Ini Loh Paket Peningkatan Jalan Miliaran yang di Tantang Warga Teluk Pinang

Tembilahan, detikriau.org – Rusak parahnya akses jalan dari Desa sungai luar Kecamatan Batang Tuaka menuju Kelurahan Teluk Pinang Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) sudah cukup lama dikeluhkan masyarakat.  Tahun ini pemerintah dikabarkan mengucurkan dana hingga ratusan miliar untuk melakukan perbaikan. Saking gembiranya bahkan masyarakat nazarkan 2 ekor sapi jika proyek ini tuntas dikerjakan.

Sumber detikriau.org yang enggan namanya dipubllikasikan membenarkan adanya kucuran anggaran besar untuk perbaikan ruas jalan tersebut. Pekerjaan perbaikan sarana jalan ke wilayah Inhil bagian utara itu menurutnya dibagi dalam 4 paket pekerjaan dengan total nilai keseluruhan sebesar Kurang lebih Rp 112 Miliar.

Keempat paket pekerjaan tersebut adalah:

  1. Peningkatan Jalan Sungai Luar – Sungai Dusun (paket 1) Rp. 32,71 Miliar
  2. Peningktan Jalan Sungai Dusun – Sungai Piring (Paket 2) Rp. 18,79 Miliar
  3. Peningktan Jalan Sungai Piring – Teluk Pantaian (Paket 3) Rp. 38,09 Miliar
  4. Peningkatan Jalan Teluk Pantaian-Teluk Pinang (Paket 4) Rp. 22,31 Miliar./ dro



Libur Kabut Asap, Anak-anak Justru Manfaatkan Dengan Bermain Tanpa Menggunakan Masker

“Seharusnya orang tua lebih teliti mengawasi anaknya demi kesehatan bersama,”

foto diambil di depan SDN 003 Sungai Luar
foto diambil di depan SDN 003 Sungai Luar

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pelajar setingkat SD dan SMP di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diliburkan sejak tanggal 3 September kemarin. Kebijakan itu merupakan kebijakan insidensial melihat kondisi asap semakin pekat. Namun berdasarkan pantauan lapangan, para pelajar itu bukannya berada di rumah, akan tetapi dikesempatan libur ini dimanfaatkannya untuk bermain di luar tanpa masker.

Padahal tujuan pemerintah dari libur tersebut supaya para pelajar bisa menghindari secara total pekatnya asap di udara Kabupaten Inhil. Dimana, dalam sepekan terakhir bahkan lebih, Inhil penuh diselimuti asap akibat kebakaran hutan lahan di sejumlah daerah.

“Sangat disayangkan kalau pelajar kita di Inhil hanya memanfaatkan hari libur dengan bermain. Seharusnya orang tua lebih teliti mengawasi anaknya demi kesehatan bersama,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil, Helmi D, Jum’at (4/9/2015).

Kendati demikian, Helmi tetap menghimbau kepada seluruh orang tua pelajar untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya untuk tidak banyak bermain di luar rumah, terlebih jika bermain tanpa masker.

“Kami meliburkan sekolah itu demi menghindari bahaya kabut asap, bukan untuk bermain bebas,” pungkasnya. (mirwan)




Asyik Pacaran di Jembatan Getek, RI dihadiahi Tikaman OTK

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – RI (16) warga Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka ditikam OTK pada bagian punggung bawah saat asyik mojok bersama pacarnya WS (16) warga Tembilahan Hulu di Jembatan Getek Sungai Luar, Selasa (7/4/2015) malam. Tidak hanya itu, barang berharga berupa Handpone milik korban juga terpaksa diikhlaskan karena dijarah oleh pelaku tersebut.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, saat kejadian, korban sedang pacaran sekitar pukul 08.00 WIB. Setelah dua jam duduk di TKP sekitar pukul 22.00 WIB, korban ngaku dihampiri 2 OTK yang menggunakan sepeda motor.

“Waktu itu pelaku minta duit Rp 10 ribu, saat si korban mau mengambil uang, pelaku langsung menikam korban laki-laki dengan senjata tajam di punggung bagian bawah,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Rabu (8/4/2015).

Ditambahkan, setelah ditikam, RI langsung ambil langkah seribu. Mirisnya, kekasihnya sendiri ditinggalnya begitu saja di TKP dengan kedua pelaku. Akibatnya, kekasihnya, WS menjadi imbas kejahatan OTK, handpone miliknya dijarah pelaku.

“Setelah itu pelaku meninggalkan TKP. Korab, WS langsung menghubungi temannya untuk meminta bantuan. Dan saat ini korban tusuk itu sedang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan,” terangnya.

Warno menyampaikan, pelaku masih dalam penyelidikan. pihak kepolisian masih memburu kedua pelaku.(mirwan)




Perbaiki Akses Jalan, Warga Desa Sungai Empat lakukan Goro

IMG0093ATEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kondisi ruas jalan penghubung Desa Sungai Empat Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menuju Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka kini semakin memprihatinkan. Agar bisa sekedar untuk dilalui, warga terpaksa melakukan gotong royong. Mereka berharap, kondisi seperti ini bisa disikapi dengan segera oleh Pemerintah Kabupaten.

Berdasarkan keterangan tokoh pemuda masyarakat Desa Sungai Empat, Herman, kerusakan jalan penghubung Desa itu sudah terjadi cukup lama. Kondisi ini semakin parah disebabkan tingginya pasang dan curah hujan yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Disepanjang ruas jalan penghubung Desa ini hampir bisa dikatakan tidak ada lagi yang bagus. Disana-sini dipenuhi kubangan berlumpur. Untuk melintasinya, warga terpaksa harus ekstra hati-hati. Makanya warga setempat berinisiatif melakukan perbaikan dengan cara bergotong royong.

Ditambahkannya, kegiatan goro dilakukan warga secara swadaya Ahad (24/2) kemaren juga mendapatkan partisipasi dari para tenaga pengajar di Desanya. Kerusakan ruas jalan ini tentunya juga akan mengganggu kelancaran tenaga pendidik untuk menjalankan aktifitas kesehariannya.

“Apapun kondisi ruas jalan ini, masyarakat terpaksa harus melaluinya. Kita tentunya berharap kondisi ini dapat menjadi perhatian pemerintah Kabupaten. Jika hanya kami lakukan secara swadaya, tentunya kita tidak akan sanggup memenuhi kebutuhan biayanya,” Pinta Herman.

Apa yang disampaikan Herman juga dibenarkan oleh Kepala Sekolah sebuah Sekolah Menengah di Desa Sungai Empat, Sauri. Ia juga berharap agar jalan ini segera bisa dilakukan perbaikan agar aktifitas masyarakat bisa kembali lancar.” Mudah-mudahan harapan kami ini mendapatkan perhatian. Karena jalur lintas desa ini keberadaannya begitu penting bagi masyarakat setempat,” Harap Sauri.(dro/**)




Kisruh APDESI Inhil, Beberapa Kades Ancam Dirikan Organisasi Tandingan

apdesiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pergantian sekaligus pelantikan kepengurusan baru Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu menuai kritikan. Dinilai, organisasi aparatur Desa ini telah melenceng dari tujuan. Beberapa Kepala Desa mengancam akan mendirikan organisasi tandingan.

“Kita pastikan akan mendirikan sebuah organisasi yang akan menjadi wadah bagi Kepala Desa dan Lurah khususnya di Kabupaten Inhil. Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes sekaligus kekecewaan kita kepada APDESI Inhil, Ungkap Kepala Desa Sungai Berapit Kecamatan Concong, Ediyanto di Tembilahan, Selasa (29/1)

Menurut Ediyanto, bersama dirinya, 7 Kepala Desa lainnya bertindak selaku penggagas sudah menindaklanjuti rencana pendirian organisasi bahkan ia juga mengaku sudah mendapatkan dukungan dari banyak kepala Desa lainnya.”berkasnya sudah kita daftarkan ke Notaris. Kini kita sedang mematangkan beberapa hal. Kapan saatnya, nanti kita akan kabarkan,” Ujar Ediyanto.

Dijelaskannya, secara pribadi ia membenarkan bahwa dirinya masih terdaftar sebagai salah satu anggota APDESI, hanya saja ia bersama beberapa Kades lainnya menilai dengan terpilihnya kepengurusan baru sampai proses pelantikan yang disebutnya “janggal”, terindikasi APDESI Inhil mulai terseret keranah abu-abu yang melenceng dari niat APBDESI sebagai wadah perjuangan Kades dan Masyarakat Desa yang bebas dari kepentingan politik.

“namanya belum kita pastikan tapi organisasi ini nantinya akan memposisikan dengan benar sebagai wadah komunikasi Kades dan Lurah Inhil, kemudian sebagai sarana dan media dalam rangka mengambil kebijakan strategis sehubungan dengan peran Kades dan Lurah termasuk sebagai media dan wadah singkronisasi program pembangunan desa dan kelurahan,” Pungkas Ediyanto.

Terkait persoalan ini, Sekretaris APDESI Inhil terpilih, yang juga menjabat sebagai Kades Sungai luar Kecamatan Batang Tuaka, Irwansyah menyebutkan bahwa sampai hari ini APDESI Inhil masih kokoh berpijak pada aturan AD/ART organisasi.

“semua yang kita jalankan sesuai AD/ART organisasi. Tidak ada yang melenceng apalagi sampai dinilai kita terseret ke wilayah politik. Itu tidak benar.” Jelas Irwansyah.

Dijelaskannya, pelaksanaan Muscab APDESI Inhil dihadiri secara langsung oleh Ketua APDESI Riau bahkan saat pelantikan juga dihadiri pengurus APDESI pusat. Jika ada dugaan APDESI Inhil terseret ke wilayah politik, semua itu disebut salah kaprah. “untuk jelasnya coba nanti pertanyakan langsung sama ketua (Kades Sungai Nyiur Kecamatan Tanah Merah, Daeng Palaloi), kalau tidak ada halangan, besok beliau di Tembilahan. Terkait Kehadiran Ketua Demokrat Riau. Mambang Mit dalam acara pelantikan saat itu, kapasitasnya mewakili Gubernur Riau. Bukan ketua partai,” Pungkasnya. (dro/*0)




Tingkatkan Daya Saing Petani Inhil, DTPHP Lakukan Program Revitalisasi RMU dan Himbau Penggunaan Merk Dagang Sendiri

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Indragiri Hilir berupaya untuk memenuhi kebutuhan beras Bulog Inhil. Sayangnya hingga saat ini produksi beras petani setempat belum mampu memenuhi standar kualitas yang dimintakan.

“Dari informasi yang kita terima, Bulog setidaknya mampu menampung produksi beras petani hingga 800 ton per tahunnya. Peluang besar ini belum sepenuhnya mampu untuk dimanfaatkan oleh petani dikarenakan kualitas beras yang dihasilkan belum memenuhi standar yang dimintakan bulog,” Ungkap Kepala DTPHP Inhil, Wiryadi saat ditemui diruang kerjanya, kamis (1/11).

Salah satu persyaratan kualitas yang harus dipenuhi, beras patah maksimal hanya sebanyak 35 persen sementara beras hasil produksi petani setempat  masih terbilang jauh dari persyaratan yang dimintakan.

Penyebab terjadinya beras patah ditambahkan wiryadi diantaranya saat pemanenan, kematangan buah padi tidak seragam dan ketika  digiling akan mudah patah. Kemudian turunnya kualitas juga bisa  disebabkan penumpukan padi. Beras panen yang belum mencapai usia matang maksimal ditambah kelembapan di daerah kita yang cukup tinggi akan mudah menyebabkan padi terserang jamur. Ketika digiling. Disamping juga beras mudah patah, warnanya akan menjadi kemerah-merahan. Penyebab lainnya, beras patah lebih  disebabkan mesin penggilingan yang kondisinya sudah tidak layak.

“untuk mengatasi itu, terutama RMU yang tua dan semestinya memang sudah tidak layik pakai, kita sudah melakukan program revitalisasi. Tahun anggaran 2011 kemaren, kita sudah mendapatkan 4 RMU baru yang kita tempatkan di Kecamatan Batang Tuaka. 3 di Desa Sebatu dan 1 di Desa Sungai Luar,”Terang Wiryadi

Bantuan RMU ini pengelolaannya diberdayakan kepada Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA). Untuk 1 RMU target lahan minimal yang kita persyaratkan sebanyak 75 Ha sawah.

Beras Produksi Inhil Banyak Dipasarkan diluar Daerah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan DTPHP Inhil, 3 sampel dari 37 total jumlah RMU di Desa Sebatu Kecamatan Batang Tuaka, produksi beras yang dijual ke luar daerah lebih kurang sebanyak 60 ton perbulan dan hanya sebanyak 8 Ton disalurkan untuk kebutuhan inhil.

Jika 34 RMU lainya di Desa Sebatu perbulannya manjual 3 ton beras saja keluar Inhil artinya ada tambahan 102  Ton beras produksi petani yang dipasarkan keluar.

Berdasarkan keterangan petani, penampung hanya mematok harga Rp. 6.300 per Kg di lokasi pengapalan di Desa Pulau Palas untuk semua jenis beras. tetapi petani lebih memilih harga ini dibandingkan memasok kepada penampung di pasaran lokal karena sering mengalami kesulitan pembayaran dalam jumlah besar.

Beras asal Inhil ini kemudian dikirim ke Medan, Pekanbaru dan Kabupaten tetangga Rengat. Iapun menduga, beras hasil produksi lokal ini setelah dipoles ulang dan dikemas, sebahagian kembali dipasok untuk kebutuhan pasaran Inhil.

“Makanya disamping mentargetkan untuk memenuhi kebutuhan beras Bulog, kita juga mulai memberikan arahan kepada petani untuk berani menjual beras dengan merk mereka sendiri. Paling tidak, dengan beredarnya beras dengan merk sendiri disertai pencantuman lokasi asal beras yang jelas, pembeli akan mendapat informasi langsung. Harapannya petani tidak lagi tergantung kepada tangan kedua dalam pemasaran. kedepan jika kualitas bisa dijaga baik tentu akan mendapatkan pasar sendiri dan akan berimbas dengan naiknya harga yang diharapkan akan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.” Pungkas Wiryadi.(dro/*0)

Pengutipan berita dan gambar harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan tuntut sesuai ketentuan UU yang berlaku