Ketua TP PKK Inhil Kunker Ke Kecamatang Batang Tuaka

Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan
Ketua TP PKK Inhil, Hj Zulaikah Wardan

BATANG TUAKA (detikriau.org) – Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Hj Zulaikhah Wardan lakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kecamatan Batang Tuakan di desa Wisma, Kamis (23/4/2015).

Dalam kunjungan kerja ino dilakukannya dalam rangka pembinaan dan penilaian Desa Wisma, pelantikan serta serah terima Ketua Tim penggerak PKK Kecamatan Batang Tuaka serta sosialisasi kanker serviks. Selain itu, juga dilakukannya peninjauan langsung kondisi TK Negeri Pembina Terpadu dan Puskesmas yang ada di Sungai Piring.

“Kedatangan kita ini kembali menyampaikan program pembinaan desa yang pernah kita programkan sebelumnya untuk tahun ini, kemudian kita sejalankan dengan Ketua TP PKK Kecamatan Batang Tuaka yang baru saja kita lantik,” ujar Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan. Menurutnya, setelah dilantiknya camat Batang Tuaka yang baru beberapa waktu lalu, secara otomatis istri camat itu juga langsung memegang jabatan sebagai ketua TP PKK Kecamatan. Dalam hal ini, sangat diinginkannya ketua PKK yang baru ini langsung paham apa yang mesti dilakukan.

Sebab yang terpenting itu katanya, setelah dilantik ini ada konsulidasi serta kerjasama dan terua menyusun program-program disamping program yang telah menjadi program diprioritaskan secara nasional, dicontohkannya seperti pencanangam deteksi kanker serviks.

“Yang jelas kita sangat mengharapkan ketua yang baru dilantik bisa melanjutkan program-program yang belum sempat dilaksanakan oleh ketua sebelumnya, terlebih mampu mengembangkan PKK kecamatan kedepan,” harapnya.

Terkait sosialisasi pencangan kanker serviks di Batang Tuaka, menurut Istri Bupati ini akan bisa menambah wawasan bagi para ibu tentang bahaya kanker tersebut, apalagi kanker ini sangat vatal dan bisa mematikan.(mirwan/adv)




HPN Provinsi Riau 2015, Bupati Inhil Banggakan Potensi Kelapa

1_1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan ekspos persoalan dan potensi perkelapaan pada kesempatan acara ramah tamah dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau dan PWI Kabupaten Inhil serta Wartawan se-Inhil di kediamannya, Jum’at (20/3/2015) malam.

Dalam pemaparannya, Bupati memperkenalkan kepada seluruh undangan yang hadir bahwa potensi kelapa di Inhil ini dinilai sangat luar biasa. Sebab, dari luas 3 ribu hektar lebih luas perkebunan kelapa di Indonesia, 11 persennya menurut Bupati ada di Kabupaten Inhil.

“400 hektar lebih lahan perkebunan kepala yang kita miliki saat ini menjadi kebanggaan tersendiri, lahan perkebunan inilah yang terus diupayakan pengembangannya serta menjadikan Inhil tempat kelapa,” kata Wardan.

Ditambahkan, untuk mengetahui apakah masyarakat Inhil sedang sejahtera atau tidak, bisa diketahui dari perkembangan harga kelapa, karena kelapa ini merupakan denyut nadi masyarakat Inhil. Artinya, jika harga kelapa mahal maka masyarakatpun akan sejahtera, namun jika sebaliknya harga kelapa anjlok, maka kesejahteraanpun juga akan anjlok.

Hingga hari ini, ia masih sangat menyayangkan keseriusan masyarakat memelihara perkebunan, dicontohkannya seperti mengelola trio tata air yang dinilainnya masih asal-asalan. Padahal kata Wardan, trio tata air pada perkebunan kelapa itu sangat penting untuk meningkatkan hasil panen.

Namun demikian, ia tetap membanggakan, apalagi Inhil telah memiliki 5 Produk yang siap mengelola hasil panen kelapa. Berdasarkan catatan yang dirangkum, disampaikan Bupati bahwa hasil prodak dari 5 perusahaan di Inhil ini mencapai 6 sampai 7 juta butir kelapa perharinya.

“Itu baru hasil kelapa yang dijual ke perusahaan lokal, belum lagi bagi masyarakat yang menjual langsung ke luar negeri seperti ke Malaysia,” tuturnya.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga mengungkapkan bagaimana jika masyarakat Inhil lebih serius mengelola trio tata air, mungkin katanya akan lebih tinggi lagi hasil produksi kelapa tersebut.

Untuk diketahui, Bupati yang dikenal agamis ini mengingatkan bahwa bermulanya kelapa Inhil ini berkembang sejak hijrahnya alm tuan guru Syeh Abdurrahman Sidik di kecamatan Kuala Indragiri, meski bermula di Kuindra, namun kini katanya lahan perkebunan terluas dari 20 kecamatan se-Inhil ada di kecamatan Mandah.

“Yang paling sedikit ada di Kecamatan Kemuning, tapi tetap saja diseluruh kecamatan di sini ada perkebunan kelapanya,” pungkas Wardan.(mirwan/adv)




Bupati Inhil Buka Kegiatan Sikat Gigi 1000 Murid SD

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan buka secara resmi sikat gigi massal 1000 murid SD se-Kecamatan Tembilahan yang digelar oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bekerjasama dengan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Kabupaten Inhil bertempat di Lapangan jalan Gadjah Mada Tembilahan, Jum’at (20/3/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati mengapresiasi kegiatan ini, sebab menurutnya kegiatan sikat gigi massal tersebut sangat positif. Apalagi bagi para pelajar setingkat SD itu tentunya sangat memerlukan perhatian bagaiman melakukan menyikat gigi dengan benar.

“Yang lebih terkesan bagi saya, pihak penyelenggara mengeluarkan statmen bahwa pihaknya optimis siswa SD di Kabupaten Inhil kedepan bebas dari gigi berlubang,” katanya.

Selain itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini juga mengapresiasi begitu tinggi partisipasi siswa SD yang mengikuti kegiatan ini. Bahkan ia melihat semangat para siswa itu bukan dari sebatas dorongan semata. Tentu kata Bupati ini bisa menghasilkan nilai yang lebih posiitif lagi.

Senada, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil, Hj Zulaikhah Wardan yang juga menghadiri kegiatan pagi itu, juga memberikan apresiasi dan dukungannya. Ia mengusulkan kepada penyelenggara untuk dapat terus mensosialisasikan cara menyikat gigi yang benar itu.

Sementara itu, Ketua PDGI Kabupaten Inhil drg Yandri Saputra saat dikonfirmasi mengungkapkan tentang begitu pentingnya pemeliharaan kesehatan organ tubuh bagian mulut itu. Karena gigi ini katanya merupakan organ yang berpengaruh pada organ tubuh lainnya.

“Jika sakit gigi, maka organ tubuh lain juga ikut terganggu, aliran urat gigi itu sangat sensitif pada organ tubuh yang lain,” tandasnya.(mirwan/adv)




Bupati Inhil Sambut Kunker Komisi B DPRD Riau

IMG_3788 - CopyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan sambut Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi B DPRD Provinsi Riau di aula Bappeda Kabupaten Inhil jalan Akasia Tembilahan, Rabu (18/3/2015).

Dalam pemaparannya, Bupati menyampaikan bahwa kunjungan wakil rakyat dari Provinsi ini merupakan kunjungan yang ke-10. Pada Kunker pagi itu, orang nomor satu di Negeri Sri Gemilang ini menyampaikan beberapa persoalan serta informasi yang meliputi Kabupaten Seribu Parit.

“Yang kita sampaikan hari ini cukup banyak, secara umum penyampaian program tahun ini serta rencana program tahun 2016 mendatang, terkhusus pada penyampaian program yang berkaitan dengan perekonomian,” tutur Wardan.

Pada intinya, dari pertemuan itu Bupati mengharapkan ada upaya dari Komisi B DPRD Riau untuk meningkatkan pengembangan Inhil, seperti pengembangan produktivitas pertanian baik padi, kedelai maupun jagung, terlebih perkebunan kelapa.

Sebab katanya, Kunker Komisi B kali ini lebih memfokuskan pada persoalan perkebunan. Memang pada persoalan ini diakuinya, Pemkab Inhil terus berupaya mengembangkan melalui APBD Kabupaten Inhil yang akan dialokasikan setiap tahunnya, salah satunya pada perbaikan tanggul.

“Dari seluas wilayah Kabupaten Inhil ini, ada sekitar 14 ribu hektar merupakan wilayah perkebunan kelapa. Maka dari itu kami lebih memfokuskan pada pengembangannya,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua  Komisi B DPRD Provinsi Riau Marwan Yohanis saat dikonfirmasi sejumlah awak media mengatakan, Kunker yang dilakukannya tersebut bertujuan untuk membahas 3 hal bersama Pemkab Inhil.

Yang pertama, ia ingin tau berapa persen terapan pelaksanaan APBD tahun 2014 lalu. Kedua, dimintanya pelaksanaanAPBD tahun 2015 ini segera dilaksanakan dengan tujuan masyarakat banyak dapat segera menikmati pembangunan. Dan terakhir, Komisi B DPRD Provinsi Riau membuka gerbang kepada Pemkab Inhil terhadap usulan-usulan rencana program kegiatan APBD tahun 2016 mendatang.

“Point ketiga ini yang penting dan menjadi tujuan utama kita, karena kami dari Komisi B tidak menginginkan Pemkab hanya mengusulkan kegiatan pengembangan daerah kepada dinas terkait saja, tapi justru kita menginginkan kerjasama membangun daerah antara Eksikutif dan Legislatif,” pungkas Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Riau ini. (mirwan/adv pemkab inhil)




Bupati Wardan : 2016, Bidang Infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan Tetap Jadi Prioritas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun anggaran 2016 mendatang, Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan akan kembali memprioritaskan program pembangunan di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini usai membuka pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Bupati Wardan, berdasarkan masukan dan saran dari seluruh kecamatan hingga pokok-pokok pikiran DPRD, jumlah anggaran yang diperlukan untuk pelaksanaan program pembangunan tahun depan adalah sebesar Rp 15 triliun.

“Jumlah ini tentunya tidak sebanding dengan APBD kita yang cukup kecil,” tutur Bupati Wardan.

Kendati demikian, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini menyatakan tetap optimis, program dan kegiatan pembangunan akan terus berjalan di Kabupaten Inhil, khususnya perbaikan infrastruktur jalan, yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan.

“PAD kita hanya sekitar Rp 1,9 triliun, paling maksimal 2 triliun. Makanya, kita pilah-pilah mana yang akan diprioritaskan, seperti salah satunya perbaikan infrastruktur jalan,” terangnya.

Selain itu, lanjut Bupati Inhil yang dikenal agamis ini, bidang pendidikan dan kesehatan juga akan menjadi fokus utama untuk diselesaikan di tahun depan. Mengingat, masih cukup banyak sekolah yang memerlukan bantuan, terutama sekolah-sekolah agama yang berada di bawah Kementerian Agama.

“Jika hanya mengharapkan dari APBD kabupaten, tentu hal ini tidak akan tercapai. Jadi, kita juga akan berusaha mendapatkan bantuan melalui APBD Provinsi dan APBN,” imbuhnya. (adv/humas)




Bupati Inhil Inhil Buka Rapat Pertemuan Stakeholder KPA Inhil

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan buka rapat pertemuan Stakeholder Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Inhil yang berlangsung di Balai Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahana, Senin (9/3/2015).

Dalam sambutannya, Bupati yang juga menjabat Ketua KPA Kabupaten Inhil ini memaparkan, digelarnya pertemuan itu sangat penting dilakukan karena menyangkut persoalan menjaga kesehatan diri. Dimana, sekarang ini penyakit berupa virus HIV/Aids itu sudah tidak asing lagi didengar dan telah menjadi masalah dunia.

“Menjamin kesinambungan pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS ini, saya himbau agar setiap SKPD terkait untuk melakukan perencanaan dan penganggaran biaya di Instansi  masing-masing secara terprogram, dan tetap berkoordinasi dengan KPA Kabupaten Inhil,” sampaikannya.

Beliau menambahkan, Epidemi AIDS semakin meluas di Dunia ini. Untuk pengidap virus berbahaya ini telah mencapai sekitar 170.000 sampai 210.000 dari 220 juta penduduk. Perkiraan prevalensi keseluruhan adalah 0,1% di seluruh negeri, dengan pengecualian Provinsi Papua katanya.

Lebih lanjut ia menerangkan, untuk angka epidemik diperkirakan mencapai 2,4%, dan cara penularan utamanya adalah melalui hubungan seksual tanpa menggunakan pelindung. Jumlah kasus kematian akibat AIDS di Indonesia diperkirakan mencapai 5.500 jiwa.

“Epidemi tersebut terutama terkonsentrasi dikalangan pengguna obat terlarang melalui jarum suntik dan pasangan intimnya, orang yang berkecimpung dalam kegiatan prostitusi dan pelanggan mereka, dan pria yang melakukan hubungan seksual dengan sesama pria,” jelas Wardan.

Karena temuan kasus HIV dan AIDS tidak lagi hanya pada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi saja, tetapi sudah merambah dikalangan resiko rendah seperti pelajar dan mahasiswa dan ibu rumah tangga.

“Kita sudah menghadapi epidemi HIV dan AIDS pada populasi umum, karenanya perlu penanganan khusus dari semua pihak”. Tekankan Bupati. (mirwan/adv)