Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Reses, Penyelamatan Kebun Kelapa dan Perbaikan Infrastruktur Jadi Sorotan Utama

ressesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan rekomendasikan pemkab Inhil untuk mengutamakan program perbaikan infrastruktur jalan dan penyelamatan perkebunan kelapa rakyat.

Desakan ini disampaikan oleh sejumlah anggota DPRD Inhil dalam Rapat Paripurna ke-1, dengan agenda pembukaan masa persidangan III tahun sidang 2015 dan penyampaian laporan hasil reses II tahun 2015, Selasa (1/9/2015).

Juru Bicara (Jubir) Daerah Pemilihan (Dapil) I DPRD Inhil, Muslim merekomendasikan agar Pemkab Inhil memprioritaskan penyelamatan perkebunan kelapa rakyat di Dapil I, yang meliputi Kecamatan Tembilahan, Tembilahan Hulu, Tempuling dan Kempas.

“Diharapkan Pemprov Riau dan Pemkab Inhil berperan aktif dalam mengatasi permasalahan infrastruktur, seperti jalan penghubung antar parit, dusun, desa, kecamatan dan ibukota kabupaten,” tutur Muslim.

Jubir Dapil II DPRD Inhil, Bambang Irawan yang mewakili Kecamatan Batang Tuaka, Gaung Anak Serka dan Gaung berharap agar Pemkab Inhil membangun trio tata air, guna memperbaiki kondisi perkebunan kelapa rakyat yang sudah sangat kritis.

“Kita minta prioritaskan program penyelamatan perkeebunan rakyat’” Sampaikan Bambang.

Sementara itu Jubir Dapil V DPRD Inhil, Hasmawi yang mewakili masyarakat di Kecamatan Tanah Merah, Enok, Kuala Indragiri dan Concong juga meminta agar pemerintah memprogramkan pembangunan akses jalan penghubung dalam upaya membuka keterisolasian daerah-daerah terpencil di Negeri Seribu Parit.

Menanggapi hal tersebut, Plt Sekda, H Fauzar menyatakan akan menampung seluruh aspirasi ini untuk menjadi masukan dan bahan dalam pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2017 mendatang.

“Nanti semuanya kita padukan bersama hasil Musrenbang tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten, untuk menentukan prioritas kegiatan dan pembangunan daerah ke depan,” imbuhnya.

Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Syahruddin didampingi Ketua DPRD, Dani M Nursalam dan Wakil Ketua DPRD, Ferryandi ini turut dihadiri Bupati diwakili Plt Sekda, H Fauzar, Unsur Forkopimda, sejumlah pejabat eselon dan sejumlah anggota DPRD Inhil. (adi/adv)




Kabut Asap, Disdik Inhil Liburkan Murid SD Kelas 1-3 di 4 Kecamatan

Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan
Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah mengintruksikan lembaga pendidikan tingkat dasar untuk meliburkan siswanya mulai kelas I, II dan III di 4 kecamatan bagian selatan Inhil.

“Kami liburkan pelajar itu mulai terhitung pada hari ini dengan alasan kabut asap semakin tebal, terlebih di wilayah Inhil bagian selatan yang mengkhawatirkan terserangnya penyakit pada sejumlah pelajar kelas bawah,” ungkap Kepala Disdik Inhil, Helmi D, Rabu (2/9/2015).

Adapun keempat kecamatan yang diliburkan tersebut yakni kecamatan Tempuling, Kecamatan Kempas, Kecamatan Reteh dan kecamatan Kemuning. Sedangkan kecamatan yang lain, Helmi menyampaikan berdasarkan laporan yang diterima bahwa kondisi asap masih kondusif untuk melakukan aktifitas belajar mengajar.

Jikapun nantinya kabut asap menebal di sejumlah kecamatan lain, maka katanya dengan terpaksa juga akan diliburkan. Begitu juga sebaliknya, jika kabut asap wilayah Inhil bagian selatan menipis maka sesegera mungkin pelajar yang libur diaktifkan kembali aktifitas belajar seperti biasa.

“Perlu diketahui, kami liburkan ini sifatnya hanya kondisional saja, yaitu melihat kondisi asap yang melanda kawasan kita,” ujarnya.

Sementara itu, menurut data yang diperoleh dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, bahwa berdasarkan pantauan hotspot tertanggal 1 September 2015, Inhil kini hanya terpantau sedikitnya 22 titik api. Jumlah ini menurun dari pantauan sebelumnya yang mencapai sebanyak 50 titik.

“22 titik itu terpantau di Kecamatan Kemuning sebanyak 5 titik, Kecamatan Keritang 1 titik, Kecamatan Kempas 5 titik, Kecamatan Gaung 9 titik, dan Kecamatan GAS ada 2 titik,” sampaikan Kepala BLH Kabupaten Inhil H Encik Kamal Syahindra melalui Kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf.




Minimnya Realisasi APBD 2014 Berpotensi Kembali Berulang. Dewan Singgung Kepala SKPD yang “Lemot” Untuk Mundur

Edi Sindrang menyalami Bupati usai membacakan hasil pembahasan banggar DPRD Inhil
Edi Harianto salami Bupati usai membacakan hasil pembahasan banggar DPRD Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Realisasi APBD Inhil tahun anggaran 2014 yang hanya mencapai 79 persen dengan sisa anggaran mencapai Rp 529 miliar lebih, berpotensi akan kembali berulang pada Tahun Anggara 2015. Kondisi yang menjadi dasar utama kejengkelan DPRD Inhil dinilai disebabkan rendahnya tingkat kinerja aparatur pemerintah.

Juru Bicara (Jubir) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Inhil, Edi Harianto Sindrang mengusulkan agar Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik untuk segera mundur dari jabatan yang telah diamanahkan pimpinan kepadanya.

“Jika memang tidak mampu melakukan pekerjaannya, lebih baik mengundurkan diri saja dan diganti dengan yang lebih baik, demi percepatan pembangunan Inhil,” Sampaikan Edi saat membacakan hasil pembahasan Banggar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2014 dalam Rapat Paripurna kedelapan masa persidangan II tahun sidang 2015, Senin (31/8/2015) malam kemarin.

Selain persoalan itu, Edi juga menyinggung tentang lemahnya pengelolaan aset daerah.

“Pengelolaan aset merupakan poin penting yang perlu menjadi perhatian, apalagi hal ini juga menjadi titik lemah Inhil dalam kaca mata Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selama ini, namun aneh kondisi itu tidak pernah dirubah,” terangnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya hanya bisa mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas semua kekhilafan dan berjanji akan dilakukan perubahan ke depannya.

“Apa yang disampaikan ini akan kita jadikan sebagai dorongan dan motivasi dalam proses perbaikan ke depan dan terima kasih atas semua kerjasamanya,” imbuhnya.

Rapat yang digelar diruang paripurna Gedung DPRD, Jalan HR Soebrantas Tembilahan ini dipimpin langsung Ketua DPRD, Dani M Nursalam didampingi dua Wakil Ketua DPRD, Ferryandi dan Syahruddin, serta dihadiri Bupati, HM Wardan, Unsur Forkopimda, Plt Sekda, sejumlah pejabat eselon dan 31 Anggota DPRD Inhil. (Adi/Adv)




Defisit 1 MW, Budi: Pemadaman Hanya Pada Siang Hari

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman menyebutkan, saat ini listrik kota Tembilahan kembali diberlakukan pemadaman bergilir karena terjadinya gangguan pada beberapa unit mesin, namun pemadaman hanya diberlakukan pada siang hari.

“Kalau malam tidak akan ada lagi pemadaman bergilir. Pemadaman hanya diberlakukan pada siang hari, Ujar Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman, Selasa (1/9/2015).

Beberapa unit mesin yang mengalami gangguan, dijelaskan Budi, pertama terdapat pada 2 unit mesin PLN di jalan Gunung Daek yang mengalami kebocoran radiator disebabkan sudah keropos. Kerusakan itu sudah terjadi sekitar 1 minggu belakang, kemudian 1 unit mesin lagi terdapat gangguan bearing conrod sejak tanggal 30 Agustus kemarin.

Selain itu, juga terdapat beberapa gangguan pada mesin sewa, diantaranya mesin sseewa empat bintang, terjadi gangguan oli bercampur air pada mesin unit 3 dan gangguan crank shaft pada mesin unit 9.

Sedangkan mesin sewa Bima Golden, pada mesin unit 1 terdapat gangguan radiator, mesin unit 5 terdapat kompresi bocor, unit 8 terdapat gangguan piston gores dan unit 9 mengalami kebocoran radiator.

“Saat ini mesin sewa Bima Golden tersebut sedang dalam proses perbaikan dan dalam waktu dekan akan segera beroperasi. Terlebih pada unit 9, gangguan pada radiator bocor itu malam ini sudah bisa beroperasi,” paparnya.

Dikatakannya, efek dari sejumlah gangguan tersebut, maka daya listrik kota Tembilahan saat ini mengalami defisit lebih kurang 1 MW. Sebab itulah untuk dimalam hari tidak terjadi pemadaman bergilir karena WIC membantu daya 1 MW. (mirwan)




Kabut Asap, Masyarakat Yang Alami Gejala-gejala di Bawah Ini Diminta Segera Periksakan Diri di Fasyankes

Foto ilustrasi, dw . net
Foto ilustrasi, dw . net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diimbau untuk mewaspadai terserangnya berbagai gejala penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.

Imbauan tersebut disampaikan plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhil, dr Saut Pakpahan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan, Pengendalian Kemitraan dan Promosi Kesehatan (PPKDPK), Ns Matzen, S.Kep, MSi, MM terkait dengan kondisi kabut asap yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Inhil, khususnya Kota Tembilahan dan sekitarnya, sejak sepekan belakangan ini.

Dikatakan Matzen, jika melihat kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir ini, maka seluruh masyarakat harus melakukan langkah pencegahan terserangnya penyakit infeksi saluran pernafasan atau ISPA sejak dini.

“Salah satu antisipasi yang dapat masyarakat lakukan, adalah dengan mendeteksi gejala-gejala terserangnya penyakit, sehingga bisa segera diobati,” tutur Matzen saat ditemui sejumlah awak media di ruang kerjanya, kemarin.

Adapun gejala-gejala penyakit yang diakibatkan dari kabut asap ini, diantaranya batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sesak nafas.

“Apabila ada masyarakat yang mengalami gejala-gejala itu, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat, seperti Pustu dan Puskesmas. Kalau tidak bisa ditangani, barulah dirujuk ke rumah sakit,” terangnya.

Selanjutnya, Matzen mengajak seluruh masyarakat, untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya. Apalagi, ketika kondisi kabut asap seperti ini, yaitu dengan menggunakan masker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

“Yang juga tak kalah pentingnya, perbanyak konsumsi buah-buahan, minum air putih dan vitamin,” imbuhnya. (adi/adv)




Ada Kabar Oknum Wartawan Ngaku Anggota PWI Memeras. Masyarakat di Minta Lebih Teliti

pwiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) M Yusuf menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Inhil untuk mewaspadai  dan lebih teliti terhadap aksi penipuan dari oknum yang mengaku anggota PWI.

“Tolong jika ada wartawan yang melakukan pemerasan dan mengatas namakan PWI, segera laporkan kepada kami,” sebut Yusuf di Kantor PWI Inhil, Tembilahan, kemarin.

Sementara itu, Sekretaris PWI Inhil Mayanto, Selasa (1/9/2015) menyebutkan, himbauan tersebut disampaikan karena belakangan ini pihaknya mengaku menerima laporan dari segelintir masyarakat bahkan beberapa lembaga di Inhil yang menjadi korban pemerasan oleh oknum yang mengaku sebagai anggota PWI.

Menyikapi hal itu, pihaknya meminta untuk lebih mewaspadai dan jikapun kembali ditemukan anggota PWI yang meragukan, kata Maryanto jangan sungkan-sungkan untuk mempertanyakan secara detail.

“Kalau benar sebagai wartawan anggota PWI, maka mereka pasti memiliki kartu anggota yang diterbitkan oleh PWI pusat. Kalau tidak, maka bisa dipastikan mereka oknum wartawan gadungan yang mengaku sebagai anggota PWI,” tegasnya. (mirwan)