Bobol Rumah Guru, Pria Pengangguran Ini Sikat Sejumlah Harta Benda

Ilustrasi maling. foto: net
Ilustrasi maling. foto: net

Tanah Merah (detikriau.org) – RA alias Boy (25), warga RW 04 desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah terpaksa diamankan petugas kepolisian karena terlibat tindak pidana pencurian di kediaman seorang guru, Helfianto (47) warga jalan Perintis RW 05 desa Tanah Merah, Sabtu (20/2/2016).

Berdasarkan laporan polisi nomor: LP/05/II/2016/ Res Inhil/Sek Tanah Merah tentang tindak pidana Curat, pria pengangguran ini beraksi disaat korban sedang tertidur lelap dini hari. Pelaku masuk kerumah korban dengan cara mencungkil dinding dan membuka pintu rumah bagian belakang.

Korban terjaga dari tidur sekitar pukul 04.00 WIB. Kala itu baru disadarinya pintu rumah sudah terbuka lebar. Merasa curiga, korban memeriksa kondisi dalam rumah dan didapati sejumlah harta benda miliknya sudah raib.

“Pagi itu juga petugas kita langsung melakukan penyidikan, sekitar pukul 09.30 WIB, pelaku berhasil ditemukan beserta sejumlah barang bukti,” ungkap PAUR Humas Polres Indragiri Hilir (Inhil), Iptu Warno Akman.

Adapun barang bukti hasil curian adalah berupa 1 unit laptop merk lenovo beserta charger, 2 unit Handphone merk Samsung dan Cross, 1 buah tabung gas LPG 3 kg dan 1 buah cas jepit warna orange. (Mirwan)




Polisi Bekuk AR, Pelaku Penganiayaan di Tanah Merah

imagesTANAH MERAH (detikriau.org) – AR (25) warga Lorong Sadar RW 02 Desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dibekuk polisi disaat sedang asik menonton orgen tunggal di desa setempat, Ahad (23/8/2015) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

Penangkapan AR ini karena tsk terlibat kasus tindak pidana penganiayaan terhadap Mukhtar (25) warga jalan Pelita desa Tanah Merah Kecamatan Tanah Merah pada tanggal 7 Agustus 2015 lalu, sekitar pukul 02.00 WIB di jalan Ampera desa setempat.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, AR ini telah membacok korban dengan menggunakan parang. Meski korban sempat melakukan perlawanan, namun tetap mengalami luka-luka dan dirawat di Puskesmas Kuala Enok.

“Waktu itu, korban sedang duduk bersama temannya, kemudian ada sekelompok warga yang sedang arak-arakan menggunakan gerobak. Tiba-tiba, korban disenggol dengan gerobak tersebut, meski korban menepi, namun secara tiba-tiba AR datang menghampiri dari arah belakang dan langsung membacoknya,” terang Kapolres Inhil AKBP Hadi Wicaksono Sik melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman, Senin (24/8/2015).

Kini, AR telah diamankan di Mapolsek Tanah Merah guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut oleh petugas Reskrim Polsek Tanah Merah. (mirwan)




Diterjang Longsor, 3 Rumah Warga di Tanah Merah Rusak

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor kembali menerjang wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Jum’at (20/2/2015) malam.

Pada musibah yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB ini, setidaknya 3 unit rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02 Lorong Perigi, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya musibah yang cukup sering melanda daerah tersebut, berawal saat para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang terlelap dalam tidurnya.

“Tidak berapa lama kemudian, korban terbangun karena mendengar teriakan dari warga, yang menyuruh korban keluar dari rumah,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek Tanah Merah, AKP Bahtiar.

Sesampainya di luar rumah, lanjut Bahtiar, korban baru mengetahui bahwa rumahnya sedang dalam keadaan longsor, sehingga ia pun bergegas meninggalkan rumah tersebut untuk menyelamatkan diri.

“Akibat bencana ini, para korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta,” terangnya.

Sementara itu, untuk seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan, saat ini harus diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni di rumah tetangga dan keluarga dekat korban.

“Kita imbau kepada seluruh masyarakat sekitar, untuk lebih meningkatkan kewaspadaannya, guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan,” imbuhnya.

Adapun 3 untir rumah warga yang rusak diterjang bencana alam tanah langsor ini, diantaranya rumah milik Samsudin (44) sebanyak dan rumah milik Nurdin (50) 1 unit. (adi)




Pemprov Riau usulkan Kuala Enok Masuk Poros Maritim

tol-lautWEB_1Tanah Merah (detikriau.org) – Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau direncanakan akan diusulkan masuk dalam poros maritim. Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam kunjungannya kelokasi Pelabuhan Samudra Kuala Enok akhir pekan kemaren.

Dihadapan Bupati Inhil, HM Wardan dan sejumlah pejabat di Provinsi Riau saat itu, Mantan Anggota DPR-RI itu mengajak pihak Pelindo serta Departemen Perhubungan Laut untuk sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Apa yang menjadi tanggung jawab kami terhadap pengembangan kawasan ini akan kami jalankan. Kita juga berharap demikian terhadap apa yang menjadi tanggung jawab yang ada di bawah Pelindo dan Perhubungan laut,” Pintanya.

Andi melihat cukup banyak potensi ekonomi jika kawasan itu bisa beroperasai dengan baik. Paling tidak bisa mengatasi masalah efesiensi pada logistik. Saat ini dapat dikatakan fokus pengangkutan logistik hanya berada di Dumai.

“Saat inikan semua tertumpu di Dumai, baik untuk Riau maupun Sumatra Utara (Sumut) bagian selatan. Akibatnya kerap terjadinya penumpukan. Kita harus bisa memecahkan persolan itu. Kebetulan Pelabuhan Samudra Kuala Enok ini sudah lama dipersiapkan,” paparnya.

Untuk menunjang pelabuhan samudra, persoalan infrastruktur darat harus dioptimalkan.

di sisi penganggaranya, jalan menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok menggunakan APBN dan APBD Riau. Sehingga perlu dilakukan loby-loby kepada pemerintah pusat.

“Untuk yang menggunakan keuangan Provinsi, kita akan coba menganggarkanya melalui APBD-P. Sedangkan dari sisi dermaga merupakan kewenangan Pelindo dan Syahbandar,” Tambakan Andi

Secara ekonomi, pelabuhan Samudra Kuala Enok sudah layak untuk dioperasionalkan jika dilihat dari hasil produksi di Riau bagian selatan yang meliputi Kabupaten Kuansing, Inhu, Inhil serta Provinsi tetangga Jambi dan perbatasan lain.

“Kita sudah sudah lihat jarak tempuhnya khusus untuk Riau bagian Selatan. Kalau dibandingkan dengan Pelabuhan Buton dan Dumai daerah ini jauh lebih dekat. Ini otomatis mampu meningkatkan daya saing,” Tandas Andi.(dro/*1)




Polsek Tanah Merah Ringkus Pelaku Curas, Ys

 

wna-xyz121015cTanah Merah(detikriau.org) – Polsek Tanah Merah meringkus satu orang pelaku curas (YS) di Desa Tanjung Harapan, RT 002 RW 001 Kecamatan Tanah Merah, Sabtu (13/12) sekitar pukul 17.00 WIB kemaren

Operasi penyergapan dengan 5 orang personil itu berada langsung dibawah pimpinan Kapolsek, Iptu Bachtiar.

“Petugas lakukan pengintaian, ternyata benar sesuai informasi pelaku memang berada di salah satu rumah dan langsung kita ringkus,”ungkap Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui  Paur Humas Ipda Warno Akman, Ahad (14/12).

Usai ditangkap, YS digelandang ke Mapolsek Tanah Merah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lannjut. Tidak menutup kemungkinan dalam aksinya pelaku ditemanani beberapa orang lainya.

“Setelah kita periksa baru kita bisa menyimpulkannya. Apakah pelaku beraksi sendiri atau ada temanya. Semua mungkin saja bisa terjadi,” jelasnya.

Sebelumnya disampaikan Paur Humas, pada hari Senin 1 Dsember 2014 sekitar pukul 15.00 WIB pelaku terlibat aksi Curas di Jalan Bhakti RT 04 RW 02  Kecamatan setempat terhadap satu orang korban bernama Jamilah.

Selain melukai korbanya dengan menusuk dibagai kepala, punggung dan tangan, pelaku juga berhasil membawa kabur uang korban sebesar Rp 3,3 juta.(dro/*1)




Longsor di Kuala Enok, Dua Unit Rumah Warga Hanyut

longsorTanah Merah (detikriau.org) – Bencana alam tanah longsor lagi-lagi menimpa Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Rabu (12/11) sekitar pukul 00.20 WIB dinihari. Kali ini, setidaknya 2 rumah warga yang terletak di RT 02 RW 02, Lorong Perigi hanyut dan 2 lainnya rusak.  Akibatnya, enam Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 23 jiwa kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke rumah kerabat atau sanak keluarganya.

“Saat itu, diketahui air sungai sedang surut. Tiba-tiba tanah dipinggiran sungai mengikis dan mengakibatkan terjadinya longsor,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, Ipda Warno saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (12/11).

Dijelaskan Warno, meskipun tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material yang diderita oleh para korban diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta.

“Sekarang, seluruh korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang mengungsi di rumah kerabat dan sanak keluarga mereka,” terangnya.

Lurah Kuala Enok, Teuku Muhammad yang dikonfirmasi awak media juga membenarkan terjadinya musibah tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh warganya terutama yang berada di sekitar lokasi kejadian, untuk terus meningkatkan kewaspadaan, guna mengantisipasi dan menghindari terjadinya musibah susulan.

“Kita takutnya akan terjadi longsor susulan, jadi kepada warga diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati,” imbuhnya.(dro)