Harga Beras Di Inhil Masih Stabil

foto0822Tembilahan (detikriau.org) – Kenaikan harga jual beras dipasaran dihampir seluruh daerah di Indonesia, hingga saat ini belum terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya di Kota Tembilahan. Harga jual beras dipasaran dipastikan masih diperjualbelikan dengan harga normal.

“pantauan kita disejumlah pasar dikota Tembilahan belum ada kenaikan harga. Kita berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan agar tidak memberatkan masyarakat,” Ujar kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy kepada awak media melalui sambungan selularnya, rabu (25/2)

Ditambahkannya, sebagai instansi yang bertugas dibidang perdagangan dan industri, mantan kepala Dinas Perhubungan Inhil ini menyatakan bahwa untuk memastikan perdagangan tetap berjalan dengan baik, pihaknya secara rutin melakukan pengawasan terutama terhadap komodity yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari sejumlah pedagang beras di pasar pagi jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, dibenarkan pedagang belum ada kenaikan harga. “Masih normal. Harga masih stabil seperti biasa. Harga beli kita dari pemasok juga masih normal,” Ujar salah seorang pedagang di pasar pagi, Herman, rabu (25/2)

Untuk beberapa merk beras asal jambi, seperti Cucak Rowo, Panda, Rambutan dan beberapa merk lainnya dipasarkan dengan kisaran harga Rp 10,5 ribu – Rp 11 ribu perkilo. Sedangkan untuk beras asal sumbar seperti KRS sebelumnya dipasarkan seharga Rp 13 ribu kini naik menjadi Rp 13,5 ribu.

“tapi kenaikan KRS ini sudah terjadi sejak beberapa minggu yang lalu. Biasanya kenaikan terjadi hanya disebabkan tingginya permintaan dari masyarakat,” Tandas Herman.(mirwan)




3 Rumah Warga di Enok-Inhil Hangus Dilalap si Jago Merah

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sedikitnya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 05 Kelurahan Pusaran, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hangus dilalap si jago merah, Selasa (24/2/2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda sejumlah daerah di Negeri Seribu Parit ini, berawal saat salah satu korban, yalni Isnaidi melihat api dari belakang rumahnya.

“Api ini diduga berasal dari sisa pembakaran kayu anglo di dapur,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman.

Dijelaskan Warno, karena kondisi rumah beratapkan daun, maka konaran api denan cepat membesar dan menghanguskan 3 unit rumah di daerah setempat.

Apalagi, saat kejadian berlangsung rumah korban dalam keadaan kosong, karena sedang ditinggal kerja ke kebun oleh para penghuninya. Sedangkan rumah lainnya hanya ditinggali oleh orang tua dari korban Isnaidi yang sudah pikun.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” terangnya.(adi)




DKPP diminta Operasionalkan Mobil Angkutan Sampah di Jalan Kayu Jati

mobil-sampahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga jalan kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu berharap agar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Inhil juga mengoperasikan mobil pengangkut sampah dilingkungan tempat tinggal mereka. Apalagi dengan telah diresmikannya pasar “Umbut Kelapa” belum lama ini oleh Bupati Inhil, dinilai keberadaan mobil angkutan sampah ini semakin dirasakan sangat penting untuk menjaga kebersihan.

“Pasar umbut kelapa kini semakin dipadati oleh pedagang dan pastinya akan menghasilkan tumpukan sampah yang tidak sedikit setiap harinya. Kami menilai adanya armada pengangkut sampah sudah mnejadi sebuah keharusan,” Ujar salah seorang warga jalan Kayu Jati dimana pasar ini berada, Amrullah, senin (23/2)

Ditambahkannya, dulu, dengan kapasitas pedagang yang masih sedikit, produksi sampah dipasar yang awalnya dinamai pasar Kayu Jati ini hanya dibuang berserakan dikolong bangunan pasar sistem panggung itu. Pembersihan tumpukan sampah selama itu hanya dikelola oleh masyarakat secara swadaya. Misalnya dengan cara dibakar. Namun kini dengan bertambahnya jumlah pedagang dan semakin ramainya pengunjung pastinya produksi sampah akan semakin meningkat.

“Tentunya tidak mungkin lagi bisa dibersihkan secara swadaya oleh masyarakat. Produksi sampah itu tentunya harus dibuang dengan memanfaatkan sarana angkutan sampah yang sudah dimiliki pemerintah daerah,” Harapnya.

Senada dengan Amrullah, Warga jalan kayu jati lainnya, Rizal-pun berpendapat senada. Menurutnya produksi sampah saat ini bukan saja dihasilkan dari aktifitas pedagang dipasar umbut kelapa tetapi juga dihasilkan oleh sampah rumah tangga.

“Pemukiman penduduk kini semakin padat. Jika tidak disikapi dengan segera oleh pemerintah melalui Instansi terkait tentunya lambat-laun kawasan ini akan menjadi kawasan yang tidak sehat disebabkan banyaknya tumpukan sampah.” Nilainya. (dro)




Kadisdik Inhil Buka Pelaksanaan UKK SMKN 2 Tembilahan

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Helmi D membuka secara resmi pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) SMK Negeri 2 Tembilahan, Senin (23/2/2015).

Dalam pemaparannya, Kadisdik menyebutkan bahwa dari sejumlah Sekolah Kejuruan, SMK Negeri 2 Tembilahan ini merupakan salah satu SMK yang melaksanakan UKK di Kabupaten Inhil pada tahun ajaran 2014/2015 ini.

Menurutnya UKK tersebut memang harus dilaksanakan yang berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 144 tahun 2014 tentang kriteria kelulusan peserta didik dari satuam pendidikan dan penyelenggaraan ujian.

“ujian nasional itu sangat mempengaruhi hasil ujian teori di kelas dan ujian praktek kejuruan yang sesuai dengan jurusannya masing-masing,” ungkap Helmi.

Diharapkannya kepada para pelajar SMK yang mengikuti UKK tersebut benar-benar memiliki kompetensi yang berkompeten serta bakat keahlian dibidang masing-masing.  Selain itu, juga diimpikannya dari tamatan SMK di Kabupaten Inhil pada umumnya akan memiliki kreatifitas serta memiliki jiwa kewirausahaan yang bermutu.

“Di bangku kelas akhir inilah kembali keahlian dan kemampuan para siswa akan diuji kemampuan pada praktek di dunia industri,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 2 Tembilahan Sufriadi menyampaikan bahwa peserta UKK ditahun ini sebanyak 8 jurusan. Dari sejumlah jurusan tersebut, UKK dilakukan oleh penguji baik dari penguji internal maupun eksternal yakni para guru SMKN 2 dan dari dunia industri masing-masing.

Dari 8 jurusan tersebut, dirincikannya, untuk jurusan Terknik Gambar sebanyak 28 siswa dengan penguji dari Dinas Cipta Karya dan Perumahan Kabupaten Inhil, jurusan Teknik Survei dan Pemetaan sebanyak 11 siswa dengan tim penguji dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Inhil, jurusan Teknik Audio Video 22 siswa tim penguji Samudra Elektronik Tembilahan.

Sedangkan untuk jurusan Pemesinan sebanyak 51 orang dengan tim penguji dari PT Pulalu Sambu (PS) Kuala Enok, jurusan Kendaraan Ringan 37 siswa tim penguji RCM Grub Pekanbaru, jurusan Teknik Sepeda Motor 22 siswa dan komputer Jaringan 34 siswa dengan tim peguji dari PT Capela Pekanbaru dan Duta Interdata Tembilahan dan terakhir teknik Intalasi Tenaga Listrik sebanyak 24 siswa dari Tim Penguji PT PS kuala Enok.

“Para peserta ujian sebelumnya melakukan praktek kerja di sejumlah dunia industri, dan UKK akan berlangsung selama delapan hari mendatang. UKK ini wajib diikuti siswa sebagai syarat muklak untuk bisa lulus UN,” terang Kepsek SMKN 2 Tembilahan.(mirwan/adv pemkab inhil)




Daripada Bangun Pasar Tembilahan, Lebih baik Bangun Infrastruktur di Wilayahnya

csrMTEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan perusahaan di suatu wilayah terutama di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tentunya diharapkan dapat membantu dan mendukung upaya pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Oleh karena itu, penyaluran dana CSR dari pihak perusahaan ini, sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang berdampak dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, seperti keberadaan infrastruktur.

“CSR yang telah diberikan perusahaan tersebut, daripada digunakan untuk membangun pasar di Tembilahan, lebih baik digunakan untuk membangun infrastruktur yang ada di daerah setempat,” Pendapat Ketua Komisi I DPRD Inhil, HM Yusuf Said saat menggelar rapat di Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, belum lama ini.

Dengan begitu, lanjut Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, masyarakat yang berada di sekitar lokasi atau tempat perusahaan beroperasi, dapat benar-benar merasakan dan mengetahui apakah perusahaan tersebut sudah memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat atau tidak sama sekali.

“Jadi, dana CSR itu jangan hanya digunakan untuk pembangunan di daerah perkotaan saja, karena masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tidak akan dapat merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (adi)




RSUD PH Tembilahan Tak Gunakan Anestesi Buvanest Spinal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, dr Irianto menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan dan memberikan obat bius anestesi Buvanest Spinal kepada para pasien.

Oleh karena itu, masyarakat atau para pasien yang ingin berobat dan mendapat pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah ini tidak perlu khawatir dan takut akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, seperti yang baru-baru ini terjadi di Rumah Sakit Siloam Karawaci, Tangerang.

“Sejak dari awal, kita memang tidak pernah menggunakan anestesi Buvanest Spinal produksi PT Kalbe Farma itu,” tutur Irianto kepada awak media, Senin (23/2/2015).

Dijelaskan Irianto, selama ini RSUD PH menggunakan obat bius produksi lainnya dan bukan diproduksi oleh PT Kalbe Farma.

“Kabarnya label obat anestesi Buvanest Spinal tertukar dengan asam tranexamat, tapi untung saja kita memang tidak menggunakannya,” terang dokter spesialis penyakit dalam ini.

Untuk itu, lanjut Irianto, para pasien yang ingin melakukan tindakan operasi tidak perlu kawatir, karena kasus seperti meninggalnya 2 pasien di RS Siloam Karawaci, Tangerang setelah diberi injeksi Buvanest Spinal produk PT Kalbe Farma tidak akan terjadi di RSUD PH. (adi)