Deprecated: Increment on non-alphanumeric string is deprecated in /home/kabf3828/public_html/Arbindonesia.com/wp-content/plugins/pdf-print/pdf-print.php on line 1383
Tiket Final Bupati Cup Inhil Makin Tak Ramah, Masihkah Berselogan Pesta Rakyat - ARB INDONESIA Tiket Final Bupati Cup Inhil Makin Tak Ramah, Masihkah Berselogan Pesta Rakyat - ARB INDONESIA

Tiket Final Bupati Cup Inhil Makin Tak Ramah, Masihkah Berselogan Pesta Rakyat

ARBindonesia.com, TEMBILAHAN – Demam sepak bola menjelang laga puncak Bupati Cup Indragiri Hilir (Inhil) tampaknya harus dibayar mahal secara harfiah oleh para pencinta sepak bola lokal. Alih-alih menjadi hiburan rakyat yang merakyat, harga tiket masuk untuk partai final justru melonjak tajam hingga bikin netizen berang.

Lonjakan drastis ini sontak memicu kegaduhan dan keluhan massal dari para pecinta bola yang merasa “dipalak” di tanah sendiri.

Slogan “Pesta Rakyat” yang selama ini digaungkan dalam turnamen tahunan ini pun mulai dipertanyakan efektivitasnya. Apakah ini masih pesta untuk rakyat, atau justru beralih menjadi tontonan eksklusif bagi kalangan tertentu?

Harga Tak Ramah
Berdasarkan kasak-kusuk di media sosial dan laporan dari para pencinta bola di Tembilahan, harga tiket yang awalanya Rp.15.000 untuk Tribun Tertutup kini menjadi Rp.40.000, dan Tribun Terbuka mulanya Rp.5.000 kini menjadi Rp.20.000 untuk laga final.

Kenaikan hingga berkali-kali lipat dari laga penyisihan awal, bagi masyarakat lokal, angka ini dinilai sudah tidak masuk akal untuk ukuran turnamen tingkat kabupaten.

Geliat protes pun membara di jagat maya. Banyak netizen meluapkan kekesalannya dengan komentar-komentar pedas nan menggelitik.

“Tiket 10.000 saya diam, tiket 20.000 saya diam. Tapi ini 40.000 akan saya lawan,” ujar salah satu akun Facebook @budak Indragiri dalam mengomentari postingan @Ndi Putra di Grub Berita Inhil.

Meski banyak komentar prostes, juga terdapat netizen yang masih berpositif thinking bahwa kenaikan harga tiket tersebut dikarenakan ada doorpriz satu unit sepeda motor untuk penonton saat laga final nanti.

Kendati demikian, netizen lainnya langsung mengklarifikasi bahwa doorprize satu unit honda scoopy tersebut merupakan dari seseorang bukan dari panitia.

“Panitia terlalu banyak ngambil untung, hadian honda scoopy itu sudah jelas dari bos maskur. Rp 40.000×1.200 tiket berapa duit itu, udh bisa pula buka turnamen lagi. Saya sebagai pencinta bola sangat keberatan dengn harga tiket segitu,” cuit komentar lainnya dari pemilik akun @Herman Pelangy.

Panitia vs Jeritan Suporter
Hingga berita ini diturunkan, awak media tengah berupaya mengkonfirmasi pihak panitia penyelenggara apakah kenaikan harga tiket ini dilakukan demi mengantisipasi membludaknya penonton (overcapacity), atau untuk menutupi biaya operasional lainnya

Jika hal itu benar demikian, alasan tersebut dinilai klasik dan kurang berpihak pada masyarakat kecil. Banyak warga khawatir, stadion justru akan sepi atau hanya diisi oleh kalangan elit, sementara suporter yang loyal dari awal turnamen justru terpaksa gigit jari di luar pagar.

Jika pihak promotor dan penanggung jawab Bupati Cup Inhil tidak segera mengambil tindakan atau mengevaluasi tarif ini, laga final yang seharusnya menjadi pesta olahraga masyarakat dalam rangka memperingati Milad Inhil, terancam berubah menjadi panggung protes dan kekecewaan.

Apakah panitia akan menurunkan ego (dan harga tiket) demi rakyat, atau tetap kokoh dengan tarif “langit” mereka? Kita lihat saja di hari H. (Redaksi)