BKD Inhil Sudah Kantongi 20 Nama Calon Camat

lejabTEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupateb Indragiri Hilir (Inhil) menyatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi 20 nama yang nantinya akan menjadi calon dan ditunjuk sebagai camat di Negeri Seribu Parit.

Nama-nama yang ada tersebut, merupakan hasil seleksi lelang jabatan camat di lingkungan Pemkab Inhil, yang telah dilakukan beberapa waktu lalu.

“Hasilnya sudah ada, tapi belum kita umumkan,” tutur Kepala BKD Inhil, Syaifuddin kepada awak media kemaren.

Belum diumumkannya nama-nama tersebut, lanjut Syaifuddin, dikarenakan masih menunggu keputusan dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) untuk ditentukan siapa dan akan diletakan di kecamatan mana yang bersangkutan.

“Jadi, kita menggunakan sistem rangking, yakni dari 1 sampai 20. Untuk rangking pertama, tentu akan ditempatkan di kecamatan yang paling potensial, begitu seterusnya,” terang Syaifuddin.

Untuk diketahui, dari 20 lowongan jabatan camat yang dilelang, telah diikuti sebanyak 32 orang. Dari jumlah tersebut, dipilihlah mereka-mereka yang dinilai dan berkompeten menduduki jabatan penting di tingkat kecamatan ini.

“Mereka yang tidak terpilih, akan diangkat menjadi Sekretaris Camat (Sekcam) atau Kepala Bidang (Kabid) pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Inhil,” imbuhnya.(adi/adv pemkab inhil)




Hadiri Rakerkesnas di Batam, Kadiskes Inhil Nyatakan Komit Bangun dan Tanggulangi Masalah Kesehatan

Alvi Furwanti AlwieTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyatakan tetap berkomitmen, untuk membangun dan menanggulangi masalah kesehatan yang ada di daerah setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini saat menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Tahun 2015, Kamis (5/3/2015).

Kegiatanyang dipusatkan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini dihadiri jajaran Kementerian Kesehatan, Bappenas, Kemendagri, BPJS, Diskes Provinsi, Kabupaten dan Kota Wilayah Barat, serta perwakilan Rumah Sakit Umum Daerah.

Adapun tema yang diangkat pada kegiatan tersebut, yakni “Pembangunan kesehatan dari pinggir ke tengah dalam pemantapan Program Indonesia Sehat, untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia”.

Dikatakan, saat ini pihaknya terus berupaya menghasilkan berbagai langkah dan terobosan, guna penanggulangan masalah kesehatan, perbaikan kinerja dan menyatukan langkah dalam pembangunan kesehatan di Negeri Seribu Parit ke depan.

“Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, kita semua perlu kerja lebih keras lagi, dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait, termasuk lintas sektor, pihak swasta dan masyarakat,” tutur Alvi.

Selain itu, diperlukan upaya-upaya yang lebih serius dan fokus dengan berbagai pendekatan, mulai dari perbaikan infrastruktur, pelayanan kesehatan beserta pendukungnya, kompetensi tenaga kesehatan, transportasi, penyehatan lingkungan, pemukiman sehat, pasar sehat, air bersih dan pelayanan kesehatan yang komprehensif.

“Program Indonesia Sehat adalah upaya untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperilaku sehat, hidup dalam lingkungan sehat, serta mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, yang semuanya itu dapat tercapai dengan dukungan dan kerjasama dari seluruh pihak,” terangnya.(adi/adv)




Pemilik Badan Usaha Diimbau Daftarkan Tenaga Kerjanya pada BPJS

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pemilik badan usaha di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya, baik pada BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup), H Rosman Malomo dalam sambutannya saat membuka Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan dan pertemuan bersama semua badan usaha swasta di wilayah Kabupaten Inhil, di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Kesehatan Tembilahan, Senin (2/3/2015).

Dikatakan Wabup Rosman, dari 222 badan usaha swasta dengan 41.883 tenaga kerja, baru 37 badan usaha yang sudah mendaftar pada BPJS Kesehatan, dengan jumlah pekerja yang sudah terdaftar sebanyak 6.190 orang.

“Kita berharap semua badan usaha untuk dapat melakukan registrasi dan mendaftarkan semua karyawannya,” Himbau Wabup

Padahal, lanjut Wabup Inhil dua periode ini, masyarakat terutama serikat pekerja dan pengusaha, sangat membutuhkan informasi yang baik dan benar tentang teknis pelaksanaan BPJS.

“Misalnya, informasi tentang manfaat, iuran, pendaftaran kepesertaan, sanksi dan informasi lain yang berhubungan dengan BPJS ini,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan adanya sosialisasi tersebut, mantan Ketua DPRD Inhil ini berharap dapat lebih meningkatkan hubungan kemitraan antara BPJS Kesehatan dengan seluruh badan usaha swasta yang ada di Negeri Seribu Parit.

“Sedangkan Pemkab Inhil, juga akan terus melakukan koordinasi dengan BPJS, untuk lebih menjamin kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Ditemui usai kegiatan, Kepala Disnakertras Inhil H Masdar juga menyatakan bahwa seharusnya per Januari 2015 pihaknya sudah harus mendaftarkan semua pekerja Badan Usaha, namun dikarenakan ada beberapa kendala maka sedikit tertunda.

“Sekarang sudah bulan Maret, dibulan ini kita upayakan akan rampung dan terselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Yessy Rahmi mengaku telah menyurati semua Badan Usaha yang ada di kabupaten Inhil dengan tujuan agar semua Badan Usaha tersebut bisa mengetahui makna dari program BPJS Kesehatan, terlebih mendaftarkan diri untuk menjadi peserta BPJS.

“Ini sudah salah satu upaya untuk mengoptimalkan sosialisasi bagi Badan Usaha yang ada di kabupaten Inhil ini,” imbuh Yessy.(adi/mirwan/adv pemkab inhil)




Menlu: Indonesia Tetap Jalankan Eksekusi Mati

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

BOGOR — Pemerintah Indonesia akan tetap menjalankan eksekusi mati pada dua warga negara Australia sekalipun ada ancaman boikot wisatawan dari Negeri Kangguru tersebut. Menteri Luar Negeri Retno Marsoedi mengatakan, pemerintah Indonesia tetap konsisten menjalankan eksekusi mati karena tak ada aturan yang dilanggar.

“Dalam International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) Pasal 6, hukuman mati bisa dilakukan untuk kejahatan serius. Dan di Indonesia, kejahatan narkoba adalah kejahatan serius,” ujarnya di Istana Bogor, Senin (16/2).

Dalam hukum positif di Indonesia, kata dia, tercantum hukuman mati bagi pelaku kejahatan serius. Karenanya, pemerintah meminta Australia menghormati hukum yang berlaku di Indonesia. Lagipula, Retno menilai, pemerintah Australia tidak bisa melarang warganya untuk datang ke Indonesia.

“Saya pikir rakyat Australia akan cerdik ke mana mereka akan berlibur,” kata menteri luar negeri wanita pertama di Indonesia tersebut.

Retno menambahkan, narkoba telah merusak masa depan jutaan generasi muda di Indonesia. Sebagian bahkan sudah tak bisa direhabilitasi. Oleh karena itu, ia menilai wajar jika hukuman mati diberikan pada para gembong narkoba.

“Kok masa depan anak-anak itu tidak pernah dijadikan pertimbangan utama? Justru hukuman pada kriminal narkoba yang ditonjolkan,” ucap Retno.

Ke depan, ia mengatakan Indonesia akan tetap menjalin hubungan baik dengan Australia. Meski demikian, penegakan hukum akan tetap berjalan. (republika)




Satelit Tera dan Aqua Deteksi 10 Titik Api di Inhil

kebakaran_sebanagauTEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun dalam beberapa hari belakangan ini sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, namun tidak membuat daerah tersebut terbebas dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya 10 titik api yang terpantau oleh Satelit Tera dan Aqua pada Minggu (8/2/2015), yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Inhil, yakni Kecamatan Pulau Burung, Pelangiran, Teluk Belengkong, Mandah, Gaung dan Kecamatan Kempas.

“Kemarin, jumlah titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil kembali mengalami peningkatan. Dimana, berdasarkan pantauan Satelit Tera dan Aqua, ditemukan sebanyak 10 titik api,” tutur Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Senin (19/2/2015).

Dijelaskan Ardi, munculnya titik api tersebut, dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh oknum masyarakat tertentu yang sedang membersihkan atau membuka lahan baru.

Oleh karena itu, munculnya titik api ini harus segera diantisipasi oleh semua pihak terkait terutama aparat dan masyarakat setempat, sehingga titik api yang ditemukan dapat segera diminimalisir dan tidak semakin meningkat jumlahnya.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya titik api ini, kita minta masyarakat yang berkebun dan berladang, tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk membersihkan ataupun membuka lahan baru. Sebab, resiko yang ditimbulkan nantinya sangat besar, seperti terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Adapun wilayah-wilayah yang ditemukan titik api, diantaranya 1 titik di Desa Sri Danai Kecamatan Pulau Burung, 1 titik di Desa Saka Palas Jaya dan 3 titik di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, serta 1 titik di Desa Gembaran Kecamatan Teluk Belengkong.

Kemudian, 2 titik di Kecamatan Mandah, tepatnya di Desa Pelanduk dan Batang Tumu, 1 titik di Desa Teluk Kabung Kecamatan Gaung dan 1 titik lagi di Desa Pekantua Kecamatan Kempas.(adi)




Perindag Nyatakan Apel Beracun Tidak Lagi Beredar diPasaran Inhil

apel beracunTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan tidak ada lagi apel import asal amerika terkontaminasi bakteri beracun yang diperjualbelikan di pasaran.

“Tadi kami bersama dengan Balai POM Dinas Kesehatan Inhil sudah turun untuk cek langsung ke lokasi, hampir kita pastikan apel tersebut sudah tidak lagi diperdagangkan dipasaran. Terkecuali kita temukan 3 biji yang diduga impor Amerika namun tidak lagi bermerk,” sebut Kadis Perindag Inhil, H Fahrolrozy, Kamis (29/1/2015).

Diterangkannya bahwa buah apel impor amerika itu ada dua jenis warna merah dan hijau yang biasa dijual dengan merek Granny’s Best dan Big B yang diproduksi oleh Bidart Bros, Bakersfield, California dengan kode produksi CA 93312, dan kedua jenis itu berbahaya untuk dikonsumsi karena mengandung bakteri yang bisa menggangu kesehatan. Menyikapi hal itu, pihaknya bersama Balai POM Diskes Inhil langsung mengecek ke lokasi penjualan buah.

Untuk kota Tembilahan ini masuknya buah tersebut melalui dua jalur yakni dari Pekanbaru dan Batam. Dikarenakan dua hari yang lalu baik Batam maupun Pekanbaru peredarannya sudah ditarik kembali, maka untuk kota Tembilahan dan sekitarnya aman dari masuknya buah berbahaya tersebut.

“Kita sudah tidak mendapatkan pasokan lagi dari pekanbaru dan dari batam. Karena 2 hari yang lalu dari kedua jalur itu sudah ditarik peredarannya,” Ujar salah seorang pedagang buah di kota Tembilahan.

Diingatkannya, dari berbagai informasi beredarnya apel impor Amerika ini untuk kota Tembilahan sudah aman. Meski masih banyak buah apel yang dipasarkan namun merupakan apel merah asal kota Malang. “Jadi, tidak semua apel warna merah dari amerika”. Tambah pedagang ini.

Sebagaimana ramai diberitakan, kkedua apel ini diduga terkontaminasi oleh bakteri Listeria Monocytogenes yang berbahaya bagi kesehatan manusia.  Bakteri yang ada dalam kedua jenis apel ini bisa menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan keguguran pada wanita hamil. Bahkan orang sehat juga dapat terinfeksi dan kemungkinan dapat menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, dan diare.(mirwan)