Dinilai Terlalu Sibuk Urus Kegiatan Seremonial, Aduh, Dewan-pun Kritik Bupati Inhil

Tembilahan, detikriau.org – Anggota DPRD Inhil, Zulbahri menyebutkan bahwa seorang Bupati semestinya tidak pantas terlalu disibukkan dengan berbagai kegiatan seremonial. Masih banyak pekerjaan yang menyangkut kepentingan hajat orang banyak yang lebih mendesak, butuh perhatian dan keseriusan untuk segera dituntaskan.

“Prioritaskan kepentingan masyarakat. Jangan hanya disibukkan dengan berbagai kegiatan seremonial,” Lontarkan politisi Partai Nasdem ini dalam perbincangan dengan detikriau.org di gedung DPRD Inhil, senin (24/5/2016) kemaren

Hari ini menurut Zulbahri, jalannya roda pembangunan di Inhil terkesan vakum. Iapun mengaku sudah letih memanggil dan mendesak SKPD untuk mensegerakan pelaksanaan berbagai kegiatan pembangunan. Bahkan progress pekerjaan fisik yang sempat dilontarkan Bupati menurutnya patut diragukan.

“darimana progress pekerjaan fisik 10,03 persen itu. Saya mau Tanya, kegiatan fisik apa yang hari ini sudah jalan?. Setahu saya hanya kegiatan seremonial,” Ragukan Zulbahri

Tidak cukup sebatas itu, dengan nada suara sedikit bergetar menahan luapan kegelisahan, anggota Komisi III DPRD Inhil ini-pun bahkan menyebut Bupati terkesan tidak sayang daerah, tidak cinta dengan Kabupaten dan masyarakat Inhil. Jika sayang dan cinta dengan daerah ini, harusnya kalimat “takut” takkan terlontar. Bagaimanapun beratnya dan apapun resikonya harus ditempuh asalkan tidak menyimpang dari aturan.

“Jangan hanya bangga dengan prestasi dari kegiatan seremonial. Cukuplah sudah. Masyarakat menunggu aksi bukan sekedar janji,” Kritiknya pedas.

Diakhir kalimat kritikannya Zulbahri juga sempat mempertanyakan 8 program utama Bupati. Janji itu harus diperjuangkan bukan sekedar enak untuk diucapkan.

“harus jujur, dari 8 program utama itu, saya juga mau bertanya, mana yang sudah tercapai. Janji itu masuk RPJMD dan tentunya harus ada pertanggungjawaban.” Pungkasnya. /dro




Bukan Hantu, Tapi Yang Satu Ini Ternyata Juga Membuat Anggota DPRD Inhil Ini Merinding…

Tembilahan, detikriau.org – Masyarakat berharap Pemkab Inhil melalui Dinas terkait untuk segera kembali melakukan pelelangan terhadap delapan paket pekerjaan peningkatan badan jalan yang sebelumnya sempat hilang tayang dari laman lpse.inhilkab.go.id

Menurut masyarakat, kerusakan infrastruktur jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan. Jikalau pekerjaan proyek itu dapat tuntas dilaksanakan, keluhan masyarakat selama bertahun-tahun tentunya akan terobati.

“Kita berharap pemerintah untuk mensegerakan pekerjaan ini. Ini impian masyarakat selama bertahun-tahun. Jangan pupuskan harapan kami yang sudah didepan mata,” Sampaikan salah seorang warga Teluk Pinang, Adi baru-baru ini di Tembilahan.

Menurut Adi, selama bertahun-tahun infrastruktur jalan menuju ke Desanya dalam kondisi sangat memprihatinkan. Disaat musim penghujan, badan jalan yang membentang di tiga Kecamatan itu menjelma tak-ubahnya seperti kubangan sapi. Dan disaat musim kemarau, lubang jalan dan debu beterbangan menyesakkan dada.

“Masyarakat tidak ingin tau persoalan apa yang kini menjadi penyebab pekerjaan yang sebelumnya sudah sempat dilelang itu kembali dibatalkan. Yang kami tau dan inginkan pekerjaan ini dapat terlaksana dan dampaknya dapat dirasakan masyarakat secepatnya,” Pintanya, baru-baru ini di Tembilahan

Senada dengan harapan masyarakat, anggota Komisi III DPRD Inhil, Zulbahri-pun menyampaikan harapan serupa.

Menurut politisi Partai Nasional Demokrat Inhil ini, pekerjaan yang seluruhnya didanai melalui DAK ini harus tuntas. Jika tidak, ia memastikan entah kapan dana untuk pekerjaan peningkatan badan jalan ini kembali bisa didapatkan.

“Hari ini anggarannya sudah tersedia. Apalagi masalahnya. Segerakan prosesnya agar harapan masyarakatpun bisa disegerakan pemenuhannya,” Pinta Zulbahri, senen (23/5/2016).

Dalam hearing bersama Satker terkait dua pekan sebelumnya, Dewan juga sudah meminta dan mewanti-wanti Pemkab Inhil untuk mensegerakan penyelesaian proses lelang delapan paket tersebut. Bahkan menurutnya juga, Dewan sebelumnya sudah memintakan proses lelangnya kembali dilakukan selambatnya pada pekan kemaren. “Pekan lalu sudah selesai. Nyatanya hari inipun proses lelangnya belum juga dilakukan,” Kesal pria yang kerap dikenal bicara kritis ini.

Bahkan menurut Zulbahri, terus terang ia mengaku “merinding” jika membayangkan pekerjaan tersebut sampai gagal. Jika hal itu sampai terjadi, dampaknya akan sangat besar.

“Lepaskan kegiatan itu dari segala kepentingan pribadi. Harus tuntas!. Ingat jaman Bupati Azwin Jakob, 5 Tahun Inhil tidak dapat kucuran dana karena tidak mampu menuntaskan pekerjaan yang didanai melalui APBN,” Pungkasnya./dro




Dewan Desak PLN Tepati Janji Penyegeraan Operasional PLTU Parit 23

anggota dprd inhil, Zulbahri
anggota dprd inhil, Zulbahri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Atasi persoalan listrik di Kota Tembilahan dan sekitarnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) diharapkan dapat menepati janjinya tentang pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang terletak di Parit 23 Tembilahan.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), Zulbahri kepada awak media, kemarin.

Dijelaskan Zulbahri, PLTU tersebut seharusnya sudah beroperasi di akhir tahun 2014 atau awal tahun 2015 yang lalu, namun hingga memasuki tahun 2016 ini, proses pembangunannya belum juga selesai.

“Jika pihak PLN tidak ingin dicap sebagai pemberi harapan palsu (PHP) kepada masyarakat, maka apa yang sudah disepakati haruslah dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” tutur Zulbahri.

Apalagi, kata politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Inhil ini, dalam hearing antara Komisi III DPRD bersama Manager PLN yang baru kemarin, pihak PLN menyebutkan bahwa bobot pekerjaan sudah 68 persen dan akan beroperasi pada tahun 2017.

“Listrik menjadi kebutuhan mendasar masyarakat, selama ini PLN belum bisa memberikan pelayanan yang baik ataupun maksimal kepada masyarakat, jadi kita minta jangan lagi memberi PHP kepada masyarakat,” tambahnya.

Selanjutnya, dengan beroperasinya PLTU tersebut nantinya, Zulbahri berharap segala kebutuhan listrik masyarakat bisa terpenuhi.

“Masyarakat di Kota Tembilahan memang sangat bergantung pada pasokan listrik, karena itu PLN harus terus meningkatkan kinerjanya agar keluhan masyarakat tentang listrik bisa dihilangkan,” imbuhnya. Adi/adv