Sea Port of Indragiri, Pelabuhankah atau Tempat Rekreasi?

IMG-20141115-07618Tembilahan (detikriau.org) – Ketika fasilitas pelabuhan disebutkan, yang terlintas dibenak kita pastilah suguhan pemandangan dengan kesibukan aktifitas bongkar muat barang. Namun bayangan itu akan sangat jauh berbeda ketika kita berkunjung ke pelabuhan parit 21 Tembilahan. Bukannya kesibukan bongkar muat dan keringat buruh yang terlihat, namun hanyalah sederetan warung beratap daun yang menyajikan berbagai panganan.

Tiba digerbang pelabuhan yang bernama keren “Sea Port of Indragiri”, sekitar pukul 14. 30 Wib, detikriau.org sudah disambut dengan sekumpulan remaja, bak petugas, anak-anak tanggung inipun menyebutkan sejumlah nominal rupiah, kata mereka untuk pengganti biaya parkir.

Setelah memberikan sejumlah nominal rupiah, detikriau.org pun memasuki kawasan yang dibangun dengan dana milyaran ini. Kiri kanan jalan selebar lebih kurang sepuluhan meteran itu, berdiri berbagai fasilitas mewah pelabuhan. Namun anehnya, sama sekali tak tampak aktifitas, semuanya sepi.

Deretan warung yang berdiri disisi turap pelabuhan parit 21 Tembilahan
Deretan warung yang berdiri disisi turap pelabuhan parit 21 Tembilahan

Tiba disisi turap dermaga yang hanya berjarak sekitar seratusan meter dari pintu gerbang,, lagi-lagi tidak satupun tampak adanya kesibukan sebagaimana layaknya pelabuhan bongkar muat barang, yang ada hanyalah deretan warung beratapkan daun. Ditempat ini, berbagai makanan dan minuman disajikan. Dibeberapa meja yang ditata secara lesehan ini, tampak beberapa remaja sedang asyik bercengkrama.

Kata salah seorang pemilik warung, lokasi itu biasanya akan ramai disaat sore menjelang mangrib apalagi saat malam mingguan tiba.

Katanya untuk mendapatkan kesempatan berdagang dilokasi itu mereka tidak dikenakan biaya sewa tetapi hanya membayar uang jaga malam yang dipungut setiap dua hari sekali sebesar 9 ribu rupiah.

Untuk sekedar memberitahu, Port of Indragiri diresmikan penggunaannya oleh Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, Kamis (20/12/12) yang lalu. Tiga tahun berselang, pelabuhan ini nyatanya belum juga difungsikan. (dro)




Disporabudpar Inhil Kembali Agendakan Pacu Sampan Leper

Kabid Pariwisata Disporabudpar Inhil, Arbain
Kabid Pariwisata Disporabudpar Inhil, Arbain

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) akan menggelar Pacu Sampan leperyang diagendakan akan dilaksankan pada tanggal 20 hingga 22 November 2014 mendatang bertempat di Kuala Getek Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan.

Kadisporabudpar Inhil, Rudianysah melalui Kabid Pariwisata, Arbain mengatakan, untuk peserta yang akan mengikuti pacu sampan leper ini boleh dari kalangan Organisasi Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, dan lebih diutamakan membawa nama Kecamatan se-Kebupaten Indragiri Hilir.

“Pendaftaran peserta kita mulai tanggal 14 sampai 19 November 2014 di Kantor Disporabudpar Inhil Tembilahan,” ujarnya. Akhir pekan kemaren di Tembilahan

Ia menerangkan bahwa Event ini bertujuan untuk menggali dan mengangkat nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi masyarakat inhil zaman dahulunya. Dalam hal ini berupa sarana yang dipergunakan masyarakat alat trasnportasi, baik di lumpur maupun pada saat air dalam.

Maksud pelaksanaan ini, dijelaskan Arbain tidak lain untuk mengangkat tradisi dan budaya yang ada ditengah-tengah masyarakat dan juga melestarikan tradisi lama yang hampir hilang di Inhil sekaligus untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. Yang terpenting tentuanya untuk meningkatkan promosi daerah pada bidang kepariwisataan, khususnya event pacu sampan leper.

Event ini merupakan program tahunan dari Disporabudpar kabupaten Inhil yang sudah dimulai sejak tahun 2012 yang lalu. Event wisata pacu sampan leper yang akan digelar tahun ini merupakan yang ke-3.

“Sebelumnya, sekitar tahun 1987, perlombaan serupa ini juga pernah diselenggatakan di Pekan Arba Kecamatan Tembilahan, Hanya saja dengan kondisi alamnya tidak memungkinkan lagi untuk dilanjutkan, akhirnya terhenti dan tahun 2012 kembali dimulai lagi, hanya saja lokasinya dipindahkan ke sungai luar.,” Jelas Arbain.

Arbain berharap event ini dapat masuk dalam kalender pariwisata Riau, sehingga setiap tahun dapat dilaksanakan dan akan dijadikan wisata yang unik dan menarik di Kabupaten Inhil. “Dengan demikian kta berharap maka akan mampu menarik wisatawan lokal bahkan mancanegara,” tutupnya.(mirwan)




Razia Pekat, Satpol PP Inhil Amankan Tiga Pasangan Mesum

mesumTEMBILAHAN (detikriau.org) – Satpol PP Inhil amankan 3 pasangan mesum dari sejumlah Wisma dan Penginapan dalam razia pekat, kamis (13/11) malam.

Kepala Kantor Satpol PP Inhil, TM Syaifullah, mengatakan ke tiga pasang bukan muhrim itu saat di razia tidak bisa menunjukan surat pernikahan dan sejenisnya.

“Karena tak bisa menujukan surat nikah, mereka terpaksa kami amankan dan kami data,” ungkap TM Syaifullah, Jumat (14/11).

Operasi tersebut, lanjut mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Inhil dalam rangka mewujukan kota Tembilahan zero praktek prostitusi, khusus menghadapi pelaksanaan MTQ Provinsi Riau, Desember mendatang.

Berdasarkan hasil introgasi petugas kepada pasangan mesum tersbut, pelaku diketahui rata-rata dibawah usia 25 tahun. Modusnya pacaran, meski demikian petugas tetap membawa mereka untuk di proses lebih lanjut.

“Mereka kita data dan dilakukan pembinaan dengan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa. Untuk menguatkan pernyataan itu, mereka juga diminta mendatangkan orang tua masing-masing,” katanya.

Tak hanya memberikan peringatan keras terhadap pasangan mesum, petugas juga meminta pihak hotel, wisma dan penginapan tidak melanggar ketentuan perizinan maupun peraturan daerah (Perda). Jika terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi.

“Kalau melanggar akan diberikan sanksi administrasi mulai dari surat peringatan 1, 2 dan 3 hingga penutupan atau segel sementara. Peringatan ini berlaku kepada seluruh pengelola usaha, hotel, wisma dan penginapan,”tegasnya.(dro/*1)




Bawa Sabu, Warga Benteng Ditangkap

sabuTEMBILAHAN (detikriau.org) – Terbukti menyimpan dan menguasai narkoba jenis sabu-sabu, dua warga Benteng, Kecamatan Sungai Batang, ditangkap jajaran Polsek setempat, Kamis (13/11) sekitar pukul 16.15 WIB kemaren.

Ke dua pelaku ditangkap saat berada di Jalan Pendidikan, Benteng, Kecamatan Sungai Batang. Mereka tak bisa mengelak setelah petugas yang menggeledahnya berhasi menemukan sabu seberat 1 gram yang dibagi menjadi 2 paket.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, menerangkan bahwa penangkapan terhadap ke dua pelaku berawal dari intelijen pihak kepolisian setempat. Diketahui dua orang tersebut tengah membawa sabu untuk dijual.

“Informasi ini kami kembangkan. Kemudian dilakukan penggeledahan, ternyata benar para pelaku terbukti menyimpan dan menguasai sabu. Mereka langsung kita bawa ke Mapolsek Sungai Batang untuk dimintai keterangan,” ujar Paur Humas, Jumat (14/11).

Ke dua pelaku yang diamankan petugas bernama, GS (22) warga Jalan H Ahmad, Desa Benteng, Kecamatan Sungai Batang. Kemudian RS (30) warga Jalan Penunjang, Desa Benteng, Kecamatan Sungai Batang.

“Selain ke dua pelaku saat ini kami juga sedang memeriksa seorang saksi inisial SA (24),” jelasnya. Jika terbukti, ke dua pelaku akan dijerat undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika.(dro/*1)




di Inhil, Kec Kemuning Pegang Catatan Harga Jual TBS Sawit Tertinggi

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Harga jual tertinggi Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Kab Inhil tercatat di Kecamatan Kemuning. Sedangkan harga terendah terjadi di kawasan pesisir Inhil seperti Kecamatan Pelangiran dan Batang Tuaka.

“harga tertinggi sebesar Rp 1600 sedangkan terendah Rp 600,” Sampaikan Kepala Dinas Perkebunan Inhil, Mukhtar T melalui Kasi Promosi Pemasaran Hasil, Sri Wahono, Kamis (13/11).

Rendahnya harga TBS sawit di kecamatan kawasan pesisir Inhil itu dinilainya lebih disebabkan oleh sulitnya sarana tranportasi yang berimbas pada tingginya biaya pengangkutan.

“Daerah itukan transpotasinya sulit. Untuk mengangkut hasil panen harus menggunakan kendaraan laut dan sungai. Sehingga biaya transportasi lebih tinggi bila dibandingan dengan daerah kawasan Selatan” katanya.

Secara rata-rata, harga TBS kelapa sawit di Negeri Sri Gemilang ditambahkannya berapa pada kisaran Rp 900 hingga 950 per Kg. Meski demikian, harga ini tidak dapat dipastikan stabil. Pasalnya harga-harga tersebut terus berfluktuasi. Semua tergantung dengan kondisi dilapangan dan permintaan pasaran. (dro/*1)

 




Kakansatpol PP Inhil Ingatkan Pedagang PKKG Tidak Alihfungsikan Peruntukan

pkkgTEMBILAHAN (detikriau.org) –Satpol PP Inhil terus lakukan pengawasan terhadap aktivitas pada Pusat Kuliner Kelapa Gading, Jalan HR Subrantas Tembilahan.

Dikatakan kakansatpol Inhil, TM Syaifulah, kewenangan Pengelolaannya berada dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil. Satpol PP hanya hanya memberikan bantuan penertiban jika terjadi penyalahgunaan fungsi pasar.

“Kita mensinyalir ada upaya pihak-pihak tertentu untuk mengalihfungsikan kegunaan kawasan ini sebagaimana yang pernah terjadi pada pasar Pujasera lama. Maka itu perlu diawasi agar lokasi ini benar-benar berjalan sesuai peruntukannya,” Ujar TM Syaifullah

Bagi kios dan lapak yang terindikasi mengalih fungsikan peruntukan, pihaknya akan berikan peringatan keras.

“Semua harus taat terhadap kesepakatan awal. Bangunan tidak boleh dirubah-rubah apalagi sampai mengalih fungsikannya. Ini salah satu yang kami awasi bersama Disperindag,.” Tegas TM Syaifullah.

Meski sejauh ini ia mengaku belum memiliki bukti adanya pengalihfungsian peruntukan, tapi bisa saja suatu saat ke arah sana kalau memang kondisinya mendukung apalagi jika tidak dilakukan pengawasan.(dro/*1)