Masyarakat Diajak Pilah dan Buang Sampah Pada Tempatnya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diajak, untuk memilih dan memilah serta membuang sampah pada tempatnya.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Alvi, sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia dan alam yang dapat menjadi sarang kuman dan bakteri penyakit serta tempat berkembangbiak serangga dan tikus.

Selain itu, sampah juga menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara, serta dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran.

“Jadi, membuang sampah pada tempatnya bisa menghindarkan tubuh kita dari penularan berbagai penyakit dan dapat menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tutur Alvi.

Selanjutnya, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil ini meminta kepada seluruh masyarakat, untuk lebih teliti dalam memilih dan memilah sampah-sampah yang akan dibuang, karena sampah ini tidak sama dan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu sampah anorganik/kering, sampah organik/basah dan sampah berbahaya.

Dijelaskan, sampah anorganik/kering adalah sampah yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami, seperti sampah logam, besi, kaleng, plastik, karet dan botol.

Sedangkan sampah organik/basah adalah sampah yang dapat mengalami pembusukan secara alami, yakni sampah dapur dan restoran, sisa sayuran, rempah-rempah dan sisa buah.

“Kalau sampah berbahaya, contohnya baterai, botol racun nyamuk dan jarum suntik bekas,” terangnya.

Inilah tiga jenis sampah yang perlu diketahui oleh masyarakat, sehingga diharapkan ketika akan membuangnya dapat dipilih dan dipilah terlebih dahulu, kemudian letakkan ditempat sampahnya masing-masing. (adi/adv)




Syaifuddin: Bulan Puasa, PNS Sudah Cukup Disiplin

Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin
Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Syaifuddin katakan kalau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Inhil ini sudah cukup disiplin selama bulan Ramadhan.

“Setelah beberapa kali Tim kita lakukan Sidak disejumlah rumah makan di Tembilahan, hanya Sidak pertama ada ditemukan, selebihnya tidak ada ditemukan lagi PNS kita,” ujarnya kepada awak media di ruang kerjanya,  kemaren.

Sesuai agenda, BKD Inhil menurutnya terus-menerus melakukan Sidak di sejumlah rumah makan maupun sejenisnya sebanyak 3 kali dalam seminggu dengan jadwal yang tidak ditentukan. Hingga pertengahan Ramadhan, dinilainya PNS sudah disiplin dan telah mengikuti aturan untuk tidak berada di kedai kopi pada siang hari.

Namun begitu, ia sedikit bimbang mendapatkan laporan bahwa kedesiplinan Pegawai di kantor-kantor Satker sedikit berbeda dari biasanya. Berdasarkan beberapa laporan lisan yang diterimanya, kedesiplinan kehadiran PNS masih minim.

“Tapi kami serahkan kewenangan sepenuhnya kepada masing-masing kepala kantor, mereka yang melakukan absen dan mereka juga yang menindak lanjuti. Namun nantinya jika ada yang melimpahkannya ke BKD, kami akan tindak lanjuti,” tegasnya.

“Yang jelas, untuk PNS yang berkeliaran pada jam kerja sudah bisa kita minimalisir selama Ramadhan ini,” tutupnya. (mirwan)




Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Pegawai Honorer Cantik Dispenda “Minah”

“Penjagal Istri Siri Mantan Anggota DPRD Inhil itu Ternyata Guru Honorer. Ngakunya Orang Suruhan”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Kepolisian Polres Inhil akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan tenaga honorer Dinas Pendapatan Daerah Kabuaten Indragiri Hilir, Minah. Keberhasilan pengungkapan perkara tersebut berlanjut dengan penangkapan seorang tersangka, SI (33) warga kota Tembilahan, Sabtu (4/7/2015) sekitar pukul 14.30 WIB kemaren.

Menurut keterangan pihak kepolisian, tersangka ini tidak hanya sebatas berstatus ibu rumah tangga, namun juga merupakan guru Honorer di salah satu SMP Negeri Tembilahan.

“Betul, tersangka pembunuhan terhadap korban Minah di Sungai Beringin beberapa waktu lalu telah kami amankan,” ungkap Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono melalui Kapolsek Tembilahan, Ipda Agus Susanto saat dihubungi melalui telpon selularnya, Minggu (5/7/2015).

Agus menjelaskan, setelah dilakukan pengembangan, untuk sementara motif pembunuhan yang diakui tersangka, bahwa ia disuruh oleh seseorang untuk melakulan pembunuhan tersebut. Namun menurut Kapolsek itu baru sebatas pengakuan TSK dan belum bisa dipertanggung jawabkan.

“Belum selesai, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, sebab itu hanya pengakuannya dan belum bisa kita simpulkan,” sebutnya.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, tewasnya warga Jalan Pembangunan RT 04 RW 06 Kelurahan Sungai Beringin kecamatan Tembilahan, Minah (33), terjadi pada rabu (10/6/2015) sekira pukul 19.20 WIB yang lalu. Saat ditemukan, dibeberapa bagian tubuhnya ditemukan luka .

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian saat itu, sekitar pukul 19.00 WIB hari itu, suami korban (Pelapor, red) pulang dari Kuala Lahang, Kecamatan Gaung. Pelapor terkejut begitu melihat kerumunan warga di depan rumahnya.

Tiba-tiba salah seorang warga menyampaikan bahwa istrinya didapati sedang terbaring dalam keadaan wajah pucat. Merasa penasaran pelapor masuk dan melihat istrinya dalam posisi tertelentang di kasur ruang tamu dengan kondisi beberapa luka disekujur tubuhnya dan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Mengetahui hal ini, pelapor memberitahukan persoalan itu kepada pihak keluarga dan polisi. Saat dievakuasi ditemukan ada luka gores pada bagian pipi dan siku sebelah kiri, keluar cairan dari hidung dan mulut korban serta terdapat luka memar pada bagian punggung sebelah atas.

Sementara itu, menurut informasi dari tetangga korban, Adly, perkara ini sedikit misterius. Kenapa tidak, sejak beberapa hari sebelumnya si korban memang sering menerima tamu yang merupakan rekannya sendiri.

Saat itu, sejak hari senin (8/6/2015) sampai diakhir hayatnya, si korban ini sendiri di rumah. Suami dan anak-anaknya sedang berada di Lahang.

“Waktu kejadian kami juga sedang di luar. Tapi infonya sore kemaren (Rabu, red) anaknya datang dan mengetuk pintu, tapi tak dibuka-buka, padahal anaknya meyakini di dalam ada orang karena saat menjenguk dari jendela terlihat masih ada kendaraan roda dua,” kata Adly.

Tak berapa lama, lanjutnya, berdatangan beberapa tetangga lainnya dan memeriksa dari jendela. Dan malamnya sekitar pukul 19.00 baru suami siri korban datang. Pintupun dibuka. Saat itulah baru diketahui bahwa korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. (mirwan)




Dinas Bina Marga dan DPRD Provinsi Riau Diminta Awasi Pembangunan Fisik di Inhil

Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna
Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna

TEMBILAHAN (detikriau.org– Dinas Bina Marga dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau diminta, untuk melakukan pengawasan terhadap proses pengerjaan dan pembangunan fisik di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna kepada awak media, kemarin.

Dikatakan Iwan, berbagai pihak terkait harus meningkatkan kualitas pekerjaan dan pengawasan terhadap kegiatan pembangunan fisik  pada jalan provinsi di Negeri Seribu Parit, khususnya pembangunan Jalan Rumbai-Tempuling dan Tempuling-Tembilahan.

“Ini penting dan harus menjadi perhatian bersama supaya pekerjaan pembangunan serta peningkatan jalan dan jembatan melalui dana APBD Provinsi Riau di Inhil tidak asal-asalan, serta jauh sekali dari kualitas dan mutu pekerjaan yang diharapkan masyarakat,” tutur Iwan.
Oleh karena itu, politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini meminta kepada SKPD terkait untuk benar-benar meningkatkan kualitas pekerjaan pembangunan jalan provinsi serta melakukan pengawasan yang ketat agar pihak rekanan yang mengerjakannya mengutamakan kualitas dan mutu.
“Jadi, jangan karena Inhil ini kabupaten terjauh lalu pengawasan berkurang,” tambahnya.
Selanjutnya, Iwan juga mengharapkan kepada anggota DPRD Provinsi Riau, khusunya yang berasal dari Daerah Pemilihan Inhil untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan fisik di Bumi Sri Gemilang ini.
“Ke depan, mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi dan kita harapkan kepada seluruh pihak bisa melakukan pengawasan demi hasil kerja yang bagus dan berkualitas,” imbuhnya. (adi/adv)



Inilah Beberapa Keunggulan dan Manfaat ASI Yang Perlu Diketahui Masyarakat

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif kepada bayi yang baru lahir sangat dianjurkan kepada para ibu, yakni ASI yang diberikan bagi bayi usia 0-6 bulan, tanpa menambahkan makanan ataupun minuman lainnya.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), DR Hj Alvi Furwanti Alwie saat berbincang dengan detikriau.org di kantornya, Jalan M Boya Tembilahan, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Alvi, ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik.
“ASI pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), yang sangat baik diberikan kepada bayi baru lahir, karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit,” tutur mantan Kepala Bappeda Inhil ini.
Adapun beberapa keunggulan ASI yang perlu diketahui masyarakat, yakni :
1. Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi, untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.
2. Mengandung zat kekebalan.
3. Melindungi bayi dari alergi.
4. Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi, sehingga masih dalam keadaan segar.
5. Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat serta dapat diberikan kapan saja dan dimana saja.
6. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi.
Sedangkan manfaat memberikan ASI bagi ibu, yaitu :
1. Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi.
2. Mengurangi pendarahan setelah persalinan.
3. Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
4. Menunda kehamilan berikutnya.
5. Mengurangi resiko terkena kanker payudara.
6. Lebih praktis, karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan.
“Kalau manfaat ASI bagi bayi, antara lain : bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng, serta tidak sering sakit,” terangnya. (adi/adv)



Bupati Inhil Hadiri Penyerahan Zakat Konsumtif Kepada Fakir Miskin

Bupati HM.Wardan saat menyampaikan sambutan pada acara Penyerahan Zakat mal
Bupati HM.Wardan saat menyampaikan sambutan pada acara Penyerahan Zakat mal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan menghadiri Penyerahan Zakat Konsumtif  kepada Fakir Miskin oleh Bazda (Badan Amil Zakat Daerah) Kabupaten Inhil yang berlangsung di Kantor Bazda jalan M Boya Tembilahan, Jum’at (3/7/2015).

Kegiatan penyerahan pagi itu, juga tampak hadir oleh ketua Bazda Kabupaten Inhil H Syamsurizal Awie, beberapa Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta sejumlah masyarakat yang berhak menerima Zakat.

Bupati Wardan dalam sambutannya menekankan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Negeri Seribu Parit ini untuk dapat terus-menerus menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Kabupaten Inhil.

“Ini saya tekankan gunanya, disamping menjalankan kewajiban sebagai salah satu rukun Islam, tidak kalah pentingnya membantu sesama umat terkhusus bagi yang kurang mampu atau bagi masyarakat yang berhak menerima,” ujar Bupati.

Bahkan ia menjelaskan lebih lanjut, membayar zakat itu sama halnya dengan perintah melaksanakan ibadah Shalat. Untuk itu, setiap umat beraga Islam wajib mengeluarkan zakat, apalagi katanya bagi PNS yang memiliki pendapatan tetap setiap bulannya.

Berdasarkan laporan dari Bazda Inhil, dikatakan Bupati setiap tahunnya, PNS yang menyalurkan zakat melalui Bazda Inhil terus mengalami peningkatan. Dan ini sesuai dengan harapannya sebagai pemimpin daerah.

Berdalih, sebelum menyampaikan sambutan, Bupati terlebih dahulu menyerahkan penghargaan kepada perwakilan Dinas, Badan dan Instansi yang termasuk penyumbang Zakat Mal terbesar di Kabupaten Inhil yang disejalankan dengan penyerahan Zakat Mal atau Zakat harta oleh Bupati kepada perwakilan Fakir Miskin.

Adapun jumlah Fakir Miskin yang berhak menerima Zakat se-Kabupaten Inhil, menurut data yang dirangkum dari Bazda sebanyak 6.415 Orang Fakir Miskin. (mirwan/adv)