Bupati Pimpin Apel Pembukaan Jambore TP PKK Inhil

DSC_5371TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) HM Wardan memimpin apel pembukaan kegiatan Jambore Tim Penggerak PKK Kabupaten Inhil di lapangan Gadjah Mada Tembilahan, Ahad (6/9/2015).

Apel tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Inhil, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan, sejumlah camat dan pejabat eselon di lingkungan Pemkab Inhil serta dipadati sejumlah ibu PKK dari 20 Kecamatan.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali dan tentunya Pemkab sangat mensuport, karena dalam Jambore itu banyak kegiatan-kegiatan positif di dalamnya. Terlebih kegiatan ini dapat meningkatkan silaturrahmi antara kader PKK se-Inhil,” kata Wardan.

Disampaikan Bupati, berdasarkan informasi bahwa mulai saat ini Jambore tersebut sudah sangat jarang digelar pada tingkat Provinsi, begitu juga ditingkat Kabupaten dan kota di Riau.

DSC_5374Lain halnya dengan Inhil, diakui Wardan semangat para ibu-ibu PKK menggelar Jambore itu sangat antusias. Semoga saja katanya kedepan Kabupaten Inhil dapat menyukseskan 10 program PKK secara optimal.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Inhil Hj Zulaikhah Wardan saat dikonfirmasi mengatakan, kalau pelaksanaan Jambore ini merupakan tajaan yang kedua kalinya setelah tahun lalu.

“Jambori ini diikuti oleh pengurus PKK Inhil, ketua PKK Kecamatan, ketua PKK Desa dan Kelurahan se- Kabupaten Inhil dengan jumlah 346 peserta. Sedangkan kegiatan-kegiatannya akan dilaksanakan di gedung wanita dan LAM-R Tembilahan,” kata Zulaikhah. (mirwan/adv)




231 Pasien Terdaata Gejala ISPA, Ini Hasil Sementara Pengukuran Kabut Asap di Inhil

“Kualitas Udara Tidak Sehat dan Berbahaya”

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga Kamis (3/9/2015) kemarin, jumlah masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dengan gejala-gelaja Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) sudah mencapai sebanyak 231 orang.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil melalui Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan, Herman Mahat SKM MM terkait dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti sebagian besar wilayah Negeri Seribu Parit sejak beberapa waktu belakangan ini.

Dikatakan Herman, berdasarkan hasil sementara pengukuran kabut asap yang dilakukan oleh Team Balai Laboratorium Kesehatan Lingkungan (BTKL) Kelas I Batam bekerjasama dengan Diskes Inhil dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tembilahan, diketahui bahwa kondisi kabut asap di Kabupaten Inhil sudah tidak sehat.

“Ini baru hasil sementara, untuk kepastiannya kita tunggu Hari Sabtu (5/9/2015) besok dari BTKL Kelas I Batam,” tutur Herman saat ditemui detikriau.org di ruang kerjanya, Jum’at (4/9/2015).

Adapun hasil sementara pengukuran kabut asap di Kabupaten Inhil pada Rabu (2/9/2015) kemarin, yakni :

  1. Pukul 04.30 WIB, hasil ISPU 152, kategori tidak sehat.
  2. Pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB, hasil ISPU >499, kategori berbahaya.
  3. Pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB, hasil ISPU 114-221, kategori tidak sehat.
  4. Pukul 15.30 WIB, hasil ISPU >500, kategori berbahaya.
  5. Pukul 18.30 WIB, hasil ISPU 61, kategori sedang.
  6. Pukul 21.30 WIB, hasil ISPU 114, kategori tidak sehat.

“Dengan hasil sementara ini, kita imbau masyarakat untuk melakukan langkah pencegahan dan antisipasi terhadap dampak kabut asap, seperti dengan menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, banyak mengkonsumsi buat, minum air putih dan vitamin, serta segera memeriksakan diri apabila terkena gejala-gejala ISPA, yakni batuk, filek dan sesak nafas,” imbuhnya. (adi/adv)

 




Setelah dibantah Soal Pemerasan, Kini Keluarga Tsk Lainnya Juga Ikut Bantah Kepemilikan Sajam

dsc_5253TEMBILAHAN (detikriau.org) – Keluarga Tersangka atas nama Ridwan, salah satu pelaku yang diduga ikut melakukan pengeroyokan terhadap salah seorang karyawan PT Riau Agri di Desa Pengalihan Kecamatan Keritang membantah kepemilikan Senjata Tajam (Sajam). Sebelumnya, keterangan pihak kepolisian akan tindakan pemerasan juga dibantah oleh keluarga Tsk lainnya berinisial A.

“Pada jumat (21/8), keluarga kami, Ridwan beserta sejumlah masyarakat ikut berunjuk rasa di PT Riau Agri hanya untuk meminta pekerjaan dan tidak menggunakan senjata tajam. Pada saat itulah pihak kepolisian menangkap saudara P dan A yang dituduh melakukan penganiayaan terhadap salah seorang karyawan perusahaan,” kata Syamsuddin di Tembilahan, Rabu (2/9/2015) malam.

Dijelaskannya, setelah menangkap P dan A, pihak kepolisian membawa kedua tersangka tersebut. Berjaarak sekitar 200 meter setelah pihak kepolisian membawa P dan A, Riddwan bersama teman-temannya berniat pulang setelah kedatangan mereka tidak ditanggapi pihak perusahaan. Kebetulan saja katanya mereka membawa mobil dengan sedikit kencang sehingga pihak kepolisian merasa dikejar.

“Saat polisi melakukan penggeledahan, ditemukan adanya senjata tajam di dalam mobil. Karena itu Ridwan beserta rombongan ditangkap, padahal Ridwan dan 5 kawannya hanya ingin pulang ke rumah” jelasnya lagi.

Syamsuddin menegaskan bahwa Sajam itu adalah milik saudara A yang merupakan salah seorang tersangka, dan itu sudah diakui tersangka. Sedangkan Ridwan dan yang lain sama sekali tidak tahu menahu dan tidak ada keinginan untuk mencegat polisi.

Sebelumnya, Polres Indragiri Hilir (Inhil) telah menangkap sejumlah dua orang tersangka setelah menerima laporan karyawan perusahaan yang menjadi korban. Bahkan, ada dua orang personil yang mengalami luka-luka saat melakukan aksi penangkapan kawanan preman di Pengalihan Kecamatan Keritang, Jumat (21/8) sekitar pukul 16.00 wib. Dua personil Polres Inhil yang mengalami luka-luka tersebut bernama Brigadir Zulfadil dan Berigadir Andomik. Keduanya mengalami luka-luka pada bagian wajah, punggung dan kaki.

Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik didampingi WaKapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik didampingi Wakapolres Inhil Kompol Dhana Ananda Saputra serta PAUR Humas Polres Inhil, Iptu Warno Akman saat melakukan ekpose di Kantor Polres Inhil Jalan Gajah Mada Tembilahan, Rabu (26/8) lalu mengatakan sebanyak 2 tersangka yang melakukan pengroyokan tersebut serta 9 orang yang memiliki sajam sudah diamankan pihak kepolisian. Mereka dibekuk pihak kepolisian sektor Keritang yang dibantu oleh petugas kepolisian Polres Inhil. (mirwan)




Komisi II DPRD Inhil Minta Pemda Kaji Kembali Izin Untuk Permudah Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit

saawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil) meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda), mengkaji untuk mempermudah perizinan pembangunan beberapa pabrik kelapa sawit lagi di daerah tersebut.

Permintaan itu disampaikan Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi terkait dengan anjloknya harga jual buah kelapa sawit.

Dikatakan Junaidi, turunnya redemin atau kualitas buah sawit salah satunya dikarenakan terlambatnya pengolahan sejak panen yang disebabkan jauhnya lokasi pabrik dari areal perkebunan sawit masyarakat.

“Buah sawit ini harus sudah diolah di pabrik paling lama 8 jam sejak dipanen, jika lebih maka redeminnya jatuh dan dengan sendirinya harga jual juga tidak akan bisa bersaing, karena kualitas jelek,” tutur Junaidi di Gedung DPRD Inhil, Jalan HR Soebrantas Tembilahan, kemarin.

Dijelaskan politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) Inhil ini, kebijakan Pemda untuk tidak memberikan izin pembangunan perkebunan kelapa sawit yang baru, tentu sangat didukung sepenuhnya.

“Namun, Pemkab perlu menyelamatkan perkebunan sawit masyarakat yang ada saat ini, karena tidak mungkin kebun sawit tersebut dimusnahkan,” tambahnya.

Oleh karena itu, atas dasar pemikiran membantu perekonomian warga yang sudah mempunyai lahan perkebunan sawit, perlu dikaji pendirian ataupun memberikan izin berdirinya perusahaan kelapa sawit pada beberapa titik lagi di Negeri Seribu Parit.

“Kebijakan ini tentunya harus dikaji dengan baik dan yang paling penting adalah paradigmanya dalam rangka membantu, menjaga serta meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya mereka yang selalu terjepit harga jual buah sawit. (adi/adv)




Kabut Asap, Masyarakat Serbu Penjual Masker

Foto: net
Foto: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Semakin pekatnya kabut asap mendatangkan rezky tersendiri bagi kalangan ekonomi tertentu, seperti misalnya apotik. Banyaknya permintaan masyarakat, menjadikan hampir seluruh Apotik di ibu Kota Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ini kehabisan persediaan masker.

“Stok kita sudah kosong. Dalam beberapa hari ini penjualan melonjak drastis,” ujar salah seorang karyawan Apotik di Jalan M Boya Tembilahan, Kamis (3/9/2015).

Penilaian karyawan salah satu apotik lainnya, peningkatan penjualan ini bisa diartikan kekhawatiran masyarakat akan bahaya dampak asap kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan.

“Kita masih punya stok. Tapi tinggal masker yang harganya paling murah. Rp 2 ribu-an aja, itupun tinggal sedikit. Untuk Masker berbahan karet dengan harga bervariasi lainnya telah habis terjual beberapa hari yang lalu,” ungkap karyawan salah satu Apotik di jalan Sudirman Tembilahan.

Jamal, salah satu warga kota Tembilahan mengaku, saat ini ia sangat sulit untuk mencari penjual Masker. Dengan kondisi kabut asap seperti beberapa hari belakangan ini, masker dinilainya dapat menjaga kesehatan keluarganya. Ia berharap agar pemerintah untuk segera mencarikan solusi mengatasi dampak kabut asap yang semakin mengkhawatirkan ini.

“Kalau beginikan susah jadinya, asap semakin tebal, Masker untuk melindungi kesehatan kita pun susah kita peroleh,” kritiknya. (mirwan)




Kabut Asap. Mulai Hari Ini, Disdik Liburkan Pelajar Hingga Tingkat SMP Se Inhil

Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan
Meski kabut asap tampak cukup pekat, pelajar di SDN 015 Tembilahan masih beraktifitas seperti biasa. bahkan anak-anak pelajar sekolah tingkat dasar ini tidak tampak mengenakan masker pelindung. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setelah meliburkan pelajar Sekolah Dasar kelas 1-3 di 4 Kecamatan Inhil bagian Selatan, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D, hari ini, rabu (3/9/2015) kembali mengeluarkan edaran resmi ke sejumlah lembaga pendidikan untuk menghentikan sementara proses belajar mengajar. Peliburan sekolah setingkat TK – SMP ini terhitung mulai tanggal 3 September 2015 hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Menurut Helmi, kebijakan itu dikarenakan kondisi kabut asap yang kian menebal dan dikhawatirkan akan berdampak terhadap kesehatan para pelajar hingga usia setingkat SMP. “Terpaksa kita liburkan karena asap saat ini sangat berbahaya dilingkungan kita,” ujar Helmi, Kamis (3/9/2015).

Menurutnya, liburnya sejumlah pelajar itu tidak dapat dipastikan sampai kapan, yang jelas sampai kondisi alam di Kabupaten Inhil kembali stabil. Libur ini disebutkan sifatnya hanya kondisional.

Jikapun dalam waktu dekat perkembangan kondisi alam membaik, maka aktifitas belajar-mengajar akan kembali diaktifkan sebagaimana biasanya. Sedangkan bagi pelajar jenjang SMA, lanjut Kadisdik, mereka tetap melaksanakan aktifitas belajar seperti biasa, hanya saja aktifitas di luar ruangan sedikit dikurangi.

“Kami himbau untuk pelajar yang tetap bersekolah untuk mengenakan Masker guna mengurangi dampak penyakit disebabkan kabut asap,” tutupnya. (mirwan)