Trak Trak, Duh… Dijejali Ratusan Masyarakat, Dermaga Parit Hidayat Hampir Ambruk

KUINDRA (detikriau.org) – Pelabuhan parit Hidayat desa Teluk Dalam Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) nyaris rubuh. Pasalnya, dermaga beton ontu dijejali oleh ratusan masyarakat yang menghadiri  haul Syeh Abdurrahman Siddiq, Rabu (11/5/2016) kemarin.

Menurut salah seorang awak media, Fra Suyetno kepada detikriau.org menerangkan, pelabuhan utama tersebut terdengar 3 kali bunyi tanda hendak ambruk.

“Trak-trak, begitulah bunyinya. 3 kali saya dengar dengan jarak waktu sekitar 10 menit antara bunyi pertama dengan berikutnya, orang-orang pun berteriak ketakutan,” ujarnya yang saat itu sedang berada di lokasi.

Dipaparkan, insiden tersebut terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB. Tepat para jamaah hendak pulang ke alamat masing-masing melalui jalur sungai.

Dari pantauannya lagi, saat itu ada sejumlah petugas berseragam dari Dishubkominfo Inhil namun tampak tidak mengambil tindakan. Yang ada katanya, hanya dibiarkan saja.

“Penuh pelabuhan itu, coba saja fikirkan kalau sempat rubuh, banyak memakan korban,” tandasnya./ Mirwan




Dewan Pinta Pemkab Inhil Segerakan Buka Akses Jalan ke Makam Tuan Guru Sapat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk segera membuka akses jalan dari Kota Tembilahan menuju makam Syech Abdurrahman Siddiq di Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra).

Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanissitas saat berbincang dengan awak media di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan pria yang akrab disapa Sitas ini, salah satu upaya yang dapat dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengembangkan dan memajukan wisata religi di Negeri Seribu Parit adalah dengan membangun akses jalan menuju lokasi tersebut.

“Karena itu, kita minta Pemda secepatnya membuka akses jalan menuju Makam Tuan Guru Sapat,” tutur Sitas.

Dijelaskan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, dengan dibukanya akses jalan tersebut, maka masyarakat yang ingin berkunjung ke Makam Tuan Guru Sapat tidak lagi kesulitan dan terkendala, baik waktu maupun jarak tempuh.

“Apabila akses jalan ini sudah dibuka, pengunjung tidak akan lagi terhalang pasang surutnya air seperti sekarang,” terangnya.

Akses jalan yang dimaksud tersebut, lanjut Sitas, yakni dari Pelabuhan Parit 21 menunu Terusan Mas, kemudian dilanjutkan ke Teluk Dalam melintasi Parit Hidayat.

“Badan jalannya sudah ada, karena kemarin ada yang pakai kendaraan bermotor dan sepeda dari Tembilahan Sampai ke Makam Tuan Guru Sapat,” imbuhnya./ Adi