Calon BPD Desa Sungai Berapit Cabut Nomor Urut

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Minggu, 14 Februari 2021 setelah di umumkannya nama-nama calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh panitia, kini pada Minggu sore digelar pencabutan undi nomor urut calon BPD Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).


Panitia Pelaksana pemilihan anggota BPD Desa Sungai Berapit saat menggelar rapat pengundian nomor urut.


Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan shering antara panitia pelaksana pemilihan anggota BPD dan calon BPD terkait tata tertib kampaye calon BPD.


Shering antara panitia pelaksana pemilihan anggota BPD dan calon BPD terkait tata tertib kampaye calon BPD.


Adapun hasil pengundian no urut calon anggota BPD periode 2021-2027 diantara:


Dusun 1 :


  1. Badillah
  2. Hendri Hunter
  3. Ardi Rozaldi Basyar
  4. Baharuddin


Dusun 2 :


  1. Kaharuddin
  2. Agus Supri


Dusun 3 :


  1. Darman
  2. Acok Sandira
  3. Muhammad Ali
  4. Musmuliadi


Keterwakilan organisasi wanita :


  1. Dahlia
  2. Mesisa Sari Afnita


Calon Anggota BPD Desa Sungai Berapit bersama Masyarakat saat menghadiri Rapat Pencabutan Nomor urut.


Rapat pencabutan nomor undi digelar di aula kantor Desa Sungai Berapit.


Tamu undangan dan calon anggota BPD saat mengisi daftar hadir pada pelaksanaan rapat pencabutan nomor undi.


Calon anggota BPD Desa Sungai Berapit foto bersama usai pencabutan nomor undi


(Adv/arb)




Pemdes Sungai Berapit Gelar Musyawarah Pembentukan Panpel BPD

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Pemerintah Desa Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar musyawarah pembentukan Panitia Pemilihan (Panpel) Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masa bakti 2021-2027, Selasa (2/2/2021).


Rapat digelar di Balai Desa Sungai Berapit dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sungai Berapit beserta perangkatnya, Ketua RT/RW, segenap Unsur Lembaga Desa, Tokoh Masyarakat Desa Setempat.



Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah mengatakan Pembentukan panitia pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) salah satu tujuannya untuk merencanakan dan mempersiapkan pemilihan anggota BPD Sungai Berapit.



“BPD dalam sistem pemerintahan desa tergolong sangat penting. Sebab fungsi BPD adalah membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa,” papar M Ihsah, Selasa (2/2/2021).



Lanjutnya, BPD juga menyalurkan aspirasi dari warga desa pada Kepala desa yang kemudian dijadikan pedoman oleh kepala desa beserta jajarannya dalam melaksanakan program pembangunan desa.



“Dari tugas ini sudah jelas BPD adalah lembaga yang memiliki kekuatan dalam menyepakati peraturan desa yang bakal menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan desa,” papar M Ihsah.


Selain itu, M Ihsah juga berharap kepada Panitia terpilih nantinya bisa melaksanakan aturan-aturan, berlaku adil, propesional dan netral jangan sampai ada keberpihakan saat pemilihan anggota BPD digelar nantinya.



“Ini agar bisa menciptakan suasana damai dan tentram saat pemilihan anggota BPD digelar,” tutup Kades.



Untuk diketahui, dalam musyawarah pembentukan panitia pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), disepakati sebagai ketua panitia pelaksana adalah Ambok Tang dan Sekretaris Mansur. (Adv/arbain)




Pemdes Sungai Berapit Gelar MUSRENBANGDes, Kades : Mudah-mudahan Semua Bisa Terealisasi

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR -Pemerintah Desa (Pemdes) Sungai Berapit, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDes) untuk tahun 2022, Rabu, (20/1/2021).



Dilaksanakan nya Musrenbangdes untuk menentukan prioritas kegiatan serta pembahasan tentang menetapkan RKP untuk Tahun 2021 serta membahas tentang usulan RKP (DU RKP) yang nantinya akan di bawa ke Musrenbangcam sebagai bahan usulan untuk ke Kabupaten tahun 2022.


Pelaksanaan Musrenbangdes di laksanakan di Balai Desa dihadiri oleh Camat Concong, Kasi PMD, staf Camat Kepala Desa Sungai Berapit, Sekretaris Desa, Pendamping Desa, Bhabinkamtibmas, BPD, LPM, PKK, Tokoh pemuda, Agama dan tokoh Masyarakat, dan Perangkat Desa.



Kepala Desa Sungai Berapit, M Ihsah menyampaikan terimakasih kepada pihak yang telah berkenan hadir dalam Musrenbangdes.


“Musrenbangdes kali ini Realisasi anggaran 2021 dan usulan untuk anggaran 2022 masih membahas tentang infrastruktur,” kata Kades Sungai Berapit.



Namun M Ihsah menekankan agar semua kegiatan harus selalu mengikuti arahan protokol kesehatan, dengan masih di temukan nya wabah Covid-19. Semoga ini semua cepat berlalu sehingga semua usulan bisa terealisasi.


“Yang diusulkan melalui desa, kemudian finalnya nanti akan di bawa dalam Musrenbang Kecamatan. Mudah mudahan semua bisa terealisasi apa yang menjadi program dan prioritas Desa Sungai Berapit,” imbuh M Ihsah.



“Namun semua perencanaan harus sesuai dan mengacu pada kebijakan Pemerintah Kabupaten,”tutupnya. (Adv)


Arbain




Belum Sebulan, Banyak Bencana Alam 'Menerjang' Indonesia, ini Rentetannya

ARBindonesia.com – Tanah Ibu Pertiwi bergetar hebat. Belum berakhir bulan Januari tahun 2021 berjalan, banyak bencana alam ‘menerjang’ Indonesia.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, 154 bencana alam menimpa Indonesia per tanggal 1-18 Januari 2021. Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor merupakan bencana yang paling banyak terjadi.


Sedikitnya 140 orang meninggal dunia. 776 Warga luka-luka akibat bencana alam tersebut.


154 Bencana alam berturut-turut dalam 3 minggu terakhir ini menandakan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. BNPB dan Basarnas harus bekerja ekstra keras di awal tahun 2021 ini. Rentetan bencana alam yang terus melanda tanah air jadi tantangan.


Berawal dari bencana longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tebing setinggi 20 meter dengan panjang 40 meter itu menimpa belasan rumah di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung pukul 16.00 dan 19.00 WIB.


Pada 18 Januari, BNPB melaporkan seluruh warga yang tertimpa longsor sudah ditemukan. 40 Orang dinyatakan meninggal dunia.



Tiga hari setelahnya, gempa bumi mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Gempa yang terjadi pada 15 Januari pukul 01.28 WITA itu berkekuatan magnitudo 6,2.


Hingga Selasa (19/1) sore, 90 orang dinyatakan meninggal dunia. 253 Orang luka berat, dan 679 lainnya luka ringan. Sementara itu, 1.150 rumah dan 15 sekolah rusak. Belum lagi kantor pemerintah, jembatan dan pertokoan luluhlantah dihantam gempa.


“90 Korban meninggal dunia, 79 orang ditemukan di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene. Jumlah warga yang mengungsi berkurang drastis. Informasi awal 20 ribu pengungsi, hari ini tinggal 7.255 orang di Mamuju dan di Majene tinggal 2.650 orang,” kata Komandan Resort Militer (Danrem) 142/Tatag, Brigjen TNI Firman Dahlan saat konferensi pers yang disiarkan di Youtube BNPB Indonesia, Selasa (19/1).


Tepat di hari yang sama, media sosial di Indonesia sempat dihebohkan dengan trending topic twitter #KalseljugaIndonesia. Pada hari itu, banyak warga Kalsel yang meminta bantuan melalui Twitter karena wilayah Kalimantan Selatan dilanda banjir sejak 11 Januari 2021.


Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor menetapkan status tanggap darurat bencana untuk wilayah Kalsel pada 14-21 Januari 2021. Sampai saat ini, BPBD Kalsel pun masih terus mendata jumlah korban jiwa dan warga yang terdampak banjir setinggi 1-2 meter itu.


Data terakhir yang dilaporkan pada 18 Januari lalu, 15 orang meninggal dunia dan 39.549 warga mengungsi karena 24.379 rumah terendam banjir.



Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono mengatakan, banjir yang melanda kali ini merupakan banjir terbesar semasa ia hidup.


Dia yakin, penyebab banjir tersebut bukan hanya karena tingginya curah hujan saja, seperti yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo saat datang ke Kalsel. Kisworo mengatakan, penyebab banjir yang ‘menghilangkan’ dua kecamatan itu karena deforestasi hutan dan degradasi lahan.


“2006 Kalsel pernah banjir besar juga, tapi tidak separah ini. Banjir kali ini yang terparah. Saya mendesak Pak Jokowi untuk memanggil semua pemilik perusahaan, tambang, sawit, dan sebagainya. Kita juga mendesak agar dibuat Satgas atau komisi khusus untuk mereview dan mengaudit semua izin-izin,” kata Kisworo kepada merdeka.com, Senin (17/1).


Dia merinci data yang dimiliki Walhi. Dari 3,7 juta hektare luas lahan di Kalimantan Selatan, 1,2 juta hektare dikuasai pertambangan, tepatnya 1.219.461,21 hektare.


Sementara itu, 620.081,90 hektare sudah dikuasai kelapa sawit, 567.865,51 hektare Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alamatau Hutan Tanaman (IUPHHK-HT), dan 234,492,77 hektar Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Alam (IUPHHK-HA).



Sementara itu, luas hutan sekunder tersisa 581.188 hektar dan hutan primer hanya 89.169 hektar. Walhi juga mencatat, terdapat 814 lubang milik 157 perusahaan tambang batubara di Kalsel dan sebagian lubang tersebut masih berstatus aktif.


Namun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menepis pernyataan Walhi. Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai KLHK, Saparis Soedarjanto mengungkapkan, penyebab utama banjir besar di Kalsel yakni karena curah hujan yang tinggi.


“Hujan lah faktor utama yang menyebabkan banjir, karena tinggi sekali. Kalau kita pakai return periode, hujan sebesar itu di daerah Kasel ternyata terjadi hampir 100 tahun sekali. Jadi biasanya return period dipakai untuk menghitung bendungan biasanya perhitungan bendungan menghitung yang nilai maksimum,” kata Saparis dalam konferensi pers virtual KLHK, Selasa (19/1).


Pernyatan KLHK ini senada dengan pernyataan Presiden Jokowi saat meninjau korban banjir di Kalse (18/1).


“Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut- turut sehingga daya tampung sungai barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air sehingga memang meluap di 10 kabupaten,” kata Jokowi.


Banjir bukan hanya menggenang wilayah Kalimantan Selatan saja. Namun juga menggenangi ratusan rumah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Tepatnya 533 rumah warga terendam banjir setinggi satu meter.


Akibatnya 2.752 jiwa terdampak. Selain itu, 115 hektare lahan sawah dan 2 hektare kebun, satu unit masjid, posyandu, serta satu unit puskesmas pembantu juga ikut terendam banjir.


Bencana hidrometeorologi juga terjadi di daerah lain di Indonesia. Banjir juga terjadi di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. BPBD Kabupaten Majalengka melaporkan, sebanyak 40 rumah dan 4 hektare lahan sawah terendam banjir setinggi 70 centimeter itu. BPBD Majalengka pun masih mendata jumlah korban jiwa.



Belum selesai mendata jumlah korban jiwa di Majalengka, daerah di Provinsi Jawa Barat lainnya juga tergenang banjir. Kali ini banjirnya cukup besar karena 900 jiwa terdampak. Pada hari Selasa kemarin, banjir juga terjadi di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Tepatnya di Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua.


Sebanyak 900 jiwa terdampak. Sebagian warga yang terdampak, saat ini menempati Wisma PTPN 8 Gunung Mas. BPBD Kabupaten Bogor masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerugian materil lainnya.


Masih di hari yang sama, banjir setinggi 20-50 centimeter menggenangi 4 Kecamatan di Kota Malang, Jawa Timur. Data terkini yang dilaporkan BPBD Malang (19/1) sebanyak 260 rumah terendam dan 2 unit sepeda motor hanyut. Kemudian, satu orang dinyatakan hilang dan 2 KK mengungsi ke kediaman kerabat.


Bukan hanya bencana hidrometeorologi saja, bencana vulkanologi juga turut menambah jumlah bencana alam di Indonesia. Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru meningkat menjadi level III (siaga).


Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mengungkapkan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.


BPPTKG juga merekomendasikan agar penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Merapi dalam KRB III untuk dihentikan. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru masih terus memantau secara intensif perkembangan aktivitas vulkanik gunung api tertinggi di pulau Jawa ini.



Untuk itu, BMKG bersama BNPB terus mengingatkan masyarakat Indonesia untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam yang terjadi, khususnya banjir dan longsor yang paling banyak terjadi. BNPB juga terus mengirimkan bantuan berupa kebutuhan pokok.


Pada hari Sabtu lalu (16/1), BNPB sudah menyerahkan bantuan awal sebesar Rp 4 miliar untuk korban gempa di Majene dan Mamju, Sulawesi Barat.


BNPB juga mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit genset 5 KVA.


Sedangkan di Kalsel, BNPB sudah menyerahkan bantuan berupa Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp3,5 miliar. BNPB juga akan memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak banjir.


Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, Pemerintah Pusat melalui BNPB juga akan memberikan bantuan berupa dana stimulan untuk rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak gempa.


Adapun besaran dana stimulan tersebut, 50 juta rupiah untuk rumah Rusak Berat, 25 juta rupiah untuk rumah Rusak Sedang, dan 10 juta rupiah untuk rumah Rusak Ringan.


“Kami sesuai arahan dari bapak Presiden akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami kerusakan rumah, baik itu rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan,” kata Doni dalam keterangan resminya, Senin (18/1).


Sumber merdeka.com
Editor Arbain




Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak Dimasa Pandemi, BRSAMPK Rumbai Salurkan Ratusan Paket Sembako

ARBindonesia.com, PEKANBARU – Dalam upaya memenuhi kebutuhan gizi pada anak yang terdampak Pandemi Covid-19, Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Rumbai di Pekanbaru menyalurkan ratusan paket sembako, Rabu (24/6/2020).



Senilai 300 ribu per paketnya, dari 333 paket sembako diberikan kepada 211 anak yang tersebar pada 17 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), 86 anak non LKSA hasil pendataan dan asesmen Sakti Peksos Pekanbaru, serta 36 anak dari laporan masyarakat yang berada di wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak Provinsi Riau.



Salah satu kriteria sasaran penerima bantuan sembako yaitu belum pernah mendapatkan bantuan covid dari pihak manapun dan memiliki dokumen diri.


Penyaluran dilakukan secara serentak oleh 4 tim kepada 17 LKSA yang tersebar dibeberapa kecamatan di kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak.



Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Kepala BRSAMPK Rumbai, Ahmad Subarkah di empat titik yaitu LKSA Fajar Amanah Kabupaten Siak, LKSA Al-Akbar, LKSA Hikmah, dan LKSA Al-fajar Kota Pekanbaru.


Dalam penyerahan itu, Ahmad Subarkah
mengatakan tujuan penyaluran bantuan ini diantaranya untuk pemenuhan kebutuhan dasar anak yang terkena dampak baik secara langsung maupun tidak langsung dari pandemi Covid-19 di Kota Pekanbaru.



“Sumber pendanaan dari bantuan berasal dari refocusing anggaran Balai sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Nomor 16/1/KS/02.04/2020,” tuturnya.


Selain itu Ahmad berharap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya.



“Agar anak-anak bisa tetap sehat dalam melakukan aktivitas sehari-hari, kemudian kerjasama yang kita jalin bisa tetap berjalan dengan baik,” ujarnya saat berkunjung ke LKSA Amanah.


Pada waktu yang sama, bantuan juga diserahkan ke beberapa LKSA oleh tim penyaluran bersama dengan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Asesmen dan Advokasi Sosial, dan Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial BRSAMPK Rumbai Pekanbaru.


Seluruh pengurus LKSA mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Sosial atas bantuan sembako ini karena sangat bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak di masa pandemi saat ini.


Selain itu, pengurus juga menaruh harapan agar masa pandemi ini segera berakhir dan anak mampu untuk melaksanakan aktivitas sebagai mana mestinya. (Humas BRSAMPK)


Editor Arb




Touring Team Futsal Pemuda Desa Panglima Raja di Suport Kades dan Anggota DPRD

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Team Futsal Pemuda Desa Panglima Raja (PSPR), PSKT, dan PSTM Desa Panglima Raja Kecamatan Concong gelar touring team ke Desa Sungai Buluh guna silaturahmi atar sesama pemuda, Minggu (28/6/2020) pagi.



Touring atau kunjungan pemuda Desa Panglima Raja ke Desa Sungai Buluh tersebut yakni bermaksud untuk mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan antar pemain futsal.



Sekretaris Desa Panglima Raja, Rahman, S.Pd.I mengungkapkan terimakasih banyak atas dukungan penuh dari Kepala Desa Panglima Raja dan Bapak Aswan, ST selaku Anggota DPRD Inhil Dapil V yang sedari awal telah ikut andil memberi motivasi dan lain sebagainya ke Pemuda Desa.



“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Kepala Desa Erwanto dan Bapak Anggota Dewan Dapil V Aswan, ST atas kontribusinya terhadap kegiatan Pemuda Desa Panglima Raja, semoga bapak berdua sehat selalu dan dimurahkan rezekinya,” tuturnya.



Ucapan terima kasih tidak lupa pula kami ucapkan kepada Ketua Pemuda, seluruh elemen masyarakat dan pemuda Desa Panglima Raja atas partisipasinya dalam kegiatan ini.



“Teruntuk tuan rumah Desa Sungai Buluh kepada Ketua Pemuda Desa Sungai Buluh Eki Nando beserta teman-teman kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah berkenan meluangkan waktu dan menyediakan tempat buat kami bersilaturahmi,” imbuh Rahman.



“Semoga kegiatan ini menjadi wadah tempat kita saling berbagi pengalaman, salam olahraga,” tambah Sekdes Desa Panglima Raja.



Dalam agenda tersebut turut dihadiri BabinKamtibmas Desa panglima Raja, Brigadir Joko Priyono dan Intel Reskrim Kecamatan Concong, Brigadir Pamuji Aji Prasetyo. (Ar)