Bolehkah Balita Minum Susu Kental Manis?

foto: detikHealth

 

Susu adalah salah satu minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dari segala usia. Rasa dan manfaat yang terkandung di dalam susu menjadikan minuman ini digemari oleh banyak kalangan.

Produk susu juga sangat variatif dan mudah ditemukan di pasaran mulai dari produk yang berbentuk susu murni, susu bubuk, hingga susu cair dalam kemasan. Namun, salah satu yang cukup digemari adalah susu kental manis.

Tidak sedikit orang tua menjadikan susu kental manis sebagai minuman wajib di rumah. Selain rasanya yang enak, susu kental manis juga dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Karena alasan itu pula, tak jarang susu kental manis diberikan ke anak usia balita.

Susu kental manis mengandung tinggi gula

Muncul berbagai kabar di media yang memberitakan bahwa kandungan nutrisi susu kental manis tidaklah sebaik apa yang diasumsikan oleh mayoritas orang tua. Sebanyak 50 persen kandungan yang terdapat dalam susu kental manis adalah gula. Kandungan lainnya terdiri atas lemak susu sebesar minimal 8 persen, protein (Nx6,38) minimal sebesar 6,5 persen, dan tidak memiliki total padatan susu sesuai dengan tabel dari BPOM.

Komposisi ini membuat susu kental manis lebih banyak mengandung kalori ketimbang zat gizi dan nutrisi penting.Hal ini tentu akan membahayakan bagi balita Anda yang sedang dalam masa pertumbuhan. Selain itu, tingginya kandungan lemak juga akan memicu gangguan kesehatan, seperti obesitas dan memperbesar kemungkinan terjangkit diabetes sejak usia dini.

Tingginya gula dalam susu kental manis juga berpotensi menimbulkan gangguan dalam jangka pendek, seperti batuk pada saat tidur. Ini disebabkan tertinggalnya lendir di tenggorokan yang tentu akan mengganggu proses pernapasan anak. Karena alasan itulah, susu kental manis lebih tepat untuk digunakan sebagai penambah rasa manis di sajian makanan, bukan minuman yang rutin untuk dikonsumsi sehari-hari.

Di lain sisi, Kepala BPOM, Penny Lukito, seperti dikutip dari Liputan6.com, pernah menegaskan bahwa susu kental manis mengandung susu dan termasuk dalam kategori susu. Namun demikian, meski mengandung susu, susu kental manis bukanlah produk susu untuk pengganti kebutuhan gizi maupun pengganti air susu ibu (ASI). Oleh karena itu, susu ini tidak diperuntukkan untuk bayi dan balita di bawah 12 bulan.

Pilih susu jenis lain

Dalam menyikapi hal ini, orang tua tidak perlu khawatir berlebihan karena bagaimanapun susu yang benar akan memberikan banyak sekali manfaat bagi buah hati. Pilihlah susu yang tepat untuk diberikan kepada balita Anda dan mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Misalnya, susu seperti pasteurisasi, UHT, susu steril, susu skim, hingga susu segar adalah beberapa pilihan yang bisa Anda berikan kepada anak.

Kandungan nutrisi pada susu yang tepat akan sangat membantu proses tumbuh kembang anak. Seperti menjaga kesehatan tulang, menguatkan gigi, memelihara kesehatan jantung, meringankan depresi hingga menjaga berat badan anak.

Jadilah orangtua yang bijak. Jangan berikan susu kental manis sebagai minuman utama untuk pemenuhan gizi balita Anda. Sebaiknya, Anda memilih susu jenis lain, seperti sus UHT dan susu bubuk lainnya. Pastikan pula untuk selalu membaca terlebih dahulu kandungan nutrisi yang ada pada setiap produk susu ataupun produk makanan dan minuman lain sebelum diberikan kepada balita Anda sebelum membeli.

Sumber: klikdokter.com

 




Iiiih….Konsumen Temukan Cicak Busuk Dalam Kemasan Susu Kaleng

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Susu kaleng merk Dairy Champ Primer Kental Manis dikecam. Pasalnya, dalam kemasan seberat 500 gram tersebut didapati bangkai Cicak yang sudah membusuk.

Didi (35) seorang konsumen warga jalan Batang Tuaka Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi saksi utama, bahkan menjadi korban karena sempat mengkonsumsi 2 gelas susu.

Dipaparkan, ia membeli susu hasil produksi PT Etika Marketing Jakarta itu di salah satu Outlet terdekat pada tanggal 15 Maret 2016 kemarin. Berselang waktu, dibukalah kemasan tersebut dengan besaran lubang seadanya.

“Sempat kami minum 2 cangkir. Pertama waktu kemarin (17/3, red) dan kedua pada waktu sorenya. Waktu pertama, kami minum habis namun yang kedua baru merasa curiga karena aromanya semakin menyengat,” kata Didi kepada detikriau.org, Jum’at (18/3/2016).

Lebih lanjut ia menerangkan, positifnya ada cicak dalam kemasan itu baru diketahui dipagi hari (18/3) setelah kemasan kaleng dibuka total. Tampak jelas, cicak ukuran besar melengkung dalam kemasan tersebut.

Didi juga meyakini tidak ada kemungkinan cicak itu masuk setelah kaleng dibuka. Apalagi susu kemasan jenis itu tersedia tutup plastik yang dapat menutup rapat kembali setelah kaleng dilubangi.

“Apalgi bangkai cicak itu cukup besar dan sudah terlihat membusuk. Pasti sudah lama.” Kesal Didi

Meski tidak ada tanda-tanda timbulnya penyakit, namun Didi memgaku kecewa karena mengkonsumsi produksi susu yang berisi kotoran bangkai yang menjijikkan.

“Kami membuat susu secangkir bagi sekeluarga, jadi saya dan istri serta 1 anak sempat meminum,” ujarnya.

Untuk diketahui, susu itu dipasarkan di Tembilahan mayoritas seharga Rp 10 ribu perkaleng. Di luar kemasan tampak berlabelkan halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). / Mirwan