Kabut Asap, Kemenag Inhil Ikuti Kebijakan Pemda Liburkan Sekolah

TEMBILAHAN (detikriau.org ) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) turut meliburkan Madrasah-madrasah dibawah naungannya terkait pekatnya kabut asap. Namun kebijakan tersebut mengikuti kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Inhil.

“Jika Pemda meliburkan sekolah, secara otomatis madrasah di sekitarnya juga turut libur. Ini telah kita sampaikan kepada seluruh madrasah di Inhil mulai jenjang MI, MTs hingga MA,” ujar Kepala Kemenag Kabupaten Inhil H Azhari melalui Kasi Pendidikan Madrasah, H Jisman Arif kepada detikriau.org, Selasa (15/9/2015).

Dijelaskan, hal tersebut dikarenakan Pemda lebih mengetahui secara teknis apa bahaya asap terkini dan bagaimana cara menghindarinya. Pada intinya, Kemenag percaya terhadap kebijakan Pemda Inhil.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya menegaskan, sampai hari ini (15/9, red) pihaknya masih meliburkan sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA.

Akan tetapi, himbauan libur tersebut sifatnya hanya kondisional dan untuk daerah tertentu saja. Dicontohkannya seperti kabut asap di Kemuning sangat pekat dan harus libur, namun jika di kecamatan lain kondisi asap menipis tetap harus beraktivitas belajar-mengajar seperti biasa.

“Kita dari Disdik minimal dua hari sekali memantau kondisi asap untuk memastikan apakah tetap harus libur atau tidak, sampai saat ini kondisi kita masih belum stabil dan pelajar kitapun tetap diliburkan,” paparnya. (mirwan)




Belum Tuntaskan APBDes, Bupati Wardan Warning 20 Desa di Inhil

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan memberikan warning kepada 20 desa dari sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil.

Peringatan ini disampaikan terkait dengan masih belum tuntasnya penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di 20 desa tersebut.

Dikatakan Bupati, berdasarkan laporan yang diterima dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Inhil, diketahui bahwa masih ada sebanyak 20 desa yang belum menyelesaikan APBDes-nya.

“Kalau APBDes ini tidak selesai, maka tidak ada pencairan dana bagi desa bersangkutan. Jadi, saya akan bertindak tegas dengan memanggil kadesnya,” tutur Bupati Wardan dalam sambuannya saat membuka pelatihan peningkatab kapasitas bagi Kades dan BPD, di aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan, Selasa (8/9/2015).

Pemanggilan kades tersebut, lanjut Bupati Wardan, bertujuan untuk mengetahui secara langsung apa yang menjadi kendala dan permasalahan di lapangan, sehingga penyusunan APBDes ini terhambat, guna dicari solusi dan jalan keluarnya.

“Saya berikan waktu paling lambat dalam minggu ini sudah harus selesai dan diserahkan ke BPMPD,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal menjelaskan, keterlambatan penyelesaikan APBDes di 20 desa ini, berkemungkinan dikarenakan belum tuntasnya penyusunan Laporan Pertanggungjawaban kegiatan di tahun sebelumnya.

“Kita tunggu paling lambat tanggal 15 September nanti sudah harus diserahkan, sehingga tanggal 20 September mendatang bisa dilakukan pencairan dana DMIJ tahap II,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Manggala Agni INHU Terus Upayakan Pemadaman Karhutla

Rengat (detikriau.org) – Manggala Agni Kabupaten  Indragiri Hulu (Inhu) terus berupaya untuk memadamkan kebakaran lahan yang terjadi wilayah  Inhu. Hal tersebut dikatakan  oleh kepala Ops Manggala Agni  Kab. Inhu, Ismail kepada wartawan, Sabtu (5/9).

“Hingga saat ini, tim kita terus upayakan pemadaman yang terjadi di desa Rawa Mangun dan Rawa Asri, kecamatan Rengat  serta desa Penyaguan, Kecamatan Gangsal  ”, ungkapnya.

Disambungnya, dalam upaya memadamkan kebakaran tersebut, pihaknya sudah menurunkan sebanyak 4 (empat) tim,  yang masing-masingnya beranggotakan delapan orang “kita menurunkan empat tim dan masing-masing tim dibekali dengan satu unit mesin pemadam.”, ucapnya.

Disampaikannya, karhutla sudah menyebabkan asap tebal di wilayah Inhu dan sangat menggangu jarak pandang “asap pada pagi hari sangat tebal dengan jarak pandang hanya berkisar 200 meter namun siang sudah sedikit menipis karena dibawa angin”, sebutnya.

ditambahkan Ismail, pihaknya tidak akan pernah bosan dan akan terus memadamkan kebakaran yang terjadi di wilayah Inhu hingga tuntas“kita juga menghimbau masyarakat untuk bersama-sama membantu petugas dalam upaya memadamkan api”, tutupnya. (Zal)




Lapas Tembilahan Kekurangan Sumber Air Bersih

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tembilahan, Jalan Prof M Yamin kekurangan sumber air. Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan, Tommy pada acara penyerahan remisi umum dan dasawarsa warga binaannya di ruang serba guna Lapas Tembilahan, Senin (17/8/2015) kemaren.

“Kami di sini masih kekurangan sumber air meski beberapa waktu lalu kita telah menerima bantuan satu sumber air sumur bor dari Pemkab Inhil,” katanya.

Dengan demikian, ia kembali berharap ada bantuan lagi dari Pemkab Inhil untuk membantu memfasilitiasi sumber air, minimal satu sumur bor lagi. Sebab katanya, kebutuhan air di dalam Lapas tersebut sangat banyak. Kini jumlah warga binaan Lapas itu lebih dari 600 orang.

Dalam hal itu, Bupati Inhil HM Wardan menanggapi akan kembali mengupayakan penyaluran bantuan sesuai kebutuhan Lapas Kelas II A Tembilahan. Namun katanya harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Prosedur kita harus melalui Musrenbang dan pokok-pokok pikiran dari anggota DPRD Kabupaten Inhil yang kemudian akan dibahas secara bersama,” ungkap Wardan saat menghadiri acara tersebut.

Lebih lanjut ia mengatakan, setelah dapat hasilnya, barulah masuk dalam penyusunan anggaran 2016 mendatang. (mirwan)




Pelabuhan Parit 21 Bukan Objek Wisata Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelabuhan parit 21 Tembilahan bukanlah objek wisata Indragiri Hilir (Inhil).

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil Rudiansyah melalui Sekretaris Dinas, Parisman kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2015).

“Pelabuhan itu bukan tempat wisata, yang namanya tempat wisata alam di Inhil ini seperti pantai solop di kecamatan Mandah, air terjun 86 di kecamatan Kemuning dan beberapa wisata lainnya,” kata Parisman.

Mungkin katanya, tempat-tempat wisata di Inhil ini jauh dari pusat pemukiman dan akses menuju ke lokasipun masih kurang mendukung sehingga pengunjung pun terbilang minim. Akibatnya, titik-titik rekreasi biasa yang dikunjungi para wisatawan, seperti dermaga parit 21.

Bahkan diakuinya, mayoritas masyarakat Inhil kini memang sedang haus dengan tempat hiburan. Namun katanya harus disadari bersama, Inhil ini memang sulit untuk mengembangkan wisata-wisata yang ada. Pantai solop contohnya, akses menuju ke lokasi harus membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk berwisata, begitu juga air terjun 86 dan lainnya.

“Itulah permasalahannya, tapi kedepan Pemkab telah menganggarkan infrastruktur menuju air terjun 86 dengan jalan sepanjang 800 meter, ini salah satu upaya untuk menghidupkan objek wisata Inhil, khususnya objek wisata alam,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan pantauan lapangan, dermaga ataupun pelabuhan parit 21 Tembilahan itu kini ramai disinggahi masyarakat Inhil, apalagi pada moment-moment tertentu seperti lebaran dan haari-hari libur lainnya. Dengan ramainya pengunjung, pelabuhan tersebut nyaris dianggap tempat wisata oleh masyarakat Inhil, karena keramaiannya hampir melebihi objek wisata alam Inhil yang ada. (mirwan)




Inilah Tanda dan Yang Harus Dilakukan Menjelang Persalinan

Bayi
Bayi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terutama kaum ibu yang sedang hamil dan mendekati proses kelahiran diajak, untuk mengetahui apa saja tanda-tanda dan yang harus dilakukan menjelang persalinan.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie dalam upaya mencegah dan mengantisipasi terjadinya berbagai hal yang tidak diinginkan, serta menekan angka kematian ibu dan bayi saat proses persalinan.

Adapun tanda-tanda persalinan yang harus diketahui dan biasanya dirasakan langsung oleh para ibu, diantaranya :

  1. Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan kuat.
  2. Rahim terasa kencang bila diraba, khususnya pada saat mulas.
  3. Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir.
  4. Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir.
  5. Merasa seperti mau buang air besar.

Oleh karena itu, bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, makanyang harus dilakukan adalah :

– Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter).

– Tetap tenang dan tidak bingung.

– Ketika merasa mulas bernafas panjang, mengambil nafas melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut, untuk mengurangi rasa sakit. (adi/adv)