Besok, Kawasan Kuliner Kelapa Gading Tembilahan di Resmikan

DSC_0311Tembilahan (detikriau.org) – Besok, sabtu (13/9/2014) Pemerintah kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) meresmikan penggunaan Kawasan Kuliner “Kelapa Gading” jalan HR Subrantas Tembilahan. Pusat jajanan khas kota seribu parit ini diharapkan akan menjadi salah satu ikon wisata bagi masyarakat yang berkunjung ke Inhil.

 

“Insyaallah besok tangal 13 september sekira pukul 02.00 Wib, kawasan kuliner kelapa gading diresmikan penggunaannya .” Sampaikan kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy kepada detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, jum’at (12/9/2014)

 

Saat peresmian ditambahkannya, seluruh tamu undangan dan masyarakat sekitar akan dijamu dengan panganan hasil produksi pertanian daerah. “Sekedar suguhan panganan tanda syukur. Ada kacang rebus, ubi rebus dan berbagai jenis panganan daerah lainnya. Ini sekarang saya sedang meninjau lokasi bersama pak Wabup Inhil, H Rosman Malomo dan Sekda, H Alimuddin RM,” Ujarnya

 

120 unit lapak dagangan di lokasi KKKG diperuntukan bagi eks pedagang lokasi pujasera lama. Lokasi eks pujasera lama jalan kapten muchtar akan dipergunakan sebagai lokasi bazar MTQ tingkat provinsi Riau yang akan dilaksanakan di Tembilahan akhir tahun nanti.

 

Ditambahkan Fahrolrozy, penataan lokasi KKKG akan dikemas dalam konsep yang jauh berbeda dari pujasera lama. Dikawasan KKKG, disamping dimanfaatkan untuk lokasi berdagang panganan, juga akan disediakan hiburan bagi keluarga.

 

“Kita berharap lokasi itu nantinya akan menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat Inhil khususnya kota Tembilahan dan kedepannya juga diharapkan akan menjadi salah satu ikon daerah,” Tandas mantan Kadishubkominfo Inhil ini. (dro/adv pemkab inhil)

 




Desa Harus Manfaatkan Dana DMIJ dengan Baik

Gagal, Pengurangan Jumlah Bantuan dan Sanksi Pidana Menanti

Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal
Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemkab Inhil mewanti-wanti bagi Desa penerima dana program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) untuk menuntaskan seluruh program pembangunan yang telah dicanangkan. Gagal, sanksi pengurangan jatah dana ditahun mendatang akan menanti.

Sesuai ketentuan, besaran kucuran dana kepada masing-masing desa didasarkan kepada tipologi Desa. Desa Swadaya mendapat kucuran dana minimal Rp 350 juta per tahun. Desa Swakarya sebesar Rp 500 juta. Desa Swasembada Rp. 750 juta dan Desa Mandiri, sebesar Rp 1,2 milyar.

“Masing-masing Desa harus mampu menuntaskan seluruh kegiatan yang sudah dianggarkan dengan baik. Kalau tidak, ya tahun depan terpaksa kami evaluasi,” ujar Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Inhil, H Yulizal, kemarin.

Lahirnya DMIJ menurutnya merupakan implikasi dari visi misi kepala daerah yang menginginkan pembangunan dapat terlaksana dengan baik dan merata hingga ketingkat paling bawah.

Tidak mampunya desa untuk mengelola keuangan DMIJ, dampaknya akan berakibat fatal. Selain diberikan sanksi administrasi, pengelola dana tersebut juga bisa terjerat kasus hukum.

Untuk itu diingatkan mantan Bendahara DPRD Inhil ini agar Desa dapat mempergunakan dana itu dengan sebaik-baiknya. (dro/*1/adv pemkab inhil)




Jaga Kebersihan Kota, Kadis PU Inhil Ajak Partisipasi Masyarakat

mobil sampahTembilahan (detikriau.rog) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kebersihan Inhil mendapatkan tambahan 5 unit kendaraan angkut sampah. Dengan adanya penambahan ini diharapkan akan dapat lebih memperluas jangkauan pengangkutan dalam rangka menciptakan kota Tembilahan yang bersih.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Dinas PU dan Kebersihan, H Fauzar kepada detikriau.org di Tembilahan, kamis (11/9/2014). Menurutnya, dari 23 unit kendaraan angkutan sampah, hanya 18 unitnya yang kini masih bisa dioperasionalkan.

“18 unit itupun kondisinya sebahagian juga sudah ada yang mulai rusak. tapi paling tidak masih bisa kita operasionalkan. Dengan adanya penambahan kendaraan baru ini, pengoperasiannya akan kembali kita jadwalkan terutama untuk lebih memaksimalkan jangkauan pengangkutan sampah,” Ujar Fauzar.

Diakui mantan Kadisdik Inhil ini, semakin hari, volume sampah khususnya di dalam kota Tembilahan semakin bertambah. Untuk menciptakan kota Tembilahan yang bersih ia sangat berharap adanya kerjasama dari semua pihak terutama masyarakat.

Kerjasama itu menurut Fauzar tentunya dengan bersama-sama menjaga kebersihan paling tidak dilingkungan tempat tinggal dan tempat usaha masing-masing. Jika upaya ini dapat dikerjakan secara bersama-sama pastinya menciptakan kota Tembilahan yang bersih bukanlah pekerjaan yang teramat susah.

“Saya menghimbau agar masyrakat juga tidak mendirikan bangunan diatas trotoar jalan agar mudah membersihkannya. Membuang sampah hendaknya juga dilakukan pada tempat-tempat yang sudah tersedia serta pada jam-jam yang sudah ditentukan.” Pungkas Fauzar. (dro)




Api Hanguskan 9 Unit Pemukiman Penduduk di Pulau Palas

rumah warga terbakarTEMBILAHAN (detikriau.org) –9 unit rumah yang terletak di Jalan Provinsi, Parit 6 Simpang 3,  Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, hangus dilalap sijago merah, Kamis (11/9) sekira pukul 02.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, mengatakan saat kejadian warga sedang tertidur.

“Karena sebagai besar bangunan rumah terbuat dari kayu, maka api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah korban lainya,” ujar Paur Humas, Kamis (11/9).

Ditambahkan Warno, Wawan Nopriadi, korban sekaligus saksi menceritakan saat kejadian ia sedang tertidur di ruang depan rumah. Tiba-tiba ia terbangun dan melihat api sudah membesar di bagian ruang tersebut.

“Korban langsung membangunkan orang tuanya, Jefri yang saat itu sedang tidur di dalam kamar. Bapak bangun ada api, rumah kita kebakaran,” kata Warno, menirukan keterangan korban sesaat sesudah kejadian.

Wawan dan orang tuanya berusaha keras memadamkan api, namun usaha itu tidak membuahkan hasil. api dengan cepat membakar bagian lain rumahnya. Bahkan kobaran api juga langsung menyebarang ke rumag-rumah tetangga sekitarnya.

Pihak polisi sendiri belum bisa menyebutkan asal api, sebab masih dalam penyelidikan. Kuat dugaan penyebab kebarakaran adanya hubungan arus pendek listrik. Namun semua itu belum bisa dinyatakan sebagai kesimpulan.

“Ini hanya sebatas dugaan. Finalnya nanti setelah adanya hasil pemeriksaan,” sambung Warno. menjelaskan.

Adapun 9 rumah korban yang terbakar adalah rumah milik Wawan Nopriadi, (27), Syamsuar (60), Bambang Supriadi (50), Basri (55), Hendri Yudin (45), Janet (70), Junaidi (50), Muhammad (40) dan Saniah (45).

Camat Tembilahan Hulu Doan Anggara, mengatakan saat ini para korban diungsikan ke rumah sanak keluarga dan tetangga. Sedangkan paramuda tempatan membantu para korban untuk mengumpulkan dana. (dro/*1)




Dishub Inhil Ancam Tilang Angkutan Penumpang Nakal

Kadishubkominfo Inhil, Tantawi jauhari
Kadishubkominfo Inhil, Tantawi jauhari

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dishubkominfo Inhil ancam akan memberlakukan denda tilang bagi angkutan penumpang yang tidak masuk ke dalam Terminal Bandar Laksmana Indragiri (BLI).

“Kami akui masih ada angkutan yang belum masuk terminal. Kami akan berupaya maksimal, sambil memberikan pembinaan. Yang membandel, kita akan tilang,” ancam Kadishubkominfo Inhil, H Tanwai Jauhari, Rabu (10/9).

Untuk menertibkan persoalan tersebut menurut Tantawi menjadi motivasi tersendiri bagi dirinya.

Berdasarkan dari evaluasi yang dilakasanakan beberapa hari lalu, lanjut Tantawi masih banyak yang harus dibenahi. Terutama terhadap sistem pengawasan.

“Hari ini rencananya kita akan mengundang kembali pihak-pihak agen dan PO. Semuanya akan dievaluasi. Kita ingin tahu apa permasalahan sehingga masih ada yang tidak mematuhi hasil kesepakatan sebelumnya,” Tandasnya. (dro/*1)




LPG Tabung Melon Langka, Harga Capai Rp 25 Ribu

lpgTEMBILAHAN (detikriau.org) – Keberadaan Gas LPG 3 Kg di Kota Tembilahan, Inhil dalam beberapa hari belakangan mulai langka.

“Susah carinya, saya terpaksa keliling. Kalaupun ada harganya bisa mencapai Rp 25 Ribu,” ungkap Nur warga Tembilahan Hilir, Rabu (10/9).

Ia tak mengetahui apa penyebab kelangkaan itu, yang jelas menurut ibu beranak 4 ini kelangkaan LPG tabung melon ini membuat aktivitas rumah tangganya menjadi terhambat. Kondisi demikian diharapkannya dapat segera diatasi pemerintah.

Senada, penjual LPG 3 Kg, Ime juga mengakui adanya kelangkaan ini. Dampak dari kelangkaan itu membuat warungnya diserbu pembeli. Padahal dirinya cuma mendapat jatah 30 tabung per hari.

“Dengan harga jual dipatoknya sebesar Rp 21 ribu, paling lama 1 jam seluru stok habis terjual. Pembelinyapun kebanyakan bukan warga sekitar.” ceritanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil, H Pahrolrozy, nyatakan kelangkaan LPG 3 Kg dalam dua hari terakhir disebabkan pasukan dari Kota Dumai ke Tembilahan terlambat disebakan kondisi alam.

“Namunhari ini sudah mulai normal, LPG 3 kg pantauan kita juga sudah banyak,” Ujar Fahrolrozy.(dro/*1)