Dinkes Inhil Adakan Pertemuan Kemitraan Dengan JKN-BPJS Kesehatan

Sekretaris Dinas Kesehatan (tengah), Ridwan Ahim memberikan sambutan
Sekretaris Dinas Kesehatan (tengah), Ridwan Ahim memberikan sambutan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) adakan pertemuan kemitraan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Tembilahan, Selasa (3/3/2015).

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB di aula Kantor Dinkes Inhil Jalan M Boya Tembilahan ini diikuti seluruh Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Inhil.

Kepala Dinkes Inhil Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kabid PPK DBK, Matzen mengatakan BPJS ini perlu regulasi peraturan dan ketentuan yang merupakan salah satu upaya pihak PBJS bagaimana caranya pihak Puskesmas bisa tau tentang ketentuan dan peraturan untuk pembayaran JKN bagi peserta BPJS Kesehatan.

“Puskesmas itu harus tau, terlebih Kepala Puskesmasnya, karena bisa saja kalau tidak sesuai dengan ketentuan itu tidak terinput datanya, jadi tidak bisa dibayarkan kepihak pemberi pelayanan, dalam hal ini pihak Puskesmas itu sendiri,” katanya.

Terkait persoalan pembayaran ini katanya lagi, bagi Puskesmas memang harus jeli dalam menangani. Apalagi pada bulan 5 ataupun bulan 6 mendatang tidak ada lagi yang namanya Jamkesmas, sebab pada bulan tersebut kartu Jamkesmas itu akan beralih menjadi kartu Indonesia Sehat.

Pada pertemuan pagi itu, diharapkannya kepada Puskesmas yang ada di Kabupaten Inhil untuk dapat melaksanakan apa saja yang disampaikan oleh pihak BPJS Kesehatan, dengan tujuan supaya terbina kerjasama yang baik, terutama pihak Puskesmas itu sendiri sebagai si pemberi pelayanan dan imbalan jasa sesuai dengan pelayanan yang diberikan.

“Prosedur pelayanan peserta BPJS hampir sama dengan pelayanan umum tapi pasien itu harus membawa kelengkapan-kelengkapan salah satunya kartu peseta BPJS, maka peserta BPJS itu akan dilayanani seperti pasien umum sesuai standar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan, Yessy Rahmi mengaku untuk Puskesmas di Inhil ini sudah menyadari tertib administrasi dengan melakukan pencatatan semua kegiatan Puskesmas secara komprehensif dan lainnya, seperti timbulnya motivasi untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan maksimal. (mirwan/advetorial)




Galery Foto Kegiatan Perekrutan Pelajar SLTA Jadi Anggota Saka Bhakti Husada

 




PLN Tembilahan Terus Berulah, Pemkab dan DPRD Inhil Ya Jangan Hanya Pasrah

parah-selain-lakukan-pemadaman-pln-riau-juga-rampok-pelanggan-tagihan-sampai-rp6-jutaTembilahan (detikriau.org) – Penyakit kronis yang tak kunjung sembuh di tubuh  PLN Rayon Tembilahan semakin hari semakin menimbulkan keluhan masyarakat. Sebagai pemasok daya tunggal bagi kebutuhan listrik, membuat PLN terkesan kebal dengan keluh kesah pelanggannya. Meski terus  diteriaki, PLN tetap bungkam. Lucunya, Pemkab dan DPRD Inhil-pun juga terkesan pasrah.

Bukan baru tapi sudah terhitung berbulan-bulan, kinerja perusahaan milik Negara ini semakin mengecewakan. Pemadaman listrik kini sudah tidak lagi terjadwal. Dalam hitungan waktu 24 jam. Terputusnya pasokan listrik bahkan terjadi hingga berkali-kali. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat meminta harusnya ada sikap dan tindakan jelas dari pihak pemerintah daerah dan kalangan DPRD Inhil.

“Tidak cukup hanya himbauan dan saran. Pemkab dan DPRD Inhil harusnya ikut terlibat secara langsung agar persoalan seperti ini tidak semakin berlarut-larut dan  merugikan masyarakat,” Kritik aktivitis Inhil, Indra Gunawan.

Dinilai Indra, buruknya pelayanan listrik khususnya di Kota Tembilahan sebagai Ibukota Kabupaten Inhil pastinya akan menjadi preseden buruk. Bukan hanya bagi pihak PLN tetapi juga pemerintah daerah.

“Apapun alasannya dan bagaimanapun caranya selesaikan persoalan ini. Jangan banyak berkoar-koar untuk tingkatkan kesejahteraan rakyat jika persoalan listrik saja tidak mampu dituntaskan,” Kecam Indra

Diakui masyarakat. kerapnya terjadi pemadaman listrik semakin memperberat kondisi kehidupan mereka. “Setiap hari usaha kita tergantung pasokan llistrik. Jika listrik mati, suaha kamipun ikut terhenti. Sementara gaji karyawan harus kami bayar terus. Jika terus seperti ini. Lambat-laun usaha kami akan gulung tikar,” Ujar Iwan, salah seorang pengusaha Loundry di kota Tembilahan.

Ditambahkan Iwan, jika harus memenuhi kebutuhan listrik dengan pembangkit secara swadaya, beban biaya tentunya akan semakin meningkat. Ia juga sangat berharap agar kondisi seperti ini menjadi perhatian pemerintah.

“Kepada siapa lagi kami masyarakat bias mengadukan keluh kesah kami kalau bukan kepada  pemerintah.” Ujarnya juga. (dro)




Pemilik Badan Usaha Diimbau Daftarkan Tenaga Kerjanya pada BPJS

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh pemilik badan usaha di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau, untuk mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya, baik pada BPJS Ketenagakerjaan maupun Kesehatan.

Imbauan tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup), H Rosman Malomo dalam sambutannya saat membuka Sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan dan pertemuan bersama semua badan usaha swasta di wilayah Kabupaten Inhil, di aula lantai 5 Kantor Bupati, Jalan Kesehatan Tembilahan, Senin (2/3/2015).

Dikatakan Wabup Rosman, dari 222 badan usaha swasta dengan 41.883 tenaga kerja, baru 37 badan usaha yang sudah mendaftar pada BPJS Kesehatan, dengan jumlah pekerja yang sudah terdaftar sebanyak 6.190 orang.

“Kita berharap semua badan usaha untuk dapat melakukan registrasi dan mendaftarkan semua karyawannya,” Himbau Wabup

Padahal, lanjut Wabup Inhil dua periode ini, masyarakat terutama serikat pekerja dan pengusaha, sangat membutuhkan informasi yang baik dan benar tentang teknis pelaksanaan BPJS.

“Misalnya, informasi tentang manfaat, iuran, pendaftaran kepesertaan, sanksi dan informasi lain yang berhubungan dengan BPJS ini,” terangnya.

Oleh karena itu, dengan adanya sosialisasi tersebut, mantan Ketua DPRD Inhil ini berharap dapat lebih meningkatkan hubungan kemitraan antara BPJS Kesehatan dengan seluruh badan usaha swasta yang ada di Negeri Seribu Parit.

“Sedangkan Pemkab Inhil, juga akan terus melakukan koordinasi dengan BPJS, untuk lebih menjamin kesehatan masyarakat,” imbuhnya.

Ditemui usai kegiatan, Kepala Disnakertras Inhil H Masdar juga menyatakan bahwa seharusnya per Januari 2015 pihaknya sudah harus mendaftarkan semua pekerja Badan Usaha, namun dikarenakan ada beberapa kendala maka sedikit tertunda.

“Sekarang sudah bulan Maret, dibulan ini kita upayakan akan rampung dan terselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Yessy Rahmi mengaku telah menyurati semua Badan Usaha yang ada di kabupaten Inhil dengan tujuan agar semua Badan Usaha tersebut bisa mengetahui makna dari program BPJS Kesehatan, terlebih mendaftarkan diri untuk menjadi peserta BPJS.

“Ini sudah salah satu upaya untuk mengoptimalkan sosialisasi bagi Badan Usaha yang ada di kabupaten Inhil ini,” imbuh Yessy.(adi/mirwan/adv pemkab inhil)




Diskes Gelar Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan Bagi Aparatur

Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Ridwan Ahim
Sekretaris Dinas Kesehatan Inhil, Ridwan Ahim

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi pengisian SPT Tahunan bagi aparatur di lingkungannya, Senin (2/3/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Diskes, Jalan M Boya Tembilahan ini bekerjasama dengan KPP Pratama Rengat dan diikuti pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Diskes Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Sekretarisnya, Ridwan MKes mengatakan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan aparatur terhadap penyampaian SPT Tahunan, khususnya PPh Orang Pribadi.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pengisian SPT Tahunan dapat dilakukan sendiri oleh aparatur yang bersangkutan,” tutur Ridwan.

Dijelaskan mantan Kabag Humas Setdakab Inhil ini, penyampaian SPT Tahunan juga merupakan salah satu syarat untuk kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), khususnya di lingkungan Diskes Inhil.

“Jadi, kita imbau semua PNS dapat mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan ini sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. Apalagi, saat ini pengisiannya dilakukan secara online,” imbuhnya.(adi/advetorial)




Polres Inhil Tambah 20 Personil Wanita

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat menguyur para polwan baru dengan air sungai Indragiri
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat menguyur para polwan baru dengan air sungai Indragiri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 20 Brigadir Remaja Polisi Wanita (Polwan) resmi menjadi tambahan personil Kepolisian Resort (Polres) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dan ini merupakan personil yang baru lulus akademik tahun 2014 lalu.

“Dari 20 Polwan tersebut 5 diantaranya merupakan putri asli Kabupaten Inhil, dan sisanya dari luar daerah,” sampaikan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi usai menyambut 20 personil baru di lapangan upacara Mapolres Inhil, Senin (2/3/2015).

Dari 20 Brigadir Polwan tersebut. Dikatakannya harus siap menjalankan tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Inhil dengan baik.

Selain itu diharapkan Suwoyo, semua polwan ini harus bersemangat dalam menjalankan tugas, tetap menjaga kekompakan, dan tanamkan jiwa korsa, serta belajar dari senior-seniornya dan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat kabupaten Inhil.

Setelah melakukan penyambutan, Polres Inhil meneruskan untuk melakukan kegiatan dengan penyiraman air sungai Indragiri dan ucapan selamat dari Seluruh Personil Polres Inhil, serta melaksanakan orientasi dilingkungan Polres Inhil dengan berjalan kaki mengelilingi Kota Tembilahan.(mirwan)