Jangan Ulangi Kesalahan, Pemkab Inhil Diminta Belajar Dari Persoalan Tahun Lalu

edi guanwanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) diminta, untuk belajar dari persoalan yang terjadi di tahun 2014 lalu, sehingga tidak terjadi lagi di tahun 2015 ini, khususnya dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.

 

“Persoalan di tahun 2014 lalu, hendaknya dijadikan pembelajaran, supaya tidak terulang kembali di tahun-tahun yang akan datang,” tutur Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, Edi Gunawan, beberapa waktu lalu.

 

Dikatakan Edi, berbagai permasalahan yang timbul pada tahun sebelumnya, yakni rendahnya keterserapan anggaran dan progres pekerjaan yang jauh dari harapan, dimana banyak paket-paket pekerjaan yang tidak terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat.

 

“Semua itu tergambar pada struktur APBD yang setiap tahunnya mengalami trend Silpa yang meningkat. ini tentunya akan memberikan dapak yang tidak baik bagi Pemkab, masyarakat dan daerah,” terangnya.

 

Oleh karena itu, Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini meminta Pemkab Inhil, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh satuan kerjanya, jangan sampai kesalahan-kesalah itu terulang kembali.

 

“Alangkah baiknya seluruh paket pekerjaan dimulai sedini mungkin, sehingga kejadian dahulu tidak terjadi lagi,” imbuhnya.(adi)




Tanggapi Demo Alumni dan Siswa SMAN 1 Tembilahan, Dani : Senin Nanti Kita Panggil Pihak Terkait

DSC_2294 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Aksi demonstrasi yang digelar puluhan alumni dan siswa SMAN 1 Tembilahan Kota berakhir di Gedung DPRD Kabupaten Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Jumat (27/2/2015). Menyikapi tuntutan massa, senin mendatang, Ketua DPRD Inhil janjikan panggil pihak-pihak terkait.

Masih senada dengan yang telah disampaikan massa di Kantor Disdik Inhil, di gedung wakil rakyat ini mereka juga meminta kejelasan keberadaan sekolah mereka, termasuk Kepala Sekolah yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana harian.

Menanggapi aksi ini, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam menyatakan bahw pihaknya akan segera memanggil berbagai pihak terkait, guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kedatangan adek-adek yang masih mau mengadu ke Kantor DPRD ini, masalah tuntutan akan kita bicarakan secepat mungkin,” tutur Dani.

Dijelaskan Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini, secepatnya pada Senin (2/3/2015) nanti pihaknya akan mengundang Dinas Pendidikan, mantan Kepala Sekolah SMAN 1 Tembilahan, Pelaksana Harian Kepala Sekolah, 4 Wakil Kepala Sekolah, aliansi dan alumni, termasuk Kepala Bappeda dan Asisten II Setdakab Inhil.

“Hari Senin nanti kita panggil semua pihak terkait untuk membahas ini, semoga saja permasalahan ini dapat cepat terselesaikan,” imbuhnya.(mirwan)




Alumni dan Siswa SMAN 1 Tembilahan Pertanyakan Status Tanah dan Gedung

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puluhan massa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Inhil dan pelajar SMA Negeri 1 Tembilahan melakukan aksi demonstrasi ketiga titik yakni, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil, Kantor Bupati Inhil, Kejari dan DPRD Inhil, Jum’at (27/2/2015) sore.

Dalam aksinya, mereka mempertanyakan status tanah dan gedung SMA Negeri 1 Tembilahan. Dimana menurut mereka, keberadaan SMA Negeri 1 saat ini telah terombang-ambing oleh pejabat-pejabat daerah yang bermain politik.

“Kita tidak tau dimana gedung SMAN 1 itu sebenarnya. Sebagai alumni, kami tidak mau lagi SMAN 1 digiring keranah politis,” Sampaikan orator aksi, indra Gunawan

Mereka menyatakan seolah-olah SMA 1 telah diobok-obok oleh pihak yang hanya mencari keuntungan. Bahkan, massa sempat menyampaikan setelah adanya konflik antara SMAN 1 Tembilahan dengan SMA Indra Praja sekitar 2 tahun silam, muncul SMAN 2 Tembilahan Kota yang menurut mereka tidak wajar adanya.

Pada intinya, mereka merasa kebanyakan permainan dari pemerintah terhadap dunia pendidikan sehingga membuat massa kebingunan. “Setelah SMA Indra Praja, muncul SMAN 2 Tembilahan, dan kami harus pindah gedung. Kami tidak butuh gedung megah, yang penting status dan keberadaannya jelas,” teriak salah satu pelajar SMAN 1 Tembilahan Kota.

Menyikapi tuntutan massa demonstran ini, Sekretaris Disdik Kabupaten Inhil, Ahmad Ramani menyatakan bahwa untuk tanah menurut Sertifikat yang tertera pada nomor 40 itu sah hak milik Pemda Inhil. Namun, ia tidak bisa berkomentar mengenai gedung yang digunakan SMAN 1 Tembilahan dalam proses belajar-mengajar.

“Bangunan itu sedang dalam proses audit oleh BPK, jadi kita tidak bisa beri komentar, baik persoalan legalitasnya maupun persoalan lainnya yang berkaitan dengan gedung SMAN 1,” kata Ramani.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Inhil, Darussalam juga menanggapi hal yang serupa. Yang jelas katanya, dari aspirasi yang telah disampaikan massa kala itu akan disampaikan kepada pimpinan daerah, dalam hal ini Bupati Inhil HM Wardan.

Meski begitu, pemahaman Asisten I dari penyampaian massa bahwa persoalan SMAN 1 ini terindikasi adanya politisi yang menguntungkan satu pihak, bahkan menjadikan ladang korupsi bagi pejabat-pejabat nakal.

Dimintanya, jika ada terdapat hal demikian dengan mengantongi bukti yang konkrit, maka ia sangat terbuka untuk menerima laporan dari alumni dan pelajar SMAN 1 Tembilahan.

“Ini tidak main-main, jika memang ada tolong sampaikan kepada kami, bawa buktinya,” pungkas Darussalam.
Darussalam menanggapi bahwa mengenai munculnya SMAN 2 Tembilahan itu adalah hal yang wajar dan tidak menyimpang dari aturan. Karena katanya, SMAN 1 Tembilahan Hulu dan SMAN 1 Tembilahan itu sudah beda wilayah kecamatan.(mirwan)




H Ashari: Ijab Kabul Mau Lancar, Belajar!

H Ashari Hasan. Foto: Mirwan
H Ashari Hasan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tembilahan, H Ashari Hasan menghimbau kepada seluruh calon pengantin di Tembilahan jika ingin ijab kabul lancar tanpa hambatan, cukup belajar saja dengan serius.

“Supaya mudah melakukan ijab kabul perbanyak saja belajar, pahami, diperlancarkan bacaan-bacaannya dan lainnya yang menyangkut dengan ijab kabul ini,” katanya saat dijumpai di ruang kerjanya. Kamis (26/2) kemaren

Ia mengaku, pihaknya juga akan melakukan bimbingan kepada para calon pengantin ketika ingin melakukan akan nikah. Namun disebutkannya, bimbingan ijab kabul tersebut hanya dijadwalkan satu kali saja.

“Kalau beberapa kali bimbingan maka akan memakan waktu, jadi saya menghimbau cukup belajar saja dengan rutin sebelum melakukan ijab kabul,” katanya lagi.

Meski demikian, ia juga mengungkapkan tidak hanya kurangnya belajar untuk memperlancar ijab kabl tersebut, namun juga terkadang katanya pengaruh dosa yang menjadi penghalang akan kelancaran nantinya.

Dan hal ini diakuinya sering terjadi, menurut pengalamannya, sudah beberapa kali terdapat orang yang sudah dinilai dibilang bisa namun masih juga kurang lancar dalam melakukan ijab kabul. “Itu menyangkut masalah pribadi masing-masing,” tutupnya.(mirwan)




Pemkab Inhil diminta Lebih Utamakan Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

12969140891868087449TEMBILAHAN (detikriau.org) – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) untuk lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat baik sektor perekonomian maupun sektor lainnya.

“Kami dari mahasiswa sangat mendukung penuh Pemerintah memajukan negeri ini, tapi lihat masyarakatnya terlebih dahulu, apakah sejahtera atau tidak. Kesejahteraan itu lebih penting,” ungkap Ketua HMI Cabang Tembilahan, Zulhelmi dalam sambutan Milad HMI ke-68 yang dihadiri Asisten II Setdakab Inhil H Fauzar, kemaren.

Dari survey di lapangan, dikatakannya, mayoritas harapan masyarakat Kabupaten Inhil ini bukan pada peningkatan kemajuan daerah, namun kenyamanan dalam kesehariannya seperti, infrastruktur penghubung yang mendukung untuk beraktivitas.

Selain itu, juga disebutkannya mayoritas masyarakat tidak menginginkan nama Kabupaten menjadi Kabupaten ternama namun mereka yang menjadi korbannya.

Apalagi katanya negeri ini nantinya akan menghadapi pasar bebas asia tenggara, tentu Pemerintah harus memiliki strategi khusus untuk masyarakatnya agar mampu bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang direncanakan akan berlangsung 12 Desember mendatang.

“Mereka itu tidak banyak mintanya, cukup harga kelapa mahal, harga sembako murah, infrastruktur jalan bagus,” sampaikannya.

Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Inhil H Fauzar menanggapi bahwa mulai saat ini optimis pro rakyat, bahkan sudah dari dulu berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hanya saja menurutnya ada beberapa faktor sehingga hingga hari ini pihaknya belum bisa memaksimalkan peningkatan kesejahteraan tersebut.

Meski demikian, terkait pasar bebas, ia menegaskan dalam menghadapi pasar bebas tersebut diajaknya untuk dijadikan sebagai momentum dan sebagai peluang emas untuk kemajuan Kabupaten Inhil khususnya.

“Dalam menghadapi MEA ini harus optimis jadikan momentum dan peluang emas untuk membangkitkan dan memajukan berbagai sektor pembangunan infrastruktur, memajukan ekonomi, keamanan, pendidikan dan sosial budaya dengan kemampuan yang kita miliki,” imbuhnya.(mirwan)




Selain UGD, Puskesmas Gajah Mada Tembilahan Siapkan Ambulance dan Siaga Bencana 24 Jam

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, maka Puskesmas Gajah Mada Tembilahan berkomitmen untuk menyiapkan dan menyediakan jasa ambulance dan siaga bencana 24 jam.

Hal itu diungkapkan Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan, Subowo Radianto saat pelaksanaan pendidikan dan pelatihan bagi para bidan di wilayah kerja setempat, kemarin.

Dikatakan Subowo, tenaga kesehatan mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengayomi serta memberikan pelayanan bagi masyarakat.

“Jadi, semua PNS, PTT dan honorer harus benar-benar melaksanakan tugasnya selama jam kerja,” tutur Subowo.

Oleh karena itu, Kepala Markas PMI Inhil ini menginginkan, selain menyediakan pelayanan UGD 24 jam, pihaknya juga akan menyiapkan ambulance dan siaga bencana 24 jam, sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis bisa segera terlayani.

“Dengan semangat baru ini, mari kita bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, supaya masyarakat itu sehat semua dan pelayanan kesehatan dapat terus ditingkatkan,” harap Subowo, yang baru saja menjabat sebagai Kepala Puskesmas Gajah Mada Tembilahan ini.(adi)