Yayasan Tasik Gemilang Rencanakan Pendirian Universitas di Pekanbaru

Salah satu prosesi Wisuda Sarjana  UNISI Tembilahan yang berada dibawah Naungan yayasan Tasik Gemilang.
Salah satu prosesi Wisuda Sarjana UNISI Tembilahan yang berada dibawah Naungan yayasan Tasik Gemilang.

Tembilahan (detikriau.org) – Yayasan Tasik Gemilang Tembilahan kembali menggagas upaya pendirian sebuah Universitas yang direncanakan akan berdiri di Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Untuk rencana ini, YTG dibawah pimpinan H Edy Syafwannur semakin kokoh dengan meleburnya Yayasan Laman Emas Riau Bangkit.

Berdasarkan keterangan Sekretaris YTG, Elda Suhanura kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, jum’at (26/12), Wacana pendirian Universitas baru ini sudah disepakati seusai dilaksanakannya pertemuan antara Ketua YTG, H. Edy Syafwannur SE, MP dengan Ketua Dewan Pembina YTG Dr. H. Indra Muhclis Adnan SH, MH, MM dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Laman Emas Riau Bangkit Dr. Ir. H.M. Lukman Edy M.Si di Pekanbaru kemaren. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua YTG Kiai Jayadi, Sekretaris YTG Elda Suhanura SH, MH dan sejumlah pengurus lainnya.

Menurut Elda, Meleburnya Yayasan Laman Emas Riau Bangkit yang kini sedang mengelola Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) H.M. Lukman Edy di Pekanbaru ini dilatarbelakangi kepercayaan bahwa YTG Tembilahan telah memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi.

Jika rencana ini terwujud maka YTG selain memiliki Universitas Islam Indragiri (UNISI)  di Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir  juga nantinya akan memiliki Universitas lainnya di Ibu Kota Provinsi Riau.

“Saat ini kita sedang dalam tahap persiapan dan studi kelayakan untuk pendirian Universitas baru tersebut” Sampaikan Elda sambil berharap agar proses dan tahapan-tahapan berjalan sesuai dengan apa yang telah direncakan. (dro)




Drama “King Sulaiman” Hanya Fiksi. Bukanlah Kisah Tentang Nabi Sulaiman

141225140830-368Tembilahan (detikriau.org) – Tayangan drama King Sulaiman , sebuah drama yang terinspirasi dari sejarah yang berlatar belakang kerajaan Ottoman. Meski terinpirasi dari sejarah, drama ini murni hanya sebatas kisah fiksi.

Menurut Coorporate Communications Manager ANTV, Nugroho Agung Prasetyo sebagaimana dilansir ROL, Kamis (25/12), Ia ingin menegaskan kepada masyarakat, kalau tokoh utama dalam drama fiksi King Suleiman bukanlah kisah tentang Nabi Sulaiman.

Pernyataan ini menurutnya sangat perlu untuk disampaikan karena banyak masyarakat yang salah kaprah. Tokoh King Suleiman yang berada dalam drama ini dikatakan terinspirasi dari sosok Sultan Sulaiman yang berkuasa pada masa kerajaan Turki Usmani.

“Di bagian awal drama selalu ada keterangan yang menyatakan kalau tayangan King Suleiman merupakan fiksi. Selain itu, kisah drama tersebut lebih berfokus pada romantika dan intrik.”Jelas Agung.(dro)

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/12/25/nh4zwo-ini-penjelasan-antv-soal-emking-suleimanem




IKAMI SULSEL Cabang Inhil Komit Satukan Tali Persaudaraan

Ketua IKAMI SULSES Cabang Inhil bimbing pengucapan Sumpah terhadap Koperti UNISI dan STAI Auliaurrasyidin
Ketua IKAMI SULSES Cabang Inhil bimbing pengucapan Sumpah terhadap Koperti UNISI dan STAI Auliaurrasyidin

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Cabang Indragiri Hilir (Inhil) komit mempersatukan tali persaudaraan seluruh mahasiswa Inhil dari keturunan suku Bugis.

Hal ini disampaikan Ketua IKAMI SULSEL Cabang Inhil, Hermansyah usai melantik pengurus Koordinator Perguruan Tinggi (Koperti) UNISI dan STAI di aula kampus STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Kamis (25/12/2014).

“Kami tetap berkomitmen dan berupaya maksimal untuk mempersatukan mahasiswa dari keturunan suku Bugis di Inhil ini,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa disetiap kampus itu ada pengurus koordinator untuk mendata dan membuat berbagai kegiatan internal yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sesama keturunan dari Sulawesi Selatan.

Untuk sementara, pihaknya telah mendata pada awal 2014 lalu telah mencapai 130 mahasiswa keturunan suku Bugis dan hingga akhir 2014 ini jumlah total keseluruhan mahasiswa tersebut meningkat dari sebelumnya.

Dari sekian banyak anggota yang terdata itu, diharapkannya bisa bekerjasama untuk membangun tujuan organisasi. Terlebih, ia sangat mengharapkan ada upaya-upaya dari senior dan atasan mereka dari pengurus Cabang Provinsi bahkan pengurus Cabang Pulau Sumatra untuk lebih bisa memperhatikan penuh terhadap mahasiswa keturunan Bugis yang ada di Kabupaten Inhil ini.(mirwan)




Kasus Dugaan Korupsi DKP Inhil, Penyidik tetapkan 8 Tsk

willy jaksa copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kasus dugaan korupsi pengadaan 2 Unit Kapal Motor (KM) 5 GT APBD Inhil tahun anggaran 2012 pada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) masih tahap pendalaman pihak Kejaksaan Negeri Tembilahan.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tembilahan Lulus Mustofa SH MH, melalui Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Wiliyamson SH di ruang kerjanya, Rabu (24/12), Untuk kasus ini penyidik telah menetapkan 8 orang sebagai tersangka. Bahkan 1 berkas diantara tsk sudah memasuki P21, yakni untuk Tsk dengan inisial md. Sedangkan untuk 7 berkas TSK lainya masih dalam tahap pelengkapan.

“Masing-masing TSK memiliki peranan berbeda-berada sesuai dengan tugas dan fungsinya,”ungkap Wiliyamso sambil menjelaskan bahwa Ke 8 TSK lainnya berinisial, SL, NY, GR, HY. SL. MF dan YD.

Berdasarkan hasil perhitungan pihak BPKP, untuk kasus ini menurutnya negera telah mengalami kerugian sekitar Rp 110 juta. Untuk itu Wily menegaskan tak menutup kemungkinan akan ada TSK tambahan yang juga memiliki peran menimbulkan kerugian negara.

Ke delapan tsk dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU nomor 21 tahun 1999 jo pasal UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Ancaman ini minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak hingga Rp 1 milyar,” Tandasnya .(dro/*1)




5 Unit Ambulance Bantuan Pusat Tiba di Kabupaten Inhil

Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie
Kadiskes Inhil, Dr Hj Alvi Furwanti Alwie

TEMBILAHAN (detikriau.org) – 5 Unit mobil ambulance bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN tahun 2014 saat ini sudah tiba di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Berdasarkan penjelasan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil Dr Hj Alvi Furwati Alwie, Selasa (24/12). Dari lima unit mobil ambulance tersebut, 1 unit bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan 4 unit dari Tugas Perbantuan (TP).

“4 unit ambulance yang berasal dari TP sudah dilengkapi dengan peralatan promosi atau penerangan yang terdiri dari infokus, layar, genset dan pointer,” Ujar Mantan Kepala Bappeda Inhil ini.

Ditambahkannya, untuk 1 unit yang bersumber dari DAK diperuntukan bagi Puskesmas Kecamatan Kempas. Sedangkan untuk TP diperuntukan bagi Puskesmas Kecamatan Tembilahan Hulu, Puskesmas Pengalihan Kecamatan Keritang, Puskesamas Pengalihan Kecamatan Enok dan Puskesman Pulau Kijang Kecamatan Reteh.

“Insyaalah penyerahannya akan dilakukan secara langsung oleh Bupati Inhil pada tanggal 7 januari 2015 mendatang,” paparnya.

Bantuan tersebut, menurutnya merupakan hasil lobi Pemkab Inhil dengan pemerintah pusat. Setelah diserahkan nantinya diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Rawat dan manfaatkanlah sesuai dengan fungsinya untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,”Tandas Alvi.(dro/*1/adv pemkab inhil)




BKD Inhil Taja Rakor Kepegawaian

Kepala BKD Inhil saat menyampaikan sambutan
Kepala BKD Inhil saat menyampaikan sambutan. Foto: Syahrul Badrin/Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Samakan persepsi dan pemahaman pejabat pengelola, menata serta meyelesaikan berbagai permasalahan kepegawaian di lingkungan pemerintah kabupaten Indragiri Hilir, Badan Kepegawaian Daerah melaksanakan rapat koordinasi.Selasa (23/12) malam.

Dalam sambutannya, Kepala BKD Inhil, Drs.H.Syaifuddin,MP membenarkan bahwa masih cukup banyak permasalahan kepegawaian belum sepenuhnya dapat teratasi, baik dari sisi internal maupun eksternal.

Secara umum sasaran penyelenggaraan negara adalah terciptanya tata pemerintahan yang baik, bersih, beribawa, propesional dan tanggung jawab yang diwujudkan dengan sosok dan prilaku birokrasi yang efesien dan efektif serta dapat memberikan pelayanan yang prima kepada seluruh masyarakat.

“Kelancaran peyelenggaraan tugas pemerintah dan pembangunan tersebut sangat tergantung pada kemampuan aparatur negara,khususnya pegawai negeri sipil, karena itu dalam melaksanakan tugasnya aparatur negara dituntut untuk melakukan pengayoman kepada masyarakat dengan baik dan dengan demikian aparatur harus pula menciptakan image ” Bersih dan Beribawa ” ditengah masyarakat,” Ujarnya

Menurutnya, keiukutsertaan seluruh peserta rakor adalah untuk bersama-sama melakukan suatu upaya perubahan terutama pada aspek pemberdayaan aparatur pemerintah yang harus difokuskan pada keahlian (profesionalisme), kemudian perubahan pola pikir, sikap dan prilaku, searah dengan berbagai perubahan dan dinamika perkembangan masyarakat yang sedang dan akan terjadi.

Tuntutan akan perubahan tersebut anatara lain berunjung pada upaya meningkatkan profesionalisme aparatur,dalam konteks inilah kegiatan rakor ini kita laksanakan. Sehingga upaya penataan kepagawaian dapat terwujud sesuai dengan harapan bersama.

“Saya berharap apa yang menjadi tujuan diselenggarakan rakor ini dapat tercapainya sebagaimana yang diharapkan,bukan hanya pertemuan yang kemudian tidak ada implementasinya, hanya sekedar acara seremonial,” Pesannya

Rakor ini diikuti oleh Sekretaris Camat atau kasi umum atau kasubag administrasi dan kepagawaian pada kantor camat Se-Kab.inhil dan Pejabat pengelola kepegawaian di lingkungan badan/dinas/kantor selama dua hari pada tgl.23 – 24 desember 2014. Bertempat di aula kantor bupati Inhil tembilahan.(dro/adv pemkab inhil)