Jalan Sei Terap-Sei Asam Kecamatan Reteh Butuh Perhatian

--TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jalan penghubung Desa SungaiTerap menuju Sungai Asam, Kecamatan Reteh memerlukan perhatian serius, baik oleh kalangan DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Kerusakan yang terjadi pada badan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapat perhatian. Untuk menempuh jalur yang panjangnya hanya kurang lebih 8 KM, dibutuhkan waktu satu hingga dua jam perjalanan.

“Jalanya kecil, hanya jalan setapak saja. Kalau musim panas kondisinya bisa dilewati dengan menggunakan sepeda ontel, namun kalau musim penghujan untuk berjalan kaki saja sulit,”ungkap Yadi, warga sekitar Jumat (25/1).

Yang lebih memprihatinkan, jalan setapak yang dikatakan Yadi, merupakan jalan yang melintas disekitar perkebunan kelapa warga. Sehingga lebih tepat jalan itu merupakan jalan swada masyarakat. Dimana pembangunan dilakukan warga setempat secara bergotong royong. Padahal jalan tersebut merupakan jalan penghubung Desa. “Budaya masyarakat disini ya seperti itu. Kalau untuk kepentingan umum cara membangunya dengan kerja bakti,” tukas Yadi.

Terpisah, Camat Reteh, Kamren membenarkan jalan penghubung Desa Sungai Terap dengan Desa Sungai Asam saat ini dalam kondisi yang kurang bagus.  “Jalan itu merupakan satu-satunya akses penghubung antara Desa Sungai Terap dengan Sungai Asam. Dimana letaknya melintasi areal perkebunan warga. Meski masih bisa dilewati, namun sangat butuh perhatian,”jelasnya.

Tidak hanya itu, jalan pengubung Kecamatan Reteh dengan Kecamatan Keritang. Jalan Penunjang yang panjangnya sekitar 34 kilo meter juga sangat memprihatinkan. Saat ini kondisinya kini juga dalam keadaan rusak. (dro/*1)




Sukses, Polsek Reteh Kembali Gari 3 Napi Pelarian Lapas Kuala Tungkal

Hingga Kamis (24/1),  sudah 14 Buron LP Kuala Tungkal di Tangkap di Wilayah Hukum Polres Inhil

3 Napi yang ditangkap pada Rabu 23 januari 2013 saat digelandang ke Rutan TembilahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – Rabu (23/1) kemaren, sekira pukul 21.00 WIB, kembali 3 Napi yang diduga pelarian Rutan Kuala Tungkal berhasil di bekuk. Selama tiga hari berturut-turut, Jajaran Kepolisian Polsek Reteh berhasil meringkus 14 pesakitan buron LP Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi ini.

Kapolsek Reteh, AKP Sangkut, melalui Kanit Reskrim Polsek Reteh, Ipda Sabaruddin, saat berada di LP Kelas II A Tembilahan menjelaskan keberhasilan ini akibat adanya kerjasama yang baik dengan masyarakat.

“Berawal dari kecurigaan masyarakat terhadap tiga orang tersebut. Kemudain warga melaporkan kepada petugas kepolisian setempat. Akhirnya petugas yang datang melakukan penangkapan. Setelah diamankan di Pos Polisi Sungai Terap, ketiga napi langsung dijemput menggunakan speedboat dan dibawa ke Polsek Reteh selanjutnya dititipkan di LP Kelas II A Tembilahan.” Ujar Ipda Sabaruddin.

Ketiga napi yang kembali berhasil ditangkap ini yakni, Beni (25) kasus pencurian vonis 1 tahun 4 bulan, warga Rantau Rasau, Kabupaten Muara Sabak, Provinsi Jambi. Kemudian Abun (24) kasus narkoba vonis 8 tahun 7 bulan, warga Telanai Pura, Kota Jambi, Provinsi Jambi dan yang terakhir, Suhendra (26) kasus persetubuhan anak dibawah umur vonis 11 tahun 6 bulan, warga Suka Maju, Kecamatan Mestong, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi.

Menurut keterangan napi saat diintrogasi petugas, selama lima hari berada dalam pelarian dari Kuala Tungkal menuju Reteh mereka hanya mengkonsumsi buah dan air kelapa. Meski tidak mengetahui tujuan, namun mereka tetap bersembuyi disekitar kebun kelapa warga.

“Tak ada yang kami makan, kecuali buah kelapa. Untuk tidur kami naik ke pondok-pondok yang ada dikebun. Subuh-subuh kami keluar lagi untuk melanjutkan perjalanan,”terang salah seorang napi dihadapan petugas.(dro/*1)




Tanggul Jebol, Ribuan Hektar Kebun Warga Kec Reteh Terendam

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) Ribuan hektar kebun kelapa warga Desa Sungai Terap, Kecamatan Reteh, mengalami kerusakan yang berlangsung cukup lama. Masalah ini timbul akibat jebolnya tanggul mekanik yang disebabkan terjangan air laut yang merambah hingga ke lokasi perkebunan paling dalam.

Dampak dari itu, sat ini kondisi perkebunan kelapa warga di tiga batang parit mengalami kerusakan yang cukup serius dan tidak dapat menghasilkan lagi. Masalah ini harus mendapatkan perhatian oleh pemerintah, jika tidak maka kerugian materi akan lebih meluas.

Camat Reteh, Kamrin, mengatakan, bahwa rusaknya lahan yang terletak di tiga batang parit tersebut, akibat jebolnya tanggul penahan, sehingga air laut naik kelahan perkebunan terutama saat-saaat pasang dalam. Awalnya menurut informasi lahan perkebunan disana dalam keadaan baik.

Namun setelah saluran atau kanal yang dibuat oleh PT Pulau Sambu itu mengalami kerusakan dan itulah awal terjadinya musibah yang menimpa masyarakat petani di kawasan itu.

“Yang pasti kami sangat mengharap perhatian pemerintah, agar bisa membangun tanggul kembali. Sebab, hari demi hari dampak ekonominya akan sangat dirasakan oleh warga yang hanya menggantungkan hidup dari kebun kelapa disana,”keta Kamrin, mantan camat kemuning itu.

Saat ditanya kapan terjadinya kerusakan tanggul tersebut, dia mengatakan sudah cukup lama bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai camat di Reteh. Untuk mengatasinya permasalah ini sudah sering disampaikan melalui Musawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) kabupaten.

Namun karena dana yang dibutuhkan cukup besar, dia yakin kabupaten tidak akan bisa mengatasi secara total dan perlu adanya dukungan Pemrov Riau serta pemerintah pusat. Yang lebih memprihatinkan, warga petani disana sudah banyak yang meninggalkan lokasi tersebut.

“Salah satu jalan, pihak swasta (investor) juga bisa memabantu. Kebun yang sudah keritis bisa diganti dengan menanam kelapa sawit. Kita rasa langkah ini bisa menjadi pertimbangan, meski dengan dana yang besar,”imbuhnya.

Kerusakan kebun tidak hanya dirasakan oleh warga Reteh secara umum, tapi juga sudah dirasakan warga kecamatan tetangga seperti Kecamatan Keritang. Apalagi kondisi pasang semakin tahun semakin membesar. “Imbasanya juga dirasakan warga Sungai Keluang, Pulau Ruku, Kecamatan Keritang,” imbuhnya.(dro/*1)