Bea Cukai Batam Amankan 2 Wanita yang Sembunyikan Sabu di Selangkangan dan Dubur

ARBindonesia.com, BATAM – Bea Cukai Batam berhasil mengamankan 2 orang wanita penyelundup narkotika jenis sabu yang disembunyikan pada selangkangan dan dubur.


Keduanya berhasil diamankan petugas Bea Cukai Hang Nadim di Terminal Keberangkatan Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Jum’at (22/01/2021) lalu.


Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata melaui Kepala Seksi Layanan Informasi, Undani menyampaikan sekira pukul 17.45 WIB, Jum’at (22/1/2021) petugas Bea Cukai Batam Bandara Hang Nadim berhasil menangkap dua orang wanita yang menyembunyikan sabu sebanyak masing-masing tiga bungkus.


“Satu menyembunyikan di selangkangan dan yang satu lagi di dubur,” kata Kepala Seksi Layanan Informasi, Undani, Minggu (31/1/2021).


Lanjutnya, kedua wanita yang berinisial DSA (32) dan C (33) tersebut merupakan calon penumpang pesawat tujuan Jakarta, dengan tujuan akhir Lombok.


“Diawali kecurigaan petugas Bea Cukai Batam bersama petugas Avian Security Bandara Hang Nadim terhadap gerak-gerik dua orang penumpang wanita, dan dilanjutkan pemeriksaan kepada dua orang wanita tersebut,” ungkap Undani.


Petugas selanjutnya melakukan body typing, dan ditemukan terdapat benda mencurigakan di area selangkangan tersangka DSA, lalu keduanya dibawa ke hanggar untuk dilakukan pemeriksaan fisik secara mendalam.


“Hasil pemeriksaan, petugas menemukan benda yang terdapat pada area selangkangan tersangka DSA adalah tiga bungkus berisi sabu” jelas Undani.


Kemudian kedua tersangka tersebut dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan rongent, dan ditemukan tiga bungkus lainnya di dalam dubur tersangka C, kemudian keduanya digiring ke Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.


“Setelah sampai di Kantor Bea Cukai Batam, petugas menimbang tiga bungkus barang bukti pertama seberat 180 gram dan tiga bungkus kedua sebanyak 179 gram, sehingga total sebanyak 359 gram, lalu terhadap barang bukti dan tersangka diserahterimakan ke Kepolisian Resort Kota Barelang Provinsi Kepulauan Riau untuk proses lebih lanjut,” pungkas Undani.


“Untuk perkiraan nilai barang dari tangkapan sabu seberat 359 gram tersebut adalah Rp 359.000.000 dengan estimasi harga per gram adalah Rp1.000.000,” tutupnya.


Keberhasilan Bea Cukai Batam dalam mengamankan sabu tersebut merupakan komitmen Bea Cukai Batam untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan moral masyarakat seperti halnya efek negatif dari mengonsumsi narkoba.


Editor Arbain




Ditinggal Dalam Ayunan, Tahu Anaknya Tewas Terbakar, Pasutri di Pelalawan Histeris Lalu Pingsan

ARBindonesia.com, PELALAWAN – Pasangan suami istri (pasutri) di Desa Kuala Sumendam, Kecamatan Bandar Petalangan tak kuasa menahan tangis bahkan sempat jatuh pingsan ketika mengetahui buah hati mereka ditemukan tewas terpanggang, terjebak di dalam rumah yang dilalap sijago merah, Sabtu (30/1/2021).


Berdasarkan informasi yang dilansir dari cakaplah.com, korban tewas ini bernama Rafa bocah berusia 1 tahun 8 bulan. Korban merupakan anak dari dari pasangan Afrizal (30) dan Yanti (27).


Hal yang membuat kedua pasutri histeris, lantaran saat kejadian mereka tidak berada di tempat. Sedangkan anaknya ditinggal sendiri di dalam rumah. Saat kejadian mereka pergi ke pasar untuk belanja berbagai kebutuhan.


Ketika orang tuanya ke pasar korban dititip bersama kakak kandungnya bernama berinisial R (15). Berdasarkan keterangan kakak kandung korban sebelum kejadian kebakaran ia meninggalkan adiknya untuk menjaga warung warga tidak berapa jauh dari kediamannya. Diduga korban terbekar ketika masih tertidur di dalam ayunan. Api diduga berasal dari obatnyamuk yang berada di bawah ayunan.


Berselang beberapa saat kemudian, warga melihat asap mengepul pekat ke udara, setelah didekati ternyata rumah milik pasangan Afrizal dan Yanti terbakar. Kobaran api begitu cepat menjalar membakar seisi rumah.


Warga mencoba memberikan bantuan termasuk kakak korban yang berlari menuju rumahnya yang sudah terlanjur dibakar api yang kian membesar. Iapun menjerit-jerit menyebut bahwa adiknya masih ada di dalam rumah.


Salah seorang warga mencoba nekat menerobos dalam korban api untuk melakukan upaya penyelamatan.
Begitu bocah berhasil diselamatkan dalam kobaran api dan digotong ke luar rumah. Namun naas baginya, ternyata korban tidak lagi bernyawa. Tangisan pecah, ketika Pasutri pulang dari pasar mengetahui anaknya, tewas terbakar bersamaan dengan tempat tinggal mereka.


Api baru berhasil dipadamkan beberapa saat kemudian setelah dua unit mobil kebakaran (Damkar) dari PT Musim Mas turun ke lokasi, memberikan bantuan memadamkan sijago merah.


Kapolres Pelalawan AKBP Indra Sujatmiko, S.Ik melalui Kasubag Humas Iptu Edy, Sabtu (30/1/2021) membenarkan adanya peristiwa kebakaran rumah milik warga Desa Kuala Sumendam, Kecamatan Bandar Petalangan.


Pada peristiwa ini, cakapnya, seorang bayi berumur kurang dua tahun tewas terbakar yang terjebak di dalam rumah.


“Penyebab kebakaran sementara masih dalam penyelidikan dan kerugian materi sementara diperkirakan sebanyak lebih kurang Rp 150 juta,” tandasnya singkat.***


Sumber cakaplah.com




Panglima TNI: Pandemi Covid Belum Bisa Dikendalikan

Foto: Infografis/Dikawal Ketat! 4 Provinsi & 25 Daerah yang Dikawal Ketat Menuju New Normal/Aristya Rahadian Krisabella


ARBindonesia.com, JAKARTA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkapkan Indonesia masih belum dapat mengendalikan pandemi Covid-19. Salah satu indikasinya kasus kematian di Indonesia tertinggi di Asia.


Halini disampaikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam seminar digital bertajuk ‘Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit’ seperti dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (30/1/2021).


“Sesuai data dari WHO jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia dalam sepekan terakhir menjadi yang tertinggi di Asia dan berada pada urutan ke-12 di dunia,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto. “Fakta ini membuktikan bahwa pandemi masih belum dapat dikendalikan.”


Walaupun demikian, dia menuturkan harapan baru untuk mengendalikan virus Covid-19 ada karena adanya vaksin.


Informasi saja,kasus Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Dalam sepekan terakhir penambahan kasus positif Covid-19 Indonesia konsisten di atas 10 ribu kasus.


Hingga Jumat (29/1/2021), total kasus positif Covid-19 mencapai 1.051.795 orang sejak pertama kali diumumkan pada awal Maret 2020 lalu. Dari jumlah tersebut, ada 852.260 orang yang telah sembuh dan 29.518 orang meninggal dunia.


Sementara itu, kasus aktif atau masih dalam perawatan dan isolasi mandiri sebanyak 170.017 orang, sedangkan pasien suspek mencapai 81.497 orang.


Indonesia sendiri sudah mengamankan 600 juta dosis vaksin untuk vaksinasi kepada 181 juta penduduk. Vaksin yang digunakan adalah Sinovac, Novavax, Pfizer, AstraZeneca dan dari inisiatif GAVI dan COVAX.


Sumber: CNBC Indonesia




Dua Pesawat Tujuan Bandara A Yani – Semarang Mendarat Darurat di Bandara Adi Soemarmo

Pesawat Batik Air mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah (Antara)


ARBindonesia.com, BOYOLALI – Dua pesawat terbang tujuan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali akibat cuaca buruk.


“Hari ini Bandara Adi Soemarmo menerima dua pengalihan penerbangan dari Bandara Ahmad Yani Semarang,” kata General Manager (GM) Bandara Adi Soemarmo Yani Ajat Hermawan di Boyolali, Sabtu (30/1/2021).


Ia mengatakan dua pesawat tersebut yaitu Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6362 tujuan Cengkareng-Semarang dan Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 232 tujuan Cengkareng-Semarang.


Menurut dia, Batik Air mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 08.55 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 78 orang, sedangkan Garuda Indonesia mendarat pada pukul 09.21 WIB dengan membawa penumpang sebanyak 35 orang.


Menurut dia, saat ini para penumpang dalam kondisi baik dan masih menunggu di dalam pesawat.


“Baik penumpang Batik Air maupun penumpang Garuda Indonesia masih menunggu di pesawat dan menunggu cuaca bagus di Bandara Ahmad Yani Semarang. Kondisi pesawat yang divert landing aman di Bandara Adi Soemarmo,” katanya.


Sementara itu pihaknya juga terus memantau pengaruh hujan debu vulkanik merapi dengan menggunakan metode observasi yang dilakukan setiap dua jam sekali.


“Sampai saat ini hasilnya negatif yang berarti Bandara Adi Soemarmo bebas dari debu vulkanik,” katanya.


Sumber okezone.com
Editor Arbain




Pulau ini Diduga Dijual 900 Juta, Polres Selayar Lakukan Penyelidikan

Ilustrasi Pulau Lantigiang Selayar, Sulsel. (Foto: disparbud.pariamankota.go.id)


ARBindonesia.com, JAKARTA – Polres Selayar tengah melakukan penyelidikan atas dugaan penjualan Pulau Lantigiang Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Pulau itu diduga dijual sebesar Rp 900 juta


“Benar sedang dalam penyelidikan, telah ada transaksi di mana Pulau Lantigiang diduga dijual dengan harga Rp900 juta, namun baru dibayar DP 10 juta,” kata Kapolres Selayar AKBP Temmangnganro Machmud yang dilansir dari CNN Indonesia, Sabtu (30/1).


Ia menyatakan penyelidikan dilakukan berdasarkan informasi di masyarakat yang berkembang. Selain itu, polisi, kata dia, juga menerima surat dari Taman Nasional Taka Bonerate.


“Awalnya info masyarakat dan info yang berkembang, bahkan kami dapat surat dari Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Kami telah mendatangi TKP, mengambil keterangan beberapa saksi,” ucap dia.


Kedepan, ia menyatakan pihaknya masih akan mengambil keterangan ke beberapa saksi lainnya. Jika ada pihak yang dirugikan karena tertipu, maupun ditemukan penjualan tanpa hak, kata dia, kasus itu dapat ditingkatkan ke proses penyidikan.


“Kami masih menunggu pihak yang membeli tersebut, atau pihak yang dirugikan, baik itu perorangan maupun pihak pemerintah,” kata dia.


Dikutip dari tntakabonerate.com, Pulau Lantigiang masuk dalam pemerintahan Desa Jinato. Pulau ini disebut memiliki luas sekitar 10 hektare. (*)


Sumber Cnnindonesia.com
Editor Arbain




Operasi Gabungan, Bea Cukai Batam Sita 8 Kilo Sabu dan 21 Ribu Butir Ekstasi asal Malaysia

ARBindonesia.com, BATAM – Upaya penyeludupan barang haram jenis sabu, pil ekstasi dan happy five asal Malaysia berhasil digagalkan Bea Cukai Batam dalam operasi gabungan di Perairan Nongsa, Batam, Jum’at (29/1/2021).


Operasi gabungan itu terdiri dari Sub Direktorat (Subdit) Narkotika Direktorat Penindakan dan Penyidikan (Dit. P2) Kantor Pusat Bea Cukai, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kantor Bea Cukai Batam, dan Pangkalan Sarana Operasi Bea Cukai Batam.


Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata mengatakan dari operasi gabungan yang dilakukan pihaknya berhasil menyita 8 Kg Sabu, 21 Ribu Butir Ekstasi dan 220 butir happy five,


“Diperkirakan total nilai tangkapan sabu dan ekstasi tersebut ditaksir Rp12,4 miliar, dengan estimasi harga jual sabu Rp1.000.000/gram dan ekstasi Rp200.000/butir,” tuturnya, Jum’at (29/1/2021).


Selain itu Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Susila Brata juga menyampaikan bahwa
Kronologi diawali dengan penyampaian Nota Hasil Intelijen (NHI) dari Subdit Narkotika Dit. P2 Bea Cukai pada Rabu, 13 Januari 202. Bahwa akan ada kegiatan pemasukan narkotika dari Malaysia menuju Batam.


Selanjutnya, dilakukan koordinasi dengan Tim P2 Lapangan dan Tim CSS (Coastal Surveillance System) Bea Cukai Batam dengan Tim Dit. IV Bareskrim Polri.


Pada hari Kamis (21/01), tim melakukan penggeledahan terhadap sebuah mobil di KP Agas Tanjung Umma Lubuk Baja, Kota Batam yang dikendarai oleh SK bersama MNS.


“Salah seorang pelaku (SK) berusaha mencoba melarikan diri dan melawan petugas sehingga terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur,” ujar Susila.


Lebih detail, Susila mengungkapkan hasil pemeriksaan awal pada mobil tersebut, petugas mendapati dua karung warna putih yang masing-masing di dalamnya terdapat jerigen plastik warna biru, dan di dalam herigen tersebut terdapat masng-masing satu buah tas warna hitam.


“Tas itu berisi bungkusan teh hijau dan aluminium foil berisi pil yang diduga kuat adalah narkotika jenis sabu, ekstasi, dan happy five,” ungkap Susila.


Kemudian kedua pelaku yang membawa barang tersebut diamankan petugas dan setelah diinterogasi, didapati informasi bahwa mereka diperintah oleh HY.


“Tim segera melakukan pengembangan dan berhasil menangkap dua orang yaitu HY dan H di Kecamatan Lubuk Baja Kota Batam, dan keduanya mengakui bahwa tersangka HY yang menyuruh SK dan MNS,” lanjut Susila.


Tim gabungan kemudian melakukan pengembangan pada Jumat (22/01) dengan teknik controlled delivery ke Kecamatan Batam Kota dan berhasil menangkap tersangka RFH yang akan mengambil barang haram berupa sabu sebanyak 5kg dan mengakui diperintah oleh warga binaan lapas Barelang (WN Malaysia).


“Terhadap RFH juga dilakukan tindakan tegas dan terukur karena mencoba melarikan diri,” ungkap Susila Brata.


“Barang bukti berupa ekstasi, menurut pengakuannya akan diedarkan di salah satu tempat hiburan malam di kota Batam,” ungkapnya lagi.


Tambahnya, Sehingga barang bukti yang berhasil dikumpulkan oleh tim gabungan Bea Cukai dan Polri diantaranya yaitu, delapan bungkus sabu dengan berat total 8.206 gram brutto, 21.000 butir ekstasi, 220 butir happy five, handphone milik SK, HY, dan H, serta satu unit mobil yang mengangkut barang haram tersebut.


Susila juga menyampaikan bahwa penindakan kali ini juga telah berhasil menyelamatkan 30.000 jiwa manusia dengan asumsi per orang mengonsumsi satu butir/gram sabu.


“Terhadap barang hasil penindakan serta para terduga pelaku telah diserahterimakan ke Bareskrim Polri untuk dilakukan penyidikan lebih lebih lanjut,” tutup Susila.


Editor Arbain