Polsek Tembilahan Hulu Amankan 600 Liter Tuak

tuakTEMBILAHAN (detikriau.org)– Jajaran Polsek Tembilahan Hulu, mengamankan sekitar 600 liter tuak dari tangan Samsul Aripin (45) warga Jalan Lintas Timur, RT 19/RW 07 Desa Rumbai Jaya, Kecamatan Kempas.

Berdasarkan keterangan Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, Faisal Syam, penangkapan tersebut berawal adanya informasi dari masyarkat bahwa akan ada aktivitas pengangkutan tuak dalam jumlah besar.

“Tepatnya di Parit 2 Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu kami menghentikan kendaraan yang dikemudikan oleh pelaku. Didalamnya terdapat sekita 600 liter tuak yang disimpan dalam 2 buah drum dan 12 jerigen,” ungkap Kapolsek, Rabu (10/12).

Pelaku menurutnya melanggar pasal 21 ayat 1 Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nomor 14 tahun 2011 tentang pengawasan dan pengendalian peredaran minuman berakhohol. Untuk itu pelaku dapat diadili dengan tindakan pidana ringan (Tipiring).

Selain tersangka, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti (BB) yakni 1 unit mobil merk colt T 120 SS warna putih dengan Nomor Polisi BM 8944 BH, 2 buah drum warna hitam dan warna biru serta 12 jeregen warna putih.(dro/*1)




Api Hanguskan 9 Unit Pemukiman Penduduk di Pulau Palas

rumah warga terbakarTEMBILAHAN (detikriau.org) –9 unit rumah yang terletak di Jalan Provinsi, Parit 6 Simpang 3,  Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, hangus dilalap sijago merah, Kamis (11/9) sekira pukul 02.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, mengatakan saat kejadian warga sedang tertidur.

“Karena sebagai besar bangunan rumah terbuat dari kayu, maka api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah korban lainya,” ujar Paur Humas, Kamis (11/9).

Ditambahkan Warno, Wawan Nopriadi, korban sekaligus saksi menceritakan saat kejadian ia sedang tertidur di ruang depan rumah. Tiba-tiba ia terbangun dan melihat api sudah membesar di bagian ruang tersebut.

“Korban langsung membangunkan orang tuanya, Jefri yang saat itu sedang tidur di dalam kamar. Bapak bangun ada api, rumah kita kebakaran,” kata Warno, menirukan keterangan korban sesaat sesudah kejadian.

Wawan dan orang tuanya berusaha keras memadamkan api, namun usaha itu tidak membuahkan hasil. api dengan cepat membakar bagian lain rumahnya. Bahkan kobaran api juga langsung menyebarang ke rumag-rumah tetangga sekitarnya.

Pihak polisi sendiri belum bisa menyebutkan asal api, sebab masih dalam penyelidikan. Kuat dugaan penyebab kebarakaran adanya hubungan arus pendek listrik. Namun semua itu belum bisa dinyatakan sebagai kesimpulan.

“Ini hanya sebatas dugaan. Finalnya nanti setelah adanya hasil pemeriksaan,” sambung Warno. menjelaskan.

Adapun 9 rumah korban yang terbakar adalah rumah milik Wawan Nopriadi, (27), Syamsuar (60), Bambang Supriadi (50), Basri (55), Hendri Yudin (45), Janet (70), Junaidi (50), Muhammad (40) dan Saniah (45).

Camat Tembilahan Hulu Doan Anggara, mengatakan saat ini para korban diungsikan ke rumah sanak keluarga dan tetangga. Sedangkan paramuda tempatan membantu para korban untuk mengumpulkan dana. (dro/*1)