Malam Resepsi Puncak Peringatan Milad Ke 49 Inhil

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Puncak peringatan Milad ke-49 Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2014 dimeriahkan dengan pelaksanaan malam resepsi di Lapangan Upacara Jalan Gajah Mada Tembilahan, Sabtu (14/6/14).

Kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya ini, mengusung tema “Dengan spirit baru Inhil, mari kita selaraskan pembangunan di segala bidang, menuju kabupaten yang maju, bermartabat dan bermarwah”.

Tampak hadir saat itu, Wakil Bupati, H Rosman Malomo, Ketua dan Anggota DPRD, Unsur Muspida, perwakilan Pemprov Riau, Sekda dan sejumlah pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil, budayawan dan insan seni perwakilan Singapura, DKI Jakarta, Loksemawe NAD, Sumbar, Pekanbaru, Dumai dan Inhil, serta Paguyuban, Parpol, organisasi, Ketua TP PKK, Dharma Wanita Persatuan dan ratusan masyarakat Kota Tembilahan dan sekitarnya.

Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Purna Bhakti Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang selama ini telah mengabdi untuk pembangunan dan kemajuan Kabupaten Inhil, sehingga bisa mencapai keberhasilan seperti saat sekarang ini.

“Tugas kita ke depan adalah melanjutkan cita-cita pendiri Inhil, dengan saling bekerjasama serta meningkatkan persatuan dan kesatuan, menuju kabupaten yang lebih maju, bermartabat dan bermarwah,” ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Panitia Milad Inhil tahun 2014, H Dianto Mampanini menjelaskan bahwa berbagai kegiatan yang dilaksanakan sempena Milad Inhil ini bertujuan untuk meningkatkan silaturrahmi, serta meningkatkan kepedulian dan kebersamaan dalam membangun Inhil ke depan.

“Kegiatan dalam rangka Milad Inhil ini kita mulai dengan gerak jalan jantung sehat, serta diisi dengan berbagai lomba dan pertandingan olahraga, bhakti sosial dan Festival Bumi Sri Gemilang ke-13. Selain itu, nanti juga akan kita laksanakan istighosah dan do’a bersama,” terangnya.

Pada kesempatan itu, juga diserahkan penghargaan Gemilang Award oleh Bupati Inhil, HM Wardan kepada sejumlah masyarakat Inhil yang dinilai berhasil dan sukses dalam mendukung program dan pembangunan di Bumi Sri Gemilang.

Kemudian, juge dilakukan penyerahan cenderamata kepada sanggar seni yang ikut serta dalam memeriahkan Milad Inhil dan sebagai peserta Pagelaran Seni Serumpun setiap tahunnya di Kabupaten Inhil. (adv/humas)




Batas waktu habis, PKL Terpaksa ditertibkan

IMG-20140613-00129Tembilahan (detikriau.org) – Gabungan Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP), Disperindag dan Dishubkominfo Inhil akhirnya harus membongkar paksa puluhan lapak-lapak Pedagang Kaki Lima yang membandel setelah diberi peringatan sebelumnya, operasi pembongkaran paksa ini dilakukan mulai dari Jalan Baharudin Yusuf, M Boya dan Juga Kapten Mukhtar Tembilahan.

“Yang jelas kita sudah melakukan sesuai SOP agar tidak menyalah pada saat pembongkaran. kita sudah berikan batas waktu kepada PKL untuk membongkar lapak milik mereka, namun mereka tidak mengindahkan” ujar Kakan Satpol PP Inhil TM Syaifullah melalui Kasi Penyuluhan dan Penegakan Hukum Hadi Rahman. Jum’at (13/6/14).

Meski jelas sudah melewati batasan waktu, sebagian pedagang masih saja ada yang mengungkapkan perasaan kecewa dengan sikap yang dilakukan satpol PP. mereka menilai satpol pp arogan dan terkesan pilih kasih.

“Memang mereka sudah beri waktu kepada kita untuk membongkar, bagaimana mau membongkar kalau suami saya sedang sakit,” sebutnya

Tidak hanya itu saja, pedagang martabak yang berada dijalan baharudin yusuf ini juga mengatakan kalau Satpol PP Inhil terkesan memilih-milih dalam menertipkan lapak.

“Rumah makan Mbak itu kenapa tidak dibongkar, dan kenapa punya saya harus dibongkar,” sebutnya kecewa.

Sambungnya lagi”Kita ini sama-sama cari makan, liat saja kalau punya saya dibongkar dan punya dia (rumah makan mbak, red) tidak dibongkar,” ancamnya.

Tidak hanya itu saja, pedagang buah-buahan juga mengeluh dengan sikap yang di tunjukkan oleh Satpol PP Inhil saat menertipkan lapak PKL yang ada di M Boya Tembilahan.

“Kita bisa bongkar sendiri, jangan seperti ini,” sebut pedagang buah-buahan tersebut dengan nada tinggi.(ahmad tarmizi)




Eddywan Syasby : PDAM TI Dalam Kondisi Kronis

Kantor-PDAM-Tirta-Indragiri-680x365Tembilahan (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Kab Inhil yang menjadi tambatan sebagian besar masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih kini berada dalam kondisi kronis. Hal ini diungkapkan oleh Plt Dirut PDAM TI, Eddywan Syasby, Selasa (10/6/2014).

“Jika diistilahkan, PDAM TI saat ini sudah kronis. Tahun 2012 lalu hasil temuan BPK, PDAM ini sudah sakit, sekarang sakitnya makin parah,” ujarnya

Menurut Eddywan, ada 4 aspek persoalan yang sedang terjadi di PDAM, yaitu aspek teknis, keuangan, manajemen dan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Seperti aspek teknis, banyak peralatan kita yang rusak dan tidak lagi bisa diperbaiki sama sekali,” ujarnya.

Sementara itu, dari aspek keuangan, biaya operasional PDAM dibandingkan dengan pendapatan hasilnya minus sehingga perusahaan daerah ini terus menerus merugi.

“Kita memiliki 15 ribu sambungan ke rumah-rumah penduduk, termasuk yang di kecamatan, seharusnya pendapatan kita pertahun tidak kurang dari 11 Milyar (M), namun nyatanya pada tahun 2013 lalu pendapatan hanya sekitar 8,5 M,” tambah Eddywan.

Jika dibagi perbulan dari 8,5 M itu maka pendapatan PDAM hanya sekitar 700 juta sedangkan sedangkan biaya operasional diatas 900 juta.

“Ini bukan persoalan saya menjabat terus terjadi masalah. Saya baru 1 bulan disini jadi sifatnya masih melakukan konsilidasi internal termasuk mencoba mempelajari persoalan-persoalan mendasar yang saat ini ada pada PDAM,” jelas Staff Ahli Bupati ini.(Ahmad Tarmizi)




Pemeriksaan Kesehatan JCH Tahap II Dimulai Usai Idul Fitri

jchTEMBILAHAN (detikriau.org)-Pemeriksaan kesehatan tahap kedua bagi seluruh Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Indragiri Hilir, yang masuk dalam porsi keberangkatan tahun 2014 direncanakan akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri mendatang.

“Pemeriksanaan kesehatan Jemaah Calon Haji (JCH) tahap II, rencananya akan kita mulai dari tanggal 11 hingga 19 Agustus nanti, yang dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan (Diskes),” Sampaikan Kepala Diskes Inhil, Hj Alvi Furwanti Alwie usai menghadiri Diklat Prajabatan Golongan III bagi CPNS di aula Kantor Dispenda Inhil, Senin (9/4).

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilakukan dengan lebih lengkap, seperti rontgen dan laboratorium, ditambah pengobatan yang dilakukan langsung di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan. “termasuk pemberian dua macam vaksin, yaitu vaksin Meningitis dan vaksin Influenza,” terang Alvi.

Dijelaskan mantan Kepala Bappeda Inhil ini, pemeriksaan kesehatan bagi JCH harus dilakukan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci Mekkah, agar dapat dipastikan kondisi kesehatan JCH secara pasti guna meminimalisir jumlah jemaah haji yang sakit saat melakukan ibadah haji.

“Proses pelayanan kesehatan yang akan diberikan kepada JCH ini melalui dua tahap. Dimana, tahap pertama adalah pemeriksaan kesehatan fisik dan penyakit-penyakit kronis, di Puskesmas setempat, yang pelaksanaannya sudah dilakukan sebelumnya,” tambahnya.

Oleh karena itu, mengingat pemeriksaan kesehatan ini sangat penting, maka JCH diharapkan dapat mengikuti seluruh proses pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan, karena hal itu merupakan salah satu ketentuan yang harus diikuti JCH sebelum melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.

“Melalui pemeriksaan kesehatan ini, akan didapatkan data secara jelas apakah seorang JCH itu dianggap sudah mampu atau tidak untuk diberangkatkan,” tandasnya.

Untuk diketahui, jumlah keseluruhan JCH asal Kabupaten Inhil yang masuk dalam porsi keberangkatan, untuk melaksanakan Ibadah Haji ke Tanah Suci Mekkah tahun 1435 H adalah sebanyak 550 orang, yang berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Inhil.(dro)




Dipindah Ke Subrantas, Pemilik dan Pelayan Pujasera Wajib Kenakan Teluk Belanga

Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy
Kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy

Tembilahan(detikriau.org)-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil akan memindahkan seluruh Pusat Jajanan Selera Rakyat (Puja Sera) yang berada di Jalan Kapten Mukhtar ke Jalan Subrantas tepatnya bersebelahan dengan Kantor Darma Wanita.

“Nantinya Puja Sera akan kita alihkan ke Subrantas,” kata Kadisperindag Inhil Fahrolrozy MM kepada detikriau.org baru-baru ini usai rapat bersama kepala dinas lainnya dikantor Bupati Inhil

Disamping itu ia juga menyebutkan pemilik dan pelayan puja sera diwajibkan menggunakan baju teluk belanga pada saat berjualan atau melayani pelanggannya

“Nanti semua pedagang atau pelayan wajib menggunakan baju teluk belanga dan tidak seperti saat ini,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikannya lagi, puja sera nantinya tidak akan berumah-rumah seperti saat ini dan penerangan akan dilakukan sebaik mungkin.

“Nanti kita pakai payung besar itu saja, dan kita kasih penerangan agak tidak ada yang berbuat yang tidak senonoh,” sebutnya

Sedangkan lokasi eks Puja Sera yang berada di Jalan Kapten Mukhtar akan di jadikan Stand pada saat MTQ Provinsi Riau mendatang. (Ahmad Tarmizi)




Malangnya Tembilahan, Listrik Bak Kunang-Kunang, Air PDAM-pun Ngadat

airTembilahan (detikriau.org) – Baru terhitung semingguan pasokan air PDAM Tirta Indragiri kembali mengalir setelah sempat mati total selama tiga hari, kondisi yang sama kini kembali berulang. Kali ini bukan persoalan ketiadaan tawas tetapi katanya kerusakan “breker listrik”.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang tekhnisi lapangan yang enggan menyebutkan namanya saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (6/6/2014). Dikatakannya, akibat kerusakan peralatan ini, pasokan listrik untuk mesin pompa terputus, imbasnya distribusi air kepelanggan juga terhenti.

“Saya tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Suku cadang kita tidak ada dan harus didatangakan dari luar,” Ujarnya memberikan komfirmasi.

Terkait persoalan ketiadaan tawas yang menjadi penyebab terhentinya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu lalu, hari ini diakuinya sudah bisa diatasi. Meskipun pengadaan dalam jumlah besar harus dilakukan melalui proses lelang, namun untuk kebutuhan mendesak PDAM TI mengambil inisitif membeli enceran sesuai kebutuhan. “Tawas tidak ada masalah. Masalah kali ini, ya kerusakan breker listrik,” Tandasnya.

Kembali terputusnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan ini juga kembali menuai keluhan masyarakat. Sejak pagi, pasokan air terhenti secara total. Untuk mendapatkan kebutuhan air bersih, mereka dengan terpaksa harus memasok dari sumber-sumber air bersih disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Entah apa yang terjadi dengan pelayanan public di Tembilahan dalam beberapa waktu belakangan ini, sudahlah pasokan air mati total, listrik PLN-pun senin-kamis. Kita minta pemerintah setempat kiranya dapat segera mengambil kebijakan terbaik agar masyarakat tidak terus dirugikan,” Sampaikan Herman, warga Jalan Batang Tuaka kepada detikriau.org. (dro)