Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Desa Sanglar

RETEH (detikriau.org) – Sesosok mayat berkelamin laki-laki di Perairan parit Cahaya Baru atau Parit Buntal desa Sanglar Kecamatan Reteh, Senin (15/2/2016) sekitar pukul 07.00 WIB.

Mayat tanpa identitas ini pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat dan dilaporkanlangsung kepada petugas kepolisian Polsek Reteh. Mendapat laporan, petugas langsung menuju ke TKP bersama Kepala Puskesmas Pulau Kijang, Babinsa Sanglar dan sejumlah masyarakat.

Ciri-ciri mayat itu usianya diperkirakan mencapai 25 tahun, saat ditemukan sedang mengenakan celana pendek merk adidas warna coklat dan baju kemeja motif garis-garis warna biru dongker.

“Saat itu juga petugas melakukan olah TKP sekaligus memeriksa kondisi mayat,” sampaikan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman.

Hasil pemeriksaan lanjut Warno, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada mayat dan diperkirakan mayat tersebut meninggal dunia selama kurang lebih 3 hari yang lalu.

Setelah diperiksa, petugas kepolisian menyerahkan mayat itu kepada pihak desa untuk dimakamkan. Namun dihimbaunya, jika ada pihak keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarga maka segera melaporkan kepada petugas kepolisian terdekat. Mirwan




Cari Ikan, Kaki Bujang Disambar Buaya

Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan
Bujang terbaring lemas saat mendapatkan perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Yadi alias Bujang (27) warga Dusun Bunga Desa Pasar Kembang Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terpaksa dirawat di rumah sakit karena luka serius pada bagian kaki sebelah kanan akibat disambar Buaya di Sungai Reteh, Sabtu (26/9/2015) kemarin.

Nasib naas yang menimpa anak ke-6 dari 7 saudara ini terjadi ketika ia sedang mencari ikan bersama dua rekannya di sungai Reteh yang hanya selebar lebih kurang 5 meter. Ia turun dari rumah sekitar pukul 08.00 WIB, berselang 1 jam berikutnya sekitar pukul 09.15 WIB, Bujang diserang seekor Buaya kelaparan.

“Waktu itu, temannya sempat menyalamatkan diri. Namun Bujang tidak, karena ia melakukan perlawanan, akhirnya ia terselamatkan dari gigitan Buaya itu,” sampaikan adik ipar korban, Edi (25) kepada detikriau.org di Tembilahan, Senin (28/9/2015).

Ia menjelaskan, setelah korban berhasil menghentikan serangan Buaya, rekannya langsung membawa ke Puskesmas Kota Baru. Selanjutnya pada malam hari, Bujang langsung dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan.

Akibat kejadian ini bujang mengalami luka-luka mulai dari kaki bawah hingga paha pada bagian sebelah kanan. Sedangkan Buaya, setelah menyerang Bujang, berhasil dibunuh oleh warga setempat. (mirwan)




Warga Subrantas Geger, X ditemukan Dalam Kondisi Tergantung Tak Bernyawa

ilustrasiTembilahan (detikriau.org) – Warga jalan Subrantas Tembilahan digegerkan dengan ditemukannya tubuh wanita “X”, dalam kondisi tidak lagi bernyawa dalam posisi tergantung.

Menurut keterangan salah seorang warga Tembilahan, Tengku Suhandri, saat kejadian, kamis (24/9/2014) sekitar pukul 15.00 Wib kebetulan ia sedang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya perumahan dibelakang gedung DPRD Inhil.

Saat itu ia sempat menyaksikan ibu korban, terduduk lemas diteras depan rumah, sementara beberapa orang lainnya berusaha menurunkan jasad korban dan iapun menghampiri.

“Saya mengenali suami korban, inisial namanya IW,” Ujar Tengku menghubungi detikriau.org melalui sambungan selularnya.

Karena permintaan pihak keluarga korban, Tengku-pun segera menghubungi IW dengan mempergunakan Handphone. Dijawab, dan IW mengaku sedang berada di KM 8. 10 menit berselang, IW kembali dihubungi dan saat itu ia mengaku sedang dalam perjalanan pulang.

Menurut Tengku juga, atas permintaan keluarga korban, IW sengaja tidak diberitahukan kejadian sebenarnya. “IW hanya kita minta segera pulang ke Tembilahan karena ada hal penting. Warga juga segera memberitahukan peristiwa ini kepada pihak kepolisian setempat,”tambahnya

Kurang lebih 1 jam berselang, setibanya dirumah IW baru mengetahui bahwa istrinya sudah tidak lagi bernyawa.

Tengku juga mengaku tidak mengetahui latarbelakang tewasnya X dengan cara tergantung.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan komfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa ini. (dro)




Tagih Hutang Pulsa, Acok di Bayar Dengan Hujaman Badik

polisi-ditikamTEMBILAHAN (detikriau.org) – Samuri alias Acok (30) warga parit 11 Desa Makmur Jaya Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditikam temannya sendiri Ra (26) warga Teluk Kelasa Kecamatan Keritang di Parit 9 Desa Makmur Jaya, Senin (14/9/2015) sekitar pukul 09.00 WIB.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, motif penikaman ini karena pelaku merasa tersinggung disaat korban menagih hutang pulsa. Dimana waktu itu, pelaku dan korban sedang mengambil uang kelapa sesudahnya keduanya bersama-sama menuju rumah teman lainnya, saat itulah hutang ditagih.

“Sampai saat ini korban belum bisa diminta keterangan lebih jauh seperti berapa besaran pulsa yang ditagih, namun yang jelas motifnya karena menagih hutang pulsa,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Selasa (15/9/2015).

Lebih lanjut ia menerangkan, disaat meninggalkan rumah temannya, pelaku sontak mengejar korban dan melayangkan tikaman kearah punggung 1 kali dengan menggunakan senjata tajam jenis badik.

“Saat ini korban sedang di rawat di RSUD Puri Husada Tembilahan, sedangkan pelaku masih dalam pengejaran petugas kepolisian jajaran Polres Inhil,” tutup Warno. (mirwan)




Polsek Bangko Ringkus 2 Pelaku Pembunuh Ali.

Bagansiapiapi (detikriau.org) – Kepolisian Sektor ( Polsek) Bangko berhasil menangkap dua orang pemuda ‎penganiaya yang  mengakibatkan Ali Bahar Bin Bungsu tewas pada Jum’at,(28/08/15).  Ali tewas dengan luka tusukan dibagian leher, dada dan paha.

Kapolsek Bangko, Kompol.Nurhadi Ismanto.SH.Sik Via BBM grub, Ahad ( 30/08/15) Siang menerangkan bahwa kedua Pelaku, firmanto Alias Ifir, Warga Jalan Karya, Kelurahan Bagan Barat dan Eko Susanto Alias Eko, Warga Kepenghuluan Bagan Jawa Pesisir ditangkap  dirumah tokoh masyarakat, setelah di bujuk oleh bhabinkamtibmas polsek bangko Brigadir Yoyon dan Briptu Lubis.

Hasil pemeriksaan, Kedua pelaku pengaku menganiaya korban ( Ali Bahar – red)  karena sebelumnya pelaku ( firmanto-red)  dibacok oleh korban ( Ali-red). Malam saat kejadian, Ali kembali mendatangi rumah pelaku firmanto sembaari melontarkan ancaman.

“belum seberapo lai, belum masuk rumah sakit lai.” Ucap Kapolsek Nurhadi meniru bahasa pelaku penganiayaan. karena takut akan ancaman bacokan dari Ali, Lanjut Kapolsek, firmanto mendahului mengambil pisau sangkur yang ada dibawah kursi dan ditusukkan tepat dibagian dada korban.

Sedangkan pelaku lainnya, Eko ( Sepupu Firmanto. red ) saat lewat melihat perkelahian antara Ali dan firmanto, kemudian mengambil kikir yang ada di jok motor korban dan mengejar sembaari menusukannya ke tubuh korban.

“mengenai paha sebelah kiri dan tangan sebelah kanan sampai korban terjatuh diparit, kemudian kikir yang patah di taruh dipot bunga depan rumah Firmanto sedangkan pisau sangkur dibuang oleh pelaku dibelakang rumah dan kemudian melarikan diri.” Ujar Kapolsek.

Tambah Nurhadi, Saat ini kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan utk proses lebih lanjut di Polsek Bangko.

Sekedar mengingatkan, mayat Ali bin Bahar ditemukan warga didalam selokan dijalan karya ujung, gang hidayah, Kelurahan Bagan Jawa Pesisir, Kecamatan Bangko, Rohil. jum’at (28/8/15) sekira pukul 20.00 Wib. (tris)




Polisi Bekuk AR, Pelaku Penganiayaan di Tanah Merah

imagesTANAH MERAH (detikriau.org) – AR (25) warga Lorong Sadar RW 02 Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dibekuk polisi disaat sedang asik menonton orgen tunggal di desa setempat, Ahad (23/8/2015) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Penangkapan AR ini karena tsk terlibat kasus tindak pidana penganiayaan terhadap Mukhtar (25) warga jalan Pelita desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah pada tanggal 7 Agustus 2015 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB di jalan Ampera desa setempat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, AR ini telah membacok korban dengan menggunakan parang. Meski korban sempat melakukan perlawanan, namun tetap mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Kuala Enok.

“Waktu itu, korban sedang duduk bersama temannya, kemudian ada sekelompok warga yang sedang arak-arakan menggunakan gerobak. Tiba-tiba, korban disenggol dengan gerobak tersebut, meski korban menepi, namun secara tiba-tiba AR datang menghampiri dari arah belakang dan langsung membacoknya,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (24/8/2015).

Kini, AR telah diamankan di Mapolsek Tanah Merah guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas Reskrim Polsek Tanah Merah. (mirwan)