Diskes Inhil Peringati HUT PPNI Ke-41

“Agendakan Seminar Sehari dan Workshop”

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mentaja peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Inhil bertempat di lapangan upacara Kantor Bupati Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Selasa (17/3/2015).

Kepala Dinkes Kabupaten Inhil Dr Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kabid Pembina Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPK PK) Matzen S Kep Msi mengatakan, kegiatan yang dilakukan pagi itu dengan menggelar upacara bersama Bupati Inhil serta unsur Forkopimda yang diikuti perawat sebanyak kurang lebih 100 orang.

“Karena HUT PPNI ke-41 ini sejalan dengan upacara 17 Forkopimda, maka kami lakukan secara bersamaan,” kata Matzen yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana HUT PPNI Kabupaten Inhil tahun 2015.

Matzen menambahkan, setelah dilakukannya upacara pagi itu, pihaknya langsung melakukan kegiatan donor darah oleh anggota PPNI Kabupaten Inhil sebanyak 15 orang bertempat di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Inhil.

Kedepan, ia mengharapkan seluruh anggota PPNI Kabupaten Inhil ini untuk dapat mendonorkan darahnya untuk masyarakat Inhil yang memerlukan.

Ditambahkan, sejalan dengan HUT PPNI ke-41 tahun 2015 ini Dinkes Inhil juga akan menggelar seminar sehari dan workshop dalam waktu dekat ini.

“Seminar sehari dan workshop ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret mendatang direncanakan di gedung Engku Kelana dan pada tanggal 29 Maretnya di gedung Tasik Gemilang Tembilahan,” ujarnya.(mirwan/adv)




PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang

Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman
Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman

Tembilahan (detikriau.org) – Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman memprediksi penghentian pemberlakuan pemadaman listrik bergilir baru bisa dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2015 mendatang. Diakuinya terjadi pemunduran janji GM PLN wilayah Medan yang akan menghentikan pemadaman bergilir pada 1 April 2015 disebkan masih diperlukan beberapa persiapan terutama masalah tempat kedudukan 4 unit mesin sewa baru yang masing-masingnya berkapasitas 1 MW.

“Kita masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan tempat kedudukan mesin-mesin tersebut. Setelah terpasang, setidaknya masih diperlukan waktu untuk menginput ke dalam system. Kami prediksi, tgl 15 Maret 2015 pemadaman bergilir baru bisa dihentikan,” Terang Budi Warman dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daeran (Forkompinda) bertempat diruang rapat Paripurna Gedung DPRD Inhil, selasa (17/3)

Ditambahkan Budi, berdasarkan informasi terakhir, ke 4 unit mesin sewa dari WIC itu kini sudah berada di Provinsi Jambi untuk selanjutnya akan meneruskan perjalanan ke Kota Tembilahan.

Menjelang menunggu kedatangan ke 4 unit mesin sewa tersebut, lanjut Budi, perusahaan penyedia daya Bima Golden yang sebelumnya mengalami defisit daya sebesar 800 Kw, 2 hari yang lalu mesin pembangkitnya sudah rampung diperbaiki dan sudah masuk ke sistem. Dengan baiknya mesin ini, jadwal pemadaman yang sebelumnya dengan durasi 8 jam hidup dan 8 jam mati kini sudah bergeser menjadi 16 jam hidup dan 8 jam mati.

“hanya saja tadi subuh mesin BG itu kembali terjadi gangguan pada system turbonya dan hari ini (selasa. 17/3. red) teknisi mereka masih mengupayakan untuk mengaktifkannya kembali,”perjelas Budi

Untuk mesin sewa Mega Power, 1 unit mesin barunya dengan kapasitas 350 Kw sudah selesai terpasang. Jika tidak ada halangan, besok (rabu, 18/3. red) sudah masuk ke system. Dengan penambahan daya ini, mulai rabu, pemadaman sudah bisa kembali bergeser menjadi 2 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam.

Kemudian untuk mesin sewa Tiga Bintang, material yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin hari ini sudah berada di Batam. Dan esok (rabu 7/3) sudah mulai dikerjakan dengan masa perbaikan selama 7 hari. Jika pekerjaan perbaikan ini mampu diselesaikan tepat waktu maka akann ada penambahan daya sebesar 1 MW.

“Jadi kita prediksi pada tanggal 25 Maret 2015 giliran pemadaman bisa berubah menjadi 4 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam,” Tandas Budi Warman.

Rapat forkompinda Inhil yang dilaksanakan tanggal 17 setiap bulannya kalli ini disamping membahas masalah listrik juga membicarakan berbagai persoalan lainnya yang saat ini sedang terjadi.

Rapat ini juga di hadiri oleh Bupati Inhil, HM Wardan, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam beserta 4 ketua Komisi, Unsur Porkompimda, Sekda kabupaten Inhil, H Alimuddin RM, Sekretaris DPRD Inhil, H Fauzan Hamid beserta beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil. (dro)




Iwan Taruna : Inti Masalahnya Adalah Besar Pasak Daripada Tiang

Hearing Komisi III dan PDAM TI

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) mengelar rapat dengar pendapat atau hearing bersama management Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri (TI) di Gedung DPRD Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (16/3/2015).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD, Iwan Taruna ini dihadiri Ketua DPRD, Dani M Nursalam, perwakilan Dinas Cipta Karya dan Perumahan Rakyat, serta Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Inhil.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi III DPRD, Iwan Taruna mempertanyakan apa solusi dari managemen PDAM TI, untuk mengatasi permasalahan ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat.

“Akhir-akhir ini, kita mendengar pelayanan dari PDAM TI kurang maksimal, sehingga dampaknya sangat dirasakan masyarakat, karena selain PLN mati, PDAM juga mati. Jadi, kita ingin mengetahui apa jalan keluarnya,” tutur Iwan Taruna.

Menjawab pertanyaan tersebut, Plt Direktur Utama PDAM, Abdul Muin yang baru menjabat 1 bulan ini mengakui bahwa pelayanan PDAM semakin menurun karena disamping permasalahan internal juga ada permasalahan dari luar, seperti kondisi pemadaman listrik PLN Rayon Tembilahan.

“Kita juga sangat bergantung dengan PLN. Jika PLN mati, maka otomatis distribusi air bersih dari PDAM ke pelanggan juga mati,” terang Abdul Muin.

Senada dengan itu, Kepala Bagian (Kabag) Produksi dan Distribusi PDAM TI, Kamusni menjelaskan bahwa sejak tahun 2010 lalu, PDAM TI sudah mengalami devisit, dikarenakan biaya produksi tidak balance dengan harga jual, ditambah lagi air yang diproduksi tidak ada penambahan kapasitas, yang ada hanya penggantian.

“Jadi, dari sisi produksi masih kurang ditambah lagi kebocoran watermeter kita masih tinggi, karena seharusnya dalam jangka waktu 5 tahun harus ada penggantian baru, hanya saja saat ini terkendala finansial,” tambahnya.

Melihat kondisi tersebut, Iwan Taruna menyatakan PDAM TI harus diselamatkan. Tidak hanya seperti yang dilakukan Pemkab Inhil selama ini, yaitu hanya membantu di bidang infrastruktur, sedangkan kebutuhan PDAM TI yang paling penting adalah di bidang produksi.

“Inti masalahnya di PDAM TI adalah besar pasak daripada tiang. Dimana, pendapatan tidak imbang dari pengeluaran yang sangat besar. Jadi, permasalahan yang harus segera diatasai adalah terkait produksi,” imbuhnya.(adi/adv)




Bimtek KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni : Pengisian Formulir Data Harus Valid dan Tidak Direkayasa

Ket foto : Kasi KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni memberikan pengarahan langsung tentang cara pengisian formulis data atau laporan kepada para bidan.
Ket foto : Kasi KIA, KB dan Gizi Dinkes Inhil, Siti Munziarni memberikan pengarahan langsung tentang cara pengisian formulis data atau laporan kepada para bidan.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Guna meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di daerahnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui Seksi KIA, KB dan Gizi kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para bidan, Senin (16/3/2015).

Bimtek yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes Inhil, Jalan M Boya Tembilahan ini diberikan langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) KIA, KB dan Gizi, Siti Munziarni, yang diikuti para bidan dari Puskesmas Sungai Iliran dan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS).

Siti Munziarni dalam paparannya mengatakan, tenaga kesehatan terutama para bidan harus mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya, dimanapun ia ditempatkan.

Tugas dan tanggung jawab tersebut, yakni selain memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga mengisi berbagai formulir data yang diperuntukan bagi laporan kesehatan di wilayah kerjanya, untuk kemudian menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan dan pelaksanaan program.

“Jadi, dalam pengisian formulir data ini harus benar-benar valid dan tidak boleh direkayasa,” tutur Munziarni.

Oleh karena itu, lanjut Munziarni, saat mengisi formulir data dan laporan tersebut, para bidan harus fokus dan serius, serta meninggalkan berbagai beban pikiran yang bisa menyebabkan konsentrasi dalam bekerja hilang dan teralihkan.

“Dalam bekerja, seperti saat mengisi formulir ini, jangan ketika kita sedang mengantuk, kondisi badan tidak fit atau lagi sakit, apalagi sewaktu lampu mati, nanti kalau salah, data ibu atau bayi yang hidup bisa masuk dalam kategori meninggal ataupun sebaliknya,” terangnya.(adi/adv)

 

 




Kunjungi PLTD Parit IV, Kadistamben Inhil Maklumi Terjadinya Pemadaman Bergilir

manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman (baju putih) memberikan penjelasan kepada Kepala Distamben Inhil dalam kunjungannya ke PLTD Parit IV Kec Tembilahan Hulu. Foto: Mirwan
manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman (baju putih) memberikan penjelasan kepada Kepala Distamben Inhil dalam kunjungannya ke PLTD Parit IV Kec Tembilahan Hulu. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Eddy Efrizal meninjau mesin pembangkit PLN Rayon Tembilahan di parit IV. Pada peninjauan ini langsung didampingi Manajer PLN Rayon Tembilahan, Senin (16/3/2015).

Kepala Distamben saat dikonfirmasi mengatakan memaklumi terjadinya pemberlakuan pemadaman bergilir akibat kerusakan yang begitu vatal pada mesin sewa PLN.

“Dengan kondisi kerusakan mesin yang kami pantau hari ini sepertinya pihak PLN tidak bisa menyelesaikan dalam waktu yang singkat, namun pihak PLN telah menyatakan akan kembali menormalkan aliran listrik kota Tembilahan pada pertengahan bulan April mendatang,” katanya.

Meski begitu, Eddy menyatakan akan kembali memantau kondisi mesin PLN ini beberapa hari kedepan. Sebab, berdasarkan keterangan pihak PLN hari ini (16 Maret, red) material mesin sewa Tiga Bintang dengan daya 1 Mw sudah masuk dan segera dipulihkan.

“namun kita tetap berharap dari kontrak mesin WIC pada bulan April mendatang, karena WIC ini 4 unit mesin dengan daya 4 Mw. Jika sudah beroperasional, insyaallah kota Tembilahan bebas mati bergilir,” imbuhnya.

Disamping hal itu, Kadistamben juga sempat menyatakan bahwa jika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) parit 23 rampung maka aliran listrik tidak hanya mampu memasok kebutuhan listrik diseputaran kota Tembilahan, namun juga akan merambah ke Kecamatan-kecamatan.

“Pada kondisi normal, kebutuhan daya untuk kota Tembilahan ini cukup 13 Mw, PLTU yang direncanakan akan kembali dikerjakan pada bulan Mei mendatang itu mampu memasok daya hingga 14 Mw, maka dengan kelebihan daya itu tentunya akan mampu menerangi beberapa daerah selain kota Tembilahan,” terang Eddy.

Untuk pengoperasiannya lanjut Eddy, ditargetkan akan rampung pada bulan Desember 2015 mendatang. Artinya, PLTU tersebut sudah bisa dioperasikan pada tahun depan. “Jika dimulai lagi pekerjaannya pada bulan Mei ini, maka tahun 2016 sudah bisa kita fungsikan,” tutupnya. (mirwan/adv pemkab inhil)




Pemadaman 8:8 diperkirakan Masih Berlanjut dalam 1 atau 2 Hari Kedepan

Hearing Komisi III DPRD Inhil bersama manajer PLN Rayon Tembilahan belum lama ini. Foto: detikriau.org/mirwan)
Hearing Komisi III DPRD Inhil bersama manajer PLN Rayon Tembilahan belum lama ini. Foto: detikriau.org/mirwan)

Tembilahan (detikriau.org) – Durasi pemadaman bergilir 8 jam hidup dan 8 jam mati semakin memperburuk citra pelayanan PLN dimata pelanggannya. Diperkirakan, Pemadaman dengan durasi ini masih tetap berlanjut hingga 1 atau 2 hari kedepan.

“Mesin sewa kapasitas kecil (400kw. Red) milik mega power sudah masuk di PLTD parit 4. sekarang sedang kita pasang. Insyaallah selesainya, dalam 1 atau 2 hari kedepan durasi pemadaman kita sudah bisa kembali 2 hari hidup dan 1 hari mati,” Ujar Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui sambungan selularnya, minggu (15/3) malam

Perbaikan mesin-mesin sewa lainnya seperti tiga bintang menurutnya masih menunggu material. Namun diyakini dalam bulan ini juga sudah bisa dirampungkan.

“jika perbaikan sudah tuntas ditambah mesin sewa baru kapasitas 4 Mw, insyaallah april mendatang pasokan daya kita sudah dapat kembali normal.” Tambah Budi

Dalam kesempatan itu, Budi kembali memintakan pengertian dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN atas kondisi yang terjadi saat ini. (aam)