Kapal Indonesia Dibajak di Malaysia, 4 WNI Diculik

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Jakarta – Pembajakan 2 kapal berbendera Indonesia kembali terjadi di perairan perbatasan Malaysia-Filipina. Dilaporkan 4 orang warga negara Indonesia (WNI) diculik.

“Kapal membawa 10 orang ABK WNI. Dalam peristiwa tersebut 1 orang ABK tertembak, 5 orang selamat dan 4 orang diculik,” demikian bunyi siaran pers resmi dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI yang disusun Direktur Perlindungan WNI Lalu M Iqbal, seperti yang diterima detikcom, Sabtu (16/4/2016).

Pembajakan 2 kapal itu terjadi pada pukul 18.31 waktu setempat, Jumat (15/6/2016). Dua kapal yang dibajak yaitu Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi. Kapal tersebut dalam perjalanan kembali dari Cebu, Filipina, menuju Tarakan.

Namun tidak disebutkan secara jelas siapa pihak yang menculik serta melukai WNI dalam kapan tersebut.

Sebelumnya, 10 WNI diculik oleh kelompok Abu Sayyaf. Militer Filipina pun sempat menyerbu kelompok itu namun 10 WNI masih belum terselamatkan.

Kabar terkini yang didapat adalah kondisi kesepuluh WNI dalam keadaan sehat. Kini pemerintah RI masih terus melakukan komunikasi secara intensif ke semua jaringan terkait.(detikcom)




Update: Korban Mina, 453 Tewas, 719 Luka-Luka. 1 Diantaranya WNI

e26f6277-6755-49c3-9052-2b0c9624fc21_169Detikriau.org – Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi memberikan data terbaru terkait jumlah korban insiden haji di Mina, Kamis (24/9). Tercatat sebanyak 453 jemaah tewas dan 719 lainnya mengalami luka-luka.

sebagaimana diberitakan portal berita CNN, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan satu Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban dari tragedi yang menyebakan tewasnya 453 jemaah haji di Mekkah.

“Dikonfirmasi satu WNI jadi korban. Sekarang berada di Rumah Sakit Mina,” ujar Nasir, Kamis (24/9).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan saat ini tim lapangan masih berupaya untuk mengonfirmasi identitas korban.

“Amirul hajj, Kantor Usaha Ad Interim Riyadh dan Konjen Jeddah sedang berada di lapangan,” ucap Retno.

Di Mekkah, Kepala Daerah Kerja Mekkah Arsyad Hidayat mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi mengapa satu WNI tersebut berada di jalur yang tidak biasanya dilewati jemaah haji Indonesia.

Kejadian tersebut terjadi di Jalan 204. Sementara, jemaah haji Indonesia biasanya melewati jalur King Fahd, Arsyad mengatakan Jalan 204 berada 500 meter dari King Fahd.

“Kebetulan ada pihak istri dan keluarga yang mendampingi (WNI tersebut) pada saat itu,” ujar Arsyad dalam jumpa pers di Mekkah, Kamis (24/9)

Arsyad turut mengungkapkan sebelumnya telah berkoordinasi dengan ketua-ketua kloter untuk tidak melempar jumrah pada pukul 08.00 hingga 11.00 waktu setempat karena ramainya jamaah pada waktu tersebut.(*/dro)