Dinilai Memberatkan, BPJS Kesehatan Diminta Tidak Diterapkan di Inhil

Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto (kanan) dan Sekretaris komisi, Herwanissitas (kiri)
Ketua Komisi IV DPRD Inhil, H Adriyanto (kanan) dan Sekretaris komisi, Herwanissitas (kiri)

Tembilahan (detikriau.org) – Jika hanya memberatkan masyarakat, BPJS Kesehatan diminta untuk tidak diterapkan di Kabupaten Inhil.

“Harusnya memberikan kemudahan bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Jika tidak, sebaiknya kita tidak menerapkan penggunaannya di Kabupaten Indragiri Hilir.” Sampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil dalam Rapat Dengar Pendapat, senin (17/11)

Dinilai politisi dari PKB ini, pemberlakuan aturan yang dinilai memberatkan masyarakat seperti adanya keharusan kepada peserta BPJS untuk memiliki nomor rekening disalah satu dari 3 Bank yang ditunjuk. Untuk Inhil, ketentauan ini dinilai sulit untuk diterapkan karena tidak semua Kecamatan di Inhil memiliki Bank.

Ketentuan lainnya, calon peserta BPJS Kesehatan juga diharuskan untuk mengikutsertakan seluruh anggota keluarganya yang terlampir pada KK sebagai peserta BPJS. Ia mencontohkan jika dalam satu KK ada 6 angota keluarga, sementara kepala keluarga hanya berprofesi sebagai penarik becak. Dengan iuran terendah saja untuk kelas tiga sebesar Rp 25.500, sama artinya dalam satu bulan beban iuran yang harus dibayarakan adalah sebesar Rp 153 ribu.

“jika pembayaran iuran ini terlambat, peserta dikenai denda. Jumlah ini mungkin tidak memiliki arti bagi sebahagian orang tetapi sangat berarti bagi banyak orang lainnya.” Sampaikan

Sesuai Permenkes nomor 28 tahun 2014, Penerbitan kartu peserta BPJS Kesehatan yang baru bisa diberikan dalam waktu 3 hari setelah pendaftaran tetapi BPJS menetapkan pemberlakuan 7 hari setelah pendaftaran. Padahal, pasien yang sedang dirawat di rumah sakit hanya diberikan waktu beberapa hari saja, jika tidak bisa menunjukan kartu BPJS Kesehatan, maka akan dikategorikan dalam pasien umum.

“Artinya atuan baru BPJS sudah tidak sesuai dengan Permenkes,” tegas politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil ini.

Menanggapi kritikan, Kepala Unit Pemasaran BPJS Kesehatan Inhil, Dede Mirwan menjelaskan bahwa persyaratan dan ketentuan baru tersebut sudah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia bukan hanya berlaku untuk wilayah Kabupaten Inhil saja.

Apalagi, lanjut Dede, pada prinsipnya asuransi merupakan penanganan resiko bagi masyarakat. Untuk itu, diharapkan peserta yang mendaftar di BPJS Kesehatan tidak hanya pada saat sakit saja, tetapi harus mendaftarkan diri sebelumnya.

“Jika sifatanya kebijakan, kita hanya bisa menampung dan nantinya diteruskan ketingkat pusat karena kebijakan ini sifatnya secara Nasional,”. Tandasnya

Hearing yang digelar di ruangan rapat komisi IV Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, H Adriyanto didampingi sejumlah anggota serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Dr Hj Alvi Furwanti Alwi, Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto, perwakilan Dinas Sosial, BPJS Kesehatan, serta Komunitas Donor Darah Inhil (KDDI).(dro/A)




BPMPD Inhil Taja Pelatihan Posyantek 2014

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Indragiri Hilir menggelar pelatihan manajemen kelembagaan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) tahun 2014, Senin (17/11).

Kepala BPMPD Inhil, H Yulizal dalam sambutannya mengatakan, keberadaan Posyantek diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di wilayah sekitarnya, baik di kecamatan maupun di desa dan kelurahan melalui pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG).

“Melalui pelatihan ini akan diberikan materi bagaimana pelayanan teknis, informasi dan promosi tentang berbagai jenis TTG kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas berbagai jenis produk yang dihasilkan usaha kecil dan menengah (UKM) di masyarakat,” tutur Yulizal.

Dijelaskan, pengembangan Posyantek ini dapat diarahkan melalui penguatan regulasi, restrukturasi, privatisasi yang berfokus pengembangan standar pelayanan publik berbasiskan ekonomi, sehingga memberi dampak positif terhadap pembangunan ekonomi di daerah sekitarnya.

“Saya harapkan pelatihan ini dapat membuahkan konsep pemikiran dan rencana tindak serta membentuk jejaring kerja antar Posyantek. Selanjutnya, kepada peserta yang mengikuti pelatihan juga diharapkan dapat membina, mengelola dan mengembangkan Posyantek di daerah masing-masing,” tambahnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula salah satu Hotel di Tembilahan diikuti sebanyak 24 peserta yang terdiri dari Kasi PMD dan pengurus Posyantek kecamatan, dengan menghadirkan narasumber dari BPN Bangdes Riau, Universitas Muhammadiyah, BPMPD Inhil serta praktisi atau tokoh Posyantek.(dro/A/adv pemkab inhil)




9 Nawicita Jokowi-JK di Inhil Hanya Tinggal Penyesuaian

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan (detikriau.org) – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir, HM Wardan menyebut, beberapa point dari 9 Nawicita Presiden Joko widodo dan Yusuf Kalla sudah sejalan dengan program-program yang sudah dijalankan pada Pemerintahan Kabupaten Inhil. Untuk itu Pemkab tidak lagi perlu banyak melakukan perubahan.

Dikatakan Bupati, beberapa program yang sudah sejalan dengan 9 Nawacita tersebut adalah membuat pemerintahan tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah desa dalam kerangka Negara kesatuan dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sekotr strategies ekonomi domistik.

”Beberapa sudah sejalan, artinya kita tinggal menyesuaikan saja lagi dengan beberapa yang belum sesuai itu,” kata HM Wardan saat memimpin rapat koordinasi Muspida di Jajaran Pemerintahan Kabupaten Inhil Tahun 2014 di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Senin (17/11/2014).

Selain menjelaskan 9 Nawacita Jokowi tersebut bersama peserta Rakor yang hadir. HM Wardan juga menjelaskan program-program yang telah dijalankan dan akan dijalankan pada tahun 2015 mendatang.

Dikatakannya juga, beberapa program yang akan di jalankan pada tahun 2015 diantaranya, renovasi beberapa pasar rakyat agar menjadi lebih respensetatif pembangunan pintu klep sebanyak 20 hingga 30 untuk mengatasi persoalan banjir tahunan agar kota Tembilahan tidak lagi terendam air.

”Saya harap program-program yang akan dijalankan pada tahun 2015 itu dapat berjalan dengan baik.” tutup Bupati.(dro/A/adv pemkab inhil)




Disdik Inhil Pinta Guru Ajarkan Anak Didik Budaya Khas Daerah

Kadisdik Inhil, Helmi D
Kadisdik Inhil, Helmi D

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berharap agar guru dapat mengajarkan anak didiknya budaya khas Inhil.

“Yang pastinya budaya khas daerah yang dilandasi dengan nilai keagamaan. Agar mereka tidak mudah terjerumus dari hal-hal yang menyesatkan,”kata Kepala Dinas Pendidikan Inhil, H Helmi D, kemarin.

Salah satu syarat bagi guru agar mudah dalam proses transfer ilmu pendidikan, sebut Helmi, guru yang bersangkutan meski menguasai materi yang akan diberikan. Dengan begitu pengetahuan dengan mudah dicerna oleh peserta didik.

“Tingkatkan kemampuan diri kita. Karena kita inikan seorang pendidik yang harus banyak tahu dari pada anak-anak didik,” jelas Helmi.

Langkah-langkah meningkatkan pengetahuan bisa dengan cara rajin membaca buku serta para kepala sekolah juga diminta untuk selalu mengevaluasi segala aktifitas pendidikan dengan baik. (dro/*1)




Komitmen Tidak Merokok, Diskes Inhil Kumpulkan Cap Telapak Tangan

Cap telapak tangan sedang dilakukan di atas kain putih menandakan berkomitmen tidak merokokTEMBILAHAN (detikriau.org) – Peringati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pengumpulan cap telapak tangan sebagai bentuk komitmen tidak merokok bersamaan dengan Senam Sehat Bugar bertempat di jalan M Boya depan kantor Diskes Inhil Tembilahan, Minggu (16/11/2014).

Kegiatan pagi itu diikuti seluruh perwakilan Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Indragiri Hilir serta pelajar SMP dan SMA sederajat sekota Tembilahan.

Kepala Dinas Kesehatan Dr Hj Alvi Purwanti Alwie SE MM mengatakan, peringatan HKN ke-50 ini sesuai dengan himbauan Kementrian Kesehatan RI untuk menggelar secara bersamaan seluruh Indonesia.

Dari Kanan, Skretaris Diskes, Ridwan Ahim, Kadiskes Inhil, Alvi Furwanti Alwie membubuhkan cap telapak tangan sebagai tanda komtmen tidak merokok yang pelaksanaannya hari ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia
Dari Kanan, Skretaris Diskes, Ridwan Ahim, Kadiskes Inhil, Alvi Furwanti Alwie membubuhkan cap telapak tangan sebagai tanda komtmen tidak merokok yang pelaksanaannya hari ini dilakukan secara serentak diseluruh Indonesia

Saat Senam Pugar

Sebelumnya, kegiatan ini sudah dimulai dilaksanakan di Puri Husada dengan berbagai kegiatan serta berbagai kegiatan disetiap Puskesmas yang ada di lingkungan Pemkab Indragiri Hilir seperti penyuluhan ataupun pengobatan massal, selain itu juga pelaksanaan pencanangan POMP Filariasis dan Inhil menuju bebas pasung 2017. Untuk hari ini (16/11) pihaknya melakukan senam sehat bugar serta komitmen untuk tidak merokok sebagai kegiatan puncak peringatan HKN 2014.

“Kami menghimbau seluruh jajaran kesehatan di Inhil untuk berkomitmen menjaga kesehatan kita bersama, dan untuk seluruh masyarakat Inhil mari kita bersama-sama menjaga kesehatan mulai dari diri kita sendiri dari hal-hal yang bisa mnejadi penyebab timbulnya penyakit,” Himbau Hj Alvi.

Untuk pengumpulan cap telapak tangan masyarakat Indragiri Hilir berkomitmen tidak merokok ini ditargetkan mencapai hingga 600 cap. “Pada hari ini, secara Nasional, kita bersama-sama memecahkan Rekor Muri yaitu memberikan pernyataan berupa cap telapak tangan,” sebut Kadis Kesehatan Inhil.

Acara pagi itu bisa dibilang sangat terkesan meriah. disamping berbagai hadiah yang disediakan Diskes Inhil kepada peserta yang mengikuti Senam tersebut. Dianataranya hadiah seperti Sepeda, Televisi dan lain sebagainya serta memberi penghargaan kepada Dokter Teladan.(mirwan)




Bupati Inhil digelar Sebagai Bupati yang Peduli Investasi

IMG_5107Tembilahan (detikriau.org) – Ketua Tim Penilaian Ivesment Award Provinsi Riau, Fadlah Suhaimi Azhar,SH,M.Si memberikan pujian kepada Bupati Inhil, HM Wardan sebagai Bupati yang peduli dengan investasi. Dari 12 Kabupaten kota se Provinsi Riau, Inhil merupakan satu dari tiga Kabupaten yang pemaparan investasinya dilakukan secara langsung oleh Kepala Daerahnya.

“Ini Kabupaten terakhir yang kami kunjungi untuk melakukan penilaian. Ternyata Bupatinya sendiri yang langsung memaparkan tentang investasi award apa yang ada di inhil.” Puji Fadlan dalam sambutannya diawal kegiatan expose Dalam Rangka Penilaian Investment Award Tahun 2014 bertempat di Aula kantor Dinas Pendapatan Daerah Inhil, Jalan Hangtuah Tembilahan, Akhir pekan kemaren di Tembilahan

Ditambahkan Fadlan, pemaparan yang dilakukan secara langsung oleh HM Wardan menunjukan betapa seriusnya Bupati dalam pengembangkan investasi yang ada di inhil. Kebanyakan di 9 Kabupaten Kota lainnya, pemaparan hanya disampaikan oleh perwakilan bupati ataupun hanya sekedar kepala BP2MPD.

Dalam kesempatan ekpos kala itu, secara umum Bupati Inhil, HM Wardan memaparkan tentang luasan wilayah inhil hingga sektor-sektor mata pencaharian yang menjadi unggulan. Bupati menyatakan besar harapannya tahun ini Inhil akan mampu meraih peringkat pertama penilaian investment award 2014 Riau.

Ketua panitia, Kepala Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah, H Saripek menerangkan bahwa maksud dan tujuan kegiatan Expose Bupati Inhil ini adalah dalam rangka memberikan paparan tentang perkembangan pembangunan di kab.inhil. berkaitan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten dalam menciptakan iklim ivestasi yang kondusif, dengan beberapa indikator diantaranya yang berkaitan dengan kelembagaan, peraturan dan kebijakan daerah , keamanan dan kepastian hukum, infrastuktur ivestasi, promosi dan nilai investasi.

Kegiatan ekspos ini juga tampak diahdiri oleh Muspida Inhil, Pimpinan SKPD, Instansi Vertikal, Camat dan Lurah di Lingkungan Pemkab.inhil, Ketua Asosiasi, Pim.

Beberapa prestasi yang pernah diraih Kab Inhil sebelumnya yakni, Tahun 2010 mendapatkan peringkat 1, tahun 2011 dan tahun 2012 berturut-turut mendapatkan peringkat 2 dan pada tahun 2013 mendapatkan Special Achievement. (dro/adv pemkab inhil)