Dewan Pembina YTG Monitoring Pelaksanaan KKN Unisi di 2 Kecamatan
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG) DR H Indra Muchlis Adnan memonitoring pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indragiri (Unisi) di dua kecamatan dari tanggal 21 sampai 22 Juli 2016.
Kedua kecamatan tersebut adalah Kecamatan Gaung Anak Serka (Gas) dan Kecamatan Gaung. Saat itu, ia didampingi sejumlah pengurus Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unisi dan para dosen pembimbing.
Kepala Bagian LPPM Unisi, Bayu Fajar Suaanto SE menyebutkan bahwa kegiatan KKN 2016 ini merupakan kegiatan tematik, dimana mahasiswa yang diberikan tugas untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan permasalahan yang ada dilokasi berdasarkan kosentrasi ilmu dan jurusan yang dimiliki. Dan ini nantinya akan dituangkan dalam laporan yaitu Kertas Kerja Perorangan (KKP) dan Kertas Kerja Kelompok (KKK).
“KKN Tematik inilah salah satu ide yang diluncurkan pada pelaksanaan KKN yang ditinjau oleh Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang ke beberapa posko di dua kecamatan. Direncanakan, penjadwalan monitoring kembali berlangsung di bagian Inhil Utara,” ujar Bayu kepada detikriau.org, Senin (25/7/2016).
Yang jelas katanya, monitoring tersebut bertujuan untuk melakukan evaluasi, pencerahan dan motivasi kepada peserta KKN terhadap kegiatan kegiatan yan telah dilaksanakan maupun belum. Harapannya, segala permasalahan dan kendala di lapangan dapat teratasi dan diselesaikan secepat mungkin
“Kita juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar dan semoga sukses sampai diujung kegiatan,” tutupnya./Mirwan

Wakil Rektor I mengatakan, pelaksanaan KKN tahun ini berbeda dengan KKN yang lain. Dimana, biasanya KKN identik dengan mengeluarkan banyak dana namun kali ini mahasiswa dibekali untuk membantu pemerintah dalam usaha mendorong masyarakat bersama-sama membangun daerah.
TEMBILAHAN (
TEMBILAHAN (
Tembilahan, detikriau.org – Perjuangan tanpa lelah seluruh civitas akademika UNISI kian menunjukkan keberhasilan. Dulunya sempat disebut Universitas abal-abal kini UNISI mulai tuai pujian.
TEMBILAHAN (
“Kita terus mengeluarkan sarjana-sarjana berkompoten yang siap tampil sebagai peran pembangunan daerah,” kata Indra yang juga sebagai pendiri Unisi.