Aa Gym Gugat Cerai Teh Ninih ke Pengadilan Agama

Foto: Aa gym, pojoksatu/capin

ARBIndonesia.com, BANDUNG – Ustad kondang Abdullah Gymnastiar atau dikenal Aa Gym menggugat cerai istrinya yakni Ninih Muthmainnah atau dikenal Teh Ninih.

Dalam gugatan cerai kali ini dilayangkan oleh Aa Gym ke Pengadilan Agama Bandung.

Kuasa Hukum Aa Gym, Yoki menjelaskan bahwa pihak Aa Gym sudah mengajukan permohonan gugatan cerai hari ini.

“Kita sudah mengajukan permohonan cerai talak yang mengajukan ada Aa mengajukan permohonan. Yang menceraikan Aa Gym,” kata Kuasa Hukum Aa Gym, Yoki, Rabu (17/3).

Yoki menambahkan, gugatan cerai dilayangkan karena sudah tidak ada kecocokan lagi di antara Aa dan Teh Ninih. Namun dia tak menjelaskan secara rinci soal penyebab tidak ada kecocokan di antara mereka.

“Kalau alasan detailnya kan kita gak bisa jelasin karena sidangnya sidang tertutup ya, tapi secara global sudah tidak ada kecocokan lagi lah dengan pasangan itu,” terangnya.

Ditambahkannya, bahwa perihal apa yang menjadi permohonan gugatan cerai, belum tau persis.

“Kami tidak tahu persis, sejak kapannya. Tapi yang jelas kami diminta untuk menyelesaikan permohonan cerai talak ini oleh Aa Gym,” pungkasnya.

Sumber pojoksatu.id




Tol Pekanbaru-Bangkinang Ditargetkan Sebelum Idul Fitri sudah Fungsional

Jalan tol Pekanbaru-Bangkinang baru mencapai 66,645 persen, cakaplah.com

ARBIndonesia.com, PEKANBARU – Pembangunan jalan tol Pekanbaru – Bangkinang ditargetkan sebelum lebaran Idul Fitri tahun ini sudah fungsional.

Jalan bebas hambatan sepanjang 40 kilometer (Km) itu saat ini Progres pembangunan fisiknya baru mencapai 66,645 persen.

“Progres jalan tol Pekanbaru-Bangkinang sudah 66,6 persen,” kata Kepala Biro Pembangunan Setdaprov Riau, Aryadi yang dilansir dari cakaplah.com, Rabu (17/3/2021).

Sedangkan progres pembebasan lahan, kata Aryadi, ada sedikit kendala pembebasan lahan di kawasan hutan.

“Ada 59 persen lagi lahan di kawasan hutan yang sedang diinventarisir, dan akan segera diselesaikan dan akan segera diganti rugi,” terangnya.

Lebih lanjut Aryadi menyampaikan, jalan tol Pekanbaru-Bangkinang ini melintasi lima kecamatan dan 23 desa di Kabupaten Kampar.

Disinggung apakah target fungsional sebelum lebaran terkejar, Aryadi menyatakan jika fungsional sebelum lebaran terkejar.

“Kalau fungsional terkejar, tapi memang belum siap 100 persen,” cetus mantan Kepala Biro Umum Setdaprov Riau ini.

Pertama di Kecamatan Tambang, meliputi Desa Rimbo Panjang, Kualu Nanas, Sungai Pinang, Kuapan. Kedua Kecamatan Kampar Timur, ada Desa Pulau Birandang.

Ketiga Kecamatan Rumbio Jaya, meliputi Desa Bukit Kratai, Naga Beralih, Kayu Aro, dan Sawah. Keempat Kecamatan Kampar Utara meliputi Desa Sungai Jalau, Muara Jalai, Sungai Tonang. Terakhir Kecamatan Bangkinang, ada satu desa yakni Pasir Sialang.

“Jadi pintu keluar Pekanbaru-Bangkinang di Desa Pasir Sialang, Bangkinang STA 38+978,” tutupnya.

Editor Arbain




Menjalin Ukhuwah Islamiah, Polsek GAS Gelar Yasinan Mingguan

Foto: Kegiatan Yasinan Mingguan Polsek GaS

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dalam upaya menjalin ukhuwah islamiah serta menjalin silaturahmi sesama personil, Polsek Gaung Anak Serka (GAS) menggelar kegiatan rutin Yasinan mingguan, Rabu (17/3/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Mapolsek GAS, Jalan H Hasan Thaha, Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Diikuti oleh Kanit Sabhara Polsek GAS, IPDA M Sabrudi, Kasium Polsek Gas AIPTU Padrianto, Ps. Kanit Reskrim BRIPKA Dodi Krisnawan, Ps.Kanit Provos BRIPKA Alex Sandra, dan Bhabin Kamtibmas dan personil Polsek GAS, serta Ustadz Samlan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan yasinan mingguan, Kapolsek GAS, IPTU Agus Susanto, SH mengatakan bahwa agenda tersebut sebagai siraman rohani dan mempertebal iman dari setiap Personil Polsek GAS, agar selalu berpegang teguh kepada keyakinan agama dalam setiap pelaksanaan tugasnya dilapangan.

“Dengan tebalnya keyakinan dan keimanan dari Personil Polsek GAS, diharapkan dapat memperkecil penyimpangan tugas yang dilakukan oleh Personil Polsek GAS dilapangan,” tutur IPTU Agus Susanto, SH.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (17/3/2021) pukul 08.15 Wib, dan berakhir pada sekira pukul 09.30 Wib.

Editor Arbain




Raksasa Otomotif Berlomba Investasi di Indonesia

Pabtik kendaraan Toyota Astra Motor. ANTARA FOTO

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Sejumlah raksasa industri otomotif Jepang berencana menambah investasinya di Indonesia. Selama ini sektor otomotif telah menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp99,16 triliun.

Raksasa otomotif asal Jepang ramai-ramai akan meningkatkan modalnya di Indonesia. Salah satunya Honda, yang berkomitmen untuk menambah investasi sampai dengan 2024 sebesar sekitar Rp5,2 triliun. Termasuk di dalamnya, pengembangan model-model baru untuk pasar Indonesia.

Selain menambah investasi, Honda juga berencana memindahkan pabrik ke Indonesia yang sebelumnya berada di India. Termasuk juga mengembangkan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Honda pun telah melakukan ekspor otoparts atau komponen mobil dalam jumlah sangat besar. Aktivitas produksi otoparts atau komponen itu dilakukan di Indonesia.

Komponen-komponen mobil tersebut diekspor ke Thailand, Malaysia, Vietnam, Pakistan, Saudi Arabia, dan sejumlah negara lainnya. Ada sembilan negara yang merupakan tujuan ekspor dari automotive parts yang diproduksi di Indonesia, termasuk di antaranya Jepang sendiri.

Sedangkan untuk produksi mobil CBU, ekspor baru dilakukan ke dua negara, yaitu Vietnam dan Filipina. Namun, pihak Honda sudah memberikan komitmen akan menambah negara-negara tujuan ekspor dengan memperkuat model baru yang akan dimulai 2022.

Pihak Honda menjelaskan, ada sekitar 31 negara tujuan ekspor yang tersebar di Asia, Afrika, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Tak hanya Honda, pabrikan otomotif Suzuki juga telah menyatakan komitmennya hingga 2024.

Suzuki berencana menambah investasi sebesar Rp1,2 triliun, untuk pengembangan Ertiga dan XL7. Ertiga dan XL7 tersebut memiliki basis integrated starter generator (ISG). Modelnya hampir sama dengan mild hybrid yang dikembangkan untuk tujuan ekspor di pasar Asia dan juga Latin America.

Sementara itu, raksasa otomotif Toyota juga berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD2 miliar atau setara Rp28 triliun.

“Komitmennya tidak berubah, mereka akan tetap memproduksi hybrid dengan komitmen investasi sebesar USD2 miliar sampai 2024,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/3/2021), usai menemui langsung para produsen di Negeri Sakura tersebut.

Menperin menuturkan, dari hasil pertemuan dengan Mitsubishi diketahui bahwa prinsipal otomotif asal Jepang tersebut berkomitmen menambah investasi sebesar Rp11,2 triliun pada akhir 2025. Itu dilakukan dengan proyeksi terjadi peningkatan kapasitas produksi, yakni dari 220 ribu unit menjadi 250 ribu unit.

“Mereka juga akan mengembangkan dua model mobil electric vehicle (EV),” papar Menperin.

Selain itu, Mitsubishi juga berkomitmen untuk memberikan izin tambahan ekspor ke sembilan negara, dari semula 30 negara menjadi 39 negara.

“Memang salah satu misi pemerintah Indonesia datang ke Jepang adalah untuk melobi prinsipal Jepang. Yakni agar mengizinkan mobilnya diberikan perluasan terhadap tujuan ekspor. Ini sudah mendapat komitmen dari Mitsubishi,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Menperin juga mendorong Mitsubishi melakukan ekspor mobil ke Australia, mengingat perjanjian kerja sama antara kedua negara (IA-CEPA) telah berjalan. Sedangkan raksasa otomotif Mazda juga dilirik untuk berinvestasi di Indonesia.

“Kita meyakinkan Mazda bahwa market Indonesia itu sangat besar. Bahwa rasio kepemilikan kendaraan di Indonesia masih terlalu kecil, artinya potensi untuk investor masuk masih sangat baik,” kata Agus Gumiwang.

Perlu diketahui, industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Saat ini, terdapat 22 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia.

Sektor ini telah menyumbangkan nilai investasi sebesar Rp99,16 triliun dengan total kapasitas produksi mencapai 2,35 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 38,39 ribu orang.

Selain itu Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga mengemukakan, potensi industri kendaraan bermotor roda dua dan tiga di tanah air.

Saat ini, ada 26 perusahaan dengan total nilai investasi yang digelontorkan sebesar Rp10,05 triliun dan kapasitas produksi mencapai 9,53 juta unit per tahun. Adapun penyerapan tenaga kerja oleh perusahaan-perusahaan itu sebanyak 32 ribu orang.

“Bahkan, dari sektor otomotif ini memberikan dampak luas kepada lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut,” ungkapnya.

Produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri telah mampu menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada periode 2020, ekspor kendaraan completely build up (CBU) sebanyak 232,17 ribu unit atau senilai Rp41,73 triliun.

Sedangkan, pengapalan untuk kendaraan completely knock down (CKD) sebanyak 53,03 ribu set atau senilai Rp1,23 triliun, dan komponen sebanyak 61,2 juta pieces atau senilai Rp17,52 triliun.

Indonesia bahkan akan menjadi ekspor hub kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan berbasis bahan bakar minyak atau internal combustion engine (ICE) maupun kendaraan listrik atau EV.
(*)

Sumber Indonesia.go.id




Indonesia Berhasil Tekan Impor Baja, Efeknya Produksi Dalam Negeri Naik

Pabrik pengolahan baja di Cilegon, Banten. ANTARA FOTO/Angga Yunia

ARBIndonesia.com, JAKARTA – Indonesia berhasil menekan impor baja hingga 34% di tahun 2020. Penerapan kebijakan yang tepat jadi kuncinya. Efeknya, volume produksi dalam negeri pun terdongkrak naik.

Dilansir dari laman Indonesia.go.id, bahwa ditahun 2020 jadi lembaran baru sektor industri baja nasional. Bagaimana tidak, dibanding tiga tahun sebelumnya, Indonesia berhasil menekan ketergantungan baja nasional dari negara pengimpor hingga 34 persen.

“Kita berhasil menekan impor sebesar 34 persen, di mana sebelumnya, yakni pada 2019, 2018, dan 2017 sering dibanjiri oleh impor,” tutur Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Keberhasilan ini salah satunya dikarenakan faktor penerapan kebijakan yang tepat oleh Kementerian Perindustrian. Supply and demand diatur dan ditata secara smart, terstruktur, dan sesuai dengan kapasitas industri nasional.

Kementerian Perindustrian memang berkomitmen dan fokus menjalankan program substitusi impor sebesar 35 persen yang ditargetkan tercapai pada 2022. Dan, mengurangi ketergantungan baja impor, di saat bersamaan mendorong produksi dalam negeri, jadi langkah awal mewujudkan target tersebut.

Taufiek menyebutkan, tahun 2020 impor baja untuk jenis slab, billet, dan bloom hanya sebanyak 3.461.935 ton. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai 4.664.159 ton.

Penurunan impor juga terjadi pada jenis baja hot rolled coil per plate (HRC/P) yang pada 2020 menjadi 1.186.161 ton dari 1.649.937 ton di tahun sebelumnya. Pun demikian dengan jenis cold rolled coil per sheet(CRC/S) yang turun menjadi 591.638 ton tahun 2020 dibandingkan pada 2019 yang sebesar 918.025 ton.

Hal yang sama juga terjadi pada jenis baja lapis, turun menjadi 1.016.049 pada 2020 dari 1.276.605 ton pada tahun sebelumnya.

Penurunan impor ini oleh banyak kalangan dikatakan akan berkontribusi pada surplus neraca perdagangan Indonesia. Kondisi ini perlu dipertahankan karena dengan menjaga keseimbangan supply demand baja nasional, tentu akan menarik investasi masuk ke Indonesia.

Keberhasilan menekan ketergantungan impor baja ini tentu harus diikuti dengan upaya peningkatan produksi domestik. Ini hal mutlak yang harus dilakukan.

Peningkatan produksi dalam negeri harus dipastikan mampu mencukupi kebutuhan nasional yang juga diperkirakan naik rata-rata sebesar 5% per tahunnya.
Pasar harus mampu memenuhinya dengan prioritas berasal dari industri dalam negeri.

Kemampuan industri domestic ini tecemin dari kapasitas produksi bahan baku baja nasional (slab, billet, bloom) saat ini sebesar 13.098.000 ton dengan perkiraan produksi tahun 2020 sebesar 11.576.546 ton atau meningkat 30,25 persen dibanding pada 2019, yang mencapai 8.888.000 ton.

Selain itu, utilisasi pada 2020 juga meningkat hingga 88,38 persen dari 2019, sebesar 67,86 persen.

Menurut catatan Taufiek, saat ini hampir seluruh negara mengalami penurunan produksi baja di tahun 2020.

Menggembirakan bagi Indonesia yang justru bisa meningkat hingga 30,25 persen dibandingkan pada 2019. Beberapa negara juga menunjukkan peningkatan namun tidak sebesar Indonesia. Misalnya Tiongkok yang produksinya meningkat 5,2 persen. Kemudian Turki juga meningkat 6 persen, serta Iran yang meningkat 13 persen.

“Sektor industri baja itu indikator ekonomi. Kalau industri bajanya tumbuh, tentunya ekonomi kita bisa terbangun dengan kuat. Dan yang penting, kita harus mengoptimalkan produk-produk dalam negeri,” kata Taufiek.

Editor Arbain




Rapat Bersama BPH Migas, Wabub Inhil Usulkan Penambahan Pembangunan Depot Penyaluran BBM 1 Harga

ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Rapat Koordinasi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melalui Webiner lansung dari ruang Multimedia Diskominfo Pers Inhil Kompleks Kantor Bupati Jl.Akasia No.1 Tembilahan, Rabu (17/3/2021).

Pada kesempatan tersebut di hadiri Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti didampingi Plt.Asisten II Setda Inhil, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri), Kadis DPMPTSP, Sekretariat Kominfopersantik, Kabag Ekonomi Setda Inhil serta beberapa Pejabat Eselon dilingkungan Pemkab Inhil, Pimpinan Depot PT.Pertamina Tembilahan, Hisnawa Migas.

Rapat Pemda Inhil bersama BPH Migas membahas tentang rencana pembangunan penyaluran program BBM 1 harga TH 2021

Perlu diketahui bahwa wilayah Kabupaten Inhil pada tahun 2021 ini di tetapkan 2 tempat untuk pembangunan depot penyalur BBM 1 harga, yaitu; di Kecamatan Kateman dan Kecamatan Pulau Burung.

Mengingat wilayah Kabupaten Indragiri Hilir merupakan kabupaten terluas di Provinsi Riau dan secara geografis merupakan daerah terluar yang terdiri pulau-pulau.

Untuk itu, Wakil Bupati H.Syamsuddin Uti yang berlatar belakang sebagai pengusaha kembali mengusulkan penambahan 3 lokasi. Adapun lokasi yang diusulkan untuk dijadikan penyaluran BBM 1 harga yaitu; Kecamatan Tanah Merah, Kecamatan Reteh dan Gaung Anak Serka dan semuanya ini sudah memenuhi syarat yang ditentukan BPH Migas.

“Mengingat Wilayah Kabupaten Indragiri Hilir merupakan daerah terluar dari Provinsi Riau maka perlu penambahan lokasi penyalur BBM 1 Harga. Karena, yang sudah ada masih kurang memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat yang berbeda di pulau-pulau”, Ungkap Wabup H.Syamsuddin Uti.

Pada kesempatan tersebut, Beliau juga mengharapkan jangan sampai ada perbedaan perusahaan yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah dengan data yang diterima pihak Pertamina.

“Diharapkan kepada pihak Pertamina jangan sampai ada perbedaan perusahaan yang diusulkan Pemerintah Daerah sehingga sia-sia dalam pekerjaan dan mengalami kendala dilapangan. Seperti, perusahaan yang diusulkan untuk membangun depot penyalur BBM 1 harga di Kecamatan Mandah pada hari ini pekerjaan baru tahap awal. Ini disebabkan ada perbedaan perusahaan yang ditunjuk dari Pertamina dengan Pemda Inhil,” harap Wabup Syamsuddin Uti saat menyampaikan harapan kepada BPH Migas Pusat yang disaksikan lansung pihak Pertamina Provinsi Riau melalui Webiner. (ADV/Diskominfoinhil/arbain)