Warga Subrantas Geger, X ditemukan Dalam Kondisi Tergantung Tak Bernyawa

ilustrasiTembilahan (detikriau.org) – Warga jalan Subrantas Tembilahan digegerkan dengan ditemukannya tubuh wanita “X”, dalam kondisi tidak lagi bernyawa dalam posisi tergantung.

Menurut keterangan salah seorang warga Tembilahan, Tengku Suhandri, saat kejadian, kamis (24/9/2014) sekitar pukul 15.00 Wib kebetulan ia sedang berada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya perumahan dibelakang gedung DPRD Inhil.

Saat itu ia sempat menyaksikan ibu korban, terduduk lemas diteras depan rumah, sementara beberapa orang lainnya berusaha menurunkan jasad korban dan iapun menghampiri.

“Saya mengenali suami korban, inisial namanya IW,” Ujar Tengku menghubungi detikriau.org melalui sambungan selularnya.

Karena permintaan pihak keluarga korban, Tengku-pun segera menghubungi IW dengan mempergunakan Handphone. Dijawab, dan IW mengaku sedang berada di KM 8. 10 menit berselang, IW kembali dihubungi dan saat itu ia mengaku sedang dalam perjalanan pulang.

Menurut Tengku juga, atas permintaan keluarga korban, IW sengaja tidak diberitahukan kejadian sebenarnya. “IW hanya kita minta segera pulang ke Tembilahan karena ada hal penting. Warga juga segera memberitahukan peristiwa ini kepada pihak kepolisian setempat,”tambahnya

Kurang lebih 1 jam berselang, setibanya dirumah IW baru mengetahui bahwa istrinya sudah tidak lagi bernyawa.

Tengku juga mengaku tidak mengetahui latarbelakang tewasnya X dengan cara tergantung.

Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan komfirmasi resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa ini. (dro)




Asyik Pacaran di Jembatan Getek, RI dihadiahi Tikaman OTK

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – RI (16) warga Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka ditikam OTK pada bagian punggung bawah saat asyik mojok bersama pacarnya WS (16) warga Tembilahan Hulu di Jembatan Getek Sungai Luar, Selasa (7/4/2015) malam. Tidak hanya itu, barang berharga berupa Handpone milik korban juga terpaksa diikhlaskan karena dijarah oleh pelaku tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, saat kejadian, korban sedang pacaran sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah dua jam duduk di TKP sekitar pukul 22.00 WIB, korban ngaku dihampiri 2 OTK yang menggunakan sepeda motor.

“Waktu itu pelaku minta duit Rp 10 ribu, saat si korban mau mengambil uang, pelaku langsung menikam korban laki-laki dengan senjata tajam di punggung bagian bawah,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Rabu (8/4/2015).

Ditambahkan, setelah ditikam, RI langsung ambil langkah seribu. Mirisnya, kekasihnya sendiri ditinggalnya begitu saja di TKP dengan kedua pelaku. Akibatnya, kekasihnya, WS menjadi imbas kejahatan OTK, handpone miliknya dijarah pelaku.

“Setelah itu pelaku meninggalkan TKP. Korab, WS langsung menghubungi temannya untuk meminta bantuan. Dan saat ini korban tusuk itu sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” terangnya.

Warno menyampaikan, pelaku masih dalam penyelidikan. pihak kepolisian masih memburu kedua pelaku.(mirwan)




Warga Nilai Janji PLN Sebatas “Pepesan Kosong”

foto net
foto net

Tembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan menilai janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik hingga saat ini masih terkesan “pepesan kosong”. Semakin merosotnya pelayanan perusahaan pemasok tunggal kebutuhan listrik milik Negara ini kian memperburuk citranya dimata masyarakat.

Menurut warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Nani, kerap terputusnya pasokan PLN membuat ia terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan keluarga. Dengan pekerjaan sampingan membuat balok es yang akan dipergunakan sebagai pendingin oleh pedagang ikan, matinya listrik artinya es tidak bisa membeku.

“kita tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan. Kami terpaksa harus kehilangan tambahan penghasilan. Padahal saat ini biaya hidup semakin tinggi,” Ungkap kekecewaan Nani kepada detikriau, ahad (22/3)

Sebagai masyarakat, nani mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan pihak PLN. Ia berharap agar PLN jangan hanya berani tegas menuntut kewajiban pelanggannya sementara kewajibannya justru belum terpenuhi.

Warga Tembilahan lainnya, Andre justru menilai pihak PLN selama ini hanya banyak berjanji untuk kembali menormalkan pasokan listrik. Menurutnya, beberapa kali janji PLN masih belum ada bukti.

“dimedia kita sudah beberapa kali mendapatkan informasi akan janji-janji PLN. Beberapa hari yang lalu katanya listrik giliran 16 jam hidup dan 8 jam mati, kemudian 2 hari hidup dan 8 jam mati. Tapi sejauh ini semua itu masih sebatas omong kosong. Kita tunggu nanti tanggal 25 maret yang katanya sudah berganti giliran menjadi 4 hari hidup dan 8 jam mati. Apakah ini masih sekedar omong kosong PLN kembali, ” Kesalnya.(Aam)

 

PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang




Pemadaman Bergilir PLN Semakin Parah. Warga Harus Lebih Mengurut Dada

Kalau perlu kita kompak tidak akan bayar tagihan hingga tuntas persoalan pemadaman ini. Lucunya. Listrik kerap mati tapi tagihan malah melonjak.”

Gbr; viva.co.id
Gbr: vivanews

Tembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan kini tampaknya harus semakin bersabar. Setelah pemberlakuan durasi pemadaman bergilir 2 hari hidup dan 1 hari mati (2:1). PLN kini kembali memberlakukan jadwal yang semakin membuat warga terpaksa harus mengurut dada. Jadwal pemadaman 1:1 dengan durasi 8 jam hidup.

“Kita banyak meminta maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Kebijakan ini terpaksa dilakukan karena kembali terjadinya gangguan pada mesin sewa pada PLTD parit 4. Perbaikannya masih terus kita lakukan.” Pemberitahuan Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui pesan singkatnya. Kamis (12/3)

Kebijakan PLN ini. Sontak semakin mendapatkan kritikan pedas masyarakat pelanggannya. Mereka menilai apapun alasannya, kondisi seperti ini sangat jelas mencerminkan tidak profesionalnya manajemen PLN.

“Terserah PLN lah. Kami masyarakat mau bicara apalagi. Kita hanya minta seharusnya pemerintah setempat dan DPRD Inhil juga segera ikut campur tangan mencarikan solusi akan masalah ini. Kasihan masyakat.” Kesal Amin, warga jalan Abd Manaf Tembilahan

Andre, warga Tembi lahan lainnya malah mengajak masyarakat untuk  bersama-sama melakukan gerakan. Jika hanya diam menurutnya kondisi seperti ini tidak akan pernah ada habisnya.

“Kalau perlu kita kompak tidak akan bayar tagihan hingga tuntas persoalan pemadaman ini. Lucunya. Listrik kerap mati tapi tagihan malah melonjak.”Kritiknya

Menyikapi persoalan ini, Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna menyebutkan pihaknya juga sudah memanggil manajemen PLN Tembilahan untuk membicarakan persoalan ini.

“Siang ini. Kita sudah agendakan pemanggilan hearing dengan manajemen PLN. ” Ujar Politisi PKB Inhil ini. (dro)




Dinas Baru, Warga Harapkan Kebersihan Kota Lebih Baik

petugas-kebersihan-membersihakn-tumpukan-sampah-yang-berserakan-di-depan-sd-09-jalan-baharudin-jusuf-tembilahanTembilahan (detikriau.org) – Warga Tembilahan berharap kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman untuk segera bekerja dengan serius khususnya dalam mengatasi persoalan sampah di dalam kota Tembilahan.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Herman (41), tolok ukur utama kinerja Dinas baru pecahan dari Dinas PU ini dimata masyarakat adalah mampu atau tidaknya ianya menciptakan kota Tembilahan yang bersih dan indah.

“Sebagai masyarakat kami sangat berharap Dinas ini akan mampu mengatasi persoalan sampah yang selama ini kerap menimbulkan kesan kumuh bagi kota Tembilahan,” Ujarnya, Selasa (7/1/2014)

Ditambahkan Herman, dengan berdiri sendiri, DKPP harusnya akan lebih mudah untuk melakukan koordinasi dan mengambil kebijakan sehubungan dengan tugas dan fungsinya.

Juned, warga Tembilahan lainnya juga menyampaikan harapan yang hampir senada. Selama ini menurutnya, produksi sampah yang dihasilkan oleh aktifitas masyarakat kerap tidak sebanding dengan jadwal pengangkutan. Akibatnya, dilokasi penampungan sementara sampah kerap menumpuk dan mengganggu aktifitas masyarakat.

Dalam kesempatan itu ia juga sempat menyarankan agar Dinas terkait menyediakan tempat sampah yang lebih memadai di lokasi penampungan sementara agar sampah-sampah tidak sampai berserakan, menimbulkan bau yang tidak sedap dan pastinya mengganggu keindahan kota.

“setidaknya sediakan sarana yang memadai dilokasi penampungan sementara. Jangan sampah dibiarkan berserakan yang menimbulkan pemandangan kota menjadi kumuh dan jorok.” Sarannya.

Pantauan lapangan, beberapa lokasi penampungan sementara selama ini memang kerap kali terlihat tumpukan sampah yang dibuang berserakan. Meski petugas kebersihan beberapa kali mengangkut sampah dari lokasi penampungan sementara itu, tumpukan sampah sepertinya tidak ada habis-habisnya.

Beberapa lokasi penampungan sampah sementara itu diantaranya adalah pada perempatan jalan baharudian jusuf dan batang tuaka, jalan H sadri tepatnya di depan pemakaman umum jabata, pertigaan jalan RA Kartini, perempatan jalan H Khalidi dan RA Kartini, beberapa titik di ruas jalan H Said, pertigaan jalan sudirman ujung tepatnya disamping SD 001/003 Kecamatan Tembilahan serta beberapa titik penampungan sampah sementara lainnya.




Meski Repot, Sebagian Warga Tembilahan Tak Keluhkan Tibanya Musim Banjir

Banjir pasangTembilahan (detikriau.org) – Banjir pasang yang menjadi langganan bagi warga Tembilahan setiap tahunnya memang dirasakan cukup menggangu aktivitas masyarakat. Tak sedikit perumahan penduduk ikut pula tergenang air terutama yang berhampiran dengan bantaran sungai. Namun bagi sebahagian warga lainnya, naiknya permukaan air ini dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas yang cukup bermanfaat.

“pastinya repot, tapi mau bilang apa lagi karena memang kondisi seperti ini kejadian alam rutin setiap tahunnya khususnya bagi kami warga Tembilahan. Daripada mengeluh, lebih baik kita manfaatkan aja untuk aktifitas positif seperti membersihkan kendaraan. Lumayan gratis,” Ujar Budi, warga Tembilahan Hulu sembari tertawa. Ahad (23/11) kemaren

Tidak hanya Budi, Iyan (42), warga Tembilahan Hulu lainnya pun tidak ambil pusing dengan datangnya banjir rob. Meski merasa cukup repot, Iyan mengaku masih bisa bersyukur dengan kondisi alam sungai di Inhil dengan pasang surut.

“Kalaupun air naik, biasanya tidak berlangsung lama. Saat air dilaut surut, banjir juga akan ikut turun. Coba bandingkan dengan daerah lain yang banjirnya bisa berhari-hari, pasti lebih repot. Ya kita bersyukur aja.” Sampaikan Iyan.

Pantaun lapangan, naiknya permukaan air di Inhil khususnya didaerah pesisir memang menjadi langganan rutin setiap tahunnya. Kejadian rutin ini menjadi hal yang lumrah bagi warga Inhil. Sebagai daerah dengan tofografi dataran rendah, saat pasang naik apalagi diiringi dengan curah hujan tinggi tentu akan menyebabkan permukaan air meningkat.

Sejauh ini, berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah setempat untuk mengurangi dampak banjir tahunan ini. Misalnya dengan membangun turap disepanjang bibir sungai, pembangunan drainase dan pintu klep serta meninggikan sejumlah ruas jalan. Meski tidak mampu menghilangkan dampak secara keseluruhan. Upaya ini dinilai sudah cukup meminimalisir dampak banjir rob. (dro)