Pemdes Panglima Raja Bagikan Masker dan Vitamin Kepada Guru dan Siswa SD 012 Concong Luar
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Panglima Raja, Kecamatan Cincong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melaksanakan kegiatan pembagian masker dan vitaminvitamin, Kamis (4/11/2021).
Kegiatan yang didampingi oleh petugas Pukesdes Panglima Raja tersebut menyasar kepada guru dan siswa SDN 012 Concong Luar.
Kepala Desa Panglima Raja, Erwanto melalui Sekretaris Desa, Rahman, S.Pd.Imengatakan pembagian masker merupakan upaya dalam mencegah terjadinya penularan covid 19.
“Sedangkan vitamin dibagikan sebagai daya tahan tubuh agar kita kebal akan virus-virus,” tuturnya.
Terakhir ia berpesan agar guru dan siswa terus menerapkan protokol kesehatan agar aktifitas belajar mengajar bisa berjalan lancar baik itu daring maupun tatapmuka.
(Adv/Gf/Arb)
Potret Pemaparan Faktor Stanting oleh Dinkes Inhil
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada anak balita (bawah lima tahun) akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama. Penyebabnya adalah makanan yang ia konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia si anak. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui Kasi Prokemas Dinkes Inhil Maria, Jumat (22/10/2021).
Dipaparkannya, pada umumnya stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si anak terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si anak masih berada dalam kandungan.
Salah satu dampak stunting yang bisa dilihat adalah tinggi dan berat badan anak jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting juga bisa membuat anak mudah sakit, punya postur tubuh kecil ketika dewasa, dan menyebabkan kematian pada usia dini. Stunting juga bisa memengaruhi kecerdasan anak. Anak kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik, karena kekurangan nutrisi sejak dini.
Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dari anak balita.
“Faktor-faktor dasar yang menjadi sebab stunting antara lain seperti pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. Lalu, masih terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC-Ante Natal Care (pelayanan kesehatan untuk ibu selama masa kehamilan), Post Natal Care dan pembelajaran dini yang berkualitas. Kemudian, kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, hal ini dikarenakan harga makanan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi,” papar Maria.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementerian Kesehatan RI, ada sekitar 8,9 juta anak di Indonesia yang menderita kondisi stunting. Artinya, 1 dari 3 balita mengalami gangguan pertumbuhan dan butuh perhatian lebih. Indonesia menduduki peringkat tertinggi penderita kondisi stunting di Asia Tenggara dan kelima di dunia.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Di Kabupaten Indragiri Hilir sendiri, jika situasi ini tidak diatasi, maka dapat mempengaruhi kinerja pembangunan baik yang menyangkut pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan.
“Penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Masyarakat Umum, dan lini sektor lainnya. Mari kita sama sama berkomitmen untuk memimpin langsung upaya penanganan stunting agar penurunan prevalensi stunting dapat dipercepat dan dapat terjadi secara merata di seluruh pelosok Kabupaten Indragiri Hilir,” tukas Maria. (adv/galeri foto/arbain)
Pilkades di Desa Panglima Raja Sukses Digelar
ARB INdonesia, INDRAGIRI HILIR – Pemilihan Calon Kepala Desa di Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir berjalan lancar alias sukses digelar tanpa ada kendala, Kamis (21/10/2021).
Hal tersebut disampaikan langsung oleh PLH Kepala Desa Panglima Raja, Rahman, S.Pd.I bahwa proses pencoblosan hingga penghitungan suara calon kepala desa berjalan dengan aman dan damai.
“Allhamdulilah pemilihan kepala Kepala Desa ini berjalan dengan lancar, tanpa ada konflik yang terjadi,” tuturnya.
Siapapun yang terpilih itu nantinya kata Ramhan, tentunya itulah hasil demokrasi, artinya masyarakat banyak yang menginginkannya untuk memimpin desa Panglima Raja ini.
“Kita berharap, Kepala Desa yang terpilih ini nantinya mampu membawa perubahan baru atas kepemimpinannya yang berdampak baik bagi masyarakat desa inj,” tutupnya.
(Adv/Gf/Arb)
Potret Dinkes Inhil Gelar Pemeriksaan PTM Bagi Seluruh Pegawai
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar kegiatan pemeriksaan Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi seluruh pegawai dan karyawan, Kamis (21/10/2021) pagi.
Kegiatan diikuti sekitar 60 orang pegawai di lingkungan Dinkes Inhil, tidak hanya pemerikasan PTM, para pegawai juga dilakukan pengecekan tekanan darah, berat badan, lingkar perut dan gula darah.
Usai melakukan cek kesehatan, para pegawai mengikuti pengukuran kebugaran atau rockspot dan dilanjutkan dengan kegiatan senam pagi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, dr. H. Afrizal Darmawan, MM melalui Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga, Leni Rosita, AMK mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan secara rutin dan berkala per tiga bulan sekali.
Leni menjelaskan kegiatan itu untuk mengetahui apakah pegawai Dinkes Inhil memiliki tingkat kebugaran baik sekali, baik, cukup, atau kurang.
“Pegawai dengan tingkat kebugaran yang baik maka akan memiliki derajat kesehatan yang baik pula sehingga produktifitas kerjanya optimal,” ujar Leni ketika dikonfirmasi inhilklik.com.
Sebaliknya ditambahkan Leni, pegawai dengan tingkat kebugaran yang kurang maka akan memiliki derajat kesehatan yang kurang sehingga produktifitas kerjanya kurang optimal.
Leni berharap kedepannya kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin di instansi pemerintah maupun swasta dengan sasaran ASN, pelajar, dan calon jemaah haji. (Adv/Galeri Foto)
Sebanyak 190 Warga Desa Sungai Berapit Ikuti Lanjutkan Vaksinasi Tahap Pertama
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 190 warga Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti proses vaksinasi tahap pertama, Selasa (19/10/2021).
Kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa itu dilaksanakan di Aula PKK Desa Sungai Berapit.
Sebelumnya, sebanyak 228 warga Desa Sungai Berapit telah mengikuti proses vaksinasi tahap pertama pada Selasa (13/10/2021) lalu.
Berhubung pada waktu itu antusias masyarakat sangat tinggi hingga menghabiskan stok dosis vaksin tahap pertama. Maka untuk vaksinasi dilanjutkan pada hari ini Selasa (19/10/2021) dan di ikuti oleh 190 warga desa.
Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bahwa antusias masyarakat mengikuti lanjutan vaksinasi tahap pertama ini cukup banyak.
“Hari ini ada 190 warga yang mengikuti vaksin tahap pertama,” tutur M Ihsah.
Lanjutnya, untuk vaksinasi tahap pertama ini sudah selesai dan akan dilanjutkan melanjutkan vaksinasi tahap kedua
“Vaksin tahap kedua untuk gelombang pertama Insyaallah akan kita laksanakan pada bulan depan dengan jumlah 228 orang,” tutrunya.
“Untuk Vaksinasi yang dilaksanakan hari ini akan kita lanjutkan tahap keduanya Insyaallah pada Januari 2022 mendatang dengan jumlah 190 orang,” tambah M Ihsah
Selain itu, M Ihsah juga berharap dengan dilaksanakannya vaksinasi tahap pertama ini, antusias masyarakat pada vaksinasi tahap kedua nanti tidak berubah.
“Hal itu bertujuan agar kita benar-benar mengikuti aturan pemerintah demi terputusnya mata rantai penyebaran covid-19,” ungkap Kades.
“Ini menjadi ikhtiar kita bersama dalam memutus penyebaran covid-19 di Negeri Hamparan Kelapa Dunia, khususnya untuk di Desa Sungai Berapit semoga kita semua tidak lalai untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada ,” tutup M Ihsah. (Adv/Arbain)
Ratusan Warga Desa Sungai Berapit Ikuti Vaksinasi Tahap Pertama
ARBIndonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Sebanyak 228 warga Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti proses vaksinasi tahap pertama, Rabu (13/10/2021).
Kegiatan vaksinasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa itu dilaksanakan di Aula PKK Desa Sungai Berapit.
Dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, antusias warga mengikuti vaksinasi tahap pertama ini sangat terlihat, hal itu ditandai dengan habisnya stok dosis vaksin yang disuntikan kepada masyarakat desa.
Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan bahwa antusias masyarakat mengikuti vaksin tahap pertama ini cukup banyak.
“Hari ini ada 228 warga yang telah mengikuti vaksin tahap pertama ini,” tutur M Ihsah.
“Dosis vaksin untuk hari ini tidak cukup, maka akan kita lanjutkan pada hari Selasa mendatang,” tambanya.
Selain itu, M Ihsah juga berharap dengan dilaksanakannya vaksinasi hingga tahap kedua nantinya, ancaman nyata covid-19 akan segera menghilang.
“Ini menjadi ikhtiar kita bersama dalam memutus penyebaran covid-19 di Negeri Hamparan Kelapa Dunia, khususnya untuk di Desa Sungai Berapit semoga kita semua tidak lalai untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada ,” tutup M Ihsah. (Adv/Arbain)