Hasil UN SMP Sederajat Anjlok, Bupati Yopi Kumpulkan Kepala SMP dan MTs se Inhu

Bupati Inhu, H Yopi Arianto saat meninjau pelaksanaan UN beberapa waktu yang lalu. foto: net
Bupati Inhu, H Yopi Arianto saat meninjau pelaksanaan UN beberapa waktu yang lalu. foto: net

Rengat, detikriau.org – Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto menggelar pertemuan dengan seluruh kepala SMP dan MTs se Kabupaten Inhu, Selasa (20/6/2016) di Aula Bappeda dan Litbang Inhu. Pertemuan ini merupakan upaya Bupati H Yopi Arianto merespon rendahnya hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMP dan MTs tahun pelajaran 2015-2016.

Turut hadir pada pertemuan tersebut Wakil Bupati Inhu H Khairizal, Plt Asisten Adminstrasi Umum Setda Inhu Hendrizal, Kepala Bappeda dan Litbang Inhu Junaidi Rachmat, Kepala Dinas Pendidikan Inhu Ujang Sudrajat bersama jajaran serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Inhu.

“Kalau memang hasil UN SMP dan MTs ini jujur tentu saya apresiasi karena kita semua punya integritas dalam pelaksanaan UN. Tetapi kita tentu saja berharap hasil UN mengalami peningkatan. Karena itu mari kita instrospeksi bersama dan tunjukkan yang terbaik bagi dunia pendidikan Inhu,” ujar Bupati Yopi Arianto dihadapan seluruh kepala SMP dan MTs.

Menurut Bupati, jika di kaji dari sisi infrastruktur dan SDM, tidak dapat dipungkiri dalam lima tahun terakhir, banyak kemajuan yang sudah dirasakan dunia pendidikan di Kabupaten Inhu. Bahkan Pemkab Inhu sudah mengalokasikan anggaran untuk bidang pendidikan mencapai 30 persen.

“Kita tidak bisa salahkan anak-anak. Karena itu, kita berkumpul disini untuk evaluasi dan mencari tahu apa penyebabnya. Bagaimanapun ini merupakan tanggungjawab saya terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Inhu,” tuturnya.

Bupati juga minta kepada seluruh kepala SMP dan MTs untuk bekerja secara profesional dan tidak pernah menyerah untuk terus berbuat yang terbaik bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Inhu. “Saya minta kepala sekolah kreatif dan inovatif, sehingga mampu menghasilkan program-program untuk kemajuan sekolah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Inhu, H Ujang Sudrajat mengungkapkan, pihaknya sesegera mungkin akan membuat program untuk peningkatan mutu sekolah dan hasil UN, diantaranya melakukan pelatihan dan bedah SKL untuk guru mata pelajaran UN, try out bersama untuk peserta UN serta telah memprogramkan diklat pelatihan calon kepala sekolah untuk 100 guru SMP dan SMA sederajat.

Ujang berharap tahun 2017 mendatang, sekolah dapat melaksanakan UN dengan baik dan jujur serta semakin banyak sekolah yang memperoleh penghargaan integritas dari Mendikbud. Selain itu, hasil rata-rata UN lebih meningkat dan jauh lebih baik. (Zal)




UN Hari Kedua, Bupati Inhu Pantau Langsung di Tiga Kecamatan

Gambar; net
Gambar; net

Rengat, detikriau.org – Bupati Indragiri Hulu (Inhu) H Yopi Arianto kembali meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs yang telah memasuki hari kedua, Selasa (10/5). Kali ini, Bupati H Yopi Arianto meninjau pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs pada empat sekolah di Kecamatan Rengat, Rengat Barat dan Kuala Cenaku.

Empat sekolah tersebut masing-masing SMPN 5 Rengat Barat, SMPN 3 Rengat, SMPN 1 Kuala Cenaku serta MTs Hidayatullah Kuala Cenaku. Pada peninjauan ini, Bupati H Yopi Arianto kembali menerima laporan dari kepala sekolah terkait adanya siswa yang telah berhenti sekolah, namun namanya masih terdata dalam daftar peserta UN tingkat SMP/MTs.

Seperti yang dilaporkan Kepala SMPN 5 Rengat Barat, Suwito, dari 80 peserta UN yang terdata dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT), satu siswa telah berhenti sebelum pelaksanaan UN, sehingga UN di SMPN 5 Rengat Barat diikuti 79 peserta yang terdiri dari ruang ujian.

“Pihak sekolah sudah berupaya membujuk agar siswa tersebut tetap bersekolah hingga selesai pelaksanaan UN. Namun orangtuanya beralasan pindah ke daerah lain,” ujar Suwito melaporkan kepada Bupati Inhu.

Hal yang sama juga terdapat di SMPN 1 Kuala Cenaku. Dari 126 siswa yang terdaftar sebagai peserta UN, satu siswa telah berhenti dan namanya masih tetap terdaftar dalam DNT, sehingga UN di SMPN 1 Kuala Cenaku diikuti 125 peserta. “Siswa ini berhenti setelah namanya terdaftar sebagai peserta UN, sehingga masih tercatat sampai saat ini,” tutur Kepala SMPN 1 Kuala Cenaku, Nur’airianto.

Di SMPN 3 Rengat, UN diikuti 79 peserta terdiri dari 4 ruang ujian. Sedangkan di MTS Hidayatullah Kuala Cenaku, pelaksanaan UN diikuti 28 peserta yang terdiri dari 2 ruang ujian.

Bupati Inhu H Yopi Arianto mengungkapkan bahwa peninjauan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Inhu untuk memastikan bahwa pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs berjalan lancar dan aman, sekaligus bentuk kontrol terhadap perkembangan dan persoalan dunia pendidikan di Kabupaten Inhu. “Alhamdulilah pelaksanaan UN berjalan lancar dan aman,” ucapnya.

Terkait adanya siswa yang berhenti sekolah dan namanya masih terdaftar sebagai peserta UN, Bupati H Yopi Arianto kembali mengimbau kepada seluruh orangtua agar ikut mendorong dan memberikan motivasi agar anaknya tetap bersekolah, sebab pendidikan sangat penting untuk masa depan anak. Selain itu, Bupati juga berharap pihak sekolah pro aktif sehingga siswa yang telah berhenti, namanya tidak lagi terdaftar sebagai peserta UN.

Pada kesempatan itu, Bupati H Yopi Arianto memuji SMPN 3 Rengat yang lingkungannya bersih dan meminta kepada pihak SMPN 1 Kuala Cenaku untuk membuat master plan pengembangan sekolah, sehingga pembangunan yang akan dilakukan terencana dan sesuai kebutuhan sekolah. (Zal)




11 Ribu Lebih Siswa SMP Sederajat di Inhil Ikuti UN 2016

Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo saat melakukan pantauan pelaskanaan UN SMP sederajat di salah satu sekolah
Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo saat melakukan pantauan pelaskanaan UN SMP sederajat di salah satu sekolah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 11.124 siswa SMP sederajat se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2016.

Dari jumlah itu, 1 diantaranya mengikuti ujian di Lapas Kelas II A Tembilahan yakni siswa asal Kecamatan Pelangiran yang terlibat kasus Narkoba.

Tak hanya itu, 1 diantara lainnya juga dinyatakan mengundurkan diri. Hal tersebut diketahui disaat Wakil Bupati H Rosman Malomo melakukan peninjauan langsung pelaksanaan UN.

“1 peserta di Lapas dan ada 1 lagi mengundurkan diri,” kata Rosman.

Menurutnya, untuk sementara hanya itu masalah yang ditemukan. Untuk kelancaran ujian maupun kelengkapan soal tidak ada persoalan./ Mirwan/adv




UN 6880 Pelajar Setingkat SLTA 2016 di Inhil Berjalan Lancar

Gambar Ilustrasi pelaksanaan UN
Gambar Ilustrasi pelaksanaan UN

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan bahwa Ujian Nasional (UN) jenjang SMA sederajat tahun 2016 berjalan lancar.

“Alhamdulillah, UN di wilayah kita tidak hambatan,” kata Kabid Dikmen Disdik Inhil, Suwardi kepada awak media, Kamis (7/4/2016).

Untuk diketahui, peserta UN tahun 2016 di Inhil ini sebanyak  6880‎ orang terdiri dari 41 SMA, 17 SMK, 52 MA dan 10 Paket C yang tersebar di 20 kecamatan. Selain itu, 1 peserta berlangsung di Lapas Kelas II A Tembilahan.

Sekian banyak sekolah, 1 diantaranya memberlakukan UN berbasis Komputer, dan ini juga berlangsung tanpa hambatan.

“Saat ini kami hanya menunggu lembar jawaban saja lagi. Jika sudah terkumpul, segera dibawa ke Pekanbaru,” tutupnya./ Mirwan




Tarmuzi, Peserta UN Tertua di Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tarmuzi namanya, warga Tembilahan tercatat peserta tertua pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Bagaimana tidak, pria berbadan kurus tinggi ini telah beranjak usia 49 tahun. Ia mengikuti UN jurusan IPS paket C di PKBM Al Baaqiyatussa Adiyyah jalan Sinar Harapan parit 6 Tembilahan Hulu.

Jika ditelusuri, peserta termuda tercatat berusia 24 tahun yang tergabung dalam pelaksanaan UN paket C yang diikuti sebanyak 419 peserta terdiri dari 10 PKBM.

“Berdasarkan aturan, batas usia maksimal paket C itu 55 tahun, jadi kalai masih dibawah batas, kita terima,” kata Kabid Dikmen Disdik Inhil, Suwardi kepada detikriau.org, Kamis (7/4/2016).

Untuk diketahui, Tarmuzi ini adalah salah seorang pekerja di Dinas Kebersihan Kabupaten Inhil./ Mirwan




Pastikan Kelancaran UN, Yopi Arianto Tinjau Sejumlah Sekolah

Rengat, detikriau.org – Pastikan kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA/SMK tahun 2016 Bupati Inhu H Yopi Arianto turun langsung melakukan peninjauan di beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Inhu. Secara umum, pelaksanaan UN tingkat SMA/MA/SMK pada hari pertama berjalan lancar. Senin (4/4/2016)

4 sekolah yang di tinjau Bupati H Yopi Arianto, diantaranya SMK 1 Rengat, MAN Rengat Barat, SMK 1 Pasir Penyu dan Pondok Pesantren Khairul Ummah Air Molek. Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan Inhu H Ujang Sudrajat, Plt Inspektur Kabupaten Inhu, Kuwat Widiyanto, Kabag Humas Jawalter, Kasatpol PP Inhu Tukiyat beserta sejumlah pejabat lainnya.

“Alhamdulilah, secara umum pelaksanaan UN di hari pertama berjalan baik. Ini tidak lepas dari dukungan semua pihak. Saya berharap hingga berakhir nantinya, UN di Kabupaten Inhu tetap berjalan lancar,” ucapnya.

Bupati H Yopi Arianto juga mengharapkan kepada Dinas Pendidikan untuk terus aktif dalam menjalin komunikasi bersama pihak pemerintah Propinsi Riau maupun pemerintah pusat, terutama dalam upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Inhu.

Bupati Inhu juga mengapresiasi kelancaran pelaksanaan UN di hari pertama ini, terutama bagi sekolah yang melaksanakan UNBK. Bupati berharap kedepan sekolah di Inhu dapat melaksanakan UNBK secara keseluruhan sehingga mutu dan kualitas pendidikan dapat ketahui secara lebih jujur.

pantauan lapangan, SMKN 1 Rengat menjadi sekolah pertama yang ditinjau Bupati Inhu H Yopi Arianto. SMKN 1 Rengat merupakan satu dari tiga sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Di sekolah ini, jumlah peserta sebanyak 273 siswa. UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi, dimana tiap sesinya diikuti 32 peserta.

Kepala Sekolah SMK 1 Rengat Adi Wirman mengaku optimis pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar. Berkat kerja sama antara sekolah, Dinas Pendidikan Inhu bersama pihak PLN telah menyediakan mesin genset guna mencegah terjadinya pemadaman listrik.

Sementara untuk MAN Rengat Barat, pelaksanaan UN di sekolah ini masih dilakukan secara manual dengan jumlah peserta sebanyak 82 siswa. Melihat kondisi ini, Bupati Inhu H Yopi Arianto mengimbau kepada pihak sekolah agar dapat membuat perencanaan agar tahun depan MAN Rengat Barat dapat melaksanakan UNBK.

Peninjauan Bupati berlanjut di SMK 1 Pasir Penyu. Sekolah ini juga melaksanakan UNBK dengan jumlah peserta sebanyak 376 siswa. Pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Pasir Penyu dilaksanakan dalam empat sesi dengan jumlah computer sebanyak 125 unit.

Usai meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Pasir Penyu, Bupati Inhu H Yopi Arianto melanjutkan peninjauan ke Pondok Pesantren Khairul Ummah Airmolek. Di Pondok Pesantren ini, pelaksanaan UN masih dilakukan secara manual diikuti 100 peserta.

Selain meninjau pelaksanaan UN, dari seluruh sekolah yang dikunjungi, Bupati H Yopi Arianto juga menjemput aspirasi dari kepala sekolah dan guru, terutama terkait penyediaan sarana dan prasarana di sekolah, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lancar, aman dan nyaman.

Bupati juga mengajak kepala sekolah dan guru agar dapat mempersiapkan master plane dan menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRD, terutama saat reses ataupun turun ke lapangan, sehingga permintaan setiap sekolah dapat diperjuangkan secara bersama.

Selain Bupati Inhu, peninjauan UN tingkat SMA/MA/SMK juga dilakukan oleh Wakil Bupati Inhu H Khairizal pada sejumlah sekolah di Kecamatan Seberida. (Zal)