Billy dan Daud Terpilih Sebagai Presma dan Wapresma Unisi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pasangan Billy Febrian Muttaqien dan Muhammad Daud berhasil unggul dengan meraih suara terbanyak pada Pemilihan Raya Mahasiswa Universitas Islam Indragiri Tembilahan, Sabtu (30/6) kemarin. Sehingga mereka berhak menduduki jabatan sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa periode 2012-2013.

Pada Pemilihan Raya (Pemira) tersebut, pasangan nomor urut tiga ini berhasil memperoleh 600 suara, dan mengungguli pasangan nomor urut dua, yaitu Dhedek Kurniawan dan Taufiqurrahman yang hanya memperoleh 437 suara. Sementara itu, pasangan nomor urut satu, yakni Syar’i AM dan M Syahreza Fahlevi yang mendapat dukungan penuh dari Forum Mahasiswa Peduli Kampus (FMPK) Unisi Tembilahan hanya mampu memperoleh 136 suara, dan 85 suara lainnya dinyatakan hangus.

Ketua Komisi Pemulihan Umum (KPU) Unisi, Saprijan kepada mengatakan, pada pelaksanaan Pemira tahun ini hampir sama dengan Pemira tahun sebelumnya, baik dari pendaftaran calon kandidat Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unisi sampai pada tahap pencoblosan surat suara oleh para mahasiswa.

Kemudian, pada kesempatan itu, ia juga berpesan kepada kandidat yang terpilih agar dapat memegang amanah yang telah diberikan rekan-rekan mahasiswa kepadanya, laksanakan kewajiban sebagai Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa, berikan inovasi ataupun ide-ide baru untuk merubah daya pikir organisasi di Unisi menjadi lebih baik.

“Kepada yang tidak terpilih, saya harapkan tidak berputus asa, teruskan semangat untuk maju dan jadikan ini sebagai suatu pembelajaran yang sangat berharga, karena keinginan untuk maju dan mau belajar adalah kunci kesuksesan,” tutur Saprijan.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa terpilih, Billy berjanji akan menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya dengan sebaik mungkin, dan akan terus berbuat untuk kemajuan mahasiswa khususnya serta Unisi Tembilahan pada umumnya, sehingga Unisi lebih dikenal oleh masyarakat, tidak hanya di Inhil tapi juga sampai keluar daerah lainnya.

“Terima kasih atas kepercayaan yang telah kawan-kawan mahasiswa berikan kepada saya. Insya Allah, amanah ini akan saya jalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Namun begitu, saya juga berharap dukungan dari semua pihak, terutama seluruh mahasiswa agar setiap program yang telah kita rencanakan dapat berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya.(rls)




WABUP: MILAD, PEMBERHENTIAN SEMENTARA UNTUK LAKUKAN INTROPEKSI

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Wakil Bupati Inhil, H. Rosman Malomo mengatakan bahwa peringatan Milad adalah sebuah titik pemberhentian sementara dalam sebuah bentangan garis panjang perjalanan hidup. Titik ini merupakan saat untuk melakukan perenungan dan   mentelaah kembali apa-apa yang sudah diperbuat untuk melakukan berbagai macam koreksi guna mencapai apa yang sudah ditetapkan sebagai tujuan.

Ungkapan ini disampaikan Wabup dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Inhil bersempena Peringatan Milad Ke- 47 Kabupaten Indragiri Hilir bertempat di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Inhil jalan R. Subrantas, Tembilahan, Kamis (14/6).

Dijelaskan Wabup, 14 juni, 47 tahun yang silam, tokoh pendiri telah mempersembahkan sebuah maha karya politik dengan melahirkan sebuah Kabupaten yang dinamai Indragiri Hilir dan sejak saat itu, setiap tahunnya dan kembali terulang dijuga dihari ini, peringatan keberhasilan itu tetap dilakukan.

“Di titik pemberhentian sementara ini kita kembali lakukan berbagai koreksi agar apa yang menjadi cita-cita bersama masyarakat negeri seribu jembatan ini guna mewujudkan masyarakat adil makmur dan sejahtera dapat tercapai,” Ujar Wabup.

Bentangan perjalanan panjang sejak 47 tahun silam hingga hari ini menurut Wabup adalah sebuah bentangan catatan dengan berbagai macam kekurangan dan kelebihan yang sekaligus merupakan cerminan raport atas apa yang sudah dilakukan dari waktu ke waktu. Bagi setiap penerima raport baik, Wabup berpesan untuk terus mempersembahkan kinerja terbaik sedangkan bagi penerima raport kurang baik berusahalah untuk terus melakukan perbaikan.

“Masyarakat Kab. Inhil patut untuk bersyukur karena cita-cita kita untuk mencapai masyarkat adil, makmur dan sejahtera secara makro telah dikemas ke dalam bentuk lagkah mikro yang terfokus dalam Visi dan Misi Kabupaten Indragiri Hilir 2025,” Jelas Wabup.

Menurut wabup juga, Keberhasilan masyarakat Inhil salah satunya dapat terlihat dengan keberhasil merubah sebuah lahan marjinal (daerah rawa dan gambut. Red) menjadi sebuah lahan yang menjanjikan bagi masyarakatnya hingga mampu setara dengan daerah-daerah lainnya.

“Adanya Visi yang diimplementasikan dalam bentuk Misi menjadikan pemacau semangat untuk terus melakukan berbagai sisi pembangunan yang tidak akan pernah berhenti. Semua komponen masyarakat, tanpa terkecuali haruslah tetap bersatu padu untuk mewujudkan Visi tersebut,” Pungkas Wabup.

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kab. Inhil dalam rangka peringatan Milad Ke-47 Kab. Inhil ini disamping dihadiri oleh Seluruh pejabat dilingkungan Setdakab Inhil, Tokoh masyarakat, pemuda dan agama juga turut dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi.(fsl)




DISKES INHIL SOSIALISASIKAN DAMPAK HIV/AIDS

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Guna mengantisipasi meningkatnya penderita HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir bekerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS melaksanakan sosialisasi akan dampak penyakit ini yang diikuti oleh 20 orang peserta, Minggu, (4/6), di ibu kota Kecamatan Kateman Guntung.

 

Kegiatan ini melibatkan Stakeholder instansi pemerintah hingga ke tingkat Kecamatan dan dihadiri oleh ketua KPA Kabupaten Inhil H Rosman Malomo SH.MH, dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris H Umar Pulungan.

 

“Melalui sosialisasi ini, kami harap  masyarakat tidak mendekati hal-hal yang dapat memicu penularan virus HIV. Di antaranya, seks bebas dan penggunaan narkoba, khususnya jarum suntik,” kata Umar Pulungan

 

Masih menurutnya , saat ini ditemukan penderita HIV/AIDS ditengah masyarakat terus mengalami peningkatan, namun persentasenya masih relative kecil. Walau diakuinya bahwa satu tahun terakhir ada kecenderungan peningkatan “kelas” dari HIV menjadi AIDS.

Jika seseorang berstatus penderita AIDS, artinya ketahanan tubuhnya semakin menurun, butuh perawatan dan pengobatan lebih intensif.

Ia mengingatkan bahwa pihaknya bakal terus menggencarkan sosialisasi bahaya HIV/AIDS ke masyarakat, khususnya kepada pengguna jarum suntik.

 

Untuk mengurangi ketergantungan pada narkoba, KPA menganjurkan pengguna jarum suntik menggunakan terapi metadon. “Metadon,  adalah zat yang bisa mengurangi keinginan untuk memakai narkoba” Sebutnya.(suf)




MESKI PERALATAN TERLAMBAT, DISDUKCAPIL INHIL KOMIT KEJAR TARGET PENYELESAIAN e-KTP

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Kab. Inhil), H Dianto Mampanini sangat menyayangkan keterlambatan tibanya peralatan yang akan digunakan untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik atau e-KTP dari Pusat. Kondisi ini disebutkannya tentu akan berpengaruh pada kesuksesan program yang dicanangkan Pemerintah hingga oktober 2012 mendatang.

“Mengingat kondisi geografis daerah-daerah yang ada di Kabupaten kita sulit di jangkau, belum lagi dalam waktu dekat kita akan menghadapi bulan puasa, Keterlambatan ini tentu penerapannya dikhawatirkan tidak akan maksimal. Namun demikian, kita akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mensukseskan program e-KTP ini,” tutur H. Dianto kepada wartawan, Kamis (31/5).

Menurut Dianto, dengan kondisi geografis seperti Kab. Inhil, seharusnya lebih diprioritaskan untuk mendapatkan berbagai peralatan lebih dulu agar lebih matang dalam persiapan. Selain itu, ia juga berpendapat peralatan yang sangat cocok untuk pelaksanaan perekaman e-KTP di di Inhil adalah alat yang bisa dibawa kemana-mana atau Mobile Enrollment.

Peralatan perekam yang sudah diterima yakni berupa 40 set peralatan rekam. Dari jumlah tersebut setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Inhil akan mendapatkan 2 set peralatan pembuatan e-KTP, yang terdiri dari Komputer, Scanner, Printer, Pemindai sidik jari dan kamera digital.(fsl)




PERSIAPAN BENTUK TIM KAJIAN, MINGGU INI PEMKAB INHIL AGENDAKAN RAPAT

Hasil Tim Kajian Diharapkan Dapat Dijadikan Payung Hukum

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Minggu ini, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) akan segera mengadakan rapat guna menindaklajuti rencana pembentukan tim kajian untuk memperhitungkan rumusan penentuan harga kelapa. Kajian tidak hanya sebatas pembahasan rumusan harga kelapa hibrida tetapi juga akan dilakukan terhadap kelapa dalam.

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten II Setdakab Inhil, H. Syafrinal Hedy kepada detikriau.org ketika ditemui diruang kerjanya, rabu (30/5).”Hasil rapat mediasi antara petani kelapa hibrida pola PIR-Trans dengan manajemen PT.RSUP yang lalu, diambil keputusan agar Pemkab Inhil segera membentuk kembali Tim kajian untuk memperhitungkan rumusan perhitungan harga kelapa hibrida. Hanya saja karena juga adanya permintaan masyarakat agar rumusan harga tersebut tidak hanya untuk kelapa hibrida, kita mengakomodir hal ini. Makanya tim kajian yang akan kita bentuk nantinya juga kita tujukan untuk melakukan kajian rumusan harga kelapa secara menyeluruh, baik kelapa hibrida pola PIR-Trans maupun kelapa dalam,” Jelas Asisten II.

Ditambahkan Asisten II, untuk melakukan kajian, pemkab Inhil akan melibatkan beberapa satker terkait. Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat dijadikan patokan dalam memperhitungkan rumusan penentuan harga jual kelapa milik masyarakat.”Paling tidak hasil putusan dapat dijadikan petani kelapa sebagai payung hukum. Beberapa satker yang akan kita libatkan diantaranya adalah Dinas perkebunan, Disperindag dan Bappeda. Insyaallah dalam minggu ini juga kita akan adakan rapat untuk menindaklanjuti hal ini.” Paparnya mengakhiri.(fsl)




Tindak Lanjuti Keputusan, Pemkab diminta Segera Bentuk Tim Kajian.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanisistas meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil secepatnya membentuk Tim Kajian rumusan harga pembelian kelapa hibrida sesuai hasil kesepakatan. Ia menilai, hal ini sangat penting agar persoalan antara petani plasma dan inti ini segera dapat terselesaikan.

“Kesepakatan yang diperoleh dalam mediasi kali ini belum bersipat permanen. Artinya, agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan dikhawatirkan menimbulkan kerugian dikedua belah pihak, maka sudah menjadi keharusan, pembentukan kembali Tim Kajian harus secepatnya untuk direalisasikan dan segera bekerja. Kita berharap hubungan yang bisa diibaratkan talian Bapak dan Anak pola PIR-Trans yang merupakan pola satu-satunya yang diterapkan diseluruh Indonesia ini berbuah manis khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani,”Ujar Herwanissitas ketika diminta komfirmasi oleh detikriau.org seusai mediasi perwakilan petani kelapa hibrida dari tiga kecamatan di Kab.Inhil dengan pihak perusahaan di ruang aula kantor Bupati Inhil, Jum’at (25/5).

Menurut Sitas, panggilan akrab politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, niat baik pihak perusahaan terlihat dengan kehadiran pengambil keputusan perusahaan sambu group, Mr Tay Chiatung.”Sikap yang dipertunjukan pihak perusahaan, diakui ataupun tidak, saya nilai patut untuk kita hargai. Apapun alasannya, kesediaan untuk hadir dari kedua pihak berselisih akan menjadi obat mujarab guna mendapatkan solusi terbaik dalam setiap mediasi. Oleh karenanya, sekali lagi kita berharap, apa yang dimulai dengan niat baik ini pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu keputusan yang baik pula,” Harapnya.

Mediasi yang terlaksana hari ini, ditambahkannya merupakan buah kesungguhan dari semua pihak terlibat, Pemkab dan khususnya Komisi II DPRD Inhil dalam memperjuangkan aspira masyarakat. Menurut Sitas,  janji Komisi II DPRD Inhil atas permintaan masyarakat petani kelapa hibrida untuk menghadirkan pihak perusahaan dalam pertemuan di ruang banggar, kamis (24/5) yang lalu, hari ini, jum’at (25/5) sudah mereka penuhi. Ia juga berharap agar semua pihak terutama petani kelapa hibrida dan perusahaan mempertahankan sikap lapang dada seperti ini. “Mediasi tidak akan pernah mampu untuk menghasilkan keputusan yang 100 persen menguntungkan satu sisi, Keputusan terbaik adalah win-win solution. Ini hanya bisa diraih kedua belah pihak jika mau saling menerima dan memberi. Mudah-mudahan secepatnya persoalan ini bisa dapat terselesaikan.”Pungkas Herwanissitas. (fsl)