Cara Mudah Agar Salat Fardu Diawal Waktu

Muslim man prays in mosque
Muslim man prays in mosque

Salat fardu merupakan ibadah wajib yang harus dilaksanakan umat Islam. Pelaksanaannya sudah ditetapkan dan memiliki rentan waktu tertentu. Jika adzan sudah berkumandang, maka seorang mu

Sayangnya, melaksanakan salat tepat waktu bukanlah perkara mudah. Urusan dunia yang begitu sibuk mampu membuat seseorang mengabaikan panggilan dari Allah SWT ini. Tidak heran jika kemudian mereka kemudian salat di akhir waktu.

Keinginan untuk bisa salat tepat waktu tentu menjadi harapan setiap mukmin. Namun jika ini sudah menjadi kebiasaan, maka butuh waktu dan komitmen penuh untuk melaksanakannya. Lantas bagaimana cara mudah agar bisa salat fardu di awal waktu? Berikut ulasannya.

1. Ingatlah Bahwa Lembah di Jahanam Menanti Pelaku yang Melalaikan Salat
Kebiasaan menunda salat menjadi penyebab utama seseorang salat pada akhir waktu. Hal ini sebaiknya dihindari karena membuat anda mengabaikan Allah. Namun yang lebih mengerikan lagi, meski tetap melaksanakan salat, namun kebiasaan menunda salat bisa menjerumuskan seseorang ke neraka.

Allah menjanjikan Ghayyu dan Wail yang nantinya menjadi tempat bagi mereka yang meninggalkan salat. Keduanya merupakan lembah-lembang di neraka jahanam.

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek), yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui “ghayyu“. Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan beramal shaleh, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikit pun.” (QS.Maryam:59-60).

“Maka wail-lah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” (QS.Al-Maun:4-5)

Jadi jika sekiranya adzan sudah berkumandang, penuhilahterlebih dahulu panggilan Allah. Karena mudahnya mengabaikan panggilan ini, akan dibalas dengan siksaan yang begitu pedih.

2. Upayakan Menyelesaikan Pekerjaan Lebih Awal
Salah satu alasan seseorang salat di akhir waktu adalah pekerjaan yang tidak kunjung selesai. Jika salat terlebih dahulu, maka mereka kuatir pekerjaannya akan kacau dengan adanya jeda salat. Mereka berfikir menyelesaikan kerjaannya terlebih dahulu baru mendirikan salat.

Tanpa disadari waktu berjalan begitu cepat. Sehingga pekerjaan membuat kita melalaikan salat. Untuk itu, manage lah waktu dengan baik, yakni dengan menyelesaikan pekerjaan lebih awal. Dengan selesai di awal waktu maka akan dengan mudah mendirikan salat karena konsentrasi tidak lagi terkuras untuk pekerjaan.

3. Jauhkan Perangkat Teknologi Ketika Mendengar Adzan
Cara kedua agar bisa salat diawal waktu adalah menjauhkan perangkat teknologi ketika sudah mendengar adzan. Sering kali saat adzan kita masih sibuk dengan pekerjaan di laptop, komputer atau dengan perangkat gadget. Nah semua peralatan teknologi ini membuat candu sehingga ingin terus menyelesaikannya terlebih dahulu sehingga mengabaikan salat.

Jadi ketika adzan sudah berkumandang ada baiknya benda-benda tersebut dijauhkan dari pandangan. Ingatlah bahwa Allah SWT sudah sangat baik memberikan kesempatan kita untuk hidup, memberi rezki untuk membeli berbagai macam jenis gadget. Sehingga tidak layak bagi kita untuk mengabaikan-Nya.

4. Berdiri dari Tempat Duduk dan niatkan untuk Berwudhu
Ketika adzan berkumandang bersegeralah agar berdiri dan menjauhi tempat duduk dan berniat untuk berwudhu. Basuhan air wudhu ini diharapkan dapat memberika semangat kita untuk kemudian mendirikan salat. Tempat duduk yang sedang diduduki memang kerap membuat nyaman sehingga kita enggan untuk beranjak dari sana.

Maka ketika sudah mendengar adzan berkumandang, maka menjauhlah dari kenyamanan dunia yang hanya memberikan kebahagiaan sementara. Padahal ada cara meraih kehidupan yang kekal dan menuju kemenangan dengan mendirikan salat.

5. Segera Ambil Perlengkapan Salat
Setelah mempersiapkan diri dengan berwudhu, maka bersegeralah mempersiapkan perlengkapan salat. Bagi wanita bisa segera mencari mukena yang sebelumnya tersimpan, sedangkan bagi pria mengenakan peci atau sarung yang sudah disiapkan.

Jika sudah begini, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda salat. Semoga informasi ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.

sumber; infoyunik




Ketahui Empat Bekal untuk Menuju Surga

Ketahui Empat Bekal untuk Menuju SurgaMenjadikan diri sebagai penghuni surga bukanlah suatu perkara mudah. Ada persyaratan yang harus dijalankan agar bisa memasuki tempat terindah tersebut. Syaratnya, manusia wajib  melaksanakan amalan kebaikan dan menjauhkan diri dari dosa.

Namun, ada banyak sekali godaan dari syaitan dan kawanannya yang dilancarkan agar manusia tergelincir dalam kemaksiatan ketika berada di dunia. Karena hal inilah banyak manusia yang akhirnya terjerumus dalam lembah dosa karena kurangnya ilmu dan ajaran agama.

Oleh sebab itu, jika ingin menjadi penghuni surga saat di akhirat kelak kita harus membekali diri dengan keimanan dan ketakwaaan kepada Allah. Tidak hanya itu, ternyata ada juga empat bekal untuk menuju surga. Apa saja? Berikut informasi selengkapnya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani, Abu Darda berkata, “Rasulullah SAW telah memberi wasiat kepadaku agar aku melihat kepada orang yang lebih rendah daripadaku dan tidak melihat kepada orang yang berada di atasku, mencintai orang-orang miskin dan mendekati mereka, menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutuskan hubungan denganku, berkata atas nama Allah dan tidak takut dalam menegakkan kebenaran di jalan Allah, tidak meminta apa pun dari orang lain, dan memperbanyak bacaan hawqalah. Sesungguhnya semua itu adalah bekal menuju surga.”

1. Tak Tergoda Kenikmatan Dunia
Hal pertama yang harus dimiliki kaum muslimin untuk bekal menuju surga kelak adalah tidak tergoda dengan kenikmatan dunia. Sadarilah bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara saja, banyak orang yang kemudian terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan karena menjadikan dunia sebagai tujuan hidup.

Oleh karenanya kita tidak boleh diperbudaj nafsu syaitan untuk mengejar kenikmatan dunia semata. Ketahuilah bahwa kepuasan yang sesungguhnya itu bukan berasal dari kelimpahan harta benda, akan tetapi lebih kepada keberhasilan orang tersebut dalam mensyukuri nikmat yang dilimpahkan oleh Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah kekayaan itu dengan melimpahnya harta dan benda, melainkan kekayaan itu adalah kekayaan jiwa.” (HR Abu Ya’la).

2. Meningkatkan Ibadah Sosial
Selain tidak tergoda pada kenikmatan dunia, kita juga dituntut untuk meningkatkan ibadah sosial agar bisa menjadi bekal menuju surga kelak. Tentu di perjalanan hidup ini kita membutuhkan orang lain dan begitu pula sebaliknya.

Pandangan yang seperti ini akan membawa hikmah berupa kesadaran akan kondisi kehidupan manusia yang harus saling tolong menolong. Ada banyak cara untuk meningkatkan ibadah sosial, seperti menolong kaum miskin, serta menjalin silaturahim antar kaum muslim.

Tentu hal tersebut harus dilakukan dengan ikhlas dan berjiwa besar serta penih kasih sayang terhadap orang lain. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahim.” (HR Bukhari Muslim).

3. Berjuang di Jalan Allah
Bekal yang ketiga yaitu berjuang menegakkan kebenaran di jalan Allah SWT. Berjihad di jalan Allah merupakan salah satu perbuatan yang sangat muliah. Orang yang senantiasa melakukan ini tentu akan meyakini akan adanya pertolongan dari Allah. Serta ia tidak akan mundur dalam memperjuangkan kebenaran. Bahkan orang yang melakukan ini akan mendapatkan puncak kebahagiaannya karena berhasil memperjuangkan kebenaran dan mengalahkan kebatilan.

Allah berfirman, “Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Dan janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu terhadap kebenaran itu.” (QS. 2:147).

4. Hidup Mandiri dan Tidak Bergantung Kepada Orang Lain

Bekal untuk menuju surga yang terakhir adalah hidup mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Hal ini berarti bahwa setiap orang diperintahkan agar berusaha dan bekerja dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alangkah lebih baik apabila ia hidup sederhana dengan hasil kerja kerasnya sendiri dibandingkan hidup berlimpah tetapi dari pemberian orang lain. Tentu saja rasa kenikmatannya tersebut akan berbeda.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah sekali-kali seseorang itu makan makanan lebih baik daripada apa yang dimakannya dari hasil jerih payahnya sendiri. Dan Nabi Daud AS itu makan dari hasil jerih payahnya sendiri.” (HR. Bukhari).

Demikianlah informasi mengenai empat bekal yang harus dimiliki manusia untuk menuju surga. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya kita memperhatikan keempat hal di atas, agar Allah senantiasa memberikan keberkahan atas hidup di dunia serta limpahan karunia berupa surga saat di akhirat kelak.

Sumber: infoyunik