Kadisperindag: Kondisi Makanan Konsumsi di Swalayan, Aman

Kadisperindag Inhil H Fahrolrozy (berkopiah)
Kadisperindag Inhil H Fahrolrozy (berkopiah)

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Pahrolrozy menyampaikan untuk berbagai jenis makanan yang diperjual belikan di Swalayan kota Tembilahan masih terbilang aman.

Pernyataan tersebut diungkapkannya saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di dua Swalayan kota Tembilahan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Inhil dan Badan Pengawasan Obatan dan Makanan (BPOM), Kamis (25/6/2015).

“Dari hasil Sidak hari ini, kondisi makanan yang diperjual belikan oleh Swalayan ataupun Minimarket masih cukup bagus,” katanya.

Meski begitu, ia sempat menegur pemilik usaha, sebab sempat ditemukan makanan yang sudah hampir kadaluarsa, ada juga yang tidak mencantumkan Standar Nasional Indonesia (SNI) bahkan ada juga yang tidak menerakan batas kadaluarsa.

Selain itu, juga ditemukannya kemasan produk makanan yang tidak utuh seperti kaleng minuman yang tampak penyek.

“jadi untuk hari ini kita beri teguran kepada pemilik usaha untuk memisahkan yang mana produknya sudah hampir kadaluarsa, dan mana yang tidak, agar para pembeli bisa jelas membedakannya,” tandasnya.(mirwan)




Ternyata Beberapa Kantor SKPD Juga Berikan Contoh Tak Bayarkan Tagihan Air. Awas Loh, Dilaporin ke Bupati

Dirut PDAM TI, Agustian Rasmanto. Foto, Mirwan
Dirut PDAM TI, Agustian Rasmanto. Foto, Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ternyata tidak hanya masyarakat pelanggan umum PDAM Tirta Indragiri yang kerap menunggak. Kebiasaan tidak memenuhi kewajiban ini nyatanya juga dicontohkan oleh beberapa kantor SKPD dilingkungan Pemkab Inhil. Nilai tunggakannya bahkan mencapai angka Rp 127 Juta.

“Berdasarkan catatan lama, ada beberapa Dinas, nilai keseluruhannya sekitar Rp 127 juta,” ungkap Dirut PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto yang enggan menyebutkan jumlah Dinas menunggak tersebut ditemui di kantor PDAM Tirta Indragiri jalan M Boya, Tembilahan, Rabu (24/6/2015).

Ia pun mengaku tidak tahu secara persis alasan beberapa Dinas yang tidak melakukan pembayaran terhadap perusahaan yang dipimpinnya itu, apalagi ia baru menjabat dan baru menemukan data-data itu kurang lebih dua bulan belakang.

Dalam menyikapi ini, pihaknya telah membentuk tim untuk melakukan penagihan, dan dikatakannya tim tersebut mulai efektif usai lebaran mendatang.

“Apabila Dinas-dinas yang melanggar peraturan yang sudah ditentukan oleh PDAM, terpaksa dilaporkan ke bagian pengawas, ke Sekda dan kita akan sampaikan ke Bupati dan terakhir pemutusan,” Ancamnya. (mirwan)




Pasangan Suami Istri Petugas Kebersihan ini Sebut Kesadaran Masyarakat Akan Kebersihan Masih Minim

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang petugas kebersihan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ida (40) mengeluhkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. Padahal, Pemerintah Kabupaten Inhil menurutnya sudah menyediakan tempat dan menetapkan waktu untuk membuang sampah, namun nyatanya masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkannya.

Ida yang bertugas membersihkan badan jalan di sekitar Bundaran tugu Upakarti hingga ujung jalan veteran, Tembilahan menjelaskan bahwa untuk membersihkan lokasi tersebut ia bekerja dengan dibantu sang suami.

“Kalau nyapu kira-kira 1 jam selesai, itupun bersama-sama suami. Jika sendiri hampir dua jam. Dalam melaksanakan tugas ini, saya sangat berharap kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadarannya tentang kebersihan dengan jtidak membuang sampah sembarangan, kan sudah ada tong sampah disediakan,” sebutnya, Rabu (24/6/2015).

Selama ini, tambahnya, saat selesai menyapu dan baru ingin pulang tak taunya sudah ada lagi sampah yang berserakan, terutama di depan-depan perkantoran.

“Disiplinlah buang sampah pada tempatnya. Selama ini pandangan masyarakat terhadap sampah di Inhil masih belum berubah, masih tetap seperti dulu, apalagi sampah rumah tangga, setelah mobil selesai mengangkut mereka baru buang sampah, padahal jadwal telah ditentukan,” keluhnya.

Selain menjadi petugas kebersihan, Ida yang juga menjadi staf pengajar disalah satu PAUD di Tembilahan ini berharap kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.

“Khususnya untuk tukang sapu, jika belum bisa menaikkan honor kami, paling tidak tetapkan tanggal pembayaran setiap bulannya,  terserah pemerintah menetapkan waktunya, namun kami berharap bisa dibayarkan pada setiap awal bulan,” harapnya.

Sementara itu, sang suami Nasir (54) yang juga merupakan salah seorang petugas kebersihan namun berbeda shift dan lokasi dengan sang istri menyatakan, masalah sampah jangan dianggap ringan oleh masyarakat. Sampah dikatakannya, selain tidak enak dipandang, keberadaan sampah juga bisa mengganggu kesehatan.

“Kalau cuma kami para petugas kebersihan yang aktif tanpa kerjasama dari masyarakat, berapa banyakpun petugas hasilnya tidak akan maksimal. Saya bersama istri saat hujan rintikpun tetap melaksanakan tugas ini, karena ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab saya kepada pimpinan dan Allah SWT,” katanya.

Selain berharap keaktifan masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi sampah, Nasir juga berharap perhatian dari pemerintah kabupaten Inhil, terutama terkait dengan kesejahteraan dan kesehatan mereka.

“Jika semua pihak sudah satu pendapat, maka kami para petugas kebersihan Kabupaten inhil siap membantu pemerintah untuk meraih piala Adipura,” imbuhnya. (mirwan)




Upaya Penuhi Kebutuhan Dasar Masyarakat, Bupati Sidak Kantor PDAM TI

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan didampingi beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Kantor PDAM Tirta Indragiri jalan M Boya Tembilahan, Rabu (24/6/2015).

Menurut Bupati, sidak ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kantor PDAM Tirta Indragiri yang selama ini menjadi sorotan masyarakat. Sebab sebelumnya mayoritas masyarakat Inhil kecewa dengan pelayanan dari PDAM yang belum maksimal.

“Banyak hal yang kita bicarakan tadi sesuai dengan tahapan-tahapan program yang akan kita laksanakan kedepan, yang jelas saya fokus untuk penyelesaian kebutuhan dasar, mulai dari infrastruktur jalan, listrik dan termasuklah air minum dari PDAM ini,” ungkap Wardan.

Kedepan, Bupati ini akan terus melakukan pemantauan terhadap upaya pihak PDAM dalam memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Untuk saat ini ia menilai kalau kondisi PDAM masih dalam keadaan sakit. Artinya, untuk dimasa yang mendatang segera melakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

“Jika ada permasalahan maka tentunya akan kita rumuskan dan mencarikan solusinya apa yang harus dilakukan,” sebutnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto saat dikonfirmasi sangat menyambut baik kedatangan Bupati Inhil. Disampaikannya, dari pembicaraannya bersama pimpinan daerah Inhil ini bahwa pihaknya akan menerima bantuan dari Pemkab Inhil.

“Dari pembicaraan tadi, pihak pemerintah akan membantu semaksimal mungkin dan segera memulihkan PDAM,” sampaikannya. (mirwan/adv)




Masjid Jadi Tempat Istirahat Favorit Saat Puasa

Sejumlah jama'ah terlihat sedang melakukan berbagai aktifitas usai Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Foto: Adi
Sejumlah jama’ah terlihat sedang melakukan berbagai aktifitas usai Shalat Dzuhur di Masjid Agung Al Huda Tembilahan. Foto: Adi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Selama Bulan Suci Ramadhan, masjid tidak hanya digunakan untuk tempat beribadah dan pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan saja, tetapi sering juga digunakan oleh para jama’ah sebagai tempat beristirahat favorit saat menjalankan ibadah puasa, sambil menunggu dan menghabiskan waktu menjelang petang.

Seperti pantauan detikriau.org di Masjid Agung Al Huda, Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Selasa (23/6/2015). Saat itu, terlihat puluhan jama’ah, baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak memanfaatkan keteduhan serta kenyamanan masjid kebanggaan masyarakat Kota Tembilahan tersebut untuk beristirahat seusai Shalat Dzuhur.

Ketika waktu istirahat tersebut, sebagian jama’ah ada yang tampak tertidur pulas, baik di pelataran maupun di dalam masjid. Namun, ada juga jama’ah yang mengisi waktu istirahatnya dengan melakukan berbagai amalan-amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, seperti membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Menurut Wais (24), salah seorang warga Kota Tembilahan, dirinya sering memanfaatkan ruangan besar Masjid Agung Al Huda Tembilahan untuk beristirahat, karena suasana di tempat tersebut sangat nyaman dan sejuk di siang hari, sehingga menjadi tempat pilihan ketika beristirahat sambil menunggu berlalunya waktu menjelang Ashar.

“Di saat Bulan Puasa seperti ini, memang paling enak beristirahat di Masjid. Ketika selesai Shalat Dzuhur, saya bisa tidur-tiduran sambil menunggu masuknya waktu Shalat Ashar,” tutur Wais.

Sementara itu, jama’ah Masjid Al Huda Tembilahan lainnya, Heri menjelaskan bahwa di bulan yang penuh berkah dan limpahan rahmat ini, ia selalu memanfaatkan waktu untuk melakukan dan memperbanyak amal ibadahnya, yakni dengan mengaji.

“Karena saya ingin benar-benar memanfaatkan Bulan Ramadhan ini dengan beribadah, makanya sambil menghabiskan waktu istirahat saya isi dengan mengaji. Setelah selesai mengaji, barulah saya kembali melakukan aktifitas saya seperti biasanya,” imbuhnya. (adi)




Sedang Tarawih, 3 Kios di Pasar Yos Sudarso Tembilahan Terbakar

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga kota Tembilahan dihebohkan dengan peristiwa kebakaran yang terjadi di pasar jalan Yos Sudarso. Pasalnya amukan api yang terjadi sekitar pukul 20.30 WIB itu terjadi disaat umat Islam sedang melaksakan Shalat Tarawih, Minggu (21/6/2015) malam.

Berdasarkan data yang dirangkum dilapangan, sedikitnya 3 kios habis dilalap si jago merah, bahkan api nyaris melalap sejumlah kios disekitarnya jika saja 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telat tiba dilokasi.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar yang dibantu sejumlah pedagang setempat. “Jika  Damkartelat, mungkin kios-kios lainnya akan ikut ludes terbakar. Entah kenapa, api muncul secara tiba-tiba,” ujar salah satu pedagang setempat yang juga ikut panik atas peristiwa tersebut.

Selain petugas Damkar dan kepolisian, TKP juga dipadati para pedagang pasar Yos Sudarso. Hebohnya lagi, masyarakat umum kota Tembilahan juga turut memadati lokasi demi menyaksikan peristiwa itu secara langsung.

Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian (Disperindag) Kabupaten Inhil, H Pahrolrozy saat memantau langsung di TKP juga belum bisa mengetahui apa penyebab yang menghabiskan 3 kios itu.

“Yang jelas kebakaran ini terjadi di kios 328. Dan pemiliki ketiga kios itu adalah acok, iwan dan ami. Untuk penyebab kebakaran kita tunggu saja nanti karena masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib,” ujarnya.

Ditambahkannya, selain menunggu hasil dari penyelidikan oleh pihak kepolisian, ia juga akan menurunkan satu tim disiang hari untuk melakukan pembersihan lokasi tersebut. Jika masih memungkinkan, Kadisperindag ini menyatakan pemilik kios tetap berjualan di tempat. Namun jika tidak memungkinkan lagi, ia berjanji mencarikan solusinya.

Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono Sik dikomfirmasi melalui Paur Humas, Iptu Warno Akman, senin (22/6) membenarkan adanya peristiwa kebakaran ini. Dalam peristiwa yang terjadi pada minggu malam (21/6) sekitar pukul 20.30 itu melalap habis 3 unit kios pecah belah milik Emi Suhaimi (43) warga jalan Tanjung Harapan Gg Tanjung Pandan Kecamatan Tembilahan.

Diterangkan Paur Humas, sekitar pukul 20.30, Ade Yusuf, warga jalan H Sadri Lr Kubur Tembilahan adalah saksi yang pertama kali mengetahui terjadinya persitiwa kebakaran.

Saat mengetahui adanya api, saksi berupaya memadamkan dengan mempergunakan air yang terdapat disekitar TKP sambil berteriak-teriak memanggil petugas jaga lainnya dan kemudian memberitahukan kepada petugas Damkar

“Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 Wib. Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian materil kurang lebih sebesar Rp 100 juta.” Tandas Paur Humas. (mirwan)