DIKNAS TIDAK MILIKI DATABASE SEKOLAH

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kendala yang dihadapai DPRD Inhil dalam rangka perbaikan bangunan sekolah yang kondisinya memprihatinkan karena tidak adanya database. Meski sudah sering disampaikan ke SKPD terkait untuk membuat data base tersebut, realisasi hingga sekarang tidak pernah dipenuhi.

Ungkapan itu disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Mansun baru-baru ini di Tembilahan. Menurutnya, database tentang keberadaan sekolah untuk tiap tingkatan mulai dari SD,SMP dan SMA sangat penting. Karena dengan data tersebut dewan bisa menganggarkan gedung sekolah mana yang harus diperbaiki sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlaku.

“Kita sudah sering mengingatkan mereka untuk membuat data base sekolah yang ada di Inhil. Dengan data itu, tentunya kita akan mudah mengetahui mana-mana gedung sekolah yang sudah harus dilakukan perehaban,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Tidak dipungkirinya, setakat ini banyak bangunan sekolah di Inhil yang mestinya sudah harus dilakukan perbaikan, terutama yang ada di daerah. Hanya saja memang tidak semuanya bangunan tersebut kita ketahui keberadaannya dimana. Sebab dewan, dalam hal ini Komisi IV memang tidak ada data rill di lapangan. Mereka yang mengetahui tentunya SKPD terkait.

“Ini yang menjadi kendala kita saat pembahasan anggaran. Kalau memang ada kondisi sekolah yang memprihatinkan, dan Kepseknya tidak bergerak pro aktif menyampaikan kondisi yang ada ke dewan, tentunya kita tidak tahu. Sehingga persoalan tersebut menyebabkan tidak teranggarakan pada saat pembahasan,” imbuhnya. (Suf)




PEMKAB DIMINTA PERBAIKI BANGUNAN SD 020

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi bangunan sekolah yang sangat memprihatinkan, terutama Sekolah Dasar (SD) tidak hanya ada di daerah terpencil, nyatanya juga dapat ditemukan di kota Tembilahan yang notabenenya berada di ibu kota Kabupaten. Kondisi itu tentunya menambah buram potret pendidikan di negeri yang punya julukan “Negeri Seribu Jembatan”.

Salah satu bangunan SD yang tersebut adalah adalah SD 020 yang berlokasi di jalan Pangeran Hidayat Kelurahan Tembilahan Hilir, tidak jauh dari Mesjid Alghulam. ada  4 lokal yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah tidak layak untuk dilakukan proses belajar mengajar.

 

Kerusakan terletak pada lantai yang kondisinya sudah lapuk, hingga sangat dikawatirkan akan ambrol sewaktu-waktu.”Terus terang kondisi lantai bangunan yang sudah lapuk seperti ini sangat mengganggu aktivitas belajar mengajar kita. Kita takut, sewaktu-waktu lantai ambrol, kalau memang tidak dilakukan perbaikan sesegera mungkin,”kata Suhaimi Ama.Md, Kepala Sekolah (Kasek) SD 020 Kelurahan Tembilahan Hilir, Jumat, (27/1).

 

Untuk itu, ia sangat berharap kepada Pemkab Inhil untuk dapat melakukan perbaikan agar kondisi bangunan bisa menjadi indah dan lebih baik.

 

Selain itu, kerusakan juga terlihat pada bagian lantai teras yang sudah dimakan usia. Padahal teras tersebut, selain sebagai tempat bermain, juga untuk jalan menuju lokal. Tentunya kerusakan yang terjadi makin membuat kondisi bangunan semakin terlihat kurang layak untuk dilakukan aktivitas belajar mengajar.

 

Suhaimi menambahkan,  kondisi lapangan juga tidak mendukung. Lapangan sekolah  sering terendam oleh air, baik saat hujan, maupun pasang tinggi seperti yang terjadi belakangan ini.

 

“Kalau sudah pasang tinggi dan hujan turun, kita kesulitan melakukan aktivitas di lapangan, termasuk upacara bendera pada hari Senin. Padahal upacara bendera adalah salah satu kegiatan yang sangat penting dan harus dilaksanakan oleh sekolah,” ujarnya.

 

Kondisi cukup menyedihkan juga terletak pada pagar bangunan dan mobilier. Bahkan ada beberapa meja belajar yang keadaanya sudah hampir patah. “Kalau meja seperti itu bagaimana siswa bisa belajar dengan baik,” imbuhnya.

 

Berkaitan dengan pembahasan anggaran yang sedang berlangsung sekarang ini, pihaknya sangat berharap pengambil kebijakan bisa memperhatikan kondisi bangunan  sekolah SD 20 yang cukup memprihatinkan.   Paling tidak dari berbagai kerusakan yang terjadi, ada sebagian yang bisa dilakukan perbaikan. (Suf)

 




ASYIK NYABU, 3 ANGGOTA POLRES INHIL DAN 2 WARGA SIPIL DICIDUK

Gambar Ilustrasi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Tiga oknum anggota polres Inhil berinisial SL (38), BL (29) dan DM (22) berhasil diringkus satuan Polres Inhil saat asyik menikmati psikotropika jenis sabu-sabu, Selasa malam (24/1) di TKP rumah kediaman SL, Jalan Serumpun Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan. Dalam pegrebekan ini, 1 warga sipil yang juga berada di TKP berinisial ZE (34) serta 1 mantan anggota DPRD Inhil, HR (41) ikut diamankan.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP, Dedi Rahman Dayan melalui Wakapolres, Kompol Imran Amir, strategi pelaksanaan pegrebekan sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya.”Informasi yang kita terima dari masyarakat kita tindaklanjuti. Kita kirim petugas kita untuk lakukan pantauan di TKP, kemudian barulah kita susun strategi pegrebekan tersebut. Kita akui, proses pengrebekan membutuhkan waktu cukup lama ( sekira pukul 23.00WIB s/d pukul 02.00 WIB) karena TSK sempat melakukan perlawanan,” Ungkap Wakapolres, Kompol Imran Amir didampingi Kabag Ops Polres Inhil, Kompol Yuniar Ari, Kasad Narkoba, AKP Olalupa serta Paur Humas, Iptu Zahari saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (26/1).

Dalam pegrebekan itu, Petugas berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa, 5 buah HP, 1 buah Black Bary, 2 Laptop, 1 Notebook, 1 buah tas yang berisi: 2 buah tabung kaca, 1 timbangan digital kecil, 1 pak plastik pembungkus kecil, 1 buah mesin hitung, 1 buah gunting dan satu set alat isap sabu yakni; 1 buah pipet/sedotan, 1 buah pancis gas, 1 botol spiritus, 2 paket kecil psikotropika jenis sabu-sabu, serta 1 tabung kecil air sabu.

Dijelaskan Wakapolres, SL diduga berprofesi sebagai pengedar. Ia bertugas di Polsek  Pulau Burung Kecamatan Kateman dan dalam proses PTDH serta sudah tidak masuk kantor sejak bulan September 2011 yang lalu. Sementara dua oknum anggota lainnya, bertugas disatuan Polres Inhil.”Kita duga sabu-sabu ini dipasok dari Kepulauan Batam dan Pekanbaru. Ketiga-tiganya termasuk 2 orang warga sipil lainnya sudah kita amankan ditahanan Mapolres Inhil.”Pungkas Wakapolres. (fsl)




Kondisi Jembatan Desa Bakau Aceh Memprihatinkan

gambar ilustrasi jembatan rusak

TEMBILAHAN(www.detikriau.org) – Kondisi jembatan beton yang ada di Desa Bakau Acek di Kecamatan Mandah setahun belakangan ini sangat memprihatinkan. Padahal keberadaan jembatan tersebut sangat penting, karena menjadi penghubung antara Desa Bakau Aceh  dengan Dusun Saba dan beberapa dusun lainnya.

 

Apalagi keberadaan jembatan dengan panjang 40×2 meter selain digunakan oleh masyarakat sebagai aktivitas sebagai sarana penghubung, juga ramai digunakan oleh sekolah. Sebab hanya di desa Bakau Aceh ada bangunan sekolah SMP dan SD bagi anak untuk menuntut ilmu di kawasan tersebut.

 

“Jadi siapapun yang ingin sekolah ke Desa Bakau Aceh baik SD dan juga SMP harus melewati jembatan tersebut. Tapi belakangan ini kondisi jembatan cukup memprihatinkan,” kata H Awandi A.Ma anggota DPRD Inhil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Dapil tersebut, baru-baru ini.

 

Oleh sebab itu,demi kelancaran dan keamanan terutama untuk anak sekolah, makanya warga sangat mengharapkan pembangunan jembatan baru dilokasi yang ada sekarang. Sebab jangan sampai, anak sekolah  jadi terhambat dalam menuntut ilmu, hanya karena persoalan jembatan rusak atau ambruk.

 

“Kita berharap kepada Pemkab Inhil dapat memprioritaskan pembangunan jembatan beton untuk desa Bakau Aceh Kecamatan mandah dalam rangka memudahkan aktivitas warga terutama untuk anak sekolah,” katanya lagi. (Suf)