Tidak ada Pengurangan Kouta Gas Elpiji 3 Kg ke Agen di Inhil, Lantas Langka dan Harga Melonjak Disebabkan oleh apa ? - Arbindonesia
September 25, 2020

Tidak ada Pengurangan Kouta Gas Elpiji 3 Kg ke Agen di Inhil, Lantas Langka dan Harga Melonjak Disebabkan oleh apa ?

Bagikan..

Gas Elpiji 3kg, foto liputan6

ARBindonesia.com, INDRAGIRI HILIR – Mengenai kelangkaan Gas Elpiji 3 Kilogram yang terjadi beberapa hari belakangan ini, pihak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtrin) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengungkapkan bahwa tidak ada pengurangan Kuota oleh Pertamina yang disuplai ke Agen-agen elpiji.

Dengan demikian, lantas kelangkaan dan melonjaknya harga Gas Elpiji 3 Kg di sebagian wilayah di Kabupaten Inhil di sebabkan oleh apa ?.

Kabid Perdagangan, Arispudin

“Komunikasi saya dengan pihak Pertamina tidak ada pengurangan, malah sudah diberi kuota tambahan oleh Pertamina ke para Agen yang ada,” ungkap Plt Disdagtrin Inhil, Dhoan Dwi Anggara melalui Kabid Perdagangan, Arispudin, Kamis (24/92020).

Lanjutnya, untuk mengatasi kelangkaan tersebut, saat ini pihak Pertamina melalui para agen sudah mulai melakukan operasi pasar di beberapa titik dengan harapan kebutuhan masyarakat akan Gas Elpiji dapat terpenuhi.

“Kita himbau kepada para agen elpiji yang beroperasi agar bisa menertibkan pangkalan-pangkalannya sehingga pendistribusian kepada masyarakat bisa lancar dan tidak terjadi kelangkaan,” harap Arispudin.

Tambahnya, agar tidak terjadi kelangkaan, kuncinya para agen harus bisa memberi sanksi kepada pangkalan jika ada yang tidak mengikuti aturan, apakah dikurangi atau di stop jatahnya serta pemberian peringatan.

“Tugas kita sebagai perpanjangan tangan pemerintah, bagaimana kondisi ini bisa stabil, distribusi bisa lancar,” tambahnya.

Selain itu, Arispudin juga meminta kepada masyarakat untuk membeli gas LPG ke pangkalan-pangkalan terdekat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.

“Jika ada yang menjual diatas HET, dapat dilaporkan kepada agennya,” pungkas Arispudin.

Terakhir disampaikannya, berdasarkan data milik Disdagtrin Inhil pada Desember 2019 lalu, terdapat sekitar 313 pangkalan Gas Elpiji di Kabupaten Inhil.

“Dimana kouta yang diberikan Pertamina sekitar 4.3 juta tabung untuk 7 agen, namun realisasi dilapangan hanya dapat menyerap sekitar 3.8 juta tabung saja,” tutup Arispudin. (*/R1)

Editor Arb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *