Wardan: Akhir Juli, Seluruh Proses Lelang Harus Tuntas

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan menekankan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk menyelesaikan seluruh kegiatan yang memerlukan proses lelang atau tender pada akhir Juli 2015 ini.

Penekanan tersebut disampaikan orang nomor satu di Negeri Seribu Parit ini saat berbincang dengan sejumlah awak media di rumah dinasnya, Jalan Kesehatan Tembilahan, beberapa waktu lalu.

Dikatakan Bupati Wardan, saat ini secara keseluruhan, progres kegiatan dan pelaksanaan program pembangunan di lingkungan Pemkab Inhil baru mencapai sekitar 40 persen.

Oleh karena itu, pencapaian progres ini harus terus ditingkatkan, dengan memaksimalkan kinerja dan mengoptimalkan keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah kerja masing-masing.

“Harapan saya, akhir Juli ini semua proses lelang dan tender selesai. Jadi, bisa langsung dikerjakan,” tutur Bupati Wardan.

Apalagi, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini menargetkan, paling lambat pada Bulan September mendatang seluruh kegiatan fisik sudah dikerjakan oleh pihak rekanan.

“Dengan begitu, di awal Desember nanti semua kegiatan sudah selesai tanpa adanya kendala dan hambatan yang dapat menyebabkan serapan APBD rendah serta tidak maksimal,” imbuhnya. (adi/adv)




158 CJH Sudah Lakukan Pemeriksaan Kesehatan, Diskes Berikan Penanganan Bagi Yang Sakit

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dari kuota 390 CJH ditambah 8 petugas kesehatan pendamping yang akan diberangkatkan untuk menunaikan Ibadah Haji ke Tanah Suci, Hingga Rabu (29/7/2015), sebanyak 158 CJH diantaranya sudah melakukan pemeriksaan kesehatan tahap dua di Kantor Diskes Inhil.

 

Hal itu disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan, Asiah M, SST, MKes saat ditemui detikriau.org di kantornya.

 

“Memasuki hari ketiga proses pemeriksaan kesehatan, sudah hampir separuhnya yang memeriksakan diri,” tutur Asiah didampingi Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia.

 

Dijelaskan Asiah, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan sementara yang telah dilakukan, ada beberapa indikasi penyakit yang diidap oleh sejumlah CJH, diantaranya kolesterol, stroke dan penyakit dengan resiko tinggi, yang umumnya menyerang para CJH lanjut usia (lansia).

 

“Jadi, bagi CJH yang terindikasi mengidap penyakit-penyakit tersebut di atas, langsung kita lakukan penanganan dengan memberikan obat-obatan, supaya kondisinya cepat membaik dan sehat saat proses pemberangkatan ke Tanah Suci,” imbuhnya. (adi/adv)




Pelabuhan Parit 21 Bukan Objek Wisata Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelabuhan parit 21 Tembilahan bukanlah objek wisata Indragiri Hilir (Inhil).

Pernyataan tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil Rudiansyah melalui Sekretaris Dinas, Parisman kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2015).

“Pelabuhan itu bukan tempat wisata, yang namanya tempat wisata alam di Inhil ini seperti pantai solop di kecamatan Mandah, air terjun 86 di kecamatan Kemuning dan beberapa wisata lainnya,” kata Parisman.

Mungkin katanya, tempat-tempat wisata di Inhil ini jauh dari pusat pemukiman dan akses menuju ke lokasipun masih kurang mendukung sehingga pengunjung pun terbilang minim. Akibatnya, titik-titik rekreasi biasa yang dikunjungi para wisatawan, seperti dermaga parit 21.

Bahkan diakuinya, mayoritas masyarakat Inhil kini memang sedang haus dengan tempat hiburan. Namun katanya harus disadari bersama, Inhil ini memang sulit untuk mengembangkan wisata-wisata yang ada. Pantai solop contohnya, akses menuju ke lokasi harus membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga menjadi hambatan bagi masyarakat untuk berwisata, begitu juga air terjun 86 dan lainnya.

“Itulah permasalahannya, tapi kedepan Pemkab telah menganggarkan infrastruktur menuju air terjun 86 dengan jalan sepanjang 800 meter, ini salah satu upaya untuk menghidupkan objek wisata Inhil, khususnya objek wisata alam,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan pantauan lapangan, dermaga ataupun pelabuhan parit 21 Tembilahan itu kini ramai disinggahi masyarakat Inhil, apalagi pada moment-moment tertentu seperti lebaran dan haari-hari libur lainnya. Dengan ramainya pengunjung, pelabuhan tersebut nyaris dianggap tempat wisata oleh masyarakat Inhil, karena keramaiannya hampir melebihi objek wisata alam Inhil yang ada. (mirwan)




Bea dan Cukai Tembilahan Sita Miras Ilegal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan didampingi tim dari Kanwil Pekanbaru berhasil mengamankan minuman keras ilegal di jalan Pelita Jaya, Tembilahan Hulu, Senin (27/7/2015) dini hari.

Meski berhasil, namun sampai detik ini KPPBC belum bisa menyampaikan berapa jumlah hasil tangkapan seludupan barang ilegal tersebut dengan dalih masih dilakukan pendalaman dan pengembangan kasus.

“Betul kita ada mengamankan barang berupa Bir, tapi jumlah berapa kaleng maupun berapa kis minuman itu belum diketahui,” ungkap Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Tembilahan, Gunawan Tri Wibowo melalui Kepala Bagian Humas, Agustinus Rahmad Subagyo, Selasa (28/7/2015).

Bahkan, siapa pelakunya pun pihaknya masih enggan menyampaikan. Yang jelas kata Agus juga, saat ini Bea Cukai masih melakukan pendalaman. Tidak hanya barang ilegal, pihaknya juga menahan Speedboat pemilik usaha.

Kini Speedboat sedang berada di pelabuhan belakang Kantor Bea dan Cukai Tembilahan, sedangkan barang elegal diamankan dalam gudang. “Barang itu dalam gudang, kita tidak bisa juga melihatnya karena kunci dipegang oleh Kanwil Pekanbaru,” tutupnya. (mirwan)




Pemkab Inhil Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Forkopimda, Ormas dan Tokoh Agama

DSC_4738TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) menggelar Silaturrahmi dan Dialog Kebangsaan bersama unsur Forkopimda, Ormas serta tokoh-tokoh agama Kabupaten Inhil di Balai Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Selasa (28/7/2015).

Dalam dialog yang dipimpin langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan ditujukan untuk mencipatakan keharmonisan antar suku, ras maupun agama.

“Itu tujuan utama kita agar tercipta suasana damai, harmonis, aman dan tertib. Dimana, selama ini telah kita rasakan suasana kondusif itu namun terus kita ingatkan agar suasana seperti ini tetap terjaga,” ujar Bupati.

Yang jelas ditambahkan Bupati, Pemkab Inhil sangat tidak menginginkan Negeri Sri Gemilang ini terjadi konflik dengan alasan tidak sependapat seperti peristiwa terkini yang terjadi Polikara Papua yang terkesan berbau sara. Pada intinya, Pemkab terus menyatukan toleransi peraneka ragam yang ada di Inhil, terutama toleransi keagamaan.

Sebab itu, Pemkab mempertemukan semua elemen aneka ragam di Inhil yang dinilai sedikit rawan terjadi hal serupa seperti di Papua. Meski Inhil cukup damai, tentram dan harmonis.

“Jadi kita terima masukan-masukan dari mereka, sesuai keinginan namun tidak menyimpang aturan. Kita dari pemerintah tetap akan memfasilitasi berbagai kebutuhan masyarakat sepanjang pandangan aturan tidak ada masalah,” imbuhnya. (mirwan/adv)




Direktur Baru, Kualitas Pelayanan PDAM TI Masih Mengecewakan

airTEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri saat ini kembali menjadi sorotan semua kalangan. Bagaimana tidak, layanan yang diberikannya kini dinilai berada dibawah standar. Air yang bersumber dari perusahaan plat merah tersebut keruh dan berlumpur.

Bahkan menurut salah seorang pelanggan di Kecamatan Tembilahan Hulu, Agus, tidak hanya kualitas air yang keruh, pasokanpun kerap macet.

“sudah dua hari pasokan air terputus. Jangankan berharap kualitas air yang bagus, yang warnanya keruh saja sulit kita dapatkan,” Kritiknya.

Ibu rumah tangga warga jalan kayu jati kecamatan tembilahan hulu ini berharap pemerintah tidak hanya tutup mata dengan persoalan ini. Bukan hanya satu dua hari, pelayanan perusahaan daerah milik Pemkab Inhil ini juga dinilainya semakin hari semakin mengecewakan.

“Awalnya kita berharap banyak dengan pergantian pucuk pimpinan PDAM TI, tapi hari ini, kita nilai belum ada perubahan.” Kritiknya lagi

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Malian Ghazali juga menyesalkan pelayanan yang diberikan PDAM TI. Menurutnya, sebagai perusahaan layanan publik sudah seharusnya mengutamakan kepentingan publik.

“Kami tidak menuntut apa-apa yang penting layanan kepada masyarakat bagus,” ungkap Malian kepada sejumlah awak media digedung DPRD Inhil, Senin (27/7/2015).

Dikomfirmasi diruang kerjanya, Direktur PDAM Tirta Indragiri, Agustian Rasmanto melalui Kabag Produksi dan Distribusi, Kamusni kepada detikriau.org, Senin (27/7), rendahnya kualitas air ini menurutnya disebabkan keterlambatan datangnya pasokan bahan kimia

“Sebab air keruh ini hanya karena keterlambatan datangnya bahan kimia yang dikirim dari Jakarta. Selain itu, musim kemarau juga berpengaruh,” Dalih Kamusni

Ia menjelaskan, pada hari Sabtu (25/7) kemaren produksi PDAM ini sempat mati selama 6 jam. Ini dikarenakan bahan kimia belum datang, biasanya kata Kamusni, pesan bahan kimia itu selalu tiba dengan jarak waktu 24 jam.

Mungkin karena suasa lebaran, bahan kimia yang dibutuhkan itu terkendala dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Inhil. “Bahan kimia ini prosesnya secala langsung, tidak boleh mati. Dikarenakan kemaren itu mati lamanya 6 jam, maka air pun tak mengalir,” paparnya.

Saat ini, katanya lagi, air PDAM belum mengalir secara maksimal sehingga masih ditemukan beberapa titik yang mampet karena pemulihan pengaliran air masih dalam proses dan hanya menunggu waktu. Sedangkan persoalan air keruh, itu juga masih disebabkan efek dari matinya proses produksi tersebut. Sebab jika mati katanya lumpur-lumpur itu akan menumpuk.

“Yang menjadi persoalan juga, sejak akhir pekan kemaren di Pulau Palas itu listrik mati bergilir hingga 3 jam sekali, dan kami dari PDAM selalu dapat giliran, proses produksipun jadi terganggu,” Tandasnya. (mirwan/dro)