Kesbangpol Inhil Taja Penyuluhan Terorisme

Wakil Bupati membuka Sosialisasi Pencegahan Terorisme TH 2014
Wakil Bupati membuka Sosialisasi Pencegahan Terorisme TH 2014

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) gelar penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya terorisme di Kabupaten Inhil tahun 2014 bertempat di aula Dispenda Inhil Tembilahan, Senin (29/12/2014).

Menurut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Inhil, H Sirajuddin mengatakan bahwa kegiatan penyuluhan ini bersempena dengan Hari Bela Negara yang telah diperingati pada upacara tanggal 19 Desember 2014 yang lalu yang merupakan sebuah upaya untuk memenuhi amanat UU Dasar Negara RI tahun 1945. Peraturan pergantian UU RI Nomor 1 tahun 2002 tentang tindak pidana pemberantasan terorisme, UU RI Nomor 9 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pendanaan terorisme.

“Pada hakikatnya keseluruhan peraturan perundang-undangan itu bertujuan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia, dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia,” kata H Sirajuddin.

Oleh sebab itu lanjutnya, Pemerintah Daerah yang merupakan bagian integral dalam sistem Pemerintah RI melalui Badan Kesbangpol melaksanakan penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya terorisme yang melibatkan elemen dan komponen bangsa yang berasal dari unsur apparatur daerah, pengurus ormas, forum kerukunan umat beragaman, forum pembauran kebangsaan, organisasi perempuan, kemahaisiswaan dan pemuda dan lainnya.

“Total keseluruhan jumlah peserta tersebut 160 orang dari beberapa elemen dan komponen yang dilibatkan pada penyuluhan ini,” tuturnya.

Melalui penyuluhan ini, ia mengharapkan dapat menjadi media memperteguh komitmen kebangsaan dalam upaya mencegah lahir dan tumbuh kembangnya terorisnya tersebut. Sehingga, kedepan mampu terciptanya kedamaian dan kesejahteraan lebih lagi dari saat ini.

Sementara itu, Wakil Bupati Inhil H Rosman Malomo mengatakan dalam sambutannya sekaligus membuka resmi bahwa kegiatan serupa penyuluhan tersebut telah dikeluarkan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri RI tentang peran aktif Kepala Daerah dalam penanganan penyebaran paham dan ideologi gerakan ISIS Indonesia dengan nomor surat 450/3806/SJ tanggal 7 Agustus 2014 yang ditujukan kepada Gubernur, Walikota dan Bupati di seluruh daerah untuk melakukan usaha dan langkah penanganan sebagai tindakan antisipasi. (mirwan/adv pemkab inhil)




Wabup Inhil Buka Kegiatan Penyuluhan Terorisme

“Tajaan BKBPPM Provinsi Riau bekerjasama dengan Kesbangpol Inhil”

 

Wabup Inhil memberikan sambutan pada acara tajaan BKBPPM Provinsi Riau dan Kesbangpol Inhil
Wabup Inhil memberikan sambutan pada acara tajaan BKBPPM Provinsi Riau dan Kesbangpol Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo membuka acara penyuluhan tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya terorisme. Kegiatan tajaan BKBPPM Provinsi Riau bekerjasama dengan Kesbangpol Inhil yang dilaksanakan di ruang pertemuan salah satu Hotel di Tembilahan ini menghadirkan narasumber dari BKBPPM Riau, Kesbangpol Inhil, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf, FP Tarigan dan Wadirbinmas Polda Riau, AKBP Nanang Purnomo. kamis (4/9/2014)

 

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat penting dalam rangka menyelaraskan pemahaman dan wawasan guna mewujudkan persamaan persepsi dan gerak dalam menghadapi terorisme serta potensi konflik yang dapat membahayakan bangsa dan negara.

Menghadapi tantangan dan persaingan yang semakian ketat dalam era globalisasi dan perubahan yang cepat dan mendasar, bangsa Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan dalam negeri yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, antara lain dalam bentuk gerakan separatisme, gerakan radikal kanan dan kiri, serta terorisme.

Keberadaan terorisme di Indonesia kata Wabup merupakan kejahatan bersifat lintas negara, terorganisir dan mempunyai jaringan luas yang mengancam perdamaian, keamanan daerah, nasional maupun internasional. Kondisi ini, sangat nyata dan serius membahayakan keamanan bangsa dan negara.

“Dengan kondisi tersebut, penanganan serius secara terpusat, terpadu dan terkoordinir dengan semua elemen masyarakat di semua lini haruslah dimulai sejak dini,” Ujar Wabup

Dalam kesempatan ini Wabup juga menyampaikan harapan agar Pemda dan seluruh komponen masyarakat untuk saling bahu-membahu secara sinergis dan berkesinambungan. Dengan demikian hal-hal negatif yang berpotensi muncul dapat dieliminasi bahkan hilang dari kehidupan sosial di masyarakat.

“Kata kuncinya adalah kolaborasi sinergis, baik dalam internal organisasi maupun sesama masyarakat, karena itu hal ini perlu kita bangun terus dengan peningkatan rasa kebersamaan dan kolaborasi lintas sektoral, agama, etnis, suku dan ras seperti yang selama ini sudah dilaksanakan, dengan demikian maka Riau dan Indragiri Hilir khususnya, akan menjadi daerah yang aman.” Tandas Wabup

Sementara itu menurut Panitia kegiatan, Kasubbid Pemantauan dan Analisis Potensi Konflik Badan Kesbangpollinmas Provinsi Riau, Frida menyatakan bahwa tujuan acara penyuluhan ini adalah untuk mempersiapkan masyarakat agar memahami masalah terorisme serta memiliki deteksi dini untuk mencegah bahaya terorisme mulai dari penangkalan, pencegahan, penanggulangan dan penanganan akibat yang ditimbulkan oleh aksi terorisme.

Kaban Kesbangpolinmas Provinsi Riau, Nizhamul melalui Kabid pemantauan masalah strategis dan fasilitasi penanganan konflik, Hermansyah sebagai pembicara menyatakan bahwa setakat ini untuk Provinsi Riau belum ditemukan adanya kelompok ISIS.

Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan jaringan atau mantan-mantan teroris yang telah kembali kemasyarakat terpengaruh dan mempengaruhi masyarakat Provinsi Riau yang lainnya untuk mendukung ISIS.

“melalui kegiatan penyuluhan seperti ini kita berharap akan dapat melakukan pencegahan dini agar paham-paham radikal seperti itu tidak tumbuh dan berkembang dimasyarakat kita,” Tutupnya. (dro/adv pemkab Inhil)