Di Inhil, Harga Daging Sapi Masih Stabil

sapiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Harga daging Sapi di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terbilang masih stabil. Meski belakangan dikabarkan, sebagian daerah di Pulau Jawa terjadi mogok pasokan dagangan daging Sapi.

“Harga daging Sapi di daerah kita stabil,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Inhil H Fahrulrozy, Rabu (12/8/2015).

Sementara itu, salah satu pedagang daging Sapi di kota Tembilahan, Miskal saat dikonfirmasi juga menuturkan hal yang serupa, kestabilan harga daging itu katanya sudah berlangsung sejak awal Idul Fittri lalu.

Selain relatif kestabilan harga, stok daging pun masih mencukupi. Dimana, khusus untuk dagangan sapi di pasar Trapong Selondang Kelapa jalan Yos Sudarso Tembilahan setiap harinya memotong 2 ekor Sapi.

“Beberapa waktu belakang hingga sekarang, harga sapi yang dijual masih Rp 120 ribu perkilo gram,” katanya. (mirwan)




Diskes Ingatkan Bahaya “Ngelem”

anak-anak-ngelemTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengingatkan seluruh masyarakat terutama Generasi Muda untuk tidak menyalahgunakan lem, seperti dengan menghisap aromanya atau yang lebih dikenal dengan sebutan “ngelem”.

Hal itu disampaikan Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus, Devi Natalia usai berkunjung dan melakukan pengobatan langsung terhadap pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu, belum lama ini.

Dikatakan Devi, penyalahgunaan lem dari semestinya, selain menyebabkan para penggunanya mabuk dan berhalusinasi, juga bisa menimbulkan berbagai efek negatif lainnya, seperti mengganggu kesehatan tubuh.

“Jadi, “ngelem” itu sangat bahaya bagi pemakainya, karena akan merusak otak dan cairannya, yang akhirnya berakibat gangguan jiwa,” tutur Devi.

Dicontohkan Devi, seperti pada kasus penemuan pasien ODGJ di Jalan Harapan, Kecamatan Tembilahan tersebut. Dimana, setelah berinteraksi langsung dan dari pengakuan pasien diketahui, ternyata yang bersangkutan sebelumnya pernah menghisap lem atau “ngelem”.

“Inilah yang kita duga menjadi penyebab pasien mengalami gangguan jiwa, karena penyalahgunaan lem bisa merusak otak dan cairannya,” terangnya.

Oleh karena itu, Devi mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama para orang tua, untuk selalu mengawasi pergaulan dan tingkah laku anak-anak mereka, agar tidak melakukan hal-hal yang tidak benar dan menyimpang, seperti “ngelem” dan lain sebagainya.

“Mari kita jaga generasi penerus kita, untuk menggapai masa depan yang lebih baik,” imbuhnya. (adi/adv)




Serap Aspirasi Masyarakat, Anggota DPRD Inhil Lakukan Reses Kedua Tahun 2015

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan reses tahap dua di tahun anggaran 2015.

Reses yang merupakan kunjungan kerja anggota DPRD ke masyarakat di daerah pemilihannya masing-masing ini, bertujuan untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dari para konstituen, khususnya yang berhubungan dengan program pembangunan daerah.

Sekretaris DPRD Inhil, H Fauzan Hamid mengatakan, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh Badan Musyawarah (Bamus), pelaksanaan reses tersebutdimulai sejak tanggal 10 hingga 15 Agustus 2015 nanti.

“Reses ini dimaksudkan untuk mengevaluasi sejauh mana kemajuan dan perkembangan pembangunan di seluruh daerah di Inhil, baik itu pelaksanaan pembangunan pada tahun-tahun sebelumnya maupun untuk pembahasan perencanaan pembangunan di tahun berikutnya,” tutur Fauzan kepada awak media, Selasa (11/8/2015).

Selain itu, lanjut mantan Asisten II Setdakab Inhil ini, melalui reses tersebut diharapkan dapat lebih mempererat jalinan silaturrahmi antara para wakil rakyat dengan konstituennya.

“Dengan telah ditetapkannya jadwal reses ini, diharapkan pelaksanaan di lapangan bisa lebih maksimal,” imbuhnya. (adi/adv)




Diskes Inhil Evaluasi Pelaksanaan JKN di Puskesmas

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan evaluasi pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semester I tahun anggaran 2015 di wilayah Puskesmas, Senin (10/8/2015).

Kegiatan yang dipusatkan di aula Hotel Inhil Pratama Tembilahan ini, sempena Halal Bihalal yang ditaja oleh BPJS Cabang Tembilahan bekerjasama dengan Diskes dan Rumah Sakit di Kabupaten Inhil.

Kepala Diskes Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi mengatakan, pada pertemuan tersebut dibahan tentang rujukan pasien JKN dari fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dasar ke Rumah Sakit.

“Saat itu, juga dibahas masalah pengklaiman pasien BPJS di Puskesmas perawatan, serta kunjungan peserta JKN, baik rawat jalan maupun rawat inap,” tutur Matzen.

Selanjutnya, yang tidak kalah penting untuk menjadi pembahasaan, yakni terkait peran atau tugas masing-masing stakeholder terkait, mulai dari Puskesmas, Rumah Sakit, Diskes hingga BPJS Kesehatan tentang proporsi penggunaan dana kapitasi 75 persen bagi jasa pelayanan petugas Puskesmas dan 25 persen untuk dana operasional Puskesmas.

“Dari hasil pembahasan itu, pihak Puskesmas meminta agar sarana dan prasarana yang dibutuhkan guna penunjang pelayanan kesehatan masyarakat dapat dipenuhi, seperti tenaga doktes dan ketersediaan obat-obatan,” imbuhnya. (adi/adv)




Tahun Ini Pemkab Inhil Kembali Gratiskan Transportasi Lokal JCH

hajiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) kembali meringankan seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) asal Inhil dalam bentuk pembebasan biaya transportasi lokal dari Tembilahan menuju Embarkasi Batam.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Arifin, Selasa (11/8/2015). Disebutkannya, alat transportasi yang ditanggung pemerintah itu menggunakan alat transportasi laut.

“Tahun ini kembali seperti tahun lalu, kita akan menggunakan angkutan laut dan yang akan diberangkatkan sebanyak 378 JCH. Berdasarkan jadwal dari panitia penyelenggara Ibadah Haji, JCH dari Inhil akan diberangkatkan menuju Embarkasi Batam pada hari Sabtu tanggal 29 Agustur mendatang,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tempat pelepasan nantinya akan dilepas di Pelabuhan Mesjid Agung Al-Huda Tembilahan. Karena menurutnya, pelabuhan tersebut cukup mendukung dan bisa disaksikan masyarakat luas. Setelah diberangkatkan pada tanggal 29 itu, maka keesokan harinya yakni pada tanggal 30 Agustus, seluruh JCH dari Inhil langsung diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Semoga saja tidak ada perubahan jadwal, sehingga proses pemberangkatan JCH dari Kabupaten Inhil lancar dan terkendali oleh panitia penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Inhil,” tutupnya. (mirwan/adv)




Sebelum Dirujuk, Terlebih Dahulu Pemegang Kartu BPJS dan Jamkesda Harus Dilayani di Fasyankes Dasar

DSC_3964TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebelum dilakukan rujukan lebih lanjut ke Rumah Sakit, masyarakat pemegang Kartu BPJS dan Jamkesda harus dilayani di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dasar terlebih dahulu, yakni Puskesmas di wilayahnya masing-masing.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil, DR Hj Alvi Furwanti Alwie melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen Msi saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, Senin (10/8/2015).

Dikatakan Matzen, jika masyarakat atau pasien pemenang Kartu BPJs dan Jamkesda ingin mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut di Rumah Sakit, maka harus meminta surat rujukan ke Puskesmas di wilayah tempat tinggalnya.

“Sedangkan bagi masyarakat yang belum masuk dalam kepesertaan BPJS dan Jamkesda, diharapkan mengurus BPJS Mandiri di Kantor Cabang Tembilahan,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada tahun anggaran 2015 ini, sekitar 40 persen dari kuota penerima program Jamkesda di Kabupaten Inhil telah diintegrasikan ke JKN dan sisa kuota tetap sebagai peserta Jamkesda.

“Dari kuota peserta Jamkesda sebanyak 145 ribu jiwa, yang diintegrasikan ke JKN setelah diverifikasi adalah sebanyak 43.914 jiwa, dan langsung mendapat Kartu BPJS. Sedangkan sisanya, masih tetap ditanggung Jamkesda,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pembiayaan dan Jamkesmas Diskes Inhil, drg Enni Kholisatun.

Adapun sasaran dari program ini, adalah masyarakat miskin dan tidak mampu, yang termasuk dalam kepesertaan Jamkesda, di luar peserta JKN (pemegang Jamkesmas dan peserta JKN Mandiri). (adi/adv)