Disdik Inhil Tekat Cari Pelajar SD Berbakat Wakili Inhil pada OSN

OSN 2014TEMBILAHAN (detikriauy.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bertekat mencari pelajar ditingkat Sekolah Dasar (SD) untuk diikutsertakan pada OSN tingkat Provinsi mendatang.

“Saat ini kami sedang mencari para pelajar SD yang betul-betul berbakat melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan nantinya bakal dikirim pada OSN ketingkat Provinsi untuk mewakili Kabupaten kita,” kata Kepala Disdik Kabupaten Inhil melalui Kabid Dikdas, Raja Abdullah, akhir pekan kemaren.

Disebutkannya, saat ini pihaknya sedang melakukan OSN ditingkat Kabupaten yang sedang berlomba untuk menjadi yang terbaik ditahun ini.

“Bidang ilmu yang diperlombakannya yakni Matematika (MTK) dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA),” tukasnya saat mengawasi pelaksanaan OSN di gedung SDN 032 Tembilahan.

Ia menambahkan, dari 80 siswa SD tersebut akan dibagi menjadi 2 kelompok yakni 40 mengikuti bidang Matematika dan 40 lagi IPA.(mirwan/adv pemkab inhil)




Terkait Kondisi SMAN 1 Tembilahan, DPRD Inhil Gelar RDP Bersama Pihak Terkait

image-1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pasca aksi demonstrasi sejumlah alumni dan siswa SMAN 1 Tembilahan pada Jumat (27/2/2015) lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama seluruh pihak terkait, Senin (2/3/2015).

RDP yang dilaksanakan di ruang Banggar Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dihadiri oleh Ketua dan Anggota DPRD, Asisten II Setda, Kepala dan Sekretaris Disdik, Mantan Kepsek dan Plh Kepsek, perwakilan Bappeda dan 4 Wakil Kepsek.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam mengatakan, pemanggilan seluruh pihak terkait ini menyangkut dengan aksi damai 2 hari lalu.

“Saya resah jika permasalahan ini tidak cepat terselesaikan, apalagi ini menyangkut dengan dunia pendidikan. Jadi, kenapa kita panggil bapak dan ibu ke sini, tidak lain tujuannya untuk menyelesaikan permasalah ini,” tutur Dani.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini juga mempertanyakan isu politisasi yang disampaikan alumni SMAN 1 Tembilahan saat aksi demonstrasi di depan para wakil rakyat Jumat lalu.

“Kadisdik mungkin bisa menjelaskan, kenapa Kepala Sekolah SMAN 1 Tembilahan itu memakai Pelaksana Harian (Plh), kenapa tidak ditunjuk definitive, apa kita kekurangan SDM,” tanya Dani.

Menanggapi hal itu, Kadisdik Inhil, Helmi D membantah adanya politisasi pada sekolah tersebut. Ia menyatakan bahwa penempatan Plh ini hanya sementara waktu saja.

“Karena sebentar lagi akan dilaksanakan UN dan Kepsek yang lama sudah pensiun, makanya kita tunjuk dulu Plh. Pokoknya pada April ini kita letakkan Kepsek definitif,” imbuhnya.(adi)




Dinkes Inhil Rekrut Pelajar SLTA Jadi Anggota Saka Bhakti Husada

Sekretaris Dinas Kesehatan, Ridwan Ahim saat memberikan arahan
Sekretaris Dinas Kesehatan, Ridwan Ahim saat memberikan arahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) merekrut pelajar SLTA jadi anggota Saka Bhakti Husada, baik dari SMA, SMK maupun MA yang ada di kota Tembilahan. ahad (1/3)

Kepala Dinkes Kabupaten Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Sekretaris Dinas, Ridwan Ahi, menyebutkan bahwa anggota Pramuka Saka Bhakti Husada ada dari tingkat Kwartir Cabang , Ranting hingga pramuka penegak yang ada di wilayah kerja masing-masing.

Untuk ditingkat ranting lanjutnya, belum lama ini pihaknya telah meminta semua Puskesmas yang ada di 20 kecamatan untuk melakukan pelatihan sama halnya yang dilakukan oleh Dinkes saat ini. Sebab, mulai hari ini hingga sembilan bulan kedepan sejumlah anggota pramuka dari pelajar kota Tembilahan terlebih dahulu dilakukan pelatihan oleh Dinkes untuk dijadikan anggota Saka Bhakti Husada.

Sangat diharapakannya setelah itu, Saka Bhakti Husada ini kedepan mampu menjadi cerminan Saka Bhakti Husada lainnya di Provinsi Riau, dan harapan ini katanya tidak mustahil tercapai sebab, diakuinya beberapa waktu lalu Kwartir Kabupaten Inhil pernah dikenal sebagai Kabupaten Pramuka.

“Ini yang kita harapkan kedepan Saka Bhakti Husada Kabupaten Inhil bisa menjadi cerminan di Riau,” Tekad Ridwan, Ahad (1/3)

Pada pengumpulan sore itu, mantan kabag Humas Setdakab Inhil ini mengaku kegiatan ini sengaja berpakaian bebas seperti biasa, bertujuan agar terasa lebih akrap.

“Karena ini pemula, jadi kita bebaskan saja dulu pakaiannya,” Pungkasnya.(mirwan/advetorial)




UN CBT, Masih Tunggu Instruksi Disdik Provinsi Riau

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum bisa memastikan apakah sekolah di Inhil nantinya bisa menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) pada Ujian Nasional (UN) tahun 2015.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Inhil Helmi D melalui Sekretarisnya, Ahmad Ramani akhir pekan kemaren. Dikatakannya, saat ini pihaknya masih menunggu intruksi dari Pemprov Riau melalui Dinas terkait, dalam hal ini Disdik Provinsi Riau.

“Hingga hari ini kita belum ada menerima intruksi dari Disdik Provinsi Riau untuk memberlakukan sistem UN CBT di Kabupaten,” sebut Ahmad Ramani.

Meskipun sistem CBT itu telah diberlakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk UN 2015, namun katanya hanya dilakukan di sekolah-sekolah tertentu saja, dan ini merupakan kebijakan Pemerintah Daerah menilai sekolah tersebut siap atau tidak melakukan sistem UN CBT tersebut.(mirwan/adv pemkab inhil)




Lulus Mustofa: Di Cap Sombong dan Arogan. Dilaporin ke Akhirat Aja yang Belum

lulus-mustofa_e589afe69cac-copy

“Jadi Ancaman Buat KORUPTOR”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Baru sekitar 5 bulan bertugas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tembilahan, Lulus Mustofa mengaku sudah dikirimi “surat cinta” dari orang-orang yang tidak senang dengan keberadaannya.

“Masih baru sudah banyak yang tak suka sama saya, sampai-sampai saya dikirimi surat cinta,” tutur Lulus Mustofa kepada wartawan usai menyambut aksi demo siswa dan alumni SMAN 1 Tembilahan Kota, Jumat (27/2/2015) kemaren

Selain mendapat surat cinta, Lulus Mustofa juga mengaku sudah banyak orang-orang yang melaporkannya kepada Kepala Kejaksaan Provinsi hingga Kejaksaan Agung, untuk memindahkannya dari Negeri Seribu Parit ini.

”Udah dilaporin kemana-mana, ke akhirat aja yang belum. Saya dibilang sombong dan arogan, tapi saya biasa saja, karena saya berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan ini dengan sebaik-baiknya. Saya serahkan semua kepada Tuhan,” terangnya.

Dengan banyaknya yang menentang keberadaanya di Inhil ini, lanjut Lulus Mustofa, hal ini membuat dirinya lebih bersemangat untuk menumpas korupsi di Negeri yang sudah dijadikannya sebagai kampung halaman keduanya ini.

“Yang mengusuik saya itu orang-orang yang sudah gerah, saya menganggapnya orang-orang seperti itu adalah pengecut dan tidak gentlemen,” katanya lagi.

Kendati demikian, hal tersebut tidak akan menyurutkan niat dan tekad Kajari Tembilahan dalam menumpas kasus-kasus korupsi di Kabupaten Inhil ini.

“Pokoknya niat kami disini untuk pemberantasan korupsi, hal-hal yang menghalangi itu akan kami jadikan cambuk agar lebih maksimal dalam bekerja,” Tekadnya. (adi)




Partai Nasdem Inhil Gelar Sekolah Restorasi Bagi Kader

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Sekolah Restorasi bagi para Kader dan anggota Partai, di Aula Hotel Telaga Puri, Jalan lingkar II Tembilahan, Sabtu (28/2/2015).

“Kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mempersiapkan dan melatih para kader, serta anggota-anggota yang bernaung di Partai NasDem,” tutur Ketua DPD Inhil, Zulkarnain.

Apalagi, di Kabupaten Inhil ini sangat sulit untuk mencari calon legislatif wanita, karena mereka lebih suka dengan fashion dan sebagainya daripada terjun kelapangan untuk berpolitik.

“Jadi, langkah yang diambil Nasdem untuk mempersiapkan para caleg wanita pada pemilu mendatang adalah dengan mendidik rekan-rekan mahasiswa,” terangnya.

Ketika kegiatan Sekolah Restorasi ini berlangsung, sempat terjadi kekisruhan antar anggota. Kejadian tersebut dikarenakan dipecatnya 15 DPC Nasdem Inhil tanpa alasan yang jelas oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Yang membesarkan partai ini adalah DPC, apa kawan-kawan diundang pada acara ini,” kata Tarmizi mempertanyakan kepada anggota DPC yang telah dipecat oleh DPD ketika menyaksikan berlangsungnya kegiatan.

Tarmizi juga mengatakan bahwa pemecatan mereka (DPC, red) tanpa ada alasan yang pasti dan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu antara DPD dan DPC.

“Saya yang membawa NasDem ini kemari selagi masih ormas, malu saya. Seperti partai keluarga saja. Memberhentikan seperti itu (tanpa musyawarah, red),” pungkasnya. (adi)