5 Petugas TKHI Disiapkan Dampingi JCH Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 5 petugas dari Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) telah disiapkan, untuk mendampingi para Jama’ah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) saat berada di Tanah Suci.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia saat ditemui detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, belum lama ini.

Dikatakan Devi, keberadaan 5 petugas TKHI ini, dimaksudkan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi JCH yang masuk dalam porsi keberangkatan ke Tanah Suci tahun 1436 H.

“Para petugas TKHI ini terdiri dari 2 dokter, yaitu dr Nursamsir dan dr eka Alpasra, serta dibantu 3 perawat, yakni Hj paridah, H taslim dan Andriana,” tutur Devi.

Adapun tugas dan tanggung jawab para petugas TKHI tersebut, diantaranya memberikan pengobatan bagi setiap JCH yang sedang mengalami sakit dan mengontrol kesehatan seluruh JCH.

“Dengan adanya petugas TKHI ini, diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal bagi JCH, sehingga seluruh rangkaian Ibadah Haji dapat dilaksanakan JCH dengan baik dan sempurna, guna memperoleh Haji yang mabrur,” imbuhnya. (adi/adv)




Tingkatkan Keselamatan Ibu dan Bayi, Kadiskes : Persalinan Sebaiknya Ditolong Tenaga Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie menyebutkan bahwa pada proses persalinan sebaiknya ditolong oleh tenaga kesehatan.

“Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan ini adalah proses melahirkan dengan bantuan bidan, dokter dan tenaga para medis lainnya,” tutur Kadiskes saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, beberapa waktu lalu.

Hal ini menurutnya penting untuk menjadi perhatian seluruh masyarakat, khususnya para ibu yang akan memasuki masa kelahiran. Pasalnya, tenaga kesehatan merupakan orang yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih terjamin.

Selain itu, lanjut mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini, apabila terdapat kelainan pada proses persalinan bisa diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit.

“Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan ini, menggunakan peralatan yang aman, bersih dan steril, sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan lainnya,” terang Alvi.

Oleh karena itu, Kadiskes menganjurkan kepada seluruh masyarakat terutama kaum ibu yang akan melahirkan, hendaknya dapat melakukan proses persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di daerah masing-masing.

“Dengan begitu, apabila terjadi hal-hal yang di luar kebiasaan, dapat diketahui dan diambil langkah penyelamatan,” imbuhnya. (adi/adv)




Sempena Bulan Bhakti IBI KB Kes, Masyarakat di Kateman Ikuti Pemasangan Implan Gratis

image-4TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puluhan masyarakat di Kecamatan Kateman mengikuti proses pemasangan implan gratis yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dari UPT Puskesmas setempat, akhir pekan kemarin.

Kegiatan yang dipusatkan di Kelurahan Bandar Sri Gemilang, Sungai Guntung ini sempena dengan peringatan Bulan Bhakti IBI KB Kes tahun 2015.

Turut hadir saat itu, perwakilan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Inhil, pengurus IBI Ranting Kecamatan Kateman, jajaran Puskesmas, TP PKK, serta Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Kateman.

image-3Kepala UPT Puskesmas Kateman, Zainuddin SKM mengatakan, pemasangan implan atau yang dikenal juga dengan sebutan alat kontrasepsi bawah kulit ini dimaksudkan untuk menekan angka kelahiran guna mensukseskan program Keluarga Berencana (KB) yakni cukup dengan dua anak saja.

“Dengan kegiatan ini kita harapkan masyarakat dapat ikut bersama-sama mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam upaya mewujudkan keluarga yang sejahtera,” kata Zainuddin.

Selain menggelar pemasangan implan gratis, pada kesempatan itu juga dilakukan penyuluhan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan pembukaan kelas ibu hamil. (adi/adv)




Tenaga Kesehatan Diminta Berikan Pelayanan Maksimal Bagi Masyarakat

Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim dalam sebuah kegiatan belum lama ini
Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan Ahim dalam sebuah kegiatan belum lama ini

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta untuk meningkatkan kinerjanya, salah satunya melalui penyediaan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Sekretaris Dinas, Ridwan Ahim beberapa waktu yang lalu.

Dikatakan, mengingat bidang kesehatan merupakan salah satu prioritas pembangunan Pemkab Inhil ke depan, maka seluruh pihak terkait terutama tenaga kesehatan haruslah mampu bekerja dengan lebih optimal lagi, dalam upaya menyediakan layanan kesehatan yang layak dan baik bagi seluruh masyarakat.

Selanjutnya, mantan Kepala Bagian Humas Setdakab Inhil ini berpesan kepada seluruh jajaran di lingkungan Diskes, untuk terus menjalin kerjasama dengan seluruh lintas sektor dan mitra kerja agar program pembangunan di bidang kesehatan dapat berjalan dengan baik dan terarah, demi mencapai derajat kesehatan yang optimal menuju Kabupaten Inhil sehat.

“Terus lakukan koordinasi dan konsultasi dengan berbagai pihak terkait, karena kita ingin selain sebagai wadah menciptakan warga sehat, juga turut andil menjadi bagian yakni sebuah ikatan keluarga dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, khususnya dalam memberikan layanan kesehatan yang baik dan maksimal,” imbuhnya.(adi/adv)




Aparatur dan Tenaga Kesehatan Diminta Terus Upgrade Informasi dan Pengetahuan

Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Ridwan Ahim
Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Ridwan Ahim

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh aparatur dan tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk terus mengupgrade informasi dan pengetahuannya terutama yang berkaitan langsung dengan upaya peningkatan kinerja dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, Ridwan Ahim saat membuka rapat evaluasi tribulan program Puskesmas se-Kabupaten Inhil, yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes, Jalan M Boya Tembilahan, kemarin.

Dikatakan Ridwan, untuk mengupgrade informasi dan pengetahuan para aparatur dan tenaga kesehatan ini, bisa dilakukan dengan rutin membaca, khususnya buku-buku tentang program dan kebijakan, peraturan dan ketentuan, serta hal-hal lainnya yang memang berhubungan dengan dunia kesehatan.

“Ini dilakukan agar kita tidak ketinggalan dengan berbagai perkembangan dan kemajuan dunia saat ini,” tutur Ridwan.

Selain itu, lanjut mantan Kabag Humas Setda Inhil ini, dengan bertambahnya ilmu dan pengetahuan para aparatur dan tenaga kesehatan, tentu akan menunjang serta lebih memudahkan dalam pelaksanaan program dan kegiatan di lapangan.

“Dengan begitu, insya Allah kinerja kita dapat terus ditingkatkan dan seluruh program serta kebijakan pemerintah di bidang kesehatan bisa berjalan dengan baik, lancar dan sukses, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya.(adi/adv)




Bayi tak Diimunisasi dan Ditimbang, Siti Munziarni : Petugas Harus datang Langsung Ke Rumah Sasaran Berikan Pelayanan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Turun ke Posyandu merupakan tanggung jawab seluruh tenaga kesehatan terutama para bidan, yang bertugas di Puskesmas. Oleh karena itu, tanpa dibantu dan diminta pun harus melaksanakannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni dalam paparannya saat memberikan sosialisasi di Puskesmas Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), beberapa waktu lalu.

Dikatakan Munziarni, Bidan PTT bertugas untuk mengisi kekosongan Bidan PNS di daerah pedesaan. Jadi, apabila ditemukan adanya bayi yang tidak diberikan imunisasi dan ditimbang oleh orang tuanya, maka petugas harus mendatangi langsung ke rumah-rumah sasaran.

“Langkah ini bertujuan, untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung bagi bayi tersebut,” tutur Munziarni.

Selanjutnya, Munziarni berpesan kepada seluruh tenaga kesehatan, untuk meningkatkan kerjasama dan saling memberikan dukungan, dalam upaya mensukseskan berbagai program kesehatan, khususnya di bidang KIA, KB dan Gizi.

“Laksanakanlah tugas dan tanggung jawab dengan sebaik dan semaksimal mungkin, karena keberadaan tenaga kesehatan terutama para bidan sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya.(adi/adv)