu Bangkit dengan Program dan Terobosan Mengikuti Zaman

Indra Muchlis Adnan


ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia (Orari) Daerah Riau akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-8 pada tanggal 23-24 Januari 2021 mendatang di Pekanbaru. Diharapkan nantinya Orari Daerah Riau bisa bangkit kembali dengan program-program serta terobosan yang mengikuti zamannya.


Harapan ini disampaikan oleh tokoh masyarakat yang juga senior Orari Daerah Riau Indra Muchlis Adnan kepada media yang dilansir dari cakaplah.com, Jumat (22/1/2021). Ia mengatakan tantangan organiasi ini kedepan cukup berat. Meski tergerus perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih, namun masih bisa tetap eksis.


Terutama dalam menunjang komunikasi daerah bencana. Kedepan peran Orari masih penting dan sangat perlu bagi masyarakat maupun pemerintah dalam segala momentum pembangunan.


“Penggunaan Orari lebih murah dan praktis. Jadi masih sangat perlu dalam semua momentum,” ujar mantan Bupati Indragiri Hilir ini.


Ia mengatakan, di era sekarang ini, Orari Daerah Riau harus cerdas dan bisa membaca zaman. Harus bisa bersaing dengan Handphone serta internet yang memang suatu perkembangan zaman.


“Untuk itu perlu terobosan-terobosan yang mengikuti Zaman. Nantinya siapapun yang mau menjadi Calon Orari Daerah Riau periode 2021-2026 harus benar-benar menyiapkan program dan terobosan tersebut,” harapnya.


Disinggung terkait penggunaan Radio Amatir di Riau, di kalangan masyarakat umum, alat ini memang tidak sepopuler peralatan telekomunikasi yang ada sekarang. “Namun kalangan Pramuka, pecinta alam maupun Menwa ini sudah sangan familiar dan tersosialisasi dengan baik. Jadi memang mereka membutuhkan perangkat ini,” cakapnya.


Lanjutnya, untuk memberikan legalitas kepada penggunanya, kehadiran patner sangat penting. Dalam hal ini adalah Orari. “Penggunaan Radio Amatir ini tentunya jangan sampai liar, kalau liar bahaya. Ini perlu ditertibkan. Untuk itu Orari memang diperlukan dan harus dibina dengan baik,” harapnya.


Ketua Panitia Musda ke-8 Orari Daerah Riau Wirzamrisal mengatakan untuk persiapan Musda sudah sangat matang, hanya tinggal finishing saja.


“Untuk persiapan insya allah sudah maksimal. Musda kita gelar di Pesonna Hotel tanggal 23 dan 24 Januari 2021. Nantinya Musda akan dihadiri oleh perwakilan 7 lokal yang tersebar di 7 Kabupaten/Kota. Masing-masing lokal akan mengirim 3 peserta, 2 merupakan utusan dari lokal dan 1 adalah peninjau dari lokal,” cakapnya.


Dikatakan Wirzamrisal, acara Musda ini tentunya dengan menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat. “Sengaja kita pilih Pesonna Hotel karena yang kita lihat hotel tersebut memang Prokesnya bagus,” imbuhnya.


Sumber cakaplah.com




Isak Tangis Warnai Peristiwa Kebakaran di Kuok, 79 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Warga mengais puing-puing kebakaran Pasar Kuok. Kebanyakan warga yang menyewa kios termasuk keluarga miskin.


ARBindonesia.com, KAMPAR – Isak tangis dan histeris para korban mewarnai peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat (22/1/2021) pagi menjelang Subuh di Pasar Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar.


Sebanyak 15 kepala keluarga dan 79 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran yang menghanguskan sekitar 32 petak kios tersebut. Mirisnya lagi, warga yang bermukim di daerah itu banyak yang masuk daftar keluarga miskin.


Bangunan tua yang berjejer di pinggir Sungai Kampar di belakang rumah tokoh (ruko) Pasar Kuok yang tak jauh dari simpang ke rakit penyeberangan lama itu ludes dilalap si jago merah.


Kepala Desa Kuok Khairisman kepada media yang dilansir dari cakaplah.com, Jumat (22/1/2021) pagi menyebutkan, diperkirakan kobaran api mulai terlihat sekira pukul 04:30 WIB. Hanya sekira satu jam, 32 petak bangunan semi permanen dan permanen itu ludes.


Ia menambahkan, sebanyak 79 jiwa dari 15 kepala keluarga yang menghuni bangunan tersebut selamat, namun tak ada satupun harta benda para korban bisa diselamatkan. Pihak Pemdes Kuok juga belum bisa memperkirakan berapa total kerugian akibat kejadian ini.


“Barang banyak tak bisa dibawa keluar. Habis semuanya pak. Di situ masyarakat sebagian membuka kedai dan langsung sebagai tempat hunian. Di samping berkedai langsung tinggal di situ. Kerugian materi banyak. Payah kami menginventarisir. Masing-masing hunian itu ada yang sampai empat buah Honda (sepeda motor, red) di dalamnya. Belum lagi TV dan peralatan rumah tangga dan barang berharga lainnya,” beber Khairisman.


Mewakili maayarakat Kuok ia memohon perhatian lebih jauh lagi dari pemerintah daerah untuk membantu para korban kebakaran, termasuk dari perusahaan swasta dan para dermawan.


“Karena penghuni pada umumnya menyewa. Masyarakat di situ banyak yang masuk daftar keluarga miskin. Kalau bantuan sangat perlu dibantu betul. Betul-betul perlu diperhatikan. Banyak anak usia sekolah juga,” beber alumni salah satu perguruan tinggi di Kota Padang itu.


Dikatakan, selain telah berdirinya posko dari Pemkab Kampar dan dapur umum untuk para korban, bantuan dari masyarakat juga terus mengalir. Diantaranya bantuan sembako, pakaian hingga selimut.


Kapolsek Bangkinang Barat Ipda Yulanda Alvaleri S.Tr.K ketika dikonfirmasi wartawan terkait kerugian akibat peristiwa ini juga belum bisa menaksir berapa total kerugian.


“Kerugian belum bisa kami taksiran karena banyaknya jumlah bangunan yang hangus, hingga kini penyebab terjadinya kebakaran ini masih di dalami, namun kami berharap para korban agar tetap tabah,” cakap Kapolsek Bangkinang Barat Ipda Yulanda Alvaleri.


Ia mengakui pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti dan telah memasang police line di tempat kajadian Perkara (TKP).


Editor Arbain
Sumber cakaplah.com




Kebakaran! 26 Kios di Pasar Kuok Kampar Dilalap Jago Merah

Kebakaran di pasar Kuok, Kampar


ARBindonesia.com, KAMPAR – Sebanyak 26 kios yang terdiri dari 11 unit kios permanen dan 15 unit kios semi permanen di Pasar Kuok, Kabupaten Kampar hangus dilahap si jago merah, Jumat (22/1/2021) dini hari.


Kasubbag Humas Polres Kampar AKP Deni Yusra mengatakan, kejadian terjadi pada Jumat (22/1/2021) sekira pukul 04.30 WIB. Peristiwa bermula saat salah satu pemilik kios bernama Jasri sedang tidur di dalam kiosnya dan melihat ada luapan asap yang memenuhi tempat tinggalnya itu.


“Pada waktu bersamaan dia mendengar ada teriakan kebakaran. Jasri bergegas keluar kios dan melihat api sudah membesar. Kemudian Jasri bergegas membangunkan seluruh penghuni yang tinggal di sekitar kios yang terbakar itu,” ucap Deni.


Kemudian dia bersama warga lainnya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api makin membesar. Beberapa saat kemudian Kapolsek Bangkinang Barat Ipda Yulanda Alvaler yang mendapat informasi atas kejadian ini, segera memerintahkan anggotanya mendatangi lokasi untuk melakukan pertolongan, sekaligus mengamankan lokasi kejadian serta menghubungi pihak Damkar Kampar.


“Sekira pukul 05.30 WIB, 4 unit Mobil Damkar Kampar tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Api baru dapat dipadamkan sekira pukul 06.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini dan jumlah kerugian masih dalam pendataan,” jelasnya.


Lebih lanjut disampaikan bahwa polisi masih melakukan olah TKP, mendata, dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengetahui penyebab kebakaran ini.


“Data saat ini sudah 21 pemilik kios terbakar. Kios yang terbakar tersebut ada yang tidak dihuni, ada gudang, dan ada yang dihuni,” pungkasnya.


Editor Arbain
Sumber cakaplah.com