Pompong Bermuatan 6 Ton Sembako Tenggelam Diterjang Ombak, 1 Orang Tewas

KATEMAN (detikriau.org) – Perahu Motor Kintan GT 3 bermuatan 6 ton tenggelam akibat diterjang gelombak di perairan Tanjung Jungkir Sungai Guntung Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (25/2/2016) sekitar pukul 10.00 WIB.

Perahu Motor kecil yang lajim disebut Pompong oleh warga Inhil itu berisikan 2 orang penumpang, Fikri (47) warga jalan Gerilya Gang Sepakat Jaya Tembilahan dan Marzuki alias Kutat (36) warga parit 5 Kelurahan Bandar Sri Gemilang Kecamatan Kateman

“Nyawa Fikri tidak tertolong lagi karena kehabisan pernafasan ketika mengapung di perairan,” kata PAUR Humas Polres Inhil, Iptu Warno Akman.

Dijelaskan, awal kejadian bermula ketika pompong bermuatan sembako tersebut sedang dalam perjalanan dari pulau Batam menuju Sungai Guntung. Setibanya di TKP, pompong dihantam gelombang dan mengakibatkan mesin tidak stabil.

Saat itu lanjut Warno, Kutat sempat menghubungi keluarganya di Moro Provinsi Kepri untuk meminta pertolongan. Mendapat kabar, keluarga korban segera ke laut dengan menggunakan Speedboat, namun speedboat yang digunakannya juga mengalami gangguan.

Merasa tak mampu memberikan pertolongan, keluarga korban segera menghubungi rekannya yang sedang melaut untuk memberikan bantuan ke sekitaran TKP.

Sekitar pukul 11.00 WIB Kutat berhasil diselamatkan. Namun tak lama berselang, rekan korban Fikri ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi mengapung.

“Korban ditemukan, namun pompong sampai saat ini belum ditemukan. Kerugian materil hingga saat ini belum dapat ditaksir,” tutupnya. Mirwan




Tertimpa Kayu, Tug Boat Asenho Tenggelam

Kempas (detikriau.org) –Tug Boat Asenho 296 yang di nahkodai TB Pakpahan tenggelam, setelah tertimpa ratusan kayu cip ketika bersandar di salah satu sisi tongkang di perairan Indragiri Desa Bayas Kecamatan Kempas.

Dikatakan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kasat Polair AKP Supendi mengatakan bahwa saat kejadian 8 anak buah kapal (ABK) sedang berada di sekitar tug boat malang tersebut.

“Untungnya tidak ada korban jiwa. Sesaat sebelum kejadian para ABK berhasil menyelamatkan diri,” kata Supendi, Rabu (7/1).

Dugaan sementara, kecelakaan tersebut akibat kelalaian nakhoda. Karena tidak terdapat unsur kriminal, Polair menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwenang seperti Syehbandar.

Menurut informasi, sebelumnya tug boat ini akan menarik Tongkan Java Sea Horse. Karena sesuatu dan lain hal, nakhoda mengarahkan tugboat untuk merapat ke bagian sisi tongkang yang sarat dengan muatan kayu.

“Serkitar 00.30 WIB tongkang terlihat miring karena ditimpa kayu, hingga akhirnya tenggelam setelah tak mampu menopang beban itu,” katanya. (dro/*1)