2015, DKP2 Targetkan Rubah Perwajahan Pemkaman di Ibukota Kabupaten

Gbr Ilustrasi Pemakaman
Gbr Ilustrasi Pemakaman

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) melalui Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman nyatakan komitmen dalam perawatan wajah pemakaman Inhil, khususnya Ibu kota Kabupaten.

“Kita akan upayakan untuk ciptakan perwajahan pemakam di Kota Tembilahan ini lebih indah dan teratur,” kata Kepala DKP2 melalui Kabid Pemakaman, Suhaimi Eka, Jum’at (30/1/2015).

Ia menyebutkan untuk kota Tembilahan akan dilakukan kegiatan penanaman pohon, pembuatan pagar makam dan badan jalan disekeliling pemakaman pada tahun 2015 ini. Dan rencanan tersebut akan dilakukan pada delapan titik pemakaman di kota Tembilahan.

Untuk kegiatan tersebut diperkirakannya akan dimulai pada bulan Mei mendatang. Setelah perwajahan pemakaman kota Tembilahan sudah rampung, maka pihaknya akan meluas ke lokasi pemakaman umum lainnya diseluruh kecamatan di Inhil.(mirwan/adv pemkab inhil)




10 Tahun Jalan Bunga 2 Rusak, Aktifitas Siswa di Dua SD Terganggu

Kondisi jalan Bunga 2 TembilahanTembilahan (detikriau.org) – Warga berharap agar pemerintah daerah segera melakukan perbaikan ruas jalan Bunga 2 Tembilahan. Mirisnya, selama kurang lebih 10 tahun lamanya jalan ini tidak pernah tersentuh pembangunan padahal dijalan itu berdiri dua sekolah dasar yakni SDN 007 dan SDN 008.

Disampaikan oleh salah seorang guru SD 007, Juneidi, sekitar 3 tahun yang lalu, pihak sekolah sudah pernah mencoba menyampaikan keluhan kepada pemerintah daerah khususnya instansi terkait mengenai kondisi jalan Bunga 2 yang tak kunjung diperbaiki namun keluhan itu tidak pernah ditanggapi. “Kita sduah sampaikan kondisi jalan menuju dua sekolah ini. Tapi ya sepertinya belum ada tanggapan,” Ungkap Junaidi

Rafika salah seorang siswi kelas 6 SDN 007 juga mengungkapkan rasa kecewa. “sudah hampir enam tahun rafika belajar disekolah ini tapi jalan tak kunjung baik. Kita pastinya repot apalagi disaat musim pasang tinggi dan hujan tiba. Seragam kami kerap kotor,” katanya.

Disamping itu ia juga mengeluhkan sepatu yang dipakai belum lama digunakan sudah rusak dan robek akibat jalannya penuh batu kerikil. Lebih parah lagi rafika mengatakan kendaraan sepeda yang biasa ia pakai kerap mengalami bocor ban.

Menanggapi hal ini, Pemkab Inhil melalui Kabid Bina Marga, H Jamaris menyatakan kalau tidak ada aral rintangan tahun 2015 ini jalan bunga 2 akan segera dilakukan peningkatan dan perbaikan.

“Insyaallah tahun 2015 ini kita lakukan perbaikan dan peningkatan badan jalan. Mudah-mudahan nantinya setelah diperbaiki bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya siswa SD untuk menjalankan aktifitasnya dengan lebih nyaman.” Sampaikannya. (rls)




Jambret Kembali Beraksi, Honorer PN Tembilahan Digasak Rp 6 Juta

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jambret kembali beraksi, kali ini korbannya seorang tenaga honorer Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan,  Esyi Ratnasari (23), harabendanya digasak oleh orang tak dikenal yang menggunakan sepeda motor. rabu (28/1/2015) kemaren

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres Inhil Iptu Warno Akman saat dihubungi awak media mengatakan bahwa kejadian itu bermula saat korban hendak pergi bekerja menggunakan sepeda motor miliknya, tiba-tiba ada sebuah sepeda motor yang memhampirinya dari arah belakang dan langsung merampas tas milik korban.

Peristiwa ini tepatnya terjadi di jalan Pendidikan Tembilahan di depan Gedung Islamic Center. Setelah itu, korban langsung melaporkan ke Mapolres Inhil untuk tindak lanjut.

Dijelaskan, isi tas korban yang raib itu berisi sebuah dumpet yang berisi uang tunai kurang lebih Rp 400 ribu, dua buah Hand Phone, serta surat-surat penting lainnya. “Dari kejadian yang dialami korban kala itu mengalami kerugian sebesar  Rp 6 juta,” kata Warno.(mirwan)




Perindag Nyatakan Apel Beracun Tidak Lagi Beredar diPasaran Inhil

apel beracunTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan tidak ada lagi apel import asal amerika terkontaminasi bakteri beracun yang diperjualbelikan di pasaran.

“Tadi kami bersama dengan Balai POM Dinas Kesehatan Inhil sudah turun untuk cek langsung ke lokasi, hampir kita pastikan apel tersebut sudah tidak lagi diperdagangkan dipasaran. Terkecuali kita temukan 3 biji yang diduga impor Amerika namun tidak lagi bermerk,” sebut Kadis Perindag Inhil, H Fahrolrozy, Kamis (29/1/2015).

Diterangkannya bahwa buah apel impor amerika itu ada dua jenis warna merah dan hijau yang biasa dijual dengan merek Granny’s Best dan Big B yang diproduksi oleh Bidart Bros, Bakersfield, California dengan kode produksi CA 93312, dan kedua jenis itu berbahaya untuk dikonsumsi karena mengandung bakteri yang bisa menggangu kesehatan. Menyikapi hal itu, pihaknya bersama Balai POM Diskes Inhil langsung mengecek ke lokasi penjualan buah.

Untuk kota Tembilahan ini masuknya buah tersebut melalui dua jalur yakni dari Pekanbaru dan Batam. Dikarenakan dua hari yang lalu baik Batam maupun Pekanbaru peredarannya sudah ditarik kembali, maka untuk kota Tembilahan dan sekitarnya aman dari masuknya buah berbahaya tersebut.

“Kita sudah tidak mendapatkan pasokan lagi dari pekanbaru dan dari batam. Karena 2 hari yang lalu dari kedua jalur itu sudah ditarik peredarannya,” Ujar salah seorang pedagang buah di kota Tembilahan.

Diingatkannya, dari berbagai informasi beredarnya apel impor Amerika ini untuk kota Tembilahan sudah aman. Meski masih banyak buah apel yang dipasarkan namun merupakan apel merah asal kota Malang. “Jadi, tidak semua apel warna merah dari amerika”. Tambah pedagang ini.

Sebagaimana ramai diberitakan, kkedua apel ini diduga terkontaminasi oleh bakteri Listeria Monocytogenes yang berbahaya bagi kesehatan manusia.  Bakteri yang ada dalam kedua jenis apel ini bisa menyebabkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan keguguran pada wanita hamil. Bahkan orang sehat juga dapat terinfeksi dan kemungkinan dapat menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, dan diare.(mirwan)




Tuntaskan Krisis Listrik, Warga Pinta PLN Tempatkan Tenaga Profesional

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat mendesak pihak PLN menempatkan tenaga professional untuk menduduki jabatan penting di jajaran PLN Rayon Tembilahan. Pemutusan pasokan listrik yang semakin hari semakin parah dinilai sudah sangat mengganggu aktifitas masyarakat.

Menurut salah seorang warga Tembilahan, Indra Gunawan, pemadaman yang kini semakin kerap terjadi jelas menunjukkan ketidakmampuan tenaga-tenaga yang menduduki jabatan strategis pada PLN Rayon Tembilahan. Selama ini menurutnya pihak PLN selalu menuntut masyarakat pelanggannya memenuhi semua kewajiban tepat waktu. Tidak mengindahkan, sanksi denda keterlambatan secara otomatis pasti diberlakukan.

Namun apabila PLN yang tidak mampu memenuhi kewajiban, masyarakat hanya diminta bersabar tanpa ada sedikitpun mendapatkan sanksi atas ketidakmampuannya.

“Ini namanya tidak adil. PLN hanya mau menang sendiri. Kita masyarakat selalu menjadi pihak yang dirugikan. Bayar telat, rekening tagihan pasti membengkak. Tapi disaat mereka yang tidak memenuhi kewajiban, paling banter PLN menyampaikan permintaan maaf.” Kritik Indra melalui detikriau.org di Tembilahan, Rabu (28/1)

Tidak hanya aktifitas masyarakat terganggu akibat terjadinya pemadaman listrik, bahkan berbagai peralatan elektronik juga menjadi sangat mudah rusak. Ia bahkan juga menduga pemadaman yang kerap terjadi secara berulang-ulang akan menjadi penyebab tagihan listrik menjadi membengkak.

“Tak ada kata lain. PLN harus mampu menempatkan tenaga-tenaga professional jika ingin memperbaikai krisis listrik yang terjadi saat ini,” Tambah Indra

Hendra, masyarakat Tembilahan lainnya juga mengaku kecewa dengan kondisi pelayanan PLN Rayon Tembilahan yang semakin hari dinilai semakin anjlok. Ia juga mendesak harus ada langkah konkrit  dari manajemen PLN Riau untuk menuntaskan persoalan ini.

“Kami masyarakat tidak mengerti bagaimana caranya. Yang jelas kami juga menuntut hak-hak kami sebagai pelanggan untuk tidak terus dikecewakan,” Pinta Hendra. (dro)




Tangani Pasien Gangguan Jiwa, Tahun Ini, Diskes Lakukan Pelatihan Khusus Bagi Dokter dan Perawat

pasungTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berencana akan mengirim dokter dan perawat ke Rumah Sakit Jiwa, Tampan Pekanbaru untuk mengikuti pelatihan khusus. Langkah tersebut dalam rangka mempersiapakan tenaga medis untuk melakukan pengobatan serta mencegah dan mengantisipasi meningkatnya jumlah penderita penyakit ganggung jiwa di Negeri Seribu Parit ini.

“Kita akan persiapan tanga medis yang memiliki kemampuan untuk menangani pasien sakit jiwa,”Sampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kasi Kesehatan, Devi Natalia, belum lama ini.

Kendati demikian diakui Devi, saat ini pendistribusian obat-obatan bagi mereka yang mengalami gangguan kejiwaan ini masih sangat rendah, namun diyakini pada Bulan Februari mendatang seluruh obat-obatan tersebut sudah terdistribusi ke seluruh Puskesmas.

Sementara itu, terkait dengan pencanangan Inhil Bebas Pasung 2017, Devi menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk turut mendukung dan bekerjasama dalam persoalan ini, seperti dengan memberikan laporan jika ada ditemukan pasien yang dipasung.

“Masyarakat bisa memberitahukannya ke Puskesmas dan dinas terkait, nanti akan ditangani secara langsung ,” imbuhnya.(adi)