Antisipasi Karlahut, Masyarakat Sungai Intan Bantu Secara Swadaya Buat Kanal Blocking

TEMBILAHAN HULU (detikriau.org) – Sejumlah masyarakat turut membantu pembuatan kanal Blocking antisipasi Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di desa Sungai Intan Kecamatan Tembilahan Hulu, Sabtu (12/3/2016).

Kegiatan tersebut merupakan program pihak kepolisian yang dipandu langsung oleh Kapolsek Tembilahan Hulu dan didampingi Danramil serta Kepala Desa Sungai Intan.

Kepala Desa Sungai Intan, Ahmad Efendi mengatakan, sangat wajar sekali masyarakatnya turut membantu secara swadaya, sebab tahun lalu di desa setempat merupakan salah satu TKP Karlahut yang menghabiskan 3 batang parit atau sekitar 10 hektar lahan.

“Oleh sebab itu, masyarakat antusias memberikan dukungan penuh terhadap program Polsek dalam pembuatan kanal ini,” kata Ahmad Efendi.

Dengan berlangsungnya program tersebut, ia berharap kedepannya jika terdapat kebakaran segera bersama-sama melakukan pemadaman memanfaatkan kanal Blocking. Mirwan




Gambar Berita: Kondisi Ruas Jalan Provinsi di Parit VI Tembilahan Hulu Semakin Parah

Padatnya arus lalulintas, banjir pasang dan terjangan abrasi semakin hari semakin memperparah kondisi ruas jalan Provinsi di Parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. Jika tidak segera ditangani dengan serius, dikhawatirkan satu-satunya ruas jalan yang menghubungkan Ibu Kota Kabupaten Inhil dengan Kabupaten tetangga ini akan lonsor dan menyebabkan kota Tembilahan terisolir.
Padatnya arus lalulintas, banjir pasang dan terjangan abrasi semakin hari semakin memperparah kondisi ruas jalan Provinsi di Parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. Jika tidak segera ditangani dengan serius, dikhawatirkan satu-satunya ruas jalan yang menghubungkan Ibu Kota Kabupaten Inhil dengan Kabupaten tetangga ini akan lonsor dan menyebabkan kota Tembilahan terisolir./ Mirwan




Dinsos Upayakan Pengumpulan Foto-foto Pahlawan Inhil. Ada yang Bisa Bantu Nggak?

makam pahlawanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga hari ini Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) belum berhasil mengumpulkan foto-foto pahlawan Kemerdekaan RI asal wilayah Inhil. Padahal, sejak setahun yang lalu Dinsos telah berupaya mencari dari berbagai sumber.

“Sudah hampir 1 tahun. baru satu foto pahlawan yang berhasil kita dapatkan yaitu Letnan M Boya. Selebihnya masih dalam pencarian,” kata Kepala Dinsos Inhil melalui Kabid Bantuan Jaminan Sosial, Syaiful Kelana kepada detikriau.org, Kamis (18/2/2016).

Adapun foto para Pahlawan yang sedang dicari adalah H Suntung Ardi, H Sidik, H Hasan, H Samsi, Ngatimin, A Moeharom, Umar Hasan, H Muhdi, Abd Manaf, Mat Moedji, Maryoto, Kadimin, Arpandie, Zainal Arifin, Karnoso, Dulsaid, Husin Basri, H Boeohri dan Muchalim. Selain itu termasuklah juga ketiga pahlawan tak dikenal yang dimakamkan di Pemakaman Pahlawan Yudha Bhakti Tembilahan.

Foto-foto pahlawan ini nantinya akan dipajang di kantor Makam Pahlawan Yudha Bhakti. Saat ini ruangan tersebut hanya dipenuhi dengan foto-foto Pahlawan level nasional, dinilainya cukup miris jika foto pejuang daerah sendiri tidak ada.

“Kami berharap kepada para ahli waris pejuang daerah kita untuk dapat membantu mencarikan foto-foto pahlawan asal Inhil,” tutupnya. (Mirwan)




Berikan Penanganan Langsung, Jajaran Diskes Inhil Sambangi Rumah ODGJ

imageTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyambangi salah satu rumah pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), di Jalan Harapan Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (6/8/2015).

Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia ini bertujuan, untuk memberikan penanganan dan pelayanan kesehatan secara langsung kepada pasien ODGJ.

Turut mendampingi saat itu, Kasubag Keuangan dan Perlengkapan, Feri Irawan, sejumlah staf Diskes Inhil, perwakilan Puskesmas Tembilahan Hulu, dr Hayatul Ahyar dan Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto.

Kasi Kesehatan Khusus Diskes Inhil, Devi Natalia mengatakan, penemuan pasien ODGJ ini berawal dari adanya informasi pihak keluarga, yang menyatakan bahwa pada awalnya pasien mengalami halusinasi, sehingga membuatnya ingin terjun ke dalam sungai.

“Tadi pasiennya juga sempat ngamuk, melempar seng dan meninju pohon kelapa sampai tangannya luka, sehingga diikat oleh pihak keluarga,” tutur Devi.

Setelah tiba dirumahnya dan berinteraksi langsung dengan pasien, lanjut Devi, didapatlah informasi bahwa pasien sempat bekerja di Kelurahan Pulau Kijang. Disitulah pasien merasa mendapat gangguan dan berhalusinasi, sehingga membuatnya tidak bisa tidur selama 3 hari.

Selain itu, dari pengakuan pasien juga diketahui, ternyata yang bersangkutan sebelumnya pernah menghisap lem (ngelem) dan meminum air tuak.

“Inilah yang kita duga menjadi penyebab pasien mengalami gangguan jiwa, karena penyalahgunaan lem bisa merusak otak dan cairannya,” terangnya.

Senada dengan itu, Dokter Spesialis Jiwa, dr Anita Budianto menjelaskan, saat ini di Kabupaten Inhil sudah ada program yang khusus untuk menangani masalah kesehatan jiwa.

“Jadi, bagi masyarakat atau pihak keluarga yang mengetahui adanya pasien yang mengalami gangguan jiwa, diharapkan segera melapor ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes),” tambahnya.

Dengan begitu, tenaga kesehatan bisa langsung melakukan penanganan dan memberikan obat-obatan yang diperlukan, guna antisipasi sejak dini serta penyembuhan pasien ODGJ.

“Kami juga ada program jemput bola. Jadi, jika ada masalah dalam membawa pasien ke fasyankes, kami bisa datang kerumahnya untuk melakukan pengobatan, baik dengan suntikan tiap bulan maupun obat lainnya,” imbuhnya. (adi/adv)




Kekurangan Rumbel, SD di Tembilahan Hulu Ini Terpaksa Sulap Rumdis Reot

Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu sedang melihat kondisi Rumah Dinasnya yang difungsikan tempat belajar siswanya. Foto: Mirwan
Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu sedang melihat kondisi Rumah Dinasnya yang difungsikan tempat belajar siswanya. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tugas Pemkab Inhil melalui Dinas Pendidikan dalam membenahi pendidikan tampaknya bukan persoalan mudah. Keterbatasan anggaran serta banyaknya fasilitas pendidikan yang masih belum memadai menjadi kendala terbesar.

Jangankan fasilitas pendidikan di perdesaan, di Kecamatan terdekat dari Ibukota Kabupaten, SDN 09 Jalan Saptamarga Kecamatan Tembilahan Hulu saja nasibnyapun tak jauh berbeda. Kekurangan ruang belajar, rumah Dinas Kepala Sekolah terpaksa harus dialihfungsikan.

Ironisnya lagi, Rumdis yang disulap menjadi rumbel itupun kondisinya sudah sangat tidak layak. Rumdis itu hanya disekat dengan papan tipis menjadi dua rumbel dengan kondisi sangat memprihatinkan.

“Mau cari siapa bang, mau memperbaiki sekolah kami ya,” tutur salah seorang siswa SDN 09 Tembilahan Hulu saat dihampiri awak media depan rumah dinas Kepala Sekolahnya yang dijadikan tempat belajar, Selasa (14/4/2015).

Situasi siswa yang sedang belajar di Rumah Dinas Kepseknya.
Situasi siswa yang sedang belajar di Rumah Dinas Kepseknya.

Selain itu, akibat kondisi pasilitas yang sangat sederhana ini juga menjadi keluhan bagi para guru yang melakukan aktivitas belajar-mengajar. Sebab, bahan penyekat dua lokal tersebut tentunya sangat mempengaruhi kenyamanan proses belajar siswa.

“Guru-guru pada ngeluh karena tidak konsentrasi yang disebabkan suara lokal sebelahnya terdengar sangat jelas,” Sampaikan Kepala SD Negeri Tembilahan Hulu, Khaidir S kepada awak media di ruang kerjanya.

Ia menyampaikan, SD Negeri yang dipimpinnya ini telah mengusulkan pembangunan gedung sekolah pada tahun 2013 silam. Setelah ditunggu sampai pertengahan 2014 lalu, pihaknya dapat gambaran akan adanya pembangunan baru gedung sekolah.

“Waktu itu memang kami menerima gambaran bentuk bangunan oleh konsultas dua lantai, namun setelah itu tidak ada kabar lagi sampai sekarang,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihak terkait pernah melakukan perehapan gedung sekolah. Namun ia menilai perehapan beberapa waktu lalu tidak bisa memecahkan persoalan, karena hanya sebatas mengganti dinding papan menjadi semen.

Dikatakan Khaidir, saat ini rumbel yang tersedia 6 lokal dengan jumlah murid 581 orang. Bahkan akibat kekurangan rumbel, sekolah terpaksa membatasi murid yang ingin bersekolah disana.

“Kasihan kalau warga yang ingin menyekolahkan anaknya banyak yang kita tolak, jadi kami usaha terlebih dahulu bagaimana caranya bisa mempasilitasi agar anak-anak disini tetap bersekolah,” katanya lagi.

Diharapkannya, kepada pemerintah melalui dinas terkait agar segera tanggap atas persoalan ini yang tengah membulitnya. Ia juga menginginkan pihak terkait memperhatikan kondisi sekolah tidak sebatas sample saja, namun juga perlu diperhatikan apa yang dikeluhkan guru-guru terhadap berbagai persoalan yang menjadi hambatan di sekolah.

Untuk diketahui, Rumdis yang dijadikan dua lokal tersebut itu ada 4 rumbel yakni kelas IV C, IV D, V C, dan V D. “Dua pagi, dua kelas lagi jadwal belajar sore,” tutup Kepsek SDN 09 Tembilahan Hulu.(mirwan)




Gasak Barang Milik Pedagang, Petugas Trantib Pasar di Bui Polisi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Ulah petugas trantib pasar, He (35), warga Kecamatan Tembilahan Hulu ini tentunya saja mencoreng nama kesatuannya. Bukannya menjaga keamanan, He malah nekat menggasak satu setengah karung cabai kering dan 14,5 kg minyak goreng milik pedagang dipasar Yos Sudarso Tembilahan, Masiyah (44).

Menurut keterangan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman melalui sambungan selularnya, peristiwa ini terjadi pada hari Rabu 4 Februari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Pagi harinya saat pemilik dagangan hendak membuka usahanya, ternyata gembok pintu lapaknya sudah rusak. ketika diperiksa, 1 setengah karung cabai kering dan minyak goreng seberat 14,5 kg sudah tidak lagi berada ditempatnya,” Terang Paur Humas, Kamis (5/2).

ditambahkan Warno, korban mengetahui pelaku pencurinya adalah He berdasarkan laporan warga sekitar kemudian langsung membuatkan laporan kepada pihak Kepolsian Sektor Kawasan Pelabuhan.

“Pelaku sudah diamankan dan mengakui bahwa ia yang melakukan pencurian tersebut,” tutup Warno.(wan)