Besok Ribuan Massa Kawal Sidang Perdana Habib Rizieq, Pengacara: Kami Tidak Bisa Melarang

Laskar FPI

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Sidang perdana terkiat kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat yang menjerat pimpinan eks Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) akan digelar Selasa besok (16/3/2021).

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Sidang tersebut juga diprediksikan akan dihadiri oleh massa yang merupakan pecinta Habib Rizieq.





“Wallauh a’lam massa yang akan datang. Kalau soal masa, maka kami tidak bisa melarang,” kata Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar saat dihubungi, Senin (15/3/2021).

Saat ditanya berapa ribu massa yang akan turut mengawal sidang perdana Habib Rizieq. Aziz Yanuar tak bisa membeberkannya, pasalnya hal itu bukan kewenangan pihaknya.

Aziz juga menyebut, pihaknya tak bisa memberi himbauan agar massa turut mengawal sidang tersebut. Sebab sidang perdana Habib itu memang terbuka untuk umum.

“Kita (tak bisa ) menghalangi jika ada pengunjung yang akan datang di sidang perdana Habib Rizieq,” ujarnya.

Seperti diketahui, Habib Rizieq Syihab ditetapkan sebagai tersangka kasus kerumunan Petamburan yang terjadi tanggal 14 November 2020. Penyidik Polda Metro Jaya menahan tersangka sejak Minggu (13/12).

Dalam kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan itu, Habin Rizieq dan lima terdakwa lain disangkakan pasal 160 KUHP jo Pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP; Pasal 216 ayat (1) KUHP; Pasal 14 ayat (1) UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular; Pasal 14 ayat (1) dan (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana; Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sumber pojoksatu.id




Bahas Pembangunan Tol Pekanbaru-Padang, Gubri akan Koordinasi dengan Gubernur Sumbar

Gubernur Provinsi Riau, H Syamsuar

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri), H Syamsuar menyatakan segera berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) untuk membicarakan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Padang yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Ini karena nantinya jalan tol Trans Sumatera ini akan mempermudah akses menuju dua provinsi yang bertetangga ini.

“Saya akan segera komunikasi dengan pak Gubernur Sumbar terkait pembangunan jalan tol ini. Karena jalan tol ini nantinya juga untuk kepentingan dua daerah,” kata Gubri Syamsuar, Senin (15/3/2021).

Lebih lanjut dikatakannya, komunikasi tersebut dilakukan karena pihaknya mendapat informasi bahwa terjadi kendala dalam pembebasan lahan tol di Provinsi Sumbar.

“Sebelum beliau dilantik jadi Gubernur Sumbar, kami sempat melakukan pertemuan. Pesan saya satu saja saat itu, karena daerah kita bertetangga kalau bisa jangan kendala untuk pembangunan jalan tol ini. Saat itu beliau berkomitmen juga akan menyelesaikan persolan yang ada,” ujarnya.

Untuk di Riau, demikian Gubri, pembangunan jalan tol tidak mengalami kendala. Bahkan untuk seksi Pekanbaru-Bangkiang, pengerjaan konstruksi terus dilaksanakan dan progresnya pembebasan lahannya sudah hampir selesai.

“Kalau untuk di Riau, alhamdulilah tidak ada kendala. Semua berjalan sesuai target. Seksi Pekanbaru-Bangkinang. pembebasan lahannya sudah hampir selesai,” sebutnya. (Media Center Riau)




Polsek GAS Gelar Sosialisasi Tentang Larangan Membakar Hutan dan Lahan

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Polsek Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kegiatan sosialisasi dan himbauan tentang larangan membakar hutan dan Lahan serta peduli dalam penanganan Karhutla.

sosialisasi tersebut ditujukan kepada masyarakat Kecamatan GAS, terkhusus kepada pemilik Kebun dan lahan yang pernah terbakar.

Digelar di Kantor Polsek GAS, Jalan H Hasan Thaha 08, Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, Senin (15/3/2021) pukul 10.00 Wib.

Kapolsek GAS, IPTU Agus Susanto, SH dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa Polsek GAS, Bhabinkamtibmas dan Kepala Desa untuk terus bersinergi dalam melakukan sosialisasi dan himbauan tentang larangan membakar hutan dan Lahan.

Tujuannya agar masyarakat perduli dan turut serta dalam penanganan Karhutla, selain itu juga agar masyarakat semakin sadar akan bahaya yang ditimbulkan akibat membakar hutan dan lahan.

“Mengumpulkan pemilik kebun yang berada di desa untuk peduli dan tanggap apabila ada terjadi Karhutla di sekitar perkebunan milik masyarakat,” tuturnya Kapolsek GAS, IPTU Agus Susanto, SH.

Untuk diketahui, dalam sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kapolsek Gaung Anak Serka, IPTU AGUS SUSANTO, SH, Bhabinkamtibmas Desa Teluk Sungka, AIPTU HERIMON.

Bhabinkamtibmas Desa Rambaian, Bripka SAMSIR SITUMEANG, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sungai Empat, BRIPKA ATPRIZON.

Lurah Sungai Empat, H ARDI, Kepala Desa Kuala Gaung, H SYARIF, SE, Kepala Desa Idaman, RISNO, Kepala Desa Kelumpang, RISKI MARWIRA, SH, MH.

Serta pemilik kebun dan Lahan yang pernah terbakar di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) sebanyak 21 orang.

Editor Arbain




Kejari Sabu Raijua Gelar Pencanangan dan Penandatanganan Fakta Integritas Wilayah Bebas Korupsi

ARBIndonesia.com, NTT – Kejaksaan Negeri Sabu Raijua Nusa Tenggara Timur (NTT) pencanangan dan penandatanganan Fakta Integritas dalam rangka menciptakan wilayah bebas korupsi dan bersih melayani, Senin (15/3/2021).

Acara turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Sabu Raijua. Kepala Kejari H Agus Kurniawan SH MH berkomitmen untuk menciptakan kinerja lebih professionalitas dengan mengedepan integritas dalam pelayanan hukum seadil-adilnya kepada seluruh masyarakat sebagai pencari keadilan.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin dalam berikan pelayanan, secara transparansi terhadap penyidikan dan penanganan dalam tindak pidana serta pendampingan tata tenaga demi membangun wilayah pemerintahan Sabu Raijua dan mengawal pembangunan,” ujarnya yang didampingi kasi Datun MUhammad Juanda Sitorus SH MH ketika diwawancarai wartawan.

Lebih lanjut Kejari menjelaskan untuk penanganan perkara saat ini kami tengah melakukan penyelidikan sebanyak tiga perkara dan satu diantaranya sudah naik ditahap penyidikan dan siap untuk dilimpahkan awal April 2021 ke Pengadilan Tipikor di Kupang.

“Sembari menunggu hasil audit dari BPK Kupang. Kami tetap berkomitmen serius dalam menangani kasus hingga tahap penuntutan,” pungkasnya. (*)




Terbentuknya Timnas U16 dan U19, ini kata Kadispora Riau

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Boby Rahmad, mendukung terbentuknya Tim Nasional (Timnas) U16 dan U19 dari Riau, yang telah diseleksi oleh pelatih-pelatih bersertifikasi tinggi, yang ditunjuk oleh Asosiasi Provinsi PSSI Riau, selama satu minggu ini.

Kadispora menilai, apa yang telah dijalankan oleh Asprov PSSI Riau ini, menunjukkan keseriusan Riau dalam memilih talenta-talenta muda dari seluruh Riau, untuk diikutkan dalam seleksi Timnas U16 dan U19 melalui PSSI pusat.

“Saya melihat seleksi ini berjalan dengan baik dan lancar. PSSI Riau telah menyerahkan tim seleksi dari pelatih-pelatih terbaik, untuk dapat mengambil pemain berpotensi, pemain terbaik bertalenta dan terpantau masuk ditingkat Nasional,” ujar Kadispora Boby Rahmad, usai menutup seleksi Timnas U16 dan U19, Minggu (14/3), di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai.

Kadispora pun berharap dari hasil seleksi Timnas U16 dan U19 dari Riau ini, mampu melahirkam pemain Timnas Indoensia, dan masuk dalam skuad Garuda muda, untuk selanjutnya mengikuti berbagai iven Internasional, dengan masuknya beberapa pemain asal Riau.

“Harapan saya dan masyarakat Riau tentu ada terpantau satu atau dua pemain terbaik dari Riau ini masuk di Timnas Indonesia. Apalagi hari ini seleksi terakhir dihadiri oleh pelatih Timnas U16 Bima Sakti. Saya juga berharap Coach Bima Sakti bisa merekomendasikan pemain asal Riau masuk di Timnas Indonesia,” harap Kadispora.

Dengan telah terpilihnya talent-talenta berbaik dari Riau ini, Boby Rahmad, menyarankan kepada Asprov PSSI Riau untuk tidak berhenti sampai disini. Tetap menjalankan program kompetisi berjenjang disemua umur. Sehingga nantinya anak-anak di Bumi Lancang Kuning ini mampu bersaing dengan pemain-pemain dari luar Riau.

“Kegiatan ini sangat bagus, dan kegiatan ini dapat berkelanjutan, kami juga punya rencana menghidupkan kembali kompetisi berjenjang. Bersama PSSI kita minta bagaimana menjalankannya agar bisa saling bersinergi. Melalui kompetisi yang tidak terputus inilah melahirkan pemain-pemain terbaik dari Riau,” ungkap Boby. ( Media center Riau)




Program Prioritas Jenderal Listyo Sigit, Humas Polri Gelar Pelatihan Konten Kreatif

ARBIndonesia.com, JAKARTA— Sebagai tindaklanjut 100 hari program prioritas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Divisi Humas Polri menggelar pelatihan konten kteatif bagi personel Humas di seluruh Indonesia.

Pelatihan yang menggandeng LKBN Antara ini diharapkan agar seluruh personel Humas Polri mampu menyiapkan, mengolah dan menyajikan konten informasi yang kreatif.

“Sehingga Kamtibmas dapat dibangun melalui edukasi dan sosialisasi seputar hukum yang dikemas secara menarik dalam setiap koten media sosial resmi milik Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Senin (15/3/2021).

Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, dituntut untuk selalu beradaptasi di era media sosial seperti sekarang ini. Polri, kata Argo terus berupaya untuk menghindari segala bentuk persoalan sosial seperti postingan yang memicu kontradiksi di tengah masyarakat seperti fitnah, ujaran kebencian serta hoax.

Banyaknya pengguna media sosial seperti, Tiktok, Instagram, TV streaming dan Youtube menjadi satu tugas Polri untuk memastikan seluruh konten informasi yang beredar tidak negatif.

“Konten yang beredar di platform tersebut lebih mudah viral, dan dipercaya penggunanya. Jika konten yang viral adalah informasi yang baik maka akan berkontribusi bagi Kamtibmas, jika sebaliknya tentu akan menambah beban kerja Polri di lapangan,” tandas Argo.

Untuk itu, kata Argo, kesiapan personel yang dapat menyiapkan, mengolah dan menyajikan konten informasi yang kreatif dipandang sangat perlu guna mempenetrasi dengan informasi-informasi positif melalui media sosial maupun media konvensional.

“Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman mendalam seputar jati diri Polri dan kemampuan teknologi informasi,” pungkas Argo. (*)