Kawal Kenyamanan Umat Muslim Jalani Ibadah Puasa, Satpol PP Inhil Akan Lakukan Hal Ini

Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah. Foto: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) siap mengawal kenyamanan dalam menjalani ibadah puasa dibulan Ramadhan 1439 H.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah, belum lama ini.

“Kita akan melakukan Yustisi di berbagai lokasi demi kenyamanan umat muslim menjalani ibadah Puasa,” kata TM Syaifullah.

Ia menjelaskan, upaya pengawalan tersebut berupa melakukan razia penjualan Petasan atau lebih dikenal dengan Mercon yang dinilai mengganggu dan cukup berbahaya.

Kemudian, pihaknya juga akan menutup tempat hiburan malam seperti tempat karaoke dan permainan ketangkasan. Begitu juga dengan Warnet dan Biliyard.

Namun katanya, Warnet dan Biliyard himbauannya sedikit berbeda yakni hanya mengatur jam permainannya saja, sebab kedua usaha itu sifatnya umum.

“Kalau Biliyard boleh buka dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB, kemudian buka lagi jam 21.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB, begitu juga Warnet,” paparnya.

Disamping itu, Satpol PP juga bakal melakukan Yustisi tempat-tempat yang diduga adanya perbuatan maksiat seperti Hotel dan Wisma.

“Karena bukan berarti bulan puasa orang berenti melakukan maksiat, malah sebaliknya kita melihat tahun-tahun dulu kita evaluasi bahwa kejadian itu tetap terus ada walaupun bulan puasa. Dan bahkan, tidak menutup kemungkinan disiang hari mereka melakukan maksiat,” pungkasnya./mirwan/




Atasi Kemacetan parit 11, kakansatpol Inhil usul Lakukan Rekayasa lalin

kakansatpol Inhil, TM Syaifullah
kakansatpol Inhil, TM Syaifullah

Tembilahan (detikriau.org) – Kepala Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP) Kabupaten Inhil TM Syaifullah memberikan masukan menarik mengenai kemacetan yang berada di Jembatan Parit 11 Tembilahan Hulu yakni pemindahan jalur Lalulintas kendaraan.

Hal tersebut disampaikannya kepada detikriau.org melalui pesan elektronik miliknya. Rabu (16/7/14). Dikatakannya, bahwa rekayasa jalan sangat penting untuk mengurai kemacetan tersebut agar tidak berlarut-larut dikeluhkan masyarakat.

“Ini hendaknya menggunakan rekayasa lalulintas, karen hal ini tersebut sangat penting, yang mana kendaraan dari hulu dilarang untuk memasuki jembatan parit 11 tersebut,” papar TM Syaifullah.

Mantan Sekretaris Dishubkominfo Inhil ini pun kembali memaparkan bahwa kendaraan baik itu roda 2 dan 4 dialihkan melalui Jalan Sederhana Tembilahan yang tidak jauh dari jembatan tersebut.

“Lambat laun jika ini dilaksanakan pasti permasalahan kemcaetan akan selesai dan tidak berarut-larut seperti ini,” ungkapnya.
Terkait rekayasa lalu lintas tersebut, Kakan Satpol PP Inhil ini telah menyampaikan kepada Kadiahubkominfo Inhil Tantawi Jauhari.
“Kita sudah sampaikan ke Kadishub Inhil,” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa setiap harinya Satpol PP Inhil terus membantu untuk mengurai kemacetan yang berada dilokasi tersebut.

“Kita setiap hari membantu melakukan penguraian kemacetan dan juga terus melarang para pedagang berjualan disana,” imbuhnya

Namun, sambungnya kembali pedagang tidak bisa kita pindahkan karena mereka berjualan diatas halaman mereka dan hingga saat ini juga belum tersediannya tempat penampungan mereka di Pasar Kayu Jati.

Ia juga mengharapkan kerjasama masyarakat untuk membantu menertipkan jalan tersebut dengan cara tidak berbelanja dilokasi tersebut.
“Saran Sebaiknya kepada Masyarakat untuk tidak berbelanja di Parit 11 tetapi berbelanja di Pasar-pasar Resmi,” tandasnya (Ahmad Tarmizi)