Sekali Tabrakan, 6 Orang Masuk Rumah Sakit

Gbr Ilustrasi: gresnews.com
Gbr Ilustrasi: gresnews.com

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kecalakaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di depan Kantor DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Senin (23/3/2015) kemaren. Naasnya, kecelakaan itu mengakibatkan 6 orang masuk Rumah Sakit.

Dari 6 orang tersebut, diantaranya 2 Wanita, 1 remaja dan 3 anak-anak. Dimana pada saat itu seorang wanita berinisial TT (31) mengendarai sepeda motor dengan membonceng 2 sanaknya yang masih berumur 5 dan 1 tahun serta seorang sanaknya yang sudah dewasa berumur 24 tahun.

Menurut keterangan kepolisian, TT datang dari jalan SKB menuju ke Jalan Prof M Yamin. Sebelum sampai ketujuan yang dimaksud, kendaraan TT malah bertabrakan dengan sebuah sepeda motor yang dikendarai seorang remaja Ha (19) yang berboncengan dengan seorang bocah Fi (6) dengan arah yang berlawanan sekitar pukul 19.30 WIB.

“Saat itu juga keenam korban Lakalantas langsung dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Salmi.

Akibat kecelakaan ini lanjut Salmi, TT mengalami luka robek di kepala bagian kening sebelah kanan dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, begitu juga dengan korban lainnya masing-masing mengalami luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya.

“Ada juga yang mengalami luka lecet pada bagian tangan, bahkan ada juga yang luka memar pada bagian kepala,” tukasnya.(mirwan)




Thaher: Dishut Lakukan 4 Upaya Cegah Karhutla

Pembukaan lahan dengan cara dibakar seperti ini menjadi salah satu penyebab kerapnya terjadi musibah kebakaran hutan dan lahan lingkungan
Pembukaan lahan dengan cara dibakar seperti ini menjadi salah satu penyebab kerapnya terjadi musibah kebakaran hutan dan lahan lingkungan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Thaher menyampaikan ada empat upaya yang telah dilakukan Dinasnya untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Ke Empat upaya tersebut dirincikan Thaher yakni, dengan membentuk dan mengaktifkan kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dibeberapa daerah yang rawan terjadinya Karhuta. Kemudian membuat papan himbauan tentang bahaya, dampak dan pelarangan melakukan pembakaran hutan dan lahan serta penyuluhan dan sosialisasi tentang Karhutla dan tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar secara bersamaan.

“Termasuk melakukan peningkatan kesiapsiagaan aparatur dan masyarakat maupun mitra kerja dalam mengatasi bencana untuk mengurangi resiko ketika terjadi bencana, khususnya Karhutla ini,” sebutnya dalam Rapat Koordinasi Forkopimda bulan Maret yang lalu.

Disamping 4 upaya tersebut, ditambahkan mantan Kepala Dinas Perhubungan Inhil ini adalah selalu berkoordinasi dengan camat dan upika serta mengarahkan seluruh potensi yang ada secara cepat dan tepat,” tukasnya.(mirwan/adv pemkab inhil)




Hadirkan Anak Panti, HUT Radio Senada FM Ke-12 Meriah

Kru Radio Senada FM saat foto bersama dengan pemimbing serta anak panti asuhan.TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hari Ulang Tahun (HUT) Radio Senada 105.2 FM yang ke-12 tampak meriah dengan kehadiran sejumlah anak panti asuhan puri husada ke studio Radio Senada FM Jalan Kembang Tembilahan, Senin, (23/3/2015) malam.

Menurut Direktur Senada, Andy Hirfandy bahwa 4 tahun belakang ini pihaknya selalu menghadirkan anak panti asuhan pada HUT media audio yang dipimpinnya itu, dengan harapan mampu menciptakan Radio bersosial tinggi.

“Beberapa tahun belakangan ini kami selalu undang anak panti ketika HUT Radio untuk membacakan doa bersama, memang kami rasakan banyak manfaat yang didapatkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, pimpinan radio senada fm juga memberikan santunan berupa bingkisan yang dinilai cukup bermanfaat bagi kehidupan anak panti asuhan.

Setelah 12 tahun mengudara, sampai hari ini menurut Andi masih banyak masyarakat yang menggemari siaran Radio. Ini diyakinkannya dari hasil pantauan disejumlah beberapa daerah di Kabupaten Inhil khususnya.

“Ketika ditanya tentang Radio Senada, mayoritas masyarakat dibeberapa  kecamatan masih sangat familliar dan tetap cinta dengan Radio,” sampaikannya.(mirwan)




Perlu Dukungan Masyarakat Jadikan Kota Tembilahan Bersih dan Indah

jalan-m-boya-salah-satu-ruas-jalan-dalam-kota-tembilahan-juga-masih-bersih-dari-atribut-berbau-pon-xviii-riauTembilahan (detikriau.org) – menjadikan kota Tembilahan sebagai kota yang bersih dan terbebas dari sampah sangat diperlukan peran aktif dari semua lapisan masyarakat. Tanpa semua itu, cita-cita ini akan sangat berat untuk diwujudkan.

Menurut pengakuan salah seorang warga kota Tembilahan, Wirman, selama ini ia menyaksikan dukungan masyarakat itu masih sangat jauh dari harapan.

“Harus adanya kesadaran masyarakat. Seperti misalnya membuang sampah pada tempat dan waktu-waktu yang telah ditentukan agar mudah terangkut oleh petugas,” Ujarnya, senin (23/3)

Wirman juga mengharapkan agar masyarakat juga sudah mulai membiasakan untuk memilah-milah jenis sampah dan membungkusnya dengan kantong berbeda. Hingga hari ini menurutnya masih cukup banyak masyarakat yang tidak memperdulikan hal ini. Akibatnya, sampah-sampah plastik dan sampah rumah tangga lainnya kerap dibuang dilokasi penumpukan sampah sementara dengan seenaknya. Sampahpun berserakan dan menimbulkan pemandangan dan bau yang tidak sedap.

“Tanpa kesadaran dan dukungan kita, menjadikan kota Tembilahan yang bersih pastinya menjadi sebuah pekerjaan yang sangat berat.” Masukan Wirman

Anto, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga melontarkan harapan yang hampir senada. Ia juga berharap agar kesadaran ini diawali oleh seluruh lapisan masayrakat.

“Kasihan petugas kebersihan bertungkas lumus menjalankan kewajibannya. Dengan gaji yang tidak seberapa, mereka diwajibkan membebeaskan ibukota Kabupaten Inhil ini dari sampah. Harus ada dukungan masyarakat agar tugas berat itu menjadi pekerjaan yang mudah,’ Imbuhnya

Dalam kesmepatan itu, Anto juga menyarankan agar aparatur pemerintah, khususnya kalangan PNS untuk menjadi motor kebersihan dilingkungannya masing-masing. Diharapkan dengannya akan menjadi contoh bagi masyarakat umum untuk ikut terlibat menjaga kebersihan kota.

“PNS harus bisa menjadi motovator. Ada suatu daerah yang notabene penduduknya dari kalangan PNS. Tapi tumpukan sampah dan drainase sangat kotor. Ini tentunya menjadi contoh yang tidak baik.” Tandasnya(aam)




Kemenag Inhil Yakinkan Buku Pelajara Mirip Paham ISIS Tidak Beredar di Inhil

H Jisman Arif/ Foto: Mirwan
H Jisman Arif/ Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yakinkan buku pelajaran mirip paham militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tidak beredar di Inhil.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Inhil H Azhari melalui Kasi Pendidikan Madrasah, H Jisman Arif kepada awak media, Senin (23/3/2015).

“Kami bisa menjamin kalau Madrasah-madrasah dibawah naungan kami tidak akan menemukan buku mata pelajaran yang pembahasannya mirip dengan paham militan ISIS,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dijaminnya tidak akan ditemukan buku mirip paham tersebut karena setiap pendistribusian buku-buku pelajaran terlebih dahulu diteliti seselektif mungkin oleh Kementrian Agam RI.

“Oleh karena itu, kami dari Kemenag tidak menurunkan Tim atau siapa saja untuk melacak disejumlah buku-buku agama di Inhil ini,” tukasnya.

Selain itu, ia juga mengaku, belakangan ini belum pernah menerima laporan adanya indikasi pembahasan buku yang penyimpangan paham Islam yang sebenarnya itu. (mirwan)




Seluruh Jajaran Dinkes Diminta Tingkatkan Koordinasi dan Kerjasama Dengan UPT Puskesmas

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar pertemuan evaluasi tribulan program Puskesmas se-Kabupaten Inhil, Senin (23/3/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Kantor Dinkes, Jalan M Boya Tembilahan ini, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinkes, Ridwan MKes, yang diikuti jajaran Dinkes dan 27 Kepala UPT Puskesmas yang ada di Negeri Seribu Parit.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinkes, Ridwa MKes didampingi jajaran Dinkes ini, diikuti 27 kepala UPT Puskesmas se-Kabupaten Inhil,

Ketua Panitia Pelaksana, Hayandi Skm mengatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan, untuk memonitoring seluruh kegiatan di UPT Puskesmas, guna mengetahui berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Untuk kemudian, dicari solusi serta jalan keluarnya secara bersama-sama, khususnya yang berkaitan langsung dengan program dan kegiatan dari masing-masing bidang di Dinkes Inhil.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kendala yang ada di lapangan selama tiga bulan terakhir bisa dipecahkan, sehingga tidak ditemui lagi kedepannya,” tutur Hayandi, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Dasar Dinkes Inhil.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Inhil, Ridwan MKes dalam sambutannya berharap agar pertemuan itu tidak hanya sebatas ajang kumpul-kumpul dan seremonial belaka, tetapi hendaknya menghasilkan output yang nantinya dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan program dan kegiatan ke depan.

“Seperti masalah data, jika ada kekurangan dan kekeliruan harus cepat diperbaiki, karena untuk sebuah proses perencanaan haruslah di dukung oleh data yang benar dan valid,” kata Ridwan mencontohkan.

Selanjutnya, mantan Kabag Humas Setda Inhil ini berpesan kepada seluruh jajaran di lingkungan Dinkes Inhil, untuk meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan seluruh UPT Puskesmas, karena kedua belah pihak saling membutuhkan dan perlu dukungan, dalam rangka penyediaan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.

“Kita yang telah diberi amanah dan kepercayaan sebagai abdi negara dan abdi masyarakat ini, hendaknya dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, dengan terus meningkatkan kinerja dan pelayanan, guna mewujudkan Kabupaten Inhil yang sehat,” imbuhnya.(adi/adv)