HUT TNI ke-69, Kodim 0314 Inhil Taja Fun Bike

IMG_9510 as Smart Object-1Tembilahan (detikriau.org) – Menyambut peringatan HUT ke-69, TNI menyelenggarakan kegiatan Fun Bike bertajuk ‘Gowes Bersama TNI Rakyat Sehat. Acara ini juga tampak diikuti oleh Bupati Inhil diwakili Staff Ahli, Edywan Shasby, Polres Inhil, Ketua Pengadilan Agama dan Kadispora Inhil, Rudiansyah. Ahad (28/9/2014)

Pantauan detikriau.org, kegiatan yang mengambil rute seputaran jalan protokol dalam kota Tembilahan ini diikuti oleh keluarga besar TNI, Polri, Bea dan Cukai, Perbankan, BUMD, Masyarakat serta kalangan pelajar ini dilepas oleh Dandim 0314 Inhil,letkol inf FP Tarigan yang diwakili oleh Kasdim, Mayor Kav Ibnu Yarsis Iskandar.

Dikatakan Kasdim, HUT TNI Ke-69 Tahun 2014 mengangkat Tema ” Patriot Sejati, Profesional & Dicintai Rakyat”. Kegitan Fun Bike serupa ini dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran TNI dari sabang sampai Merauke.

“sempena HUT TNI Ke-69 melalui kegitan fun bike ini juga diharapkan dapat menciptakan sinergi, baik antar instansi pemerintah,maupun dengan pihak swasta dan masyarakat. “ Ujar Kasdim. (dro/rul)

Ribun peserta yang mengikuti kegiatan Fun Bike sempena HUT TNI ke 69. Foto: Syahrul Badrin
Ribun peserta yang mengikuti kegiatan Fun Bike sempena HUT TNI ke 69. Foto: Syahrul Badrin




Wakili Bupati, Asisiten II Setdakab Inhil Resmikan Rakorcab FKDT

DSC_7847 - CopyTembilahan (detikriau.org) – Mewakili Bupati, Asisten II Setdakab Inhil, H Fauzan Hamid meresmikan kegiatan pembukaan rakorcab Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Inhil. Pada kegiatan yang dilaksanakan disalah satu Wisma di jalan Telaga Biru Tembilahan ini juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Inhil, H. Azhari Syukur, Ketua DPW Provinsi Riau, H Mahfuzdh serta peserta Rakor dan undangan lainnya. Sabtu (27/9/2014) malam

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Asisten II mengatakan bahwa keberadaan FKDT sangat dirasakan oleh Diniyah Takmiliyah karena memiliki fungsi sebagai mitra kerja kementerian agama guna mensukseskan penyelenggaraan Diniyah Takmiliyah, sebagai wadah interaksi,konsultasi serta koordinasi bagi seluruh anggota untuk peningkatan profesionalisme tenaga pendidik secara terpadu.

oleh karena itu Bupati menyatakan bahwa tidaklah mengherankan jika Diniyah takmiliyah tetap eksis dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, karena diniyah takmiliyah memiliki pondasi yang kuat dan pengelolaan manajemen yg cukup baik, dalam rangka memberikan tambahan dan pendalaman pengetahuan agama islam kepada pelajar di sekolah umum, agar memiliki sikap, pribadi dan prilaku mulia sebagai seorang muslim, terampil dalam ibadah, dan mampu bersosialisasi dalam masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi aqidah dan berakhlaqul karimah.

“Atas nama Pemerintah daerah kita menyambut baik dan mendukung dengan adanya Rakorcab DPC FKDT ini, semoga melalui Rakorcab ini akan dapat merumuskan kebijakan-kebijakan terbaik demi meningkatkan kualitas pendidikan Diniyah Takmiliyah dan teruslah berkiprah dalam menyebarkan syariat islam di khususnya di Kab Inhil.,” Pesan Bupati

Sementara itu, ketua FKDT Inhil, Suhaili Hamdi mengatakan bahw FKDT adalah organisasi yang berkaidahkan Islamahlisunnah waljamaah yang berdasarkan pancasila ditujukan untuk mewujudkan pendidikan islami, demokratis dan sejahtera.

Pelaksanaan Rakorcab diadakan selama dua hari, tanggal 27 – 28 September 2014 yang diikuti oleh utusan masing-masingi kecamatan se kab Inhil. (way/Adv Pemkab Inhil)




Sejak januari 2014, 873 Ha Lahan di Inhil Terbakar

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, M.Si
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik, M.Si

Tembilahan (detikriau.org) – Sejak awal tahun 2014, luas areal lahan yang terbakar di wilayah hukum Polres Inhil tercatat sebesar 873 Hektar. Areal lahan terbesar berada di Kecamatan Keritang dan Kemuning.

“Itu seluruh luasan lahan yang terbakar sejak awal januari 2014. Yang terbesar di Kecamatan Keritang dan Kemuning,” Sampaikan kapolres. Jum’at (26/9/2014

Dalam kesempatan itu, Kapolres kembali menyampaikan himbauan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar. Apapun alasannya menurut Kapolres, tindakan itu sangat bertentangan dengan hukum dan dapat merusak lingkungan.

“Akibat kabut asap, hampir seluruh aktivitas masyarakat terganggu. Belum lagi korban yang terserang penyakit pernafasan dan sebagainya. Kita berharap hal itu tidak terjadi lagi,” tutupnya.(dro/*1).




Hingga September 2014, Polres Inhil Ungkap 8 Kasus Karhutla

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat turun langsung ke lokasi kebakaran lahan beberapa waktu lalu
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat turun langsung ke lokasi kebakaran lahan beberapa waktu lalu

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sejak Januari hingga September 2014, jajaran Polres Inhil berhasil mengungkap 8 kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan menetapkan 18 orang tersangka (TSK).

5 kasus diantaranya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tembilahan, 2 masih dalam proses penyidikan (Lidik) dan 1 diantaranya dilimpahkan ke Polres Tanjung Jabung Barat (Tanjabat) Provinsi Jambi.

“untuk satu kasus ini TKP-nya masuk di wilayah hukum Polres Tanjabat,” ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, didampingi Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK, Jumat (26/9).

Penegakan hukum tersebut dilakukan selama masa tanggap darurat dan siaga darurat. Umunya para pelaku dikatakan Kapolres mengaku sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan cara membakar.

“Baru-baru ini kita kebali berhasil mengamankan 4 tersangka karhutla di Desa Sekayan, Kecamatan Kemuning. Kemudian 1 kasus lagi kami ungkap di Kecamatan Pelangiran. Dengan demikian total yang kami amankan dalam bulan ini ada 5 TSK dari 2 kasus,” paparnya.

Para pelaku dijerat dengan Undang-undang nomor 32 tahun 2009 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. Artinya Polisi tidak pandang bulu terhadap siapa saja pelaku kejahatan pembakaran hutan dan lahan.

“Kita akan tindak tegas siapa saja yang terbukti melakukan karhutla. Sebab pemerintah kita menyebut pelaku pembakar hutan dengan penjahat kemanusia,” jelas Kapolres.

Salah satu alasan disebutnya TSK Karhutla sebagai penjahat kemanusia, dilanjutkan Kapolres karena dampaknya merugikan banyak aspek, seperti Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi dan aspek sosial lainya.(dro/*1)




Terjatuh Ke Sungai, ABK Liman ditemukan Tak Lagi Bernyawa

ilustrasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Belum diketahui penyebanya, Hendi (25) Anak Buah Kapal (ABK) Liman tiba-tiba saja tercebur ke sungai saat hendak menambatkan kapal diperairan Sungai Batang Gansal Desa Seberang Pulau Kijang, Kecamatan Reteh pada Kamis (25/9) sekitar pukul 17.30 WIB. Satu jam kemudian, Hendi ditemukan mengapung dalam kondisi sudah tidak lagi bernyawa.

Menurut keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, korban terjatuh ketika akan mengingkatkan tali kapalnya ke batang pohon yang berada di tepian sungai tersebut.

“Korban terjatuh dan tenggelam. Saat ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB korban sudah tak bernyawa. Kemudian korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat,” ujar Paur Humas.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jasad korban kemudian diserahkan petugas kepada pihak keluarga dan selanjutnya dilakukan proses pemakaman sebagai mana meskinya.

Untuk mengetahui penyebab terjatuhnya korban, petugas sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik rekan-rekanya sesama ABK maupun warga setempat yang diduga mengetahui peristiwa tersebut. Tandasnya (dro/*1)




Ketuk Hati Masyarakat, Camat Tembilahan Hulu Lakukan Goro

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Camat Tembilahan Hulu, Doan Dwi Anggara, bersama seluruh kepala UPTD Kecamatan setempat menggelar kegiatan gotong royong (Goro) membersihkan lingkungan, Jumat (26/9) pagi kemarin.

Menurut mantan kabag Umum Setdakab Inhil ini, aksi tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum.

“Target kita sarana dan fasilitas umum, seperti jalan, saluran air dan sarana publik lainnya,” kata Doan, Jumat (26/9).

Apa yang dilakukan itu lanjut Doan, sebagai langkah mengetuk pintu hati masyarakat agar ikut melakukan hal demikian. Jika kesadaran akan kebersihan dapat ditingkatkan Doan yakin kesehatan masyarakat akan senantiasa dapat terjaga.

“Kita ingin semua pihak memiliki kesadaran hidup bersih. Oleh karena itu patut untuk kita laksanakan meski goro ini hanya besipat sementara dan jangka waktunya berkala, tapi sangat besar manfaatnya,”tutup Doan.(dro/*1)